Minggu, 31 Mei 2015

Makalah Tentang Sejarah Pembentukan Bumi


SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI
Makalah Tentang Sejarah Pembentukan Bumi


A.    Proses Terbentukuya Bumi
Proses terbentuknya Bumi sendiri tidak dapat dipisahkan dari kelahiran alam semesta dan proses terbentuknya tata surya.
Bumi mulai terbentuk saat butiran debu dan gas yang berada di sekitar Matahari saling melekat membentuk partikel.
Gaya berat yang dimiliki bumi meningkatkan tekanan sehingga bagian dalam Bumi akan mencair.
Adanya pemanasan di dalam Bumi menyebabkan terbentuknya uap air dan gas-gas lainnya hingga membentuk atmosfer. Diperkirakan unsur-unsur yang terkandung dalam atmosfer pada saat itu adalah hidrogen, helium, metana, dan amonia.
Menurut Rittmann (1960), sekitar 4,6 miliar tahun yang lampau awan, debu, dan gas yang mengapung di ruang angkasa mulai mengecil.
Skema lahirnya bumi, menurut Rittmann (1960), dilukiskan dalam Gambar 2.34. Proses urutan kelahiran bumi menurut Rittmann adalah sebagai berikut:
  1. Bumi mulai terbentuk ketika butir-butir debu dalam cakram awan di sekitar matahari saling melekat.
  2. Sisa-sisa dari awan asli berjatuhan.
  3. Akibat pelelehan ini, bahan-bahan yang mampat terutama besi tenggelam ke pusat planet dan menjadi intinya. Seluruh permukaan bumi tertutup oleh lautan batuan yang meleleh.
  4. Akibat aliran cepat dari partikel-partikel bermuatan dari matahari menyapu bersih sisa-sisa awan asli dari tata surya sehingga benturannya ke bumi berkurang.
  5. Awanpun mendingin, uap airnya mengembun, dan hujan deras membanjiri bumi.
  6. Limpahan air dari badai itu menyatu di tempat yang rendah sehingga terjadi awan.
  7. Kira-kira 2,5 miliar tahun yang lalu, sebuah bumi yang biru telah muncul.
Menurut Hasil Penelitian Proses pembentukan bumi terbagi menjadi 3 tahap, yaitu sebagai berikut:
1)      Tahap pada saat bumi marupakan planet yang homogen atau belum terjadi diferensiasi dan zonafikasi.
2)      Proses diferensiasi atau pemilahan, yaitu ketika material besi yang lebih berat tenggelam menuju pusat bumi dan material yang lebih ringan bergerak ke permukaan.
3)      Proses zonafikasi, tahap dimana bumi terbagi menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yang padat, inti besi cair, mantel bagian bawah, zona transisi, astenosfer yang cair dan litosfer yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudra.

a)      Era Pra-Kambrium (4,5 milyar tahun)
Era ini berawal 4,5 milyar tahun yang lalu, merupakan awal pembentuk kerak bumi yang terus berkembang, pembentukan atmosfer, dan pembentuk hidrosfer.
b)     Era Paleozoik.
Era ini dibagi ke dalam enam periode, yaitu periode Kambrium, Ordovisii Silur, Devon, Karbon, dan Perm.
1)      Periode Kambrium (120 juta tahun)
Periode ini dimulai 600 juta tahun yang lalu. Banyak hewan invertebtrata mulai muncul pada periode ini dan hampir seluruh kehidupan berlangsung di lautan.
2)      Periode Ordovisiuni (45 juta tahun).
Periode ini dimulai 480 juta tahun yang lalu. Periode ini dicirikan munculnya ikan tanpa rahang yang merupakan hewan bertulang belakang paling tua, antara lain landak laut (ekinoid), bintang laut (asteroid), dan laut (krinoid).
3)      Periode Shur (30 Juta tahun).
Periode ini dimulai 435 juta tahun yang lalu. Periode ini menjadi peristiwa peralihan kehidupan dari air ke darat. Pada periode ini tumbuhan darat mulai muncul untuk pertama kalinya, terutama tumbuhan paku (Pteridofita).
4)      Periode Devon (60juta tahun).
Periode ini dimulai 405 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat.
5)      Periode Karbon (70 juta tahun)
Periode ini  dimulai 345 juta tahun yang lalu. Pada periode ini ganggang melimpah dan saat pertama kalinya tumbuhan lumut muncul.
6)      Periode Perm (50 juta tahun)
Periode ini dimulai 275 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan melimpahnya ganggang dan reptil, serta melelehnya lapisan glasier di belahan bumi selatan yang meninggalkan bahan-bahan sedimen.
c)      Era Mesozoik.
1)      Periode Trias (45 juta tahun).
Periode ini dimulai 225 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh munculnya Dinosaurus dan reptilia yang berukuran sangat besar untuk pertama kalinya.
2)      Periode Jura (50 juta tahun).
Periode ini dimulai 180 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai antar lain oleh adanya kekuasaan Dinosaurus terhadap dunia, munculnya burung yang pertama kali, dan makin banyaknya tumbuhan konifer.
3)      Periode Kreta atau Zaman Kapur (65 juta tahun)
Periode ini dimulai 130 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh munculnya tumbuhan berbunga serta makin melimpahnya hewan bertulang belakang, ikan, dan binatang amfibi.
d)     Era Senozoik
1)      Periode Tersier
Periode tersier dibagi ke dalam lima epok, yaitu Epok Paleosen, Eosen, Oligosen, Miosen, dan Pliosen.
a.       Epok Paleosen (10 juta tahun). Epok ini dimulai 65 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai antara lain dengan melimpahnya tumbuhan berbunga serta mulai lazinmya binatang tak bertulang belakang, ikan, amfibi, reptil dan binatang kecil yang menyusui.
b.      Epok Eosen (15 juta tahun). Epok ini dimulai 55 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan mulai berkembangnya buah, biji-bijian, dan rerumputan melimpahnya burung, amfibi, reptil kecil, dan ikan, serta mulai munculnya kelelawar, unta, kuda, monyet, dan badak. Sementara itu laut mulai menggenangi daratan.
c.       Epok Oligosen (14 juta tahun). Epok ini dimulai 40 juta tahun yang lalu Epok ini ditandai dengan munculnya kera primitif dan berkembangnya berbagai binatang pengerat.
d.      Epok Miosen (12 juta tahun). Epok ini dimulai pada 26 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan kemunculan kera di Asia dan Eropa.
e.       Epok Pliosen (12,5 juta tahun). Epok ini dimulai 14 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai oleh kemiripan kehidupan laut dengan yang ada pada saat sekarang.
2)      Periode kuater
a.       Epok Pleistosen
Epok Pleistosen dimulai 1,75 juta tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan munculnya manusia purba (Homo erectus atau Pithecanthropus erectus).
b.      Epok Holosen
Epok Holosen dimulai 10 ribu tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan berkembangnya manusia modern dan bentuk primitifnya.

B.     Sejarah Perkembangan Muka Bumi (Pangea, Gondwana)
Menurut para pakar ilmu bumi, sekitar 200 juta tahun yang lalu di planet bumi hanya ada satu benua yang sangat besar, yang disebut Benua Pangea.
Teori tentang pergeseran benua-benua atau teori apungan benua dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener. Adapun yang mendasari teori Wegener adalah sebagai beikut:
1.       Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Benua Afrika.
2.       Daerah Greenland saat ini mengalami pergerakan yang semakin menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan kurang lebih 36 meter pertahun. Demikian pula Kepulauan Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter per tahun.
a)      Bentangan-bentangan samudera dan benua-benua yang mengapung sendiri-sendiri.
b)      Samudra Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika masih terus bergerak ke arah barat, semakin menjauh dari Benua Afrika.
c)      Adanya kegiatan seismik (gempa bumi) yang luar biasa di sepanjang pantai barat Amerika Serikat.
d)     Batas Samudra Hindia makin mendesak ke utara. Anak benua yang semula diduga agak panjang, tetapi gerakannya ke utara.

Proses pemisahan kedua benua ini dapat dilihat dengan beberapa bukti antara pantai barat Benua Afrika dengan pantai timur Benua Amerika, sebagai berikut:
1)      Terdapat persamaan jenis batuan di pantai barat Benua Afrika dengan pantai timur Benua Amerika.
2)      Adanya persamaan beberapa jenis tumbuh-tumbuhan
3)      Persamaan beberapa jenis hewan.
4)      Terdapat tanggul dasar samudra di tengah Samudra Atlantik yang memisahkan kedua benua tersebut.
Teori lain yang dikemukakan oleh Decrates adalah teori kontraksi.

C.    Karakteristik Pelapisan Bumi
Bumi tersusun dan lapisan-lapisan, yang setiap lapisan memiliki ciri yang berbeda dengan lapisan lainnya.
Ketebalan masing-masing lapisan tidak merata. Berikut ini adalah lapisan-lapisan yang merupakan penyusun bumi.
1.      Litosfer yaitu lapisan yang berada paling luar bumi dengan ketebalan kira-kira 1.200 km.
a.       Lapisan Sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun dari logam silisium dan aluminium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL2O3. Lapisan ini sering juga disebut kerak bumi yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan kira-kira 35 km, yang dibagi menjadi dua bagian, sebagai berikut:
Ø  Kerak benua merupakan lapisan padat yang terdiri atas batuan beku dan granit pada bagian atasnya dan batuan beku basal pada bagian bawahnya.
Ø  Kerak samudra merupakan lapisan padat yang terdiri atas endapan laut pada bagian atas, sedangkan di bagian bawahnya berupa batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridotik.
b.      Lapisan Sima yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.
2.      Asthenosfer atau mantel (lapisan pengantara) yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal kira-kira 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm2.
3.      Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan mife (nikel dan forum) jari-jarinya kurang 3.470 km dan luasnya kurang lebih 2.900 km dibawah permukaan bumi.

D.    Teori Pergerakan Lempeng
Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses dinamika bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung api, jalur gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng.
Dalam teori tersebut dijelaskan beberapa analisis antara lain sebagai berikut:
1)      Adanya persamaan formasi geologi antara pantai timur Benua Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika. Hal tersebut membuktikan bahwa formasi geologi di pantai barat Afrika lama dengan pantai timur Amerika.
2)      Adanya gerakan Pulau Greenland menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter setiap tahun. Sedangkan pulau Madagaskar menjauhi Afrika Selatan sejauh 9 meter/tahun.
Menurut Alfred Wegener, benua-benua yang ada sekarang ini dahulunya membentuk satu benua.
Ø  Samudra dan benua-benua mengapung sendiri-sendiri.
Ø  Samudra Atlantik, semakin luas karena Benua Amerika bergerak ke arah barat.
Adanya kegiatan gempa yang besar di sepanjang patahan St Andreas, dekat pantai barat Amerika Serikat. Pada tahun 1929 Alfred Wegener meninggal dalam salju di Pulau Greenland, pada saat mengadakan penelitian untuk membuktikan kebenaran teorinya.
Pergerakan lempeng kerak bumi yang saling bertumbukan akan membentuk zona sudaksi dan menimbulkan gaga yang bekerja, baik horizontal maupun vertikal, yang akan membentuk pegunungan lipatan, jalur gunung api/magmatik, persesaran batuan, dan jalur gempa bumi serta terbentuknya wilayah tektonik tertentu.
Pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan masuk ke bawah yang lain.
Pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerak bumi dan akhimya terjadi pengeluaran material baru dan mantel membentuk jalur magmatik atau gunungan.
Pergerakan saling berpapasan dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar
Litosfer terpecah-pecah menjadi sekitar 12 lempeng. Dinamakan lempeng karena bagian litosfer itu mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar) dan berukuran kecil pada arah vertikal. Lempeng-lempeng bergerak (tektonik) dengan arah mendatar.
1)      Dua Lempeng Saling Menjauh (Divergent-Plate Boundaries)
Peristiwa ini dapat terjadi pada suatu lempeng yang sedang pecah.
Di daerah dua lempeng yang saling menjauh terdapat beberapa fenomena sebagai berikut:
a)      Perenggangan lempeng yang membentuk celah memanjang.
b)      Pembentukan pegunungan dasar samudra (mid ocean ridge) di sepanjang tempat perenggangan lempeng-lempeng tersebut.
c)      Aktivitas vulkanisme laut dalam menghasilkan lava basalt berstruktur bantal yang dinamakan lava bantal serta hamparan leleran lava (plato lava)
d)     Aktivitas gempa.
2)      Dua Lempeng Saling Menumbuk (Subduction)
Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena sebagai berikut:
a)      Lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua,
b)      Terbentuk palung laut di tempat tumbukan,
c)      Pembengkakan tepi pada lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
d)     Terjadi aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ektrusi,
e)      Merupakan daerah hiposenter gempa dangkal dan dalam,
f)       Terjadi dislokasi pada lempeng benua yang getarannya disebut gempa,
g)      Timbunan sedimen campuran.
Di tempat ini terbentuk Palung-Palung laut, yaitu dasar laut yang dalam dan memanjang.
Pegunungan di pantai barat Amerika, deretan Pulau Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara adalah akibat dari pembengkakan lempeng benua. Di sepanjang pegunungan dan pulau-pulau itu bermunculan gunung berapi.
3)      Dua Lempeng Saling Berpapasan atau Pergeseran Mendatar (Transform Fault)
Di daerah seperti itu terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat. Gejala Pergeseran itu tampak pada tanggul dasar samudera yang tidak berhubungan, tetapi terputus-putus akibat pergeseran mendatar tersebut.
Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:
1.      Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua
2.      Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua
3.      Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua
4.      Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua
5.      Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua
6.      Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua
7.      Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera
8.      Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.


E.     Persebaran Gempa di Indonesia
Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan. Ada lempengan yang besar dan ada yang kecil. Di antara lempengan-lempengan itu terdapat retakan-retakan besar. Lempengan-lempengan itu bergerak perlahan-lahan dengan kecepatan 3-13 cm/tahun.
Indonesia tergolong salah satu wilayah paling aktif tingkat kegempaan di muka bumi ini. Pusat-pusat gempa besar yang berkekuatan lebih dan 8 skala Richter terutama dijumpai di sepanjang penyusupan lempeng atau sepanjang sesar geser mendatar dan wilayah dengan gejala-gejala kompresi.

F.     Persebaran Gunung Api di Indonesia
Busur gunung-gunung api Indonesia rata-rata terbentuk dengan cara seperti ini. Gempa bumi umumnya terjadi di kawasan ini karena lempengan benua. Gunung-gunung berapi yang terbentuk dengan cara ini disebut gunung api andesit. Lava yang dikeluarkan membentuk bebatuan yang disebut andesit. Gunung berapi andesit sifatnya mudah meletus.
Di Indonesia terdapat 400 gunung berapi, tetapi yang masih aktif kira-kira 80 buah. Gunung-gunung tersebut digolongkan atas tiga barisan sebagai berikut:
1.      Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan sekitar Laut Banda;
2.      Halmahera dan pulau-pulau sebelah baratnya;
3.      Sulawesi Utara, Sangihe, dan Mindanao.
Ada tiga sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia
  1. Sistem Sirkum Australia
Sistem ini berasal dan Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Irian (Papua).
1)      Dari Kepulauan Bismarck melalui pegunungan tepi utara Papua sampai ke kepala burung menuju Halmahera.
2)      Dari ekor Pulau Irian (Papua) melalui bagian tengah sampai ke prgunungan Charleslois di sebelah barat.
  1. Sistem Busur Tepi Asia
Sistem ini dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi.
1)      Cabang pertama, dimulai dari Pulau Luzon melalui Pulau Samar ke Mindanao dan Kepulauan Sulu ke Kalirnantan Utara.
2)      Cabang kedua, dimulai dari pulau Samar ke Mindanao dan Sangihe ke Sulawesi.
3)      Cabang ketiga, dimulai dari Pulau Luzon melalui Pulau Palawan ke Kalimantan Utara
  1. Sistem Sunda
Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya 7.000 km dan terdiri atas lima busur
1)      Busur Banda berpusat di Banda.
2)      Busur Kepulauan Nusa Tenggara berpusat di Flores.
3)      Busur Andaman Nicobar berpusat di Mergui.
4)      Busur Arakan Yoma berpusat di Shan (Myanmar).
5)      Busur Sumatra - Jawa, berpusat di Anambas.
Sistem Sunda terbagi atas dua busur, yaitu busur dalam vulkanis dan busur luar tidak vulkanis yang terletak di bawah permukaan laut. 

Makalah Tentang Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi


HUBUNGAN DASAR NEGARA DENGAN KONSTITUSI
Makalah Tentang Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi


A.    Pengertian Dasar Negara
Setiap negara yang merdeka dan berdaulat tentu memiliki Dasar Negara yang berbeda. Perbedaan Dasar Negara yang diterapkan di dalam suatu negara sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial budaya, patriotisme, dan nasionalisme yang telah terkristalisasi dalam perjuangan negara itu untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapainya.
Dalam Ensikiopedia Indonesia, Dasar (filsafat) berarti asal yang pertama. Kata dasar bila dihubungkan dengan Negara (Dasar Negara), berarti pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara yang mencakup berbagai bidang kehidupan. Suatu Negara / bangsa yang merdeka memerlukan suatu dasar / landasan untuk membangun negaranya. Dasar Negara disebut juga dengan : Dasar falsafah negara / landasan dasar filosofi / staat fundamental norm / norma pertama dan utama / cita hukum (rechts ide) / pokok kaedah negara yang fundamental.
Bagi bangsa Indonesia, Dasar Negara yang dianut adalah Pancasila yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam tinjauan Yuridis Konstitusional, Pancasila sebagai Dasar Negara berkedudukan sebagai norma Objektif dan Norma hukum tertinggi dalam negara, serta sebagai sumber segala sumber hukum.
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum tercantum dalam TAP MPRS No. XX / MPRS / 1966 jo TAP MPR No.V / MPR / 1973 Jo TAP MPR No IX / MPR / 1978. Penegasan kembali Pancasila sebagai sumber hukum Dasar nasional negara Indonesia tercantum dalam TAP MPR No. III / MPR I 2000.

B.     Fungsi Dasar Negara
Dasar Negara berfungsi sebagai dasar berdirinya suatu Negara. Suatu Dasar Negara ditetapkan atas dasar filosofi kehidupan yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Hanya saja perumusan atau formulasinya dilakukan oleh para pendiri negara (The founding Fathers). Cita-cita dan tujuan yang ingin diwujudkan tampak dari Dasar Negara itu.
Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi sebagai berikut:
  1. Fungsi Pokok, yaitu sebagai Dasar Negara dan Pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berarti bahwa Pancasila merupakan fundamen / landasan dasar bagi berdirinya negara Indonesia.
Dalam kedudukannya sebagai hukum Dasar negara, Pancasila dijabarkan dalam UUD 1945 dan berbagai peraturan perundangan yang berlaku. Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai kekuatan hukum yang mengikat bagi penyelenggara Negara, lembaga kenegaraan, lembaga kemasyarakatan, warga Negara Indonesia. Kedudukan Pancasila sebagai dasar Negara erat kaitannya dengan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Setiap peraturan yang berlaku di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
Menurut Prof. Dardji Darmo Dihardjo, Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa Indonesia disebut juga dengan way of life, weltanschauung/pedoman hidup, petunjuk hidup, artinya Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktifitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang.
Apabila kita pahami lagi Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa Indonesia memiliki arti sebagai berikut:
a.       Dilihat dari proses terjadinya, pandangan hidup adalah jawaban bangsa itu untuk mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam usahanya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
b.      Dilihat dari bentuk susunannya, pandangan hidup adalah konsepsi dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa itu
c.       Dilihat dari isinya, pandangan hidup adalah kristalisasi nilai-nilai luhur yang dimiliki suatu bangsa, yang diyakini kebenarannya sehingga menumbuhkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.
  1. Disamping fungsi pokok tersebut, Pancasila memiliki fungsi sebagal berikut:
a.       Pancasila sebagai perjanjian luhur, artinya Pancasila merupakan hasil kesepakatan wakil-wakil rakyat menjelang dan sesudah proklamasi.
b.      Pancasila sebagai kepribadian bangsa, artinya Pancasila merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain.
c.       Pancasila sebagai moral pembangunan, artinya Pancasila menjadi arti dan pedoman bagi pelaksanaan pembangunan nasional
d.      Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum, artinya seluruh peraturan perundangan yang dibuat harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

C.    Pengertian Konstitusi
Kata Konstitusi berasal dari bahasa latin (constitutio), constitution (Inggris), constituer (Perancis), constitutie (Belanda), dan konstitution (Jerman). Dalam pengertian ketatanegaraan, istilah konstitusi mengandung arti Undang Undang Dasar (UUD), hukum dasar atau susunan badan.
Suatu konstitusi menggambarkan seluruh sistem ketatanegaraan suatu negara, yaitu berupa kumpulan peraturan yang membentuk, mengatur atau memerintah negara. Peraturan-paraturan tersebut ada yang berbentuk tertulis sebagai keputusan badan yang berwenang, ada pula yang bersumber dari peraturan yang tidak tertulis seperti norma, kebiasaan, adat istiadat dan konvensi.
Dalam perkembangan politik dan ketatanegaraan, konstitusi mempunyai beberapa pengertian:
1.      Dalam arti luas, Konstitusi berarti keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau hukum dasar (Droit constitunelle). Konstitusi ada dalam bentuk tertulis, ada juga tidak tertulis, atau juga campuran dari dua unsur tersebut.
2.       Dalam arti sempit, Konstitusi berarti Piagam Dasar atau Undang Undang Dasar (loi constitunelle), yaitu suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan Dasar Negara. UUD merupakan sebagian dari hukum dasar negara sebagai suatu dokumen tertulis yang lengkap.
Gunadi S Diponolo mengatakan bahwa konstitusi merupakan susunan badan yang mempunyai bagian organ-organ dimana masing-masing mempunyai kedudukan dan fungsinya sendiri-sendiri yang merupakan satu rangkaian kerjasama yang harmonis.
Menurut Sri Sumantri istilah konstitusi berasal dari constitution, groundwet (Undang - Undang Dasar). Menurut Usep Ranawidjaja konstitusi, ada dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas konstitusi mencakup segala ketentuan yang berhubungan dengan organisasi Negara, baik yang terdapat dalam undang - undang dasar, undang - undang organik, peraturan lain ataupun dalam konvensi (kebiasaan). Dalam arti sempit konstitusi adalah Dokumen Pokok yang berisi atunan mengenai susunan organisasi Negara beserta cara kerjanya organisasi negara.
Konstitusi dapat dibedakan antara konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis. Konstitusi tertulis dapat dibedakan antara yang tertulis dalam suatu dokumen khusus atau dalam beberapa dokumen yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan lain. Konstitusi tertulis yang tersusun dalam suatu dokumen khusus, misalnya UUD 1945, konstitusi RIS, dan UUD Amerika Serikat 1787. Adapun konstitusi tertulis yang terdapat peraturan perundang-undangan lain, misalnya dalam ketetapan-ketetapan MPR dan undang-undang. Konstitusi tidak tertulis, dapat dibedakan dalam tiga golongan; Pertama, ketentuan konstitusi terdapat dalam kaidah-kaidah hukum adat. Kedua, ketentuan-ketentuan konstitusi terdapat dalam konvensi atau kebiasaan ketatanegaraan. Ketiga, adalah adat-istiadat. Umumnya Negara di dunia memiliki konstitusi tertulis dan tidak tertulis.
Akan tetapi ada negara-negara yang tidak mempunyai konstitusi yang tertulis dalam salah satu atau beberapa dokumen khusus. Negara-negara ini hanya mempunyai konstitusi tertulis yang tertuang dalam peraturan penundang-undangan biasa, seperti Inggris, Selandia Baru, dan Israel. Sebaliknya, negara-negara yang memiliki konstitusi tertulis yang tertuang dalam satu atau beberapa dokumen khusus selalu mempunyai kaidah-kaidah konstitusi yang diatur dalam peratunan penundang-undangan. Konstitusi tidak tertulis dimiliki oleh semua Negara di dunia.
Menunut Herman Heller, dalam bukunya Staatlehre mengemukakan bahwa konstitusi mempunyai 3 pengertian:
1.      Konstitusi mencerminkan kehidupan politik di dalam masyarakat sebagai suatu kenyataan, belum dalam arti hukum. Konstitusi masih merupakan pengertian sosial politik
2.      Konstitusi merupakan kaedah yang hidup dalam masyarakat, maka konstitusi menjadi suatu kaidah hukum (rechtverfassung) / pengertian yuridis.
3.      Konstitusi ditulis dalam suatu naskah sebagai undang-undang yang tertinggi yang berlaku dalam suatu Negara. Konstitusi sebagai peraturan hukum.
Carl Schmitt, dalam bukunya Verfassunglehre mengemukakan ada 4 bagian besar pengertian konstitusi, yaitu sebagai berikut:
  1. Konstitusi dalam arti Absolut yaitu:
a.       Kesatuan organisasi yang nyata mencakup semua bangunan hukum dan organisasi yang ada dalam negara
b.      Sebagai bentuk negara dalam arti keseluruhannya. Alternatifnya adalah negara demokrasi atau monarkhi. Di negara demokrasi, rakyat memerintah dirinya sendiri, sedangkan di negara monarki adalah representasi, yaitu bahwa raja atau kepala negara hanya merupakan seorang wakil rakyat.
c.       Sebagai faktor integrasi. Dapat bersifat abstrak, misalnya lagu kebangsaan, bahasa persatuan, bendera sebagai lambang persatuan. Dapat pula bersifat fungsional, misalnya pemilihan umum, referendum, pembentukan kabinet dan lain-lain.
d.      Sebagai sistem tertutup dari norma-norma hukum yang tertinggi didalam negara

  1. Konstitusi dalam arti Relatif
Konstitusi dihubungkan dengan kepentingan golongan tertentu di dalam masyarakat. Jaminan itu dicantumkan dalam Undang Undang Dasar agar tidak mudah dilupakan dan senantiasa menjadi bukti jika orang memerlukannya.
Konstitusi dalam arti relatif mengandung arti sebagai berikut:
a.       Sebagai tuntutan golongan borjuis liberal agar hak-haknya dijamin tidak dilanggar oleh penguasa
b.      Sebagai konstitusi dalam arti formal atau konstitusi tertulis
  1. Konstitusi dalam arti positif
Pengertian ini dihubungkan dengan ajaran tentang keputusan. Konstitusi merupakan keputusan politik yang tertinggi.
  1. Konstitusi dalam arti ideal
Konstitusi merupakan idaman kaum borjuis liberal sebagai jaminan bagi rakyat agar hak-hak asasinya dilindungi. Pihak penguasa dituntut agar tidak bertindak sewenangw enang terhadap rakyat.
Pendapat ahli tersebut menunjukkan bahwa konstitusi mempunyai pengertian yang tidak statis, tetapi dinamis sejalan dengan perkembangan sejarah. Salah satu contoh konkret pengaruh perkembangan sejarah tersebut adalah menyamakan pengertian konstitusi dengan Undang Undang Dasar.
Persamaan perigertian tersebut dipengaruhi oleh paham kodifikasi yang menghendaki semua peraturan hukum ditulis, demi mencapai kesatuan hukum. Konstitusi yang ditulis itu adalah Undang Undang Dasar.
Perkembangan paham kodifikasi menyamakan pengertian konstitusi dengan UUD. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai kesatuan hukum, yakni dengan cara semua hukum harus dalam bentuk tertulis. Sebenarnya konstitusi meliputi hukum tertulis dan tidak tertulis, sedangkan UUD merupakan bentuk konstitusi tertulis saja.
Ahli yang berpendapat bahwa koristitusi sama dengan Undang Undang Dasar adalah Oliver Cromwell, Lasalle dan Struycken. Sedangkan Herman Heller berpendapat bahwa konstitusi lebih luas dari Undang Undang Dasar.
Sebagai hukum dasar tertulis, konstitusi harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  1. Merupakan hukum yang mengikat pemerintah sebagai penyelenggara negara, maupun rakyat sebagai warga negara
  2. Berisi norma-norma, aturan atau ketentuan-ketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan
  3. Merupakan perundang-undangan yang tertinggi dan berfungsi sebagai alat kontrol terhadap norma-norma hukum yang lebih rendah
  4. Mempunyai aturan-aturan pokok yang bersifat singkat dan supel serta memuat hak asasi manusia, sehingga dapat memenuhi tuntutan zaman.

D.    Hubungan / Keterkaitan Dasar Negara dengan Konstitusi
Keterkaitan antara Dasar Negara dengan Konstitusi, yaitu Dasar Negara merupakan Staat Fundamental Norm (pokok kaidah negara yang fundamental) atau Staat Ide (gagasan tentang kenegaraan) yang menjadi jiwa tertib hukum dan selanjutnya diwujudkan didalam UUD dan peraturan-peraturan lain yang lebih rendah. Ini sesuai dengan pendapat Prof. Drs. Notonegoro,SH bahwa pokok kaidah yang fundamental merupakan sumber dari UUD dan peraturan perundangan lainnya.
Agar nilai-nilai yang terkandung dalam asas negara yang menjadi kenyataan sebagai pedoman penyelenggaraan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka diwujudkan atau dituangkan dalam bentuk perundang-undangan tertinggi atau UUD negara yang bersangkutan. Dengan kata lain dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan konstitusi.
Keterkaitan antara Dasar Negara dengan Konstitusi juga tampak pada gagasan dasar, cita-cita dan tujuan negara yang tertuang di dalam Mukadimah atau Pembukaan Undang Undang Dasar suatu negara. Dari dasar negara inilah, kehidupan negara yang dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan akan diatur dan diwujudkan. Salah satu perwujudan dalam mengatur dan menyelenggarakan kehidupan ketatanegaraan suatu negara adalah dalam bentuk konstitusi atau Undang Undang Dasar. 

Makalah Tentang Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan RI

KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945
NEGARA KESATUAN RI
Makalah Tentang Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan RI


A.    Kedudukan Pembukaan UUD 1945
Setelah diubah UUD Negara RI 1945 terdiri dari dua bagian yaitu pembukaan dan pasal-pasal. Sebelum diubah UUD Negara RI tahun 1945 terdiri dari pembukaan, batang tubuh dan penjelasan.
Kedudukan pembukaan UUD Negara RI 1945 adalah sebagaimana fundamental Negara (staat fundamental norm). pembukaan UUD Negara RI 1945 yang dibuat oleh Pembentukan Negara (dalam hal ini PPKI) pada hakekatnya terpisah dari pasal-pasal UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 dikatakan sudah memenuhi unsur-unsur mutlak dari pokok kaidah negara yang fundamental, yaitu :
  1. Dari sejarah terjadi pembukaan UUD Negara RI 1945 ditentukan oleh pembentukan Negara (PPKI).
  2. Isi pembukaan UUD Negara RI 1945 memuat asas falsafah negara (Pancasila).
  3. Pembukaan UUD Negara RI 1945 menetapkan adanya suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.
Isi pembukaan UUD Negara RI 1945 terutama di alinea ke empat dapat kita simpulkan sebagai berikut :
  1. Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 merupakan tertib hukum tertinggi dalam Negara RI.
  2. Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 merupakan kaedah Negara yang fundamental yang menentukan adanya UUD Negara 1945.
  3. Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 terbawa oleh kedudukannya sebagai kaedah Negara yang fundamental.
  4. Pembukaan UUD Negara RI tahun 1945 merupakan pernyataan kemerdekaan rakyat Indonesia.
Menurut ilmu hukum, pembukaan UUD 1945 memiliki kedudukan hukum yang tetap, tidak bisa diubah-ubah karena makna kandungan pembukaan UUD 1945 adalah pokok-pokok pembentukan negara dan pemerintahan Indonesia. Jadi, pembukaan UUD 1945 merupakan tertib hukum tertinggi dalam negara Indonesia.
Kedudukan pembukaan UUD 1945 dengan pasal-pasalnya adalah :
  1. Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara fundamental serta lebih tinggi dari batang tubuh dalam hal tertib hukum Indonesia.
  2. Pokok kaidah negara yang fundamental maksudnya adalah mengandung pokok-pokok pikiran yang harus dijabarkan ke dalam pasal-pasal UUD 1945.

UUD 1945 memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Kareana sifatnya tertulis dan rumusannya jelas, UUD 1945 merupakan hukum positif.
  2. Memuat norma-norma, aturan-aturan serta ketentuan-ketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan secara kontitusional.
  3. UUD 1945, termasuk pembukaan UUD 1945 yang dalam tertib hukum Indonesia merupakan Undang-Undang yang tertinggi, menjadi alat kontrol terhadap norma-norma hukum yang lebih rendah dalam hirarki tertib hukum Indonesia.
B.     Makna yang Terkandung Dalam Alinea Pembukaan UUD 1945
Alinea
Maka Yang Terkandung
Pertama
·         Keteguhan bangsa Indonesia membela kemerdekaan melawan penjajahan dalam segala bentuk.
·         Pernyataan subjektif bangsa Indonesia untuk menentang dan menghapus penjajahan di atas dunia.
·         Pernyataan objektif bangsa Indonesia bahwa penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan.
·         Pemerintah Indonesia mendukung kemerdekaan bagi bangsa untuk berdiri sendiri
Kedua
·         Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan melawan penjajah.
·         Adanya mementum yang harus dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan.
·         Kemerdekaan bukan akhir perjuangan tapi diisi dengan mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Ketiga
·         Kemerdekaan berkat rahmat Allah SWT.
·         Suatu kehidupan yang seimbang antara dunia maupun akhirat.
·         Pengukuhan pernyataan proklamasi kemerdekaan.
Keempat
·         Fungsi dan tujuan Negara Indonesia
a.       Melindungi segenab bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b.      Memajukan kesejahteraan umum.
c.       Mencerdaskan kehidupan bangsa.
d.      Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
·         Kemerdekaan Indonesia dalam UUD 1945.
·         Bentuk Negara RI.
·         Sistem pemerintahan negara yaitu berdasarkan kedaulatan rakyat (demokrasi).
·         Dasar Negara Pancasila.


C.    Pokok Pikiran yang Terkandung dalam Pembukaan UUD 1945
Pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 adalah :
1.      Pokok Pikiran Pertama
“Negara melindungi segenab bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia beradasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Artinya Negara mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala paham persatuan. Negara menurut pengertian pembukaan itu menghendaki persatuan segenab bangsa Indonesia.
2.      Pokok Pikiran Kedua
“Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Artinya negara bagi seluruh rakyat didasarkan pada kesadaran bahwa manusia yang ada di Indonesia mempunyai hak dan keadilan yang sama untuk mewujudkan keadilan sosial.
3.      Pokok Pikiran Ketiga
“Negara yang perdaulatan rakyat berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan”. Oleh karena itu, sistim negara yang terbentuk dalam UUD 1945 harus berdasar atas kedaulatan rakyat berdasar atas kemusyawaratan / perwakilan.
4.      Pokok Pikiran Keempat
“Neagra berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. Artinya UUD 1945 mewajibkan pemerintah penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.

D.    Hubungan Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945
Pembukaan UUD 1945 mempunyai fungsi dengan batang tubuh UUD 1945 karena pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran yang dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal di batang tubuh UUD 1945.
Batang tubuh UUD 1945 terdiri dari pasal-pasal perwujudan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yaitu persatuan Indonesia, pengadilan sosial, kedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan atau perwakilan dan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

E.     Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku di Indonesia
1.      UUD 1945
2.      Ketetapan MPR
3.      Undang-Undang
4.      Peraturan Pemerintah
5.      Peraturan Pelaksana Lainnya
6.      Keputusan Presiden