Minggu, 14 Juni 2015

Teori Terbentuknya Alam Semesta dan Galaksi


TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA DAN GALAKSI
Teori Terbentuknya Alam Semesta dan Galaksi


A.    TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA
Asal Usul Alam Semesta
Ada beberapa pandangan yang menjelaskan tentang asal usul alam semesta diantaranya adalah :
  1. Pandangan Orang Yunani Kuno
Orang Yunani pada zaman dahulu mengira bahwa langit itu sangat dekat dengan kami dan bumi adalah sangat kecil bila dibandingkan dengan langit tadi. Mereka mengira bahwa bumi diatur oleh beberapa dewa, diantaranya adalah dewa Helios yang diakui sebagai dewa Matahari dan dewa Zeus sebagai dewa Guntur. Anggapan itu makin lama makin tidak diketahui lagi oleh masyarakat.
  1. Pandangan Menurut Pythagoras
Dia beranggapan bahwa bumi tidak merupakan pandang yang luas, tetapi menurut anggapannya bumi berbentuk bulat sehingga dapat dikatakan bahwa bumi tidak berujung pangkal.
  1. Pandangan Menurut Aristoteles
Aristoteles mencoba menerangkan bahwa benda langit itu melakukan peredaran, dan Aristoteles mencoba menerangkan tentang peredaran Bulan, Venus, Mars dan planet-planet lain. aristoteles berpendapat bahwa matahari, planet dan bintang-bintang itu semua beredar mengelilingi bumi. Aristoteles juga beranggapan bahwa diatas bumi terdapat berlapis-lapis langit yang berjumlah delapan yang masing-masing terdiri dari kristal (kaca) yang tembus cahaya. Lapisan langit terendah yang dekat dengan bumi itu adalah langit bulan, langit Merkurius, langit Venus. Dan langit yang lebih tinggi adalah langit Matahari, langit Mars, langit Yupiter dan langit Saturnus. Sedangkan bintang-bintang terdapat pada langit kedelapan.


  1. Pandangan Menurut Galileo Gelilei
Pada tanggal 7 Januari 1610 dengan menggunakan teleskop Gelilei menemukan bahwa Yupiter bukan hanya sebuah titik cahaya kecil, melainkan berupa sebuah bola besar dengan empat buah pengiringnya. Ia menemukan jalur hitam dipermukaan bulan dan diduga laut atau samudera. Dia juga membenarkan teori Capernicus. Karena dia menyetujui teori Capernicus, maka dia dihukum (dipenjara) oleh pengadilan Gereja sampai meninggal.

  1. Pandangan Modern Terhadap Asal-Usul Alam Semesta
Dahulu ilmu yang mempelajari tentang asal usul alam semesta disebut Kosmogoni. Kosmogoni yang tidak hanya mempelajari asal usul dan evolusi alam semesta tetapi diperluas meliputi isi alam semesta dan organisasinya. Studi Kosmogoni sangat unik karena teori ini hanya berlaku pada satu sistim saja yaitu alam semesta sendiri, sehingga tidak dapat diuji dengan menggunakan sistem atau dan organisasinya. Studi Kosmogoni sangat unik karena teori ini hanya berlaku pada satu sistim saja yaitu alam semesta sendiri, sehingga tidak dapat diuji dengan menggunakan sistem atau istiwa lain.
Pada zaman kejayaan Yunani, orang percaya bahwa bumi merupakan pusat dari alam semesta ini (geosentrisme). Pandangan itu berubah sejak zaman abad pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus menjadi heliosentrik, yaitu matahari menjadi pusat beredarnya bumi bersama planet-planet lain.
Pengertian alam semesta itu sendiri mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet ataupun galaksi.
Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya.
a.       Teori Keadaan Tetap (Steady – State Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold (1948). Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta, dimanapun, dan bila manapun selalu sama. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan kata lain teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk, tumbuh, menjadi tua, dan akhirnya mati.
Dengan diketahuinya kecepatan radial galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit maka disimpulkan bahwa “makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut menjauhi bumi”. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju kepanjang gelombang yang lebih besar yaitu kearah merah (pergeseran merah). Alam semesta selalu berekspansi (mengembangkan diri) dan berkontraksi (menipis).

b.      Teori Ledakan Besar (Big-Bang Theory)
Teori ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang juga sangat besar. Kemudian massa tersebut meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti (George Lemaitre/1930). Setelah berjuta-juta tahun, massa yang bergerak itu membentuk kelompok-kelompok galaksi yang ada sekarang. Mereka terus menjauhi titik pusatnya.
Teori ini didukung oleh kenyataan dari pengamatan bahwa galaksi-galaksi itu memang bergerak manjauhi titik pusat yang sama. Pakar astronomi Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemuklan radiasi gelombang mikro yang berdasarkan Teori Kenisbian Entein.
Menurut teori ini ada beberapa masa yang penting, selama terjadinya alam semesta, yakni :
1)      Masa batas dinding Planck, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10 detik berdasarkan hasil perhitungan Planck.
2)      Masa Jiffy, yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10 detik dengan jari-jari alam semesta 10 cm dengan kerapatan 10 kali kerapatan air.
3)      Masa Quark yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10 detik. Pada masa ini partikel-partikel saling bertumpang tindih dan tidak berstruktur serta diikuti dengan terbentuknya hedron yang mempunyai kerapatan 10 ton tiap sentimeter kubik.
4)      Masa pembentukan Lipton, yaitu masa pada saat alam semesta berumur setelah 10 detik.
5)      Masa Radiasi, yaitu masa alam semesta berumur 1 detik sampai 1 juta tahun. Kemudian pada saat terbentuknya fusi hidrogen menjadi helium, mempunyai suhu 10 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur 10 sampai 10 tahun mempunyai suhu 30.000 Kelvin.
6)      Masa pembentukan galaksi, yaitu pada masa usia alam semesta 10-10 tahun. Pada saat usia dini, galaksi masih berupa kabut pilin yang berputar membentuk piringan raksasa.
7)      Masa pembentukan tata surya, yaitu pada usia 4,5 x 10 tahun.

c.       Teori Osilasi (Oscillation Theory)
Pendapat ini yang juga disebut teori alam semesta “berayun” yang berpendirian bahwa semua materi bergerak saling menjauhi yang bermula dari massa bermanfaat. Materi itu akhirnya memperlambat yang pada suatu saat akan lebih melambat dari kecepatan lepas kritis, berhenti dan mulai mengkerut lagi akibat gaya grafitasi. Dalam proses itu tidak ada materi yang rusak atau ataupun tercipta, melainkan hanya berubahnya tatanan atau hanya mengalami goyangan (oscilltion), dengan demikian teori itu merupakan teori yang mempertahankan bahwa alam semesta itu terhingga bukan tidak terhingga.

B.     TEORI TERBENTUKNYA GALAKSI
Hipotesis Terjadinya Galaksi
1)      Semua galaksi berumur hampir sama, setidak-tidaknya sedikit lebih kurang dari umur alam semesta sendiri. Maka diperkirakan terbentuknya dan berkembang dari materi yang dihasilkan sari peristiwa dentuman besar yang mengawali terbentuknya alam semesta.
2)      Dari kenyataan hasil pengamatan bahwa galaksi-galaksi yang terbentuk mengarahkan kita pada dugaan (asumsi) dimana telah terjadi kondisi atau sifat inhomogenitas itu berkembang segera setelah dentuman besar berlangsung.

Ciri-ciri Galaksi
Adapun ciri-ciri galaksi diperkirakan sebagai berikut :
  1. Galaksi itu mempunyai cahaya sendiri, jadi bukan cahaya pantulan.
  2. Galaksi-galaksi lainnya terlihat diluar jalur Bima Sakti, jauhnya jutaan tahun cahaya.
  3. Galaksi itu mempunyai bentuk sendiri.

Bentuk-bentuk Galaksi
Berdasarkan hasil pengamatan, ternyata di alam semesta terdapat beribu-ribu galaksi dengan berbagai bentuk dan ukuran. Di lihat dari bentuknya terdapat beberapa galaksi, yaitu :
1.      Galaksi berbentuk Elips. Galaksi ini merupakan galaksi yang sudah tua, tidak mebentuk bintang-bintang yang baru lagi. Galaksi ini sangat besar dan tersusun oleh bintang-bintang yang telah tua. hampir 17% dari galaksi yang ada berbentuk elips.
2.      Galaksi berbentuk spiral. Galaksi ini berbentuk amat besar dengan inti ditengahnya (nucleus) yang mempunyai lengan spiral dan cakram (disk). Dilihat dari samping, galaksi ini tampak seperti elips berlengan dan dikelilingi atmosfer yang disebut Globular Cluster yang bertebaran dipinggir galaksi yang berbaur dengan Corona. Bintang-bintang yang sedang terbentuk seperti matahari berada pada lengan galaksi. Jumlah galaksi ini kurang lebih 80% dari galaksi yang ada. Salah satu contoh galaksi spiral ini adalah galaksi Canes Venatici.
3.      Galaksi berbentuk tidak beraturan. Galaksi ini terdiri dari bermiliar-miliar bintang muda berwarna putih kebiruan dan bintang raksasa biru yang sangat panas. Di antara bintang-bintang tersebut bertebaran gas dan debu angkasa luar. Banyaknya galaksi berbentuk tidak beraturan ialah 13%.

Macam-Macam Galaksi
  1. Bima Sakti
Induk matahari kita adalah Bima Sakti atau Milky Way, karena berdasarkan pengamatan, galaksi Bima Sakti bila dilihat dari atas berwujud seperti spiral raksasa yang berputar. Bintang-bintang yang bertebaran dalam lengan diantaranya adalah matahari kita.
Tetangga terdekat dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda yang juga berbentuk spiral.
Letak matahari dan bumi tempat kita tinggal, kira-kira 2/3 pusat galaksi hingga batas tepian luarnya. Galaksi kita mengadakan rotasi dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam. Bima Sakti memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang.

  1. Galaksi Andromeda
Galaksi ini menurut Hubble memiliki keganjilan
a.       Pusat galaksi tidak terurai menjadi bintangg-bintang terpisah.
b.      Gugus bulatnya empat kali lebih redup dari pada gugus bulat Bima Sakti.
Dengan mata telanjang galaksi ini tampak seperti lilin dengan panjang 30’ (garis tengah bulan) dan lebar 15’. Bila menggunakan teleskop 100 inci ternyata galaksi andromeda ini berbentuk spiral biasa. Keadaan lain dari galaksi andromeda ini adalah sebagai berikut :
·         Galaksi andromeda dari bumi berjarak lebih dari 2 juta tahun cahaya.
·         Spiralnya terdiri dari 7 lengan membelit ketat dan tergores debu serta menyala biru akibat cahaya bintang muda bermassa besar.
·         Intinya sangat terang dan berwarna putih, tetapi disekitarnya tampak sejumlah gugus bintang-bintang selubung yang sudah tua dan berwarna merah jambu.

  1. Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin)
Berupa galaksi spiral pipih NGC 253, kira-kira sejauh 13 juta tahun cahaya. Karena sangat dekatnya, kecepatan majunya mengalahkan kecepatan permuaian kosmos. Ini merupakan salah satu dari beberapa galaksi yang mendekati galaksi Bima Sakti.

  1. Galakso Roda Biru (Blue Pin Whee)
Galaksi yang bergasing (berputar) di daerah Triaggulum, kira-kira sejauh 2 juta tahun cahaya. Sebagai galaksi spiral Sc yang kecil dan paling dekat, sehingga para astronom dengan jelas dapat melihat bintangnya yang termasuk Nova Maha Raksasa dan Cepheid.

  1. Galaksi Pusaran Air
Sebagai galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring yakni sebuah galaksi tidak teratur. Lengannya diterangi oleh bintang maha besar. Diantaranya lengan yang berupa debu dan gas terdapat cahaya lemah. Pengiring kecil NGC 5195 termasuk kelas tidak beraturan. Keduanya saling bersentuhan menjauhi Bima Sakti dengan kecepatan yang sama, maka berada pada jarak yang sama pula, yakni 14 juta.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Soendjojo Dirdjoemarto, Drs. M.Pd. dkk, 1993. Modul Materi Pokok Pendidikan IPA 2, Buku II. Modul 7-12. Universtas Terbuka. Jakarta.

2.      Santi Dewiki, Sri Yuniati PKH, 2006. Ilmu Alamiah Dasar, Edisi 2. Universitas Terbuka. Jakarta.

Jumat, 12 Juni 2015

Dasar-Dasar Perilaku Individual


DASAR-DASAR PRILAKU INDIVIDUAL
Dasar-Dasar Perilaku Individual


1.      Karakteristik Biografis
a.       Usia
Makin tua Anda, akan makin kecil kemungkinan Anda berhenti dari pekerjaan. Dengan makin tuanya pra pekerja, makin sedikit kesempatan pekerjaan alternatif mereka. Disamping itu, pekerja yang lebih tua kecil kemungkinan akan berhenti karena masa kerja mereka yang lebih panjang cenderung memberikan kepada mereka tingkat upah yang lebih tinggi, liburan berupah yang lebih panjang, dan tunjangan pensiunan yang lebih menarik. Usia juga terbalik hubungannya dengan kemangkiran. Jika pekerja yang lebih tua kecil kemungkinan untuk berhenti bekerja, mereka juga memperagakan kemantapan yang lebih tinggi dengan masuk kerja yang lebih teratur. Hubungan usia-absensi sebagian merupakan suatu fungsi apakah absensi itu dapat dihindari atau tidak. Umumnya karyawan yang lebih tua mempunyai tingkat absensi yang dapat dihindari yang lebih rendah daripada karyawan muda. Tetapi mereka mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari absensi yang tidak dihindari. Ini disebabkan oleh kesehatan yang lebih buruk karena penuaan dan kurun waktu pemulihan yang lebih panjang yang diperlukan pekerja tua bila cedera.

b.      Jenis Kelamin
Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, yang penting mereka konsisten dalam kemampuan memecahkan masalah, keterampilan, analisis, dorongan kompetitif, motivasi, sosiabilitasi atau kemampuan belajar. Dari segi psikologis wanita lebih bersedia untuk memenuhi otoritas sementara pria lebih agresif dan lebih besar dan pada wanita dalam memiliki pengharapan sukses. Wanita mempunyai tingkat absensi yang lebih tinggi dari pada pria, ini karena wanita mempunyai tanggung jawab dalam keluarga dan rumah tangga. Sebagian besar pria dewasa ini sama kepentinmgan seperti wanita dalam hal perawatan yang berkaitan dengan masalah-masalah anak-anak.

c.       Status Perkawinan
Efek status perkawinan pada produktifitas menunjukkan bahwa karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah dari pada rekan kerjanya yang bujangan. Perkawinan memaksakan tanggung jawab yang dapat membuat suatu pekerjaan lebih berharga dan penting. Karyawan yang tekun dan puas lebih besar kemungkinannya adalah karyawan yang menikah.

d.      Banyaknya Tanggungan
Banyaknya anak yang dipunyai seorang karyawan mempunyai korelasi yang positif dengan absensi, terutama diantara wanita. Bukti menunjukkan suatu hubungan yang positif antara banyaknya tanggungan dan kepuasan kerja. Kontras dengan itu, studi menghubungkan banyaknya tanggungan dalam pergantian karyawan menghasilkan hasil yang campur aduk.

e.       Masa Kerja
Orang-orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan akan lebih produktif ketimbang mereka yang senioritasnya lebih rendah. Masa kerja merupakan variabel penjelas tunggal yang paling penting, seperti pada absensi. Masa kerja juga merupakan variabel yang paling ampuh dalam menjelaskan pergantian/keluarnya karyawan. Masa kerja pada suatu pekerjaan sebelumnya dan seorang karyawan merupakan suatu peramal yang ampuh dari keluarnya karyawan itu dimasa depan.

2.      Kemampuan
Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan keseluruhan dari seorang individu pada hakekatnya tersusun dari kedua perangkat faktor :

a.       Kemampuan Intelektual
Kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental. Tujuh dimensi yang paling sering dikutip yang menyusun kemampuan intelektual adalah kemahiran berhitung, pemahaman verbal, kecepatan perseptual, penalaran induktif, penalaran deduktif, visualisasi ruang dan ingatan. IQ yang tinggi tidaknya merupakan persyaratan untuk semua pekerjaan. Memang bagi banyak pekerjaan, dimana prilaku karyawan sangat rutin dan tidak ada, atau hanya sedikit kesempatan untuk menjalankan keleluasaan. Suatu IQ yang tinggi dapat tidak ada hubungannya dengan kinerja.

b.      Kemampuan Fisik
Kemampuan fisik yang khusus memiliki makna penting untuk melakukan dengan sukses pekerjaan-pekerjaan yang kurang menuntut keterampilan dan yang lebih terbakukan. Misalnya, pekerjaan dalam masa sukses menuntut stamina, kecekatan tangan, kekuatan tunggal, atau bakat-bakat serupa menuntut manajemen untuk mengenali kapabilitas fisik seorang karyawan. Riset mengenai persyaratan yang diperlukan dalam ratusan pekerjaan mengidentifikasi sembilan kemampuan itu dan kemudian menjamin bahwa karyawan dalam pekerjaan tersebut mempunyai kemampuan-kemampuan tersebut.

c.       Kesesuaian Pekerjaan-Kemampuan
Pekerjaan-pekerjaan mengajukan tuntutan yang berbeda-beda terhadap orang dan bahwa orang berbeda-beda dalam kemampuan yang mereka miliki. Oleh karena itu kinerja karyawan ditingkatkan bila ada kesesuaian pekerjaan kemampuan. Ramalan-ramalan jika para karyawan kekurangan kemampuan yang disyaratkan, kemungkinan besar mereka akan gagal. Bila kesesuaian pekerjaan-kemampuan tidak sinkron karena karyawan itu mempunyai kemampuan yang jauh melampaui persyaratan dan pekerjaan itu.

3.      Kepribadian
Kepribadian menurut Gordon Allpod hampir 60 tahun yang lalu ia mengataklan bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis didalam masing-masing dan sistem-sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian unik terhadap lingkungannya. Kepribadian seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.
a.       Determinan Kepribadian
Riset kepribadian adalah apakah kepribadian seseorang individu merupakan hasil keturunan ataukah lingkungan. Kepribadian seorang dewasa umumnya terbuat dari faktor keturunan maupun lingkungan
Ø  Keturunan
Pendekatan keturunan beragumen bahwa penjelasan paling akhir dan kepribadian seorang individu adalah struktur molekul dari gen-gen yang terletak dalam kromosom.
Para peneliti telah menjumpai bahwa genetika mentetaskan sekitar 50 persen dari beda kepribadian dan lebih dari 30 persen dari variasi dalam minat kerja dan waktu luang. Riset telah mengungkapkan suatu gejala yang menarik: kepuasan kerja individu secara mencolok mantap sepanjang kurun waktu. Kepuasan itu ditentukan oleh sesuatu yang interen dalam pribadi itu bukannya faktor-faktor lingkungan luar, tetapi karakteristik kepribadian tidaklah sepenuhnya ditentukan oleh keturunan.
Ø  Lingkungan
Faktor-faktor yang menggunakan tekanan pada pembentukan kepribadian kita adalah budaya dimana kita dibesarkan, pengkondisian dini kita, norma-norma di antara keluarga kita, teman-teman, dan kelompok-kelompok sosial, serta pengaruh-pengaruh yang kita alami. Lingkungan yang dipaparkan pada kita memainkan suatu peran yang cukup besar dalam membentuk kepribadian kita.


Ø  Situasi
Situasi mempengaruhi efek keturunan dan lingkungan pada kepribadian seorang individu, sementara umumnya mantap dan konsisten, memang berubah dalam situasi yang berbeda. Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan dari kepribadian seorang. Bagaimanapun, kita memang tahu bahwa situasi-situasi tertentu lebih relevan dari pada situasi lain dalam mempengaruhi kepribadian.

b.      Ciri-ciri Kepribadian
Struktur kepribadian berkisar pada upaya untuk mengenali dan menandai karakteristik-karakteristik yang bertahan memberikan suatu prilaku individu. Karakteristik yang populer antara lain sifat malu, agresif, mengalah, malas, ambisius, setia, dan malu-malu. Karakteristik ini, bila diperagakan dalam sejumlah besar situasi, disebut ciri kepribadian.
Ø  Machiavellianisme
Seorang individu yang tinggi machiavellianismenya bersifat pragmatis, menjaga jarak emosional, dan meyakini bahwa tujuan-tujuan dapat membenarkan cara sikap “jika cara itu berhasil, gunakanlah”. Konsisten dengan suatu perspektif March-tinggi.
Ø  Penghargaan Diri
Derajat suka atau tidak suka dari individu-individu terhadap diri mereka sendiri. Penghargaan diri dikaitkan secara langsung pada penghargaan untuk sukses.
Ø  Pemantauan Diri
Ciri-ciri kepribadian yang mengukur suatu kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan prilaku pada faktor-faktor situasional luar. Pemantauan diri yang tinggi mampu menyajikan kontradiksi yang mengejutkan antara sosok publik dan diri pribadi mereka. Pemantauan diri yang rendah tidak dapat menyembunyikan diri mereka.

Ø  Pengambilan Resiko
Para manajer mengambil risiko tinggi, mengambil keputusan jauh lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit informasi dalam mengambil pilihan-pilihan mereka dari pada para manajer pengambil risiko tinggi. Para manajer dalam organisasi adalah penolak resiko. Kecendrungan pengambilan resiko tinggi dapat menghantar kinerja yang lebih efektif untuk seorang pedagang saham dalam suatu perusahaan pialang karena tipe pekerjaan yang menuntut.
Ø  Tipe Pekerjaan
Kepribadian Tipe A : Pelibatan agresif dalam suatu pergulatan kronis dan tak henti-hentinya untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat dan jika perlu melawan upaya-upaya yang melawan dari hal-hal atau orang lain.
Kepribadian Tipe B : Jarang diganggu oleh hasrat untuk memperoleh hal-hal yang jumlahnya meningkat secara liar atau berpartisipasi dalam suatu deretan peristiwa yang tak henti-hentinya tumbuh dalam kurun waktu yang makin singkat.

c.       Kepribadian dan Budaya Nasional
Tidak ada tipe kepribadian tertentu yang umum untuk suatu negeri tertentu. Budaya suatu negeri seharusnya mempengaruhi karakteristik-karakteristik yang dominan dari populasinya. Memandang dua atribut kepribadian : tempat kedudukan kendali dan kepribadian Tipe A. Tempat kedudukan kendali internal dan eksternal. Hendaklah kita mengharapkan suatu proporsi kaum internal yang lebih besar. Kepribadian Tipe A agak dipengaruhi oleh budaya dimana seseorang itu dibesarkan. Tipe A terdapat dalam semua negeri, tetapi akan lebih banyak terdapat dalam negeri-negeri kapitalistis dimana prestasi dan sukses materil sangat dihargai.




d.      Menandingkan Kepribadian dan Pekerjaan
Holland menyajikan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kepuasan dan kecendrungan meninggalkan suatu pekerjaan bergantung pada derajat sampai kemana individu-individu dengan berhasil mencocokkan kepribadian mereka pada lingkungan jabatan yang kongruen. Seorang yang realistis dalam suatu pekerjaan yang realitis akan berada dalam situasi yang lebih kongruen yang mungkin. Butir-butir kunci dari mode ini adalah :
1)      Tampak ada perbedaan-perbedaan intrinsik dalam kepribadian diantara individu-individu.
2)      Ada tipe-tipe pekerjaan yang berlainan.
3)      Orang-orang dalam lingkungan kerja yang kongruen dengan tipe kepribadian mereka seharusnya lebih dipuaskan dan lebih kecil kemungkinannya untuk sukarela berhenti dan pada orang-orang dalam pekerjaan yang tak kongruen.

4.      Belajar
a.       Defenisi Belajar
Belajar adalah apa yang kita lakukan ketika kita bersekolah. Belajar terjadi dalam semua waktu. Belajar telah berlangsung jika seseorang individu berprilaku, bereaksi, menanggapi sebagai hasil pengalaman dalam suatu cara yang berbeda dari cara prilakunya sebelumnya.
1)      Belajar melibatkan perubahan : orang dapat belajar prilaku-prilaku yang tidak menguntungkan-memendam prasangka dan merintangi keluaran mereka.
2)      Perubahan harus relatif permanen : perubahan sementara mungkin hanya bersifat reflektif dan gagal dalam mewakili pembelajaran apapun.
3)      Mengenali prilaku : belajar berlangsung dimana ada suatu perubahan tindakan.

b.      Teori Pembelajaran
Ø  Pengkondisian Klasik
Suatu tipe pengkondisian individu menanggapi beberapa rangsangan yang tidak akan selalu menghasilkan respon semacam itu. Pada hakekatnya, belajar suatu respon terkondisi melibatkan pembinaan suatu ikatan antara rangsangan terkondisi dan suatu rangsangan tak terkondisi.
Ø  Pengkondisian Operan
Perilaku operan berarti sukarela atau prilaku yang dipelajari sebagai kontras terhadap prilaku reflektif atau tak dipelajari. Kecendrungan untuk mengulangi prilaku semacam itu dipengaruhi oleh penguatan atau tiadanya penguatan yang ditimbulkan oleh konsekuensi-konsekuensi prilaku itu. Penguatan memperkuat suatu prilaku dan meningkatkan kemungkinan itu akan diulangi. Jika suatu prilaku gagal untuk diperkuat secara positif, merosotlah kemungkinan bahwa prilaku itu akan diulang.
Ø  Pembelajaran Sosial
Orang dapat belajar lewat pengamatan dan pengalaman langsung. Teori pembelajaran sosial merupakan suatu perpanjangan dari pengkondisian operan, yaitu teori itu mengandalkan prilaku sebagai suatu fungsi dari konsekuensi-teori itu juga mengakui eksistensi pembelajaran observasional (lewat pengamatan) dan pentingnya persepsi dalam belajar. orang-orang menanggapi bagaimana mereka membayangkan dan mendefenisikan konsekuensi-konsekuensi bukan pada konsekuensi objektif itu sendiri.

c.       Pembentukan Suatu Alat Manajerial
Pembentukan prilaku dengan memperkuat secara sistematis tiap langkah berturutan yang menggerakkan individu lebih mendekati respon yang diinginkan. Penguatan akan meningkat dengan makin dekatnya respons menghampiri prilaku yang diinginkan.
Ø  Metode-metode Pembentukan Prilaku
Bila suatu respon diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan, respon itu disebut penguatan positif. Suatu respon diikuti oleh dihentikannya atau ditarik kembalinya sesuatu yang tidak menyenangkan respon itu disebut penguatan negatif. Penghukuman akan mengakibatkan suatu kondisi yang tidak enak dalam suatu usaha untuk menyingkirkan suatu prilaku yang tidak diinginkan. Menyingkirkan penguatan apa saja yang mempertahankan suatu prilaku disebut pemunahan.
Ø  Jadwal Penguatan
Suatu jadwal penguatan sinambung memperkuat prilaku yang diinginkan tiap kali itu diperagakan, tetapi penguatan diberikan cukup sering agar ada harganya untuk mengulang prilaku itu. Imbalan dalam bentuk sebentar-bentar atau bervariasi dari penguatan itu cenderung lebih meningkatkan daya tahan untuk punah dari pada bentuk sinambung.
Ø  Jadwal Penguatan dan Prilaku
Pemerkuat sinambung tepat untuk respon-respon yang baru dipancarkan, tak mantap atau berfrekuensi rendah. Pemerkuat sebentar-bentar menghalangi kejenuhan dini karena pemerkuat ini tidak mengikuti semua respons. Pemerkuat ini tepat untuk respon-respon yang mantap dan berfrekuensi tinggi. Ganjaran diberikan untuk waktu yang dihabiskan pada pekerjaan, bukannya untuk suatu respon khusus.

d.      Beberapa Penerapan Organisasional yang Spesifik
Ø  Menggunakan Lotere untuk Mengurangi Kemangkiran
Lotre ini mengikuti jadwal rasio-variabel. Catatan kehadiran yang baik meningkatkan peluang seorang karyawan untuk menang. Lotre ini menghasilkan tingkat kemangkiran yang lebih rendah. Kemangkiran  menjadi 21 persen lebih rendah daripada kurun waktu yang sebanding dalam tahun sebelumnya.
Ø  Upah Sehat Lawan Upah Sakit
Organisasi dengan program cuti sakit berupah mengalami kemangkiran hampir dua kali lebih besar dibandingkan organisasi tanpa program semacam itu. kenyataannya bahwa cuti sakit memperkuat prilaku yang salah-absen dari kerja. Satu organisasi di Midwest melaksanakan program upah sehat yang membayar bonus kepada karyawan yang tidak pernah absen dan kemudian hanya membayar upah untuk izin sakit. Program upah-sehat menghasilkan penghematan yang meningkat, kemangkiran berkurang, produktivitas yang meningkat dan kepuasan karyawan yang diperbaiki.
Ø  Disiplin Karyawan
Mendisiplinkan karyawan untuk prilaku yang tidak disukai hanya mengataklan kepada mereka apa yang tidak boleh dilakukan. Bentuk penghukuman ini hanya menghantar kepenekanan jangka pendek dari prilaku yang tidak diinginkan, bukannya penghapusan sama sekali, para manajer diperkuat untuk menggunakan disiplin karena menghasilkan suatu perobahan segera dalam prilaku karyawan itu.
Ø  Pengembangan Program Pelatihan
Program pelatihan hendaknya menawarkan suatu model untuk merebut perhatian yang dilatih, memberikan sifat-sifat motivasional, membantu yang dilatih memberkas apa yang telah dipelajari untuk digunakan kelak, memberikan kesempatan mempraktekkan prilaku baru, menawarkan ganjaran positif untuk prestasi.
Ø  Menciptakan Program Mentor
Suatu progam mentor yang berhasil akan disusun diatas konsep pemodelan dari dalam teori pembelajaran sosial. Seorang mentor muncul dari dalam lebih dari pada sekedar apa yang ia katakan secara eksplisit. Manajer puncak yang mempedulikan pengembangan karyawan yang akan cocok ke dalam organisasi dan menyiapkan bakal manajerial muda untuk tanggung jawab yang lebih besar kepada siapa yang menjalankan mentor.
Ø  Manajemen Diri
Manajemen diri menuntut seorang individu untuk dengan sengaja memanipulasi rangsangan-rangsangan, proses-proses internal, dan respon-respon untuk mencapai hasil prilaku pribadi. Proses dasarnya melibatkan pengamatan akan prilaku sendiri, membandingkan prilaku itu dengan standar, dan menganjar diri jika prilaku itu memenuhi standar.
e.       Implikasi Bagi Para Manajer
Ø  Karakteristik Biografis
Usia tampaknya tidak mempunyai hubungan dengan produktivitas, pekerja tua dan mereka yang masa kerjanya panjang lebih kecil kemungkinan untuk berhenti, dan karyawan yang menikah absensinya lebih rendah, tingkat keluarnya lebih rendah, dan melaporkan kepuasan yang lebih tinggi dari pada karyawan bujangan.
Ø  Kemampuan
·         Suatu proses seleksi efektif akan mempengaruhi kesesuaian itu.
·         Keputusan promosi dan transfer yang mempengaruhi individu yang sudah dipekerjakan dalam organisasi hendaknya mencerminkan kemampuan para calon.
·         Kesesuaian dapat diperbaiki dengan meneliti kepribadian itu agar menandingi dengan lebih baik kemampuan-kemampuan pemangkunya.
Ø  Kepribadian
Kemungkinan besar seorang yang menerima baik aturan, kepatuhan dan ketergantungan dan nilainya rendah mengenai keterbukaan terhadap pengalaman akan merasa lebih nyaman dalam pekerjaan.
Ø  Belajar
Para manajer yang selalu terlambat masuk kerja, atau makan siang sampai 2 jam, atau mengambili persediaan kantor perusahaan untuk penggunaan pribadi para karyawan akan membaca pesan yang mereka pancarkan dan meniru prilaku mereka.

Kamis, 11 Juni 2015

Peranan Pendidikan Dalam Pembangunan Nasional

PERANAN PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

Peranan Pendidikan Dalam Pembangunan Nasional


1.      Peranan pendidikan dalam pembangunan perubahan masyarakat pada umumnya
1)      Segi Sasaran Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan utuh serta bermoral tinggi.

2)      Segi Lingkungan Pendidikan
a.       Lingkungan Keluarga
Didalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik (habit formation) tentang hal-hal yang berhubungan dengan kecekatan, kesopanan, dan moral.
b.      Lingkungan Sekolah
Di lingkungan sekolah (pendidikan formal), peserta didik dibimbing untuk memperluas bekal yang telah diperoleh dari kalangan kerja keluarganya berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
c.       Lingkungan Masyarakat
Di lingkungan masyarakat (pendidikan non formal), peserta didik memperoleh bekal praktis untuk berbagai jenis pekerjaan, khususnya mereka yang tidak sempat melanjutkan proses belajarnya melalui jalur formal.

3)      Segi Jenjang Pendidikan
Jenjang Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (SM) dan Pendidikan Tinggi (PT) memberikan bekal kepada para peserta didik secara berkesinambungan. Pendidikan dasar merupakan basic education yang memberikan bekal dasar bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Artinya pendidikan tinggi berkualitas, jika pendidikan menengahnya berkualitas, dan pendidikan menengah berkualitas jika pendidikan dasar berkualitas.
Dengan demikian basic education pada pendidikan dasar juga diartikan bahwa pendidikan dasar memberikan bekal dasar kepada warga negara yang tidak sempat melanjutkan pendidikan untuk dapat melibatkan diri ke dalam gerak pembangunan.

4)      Segi Pembidangan Kerja atau Sektor Kehidupan
Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi antara lain bidang ekonomi, hukum, sosial politik, keuangan, dan komunikasi, pertanian, pertambangan, pertahanan, dan lain-lain.
Pembinaan dan pengembangan bidang-bidang tersebut hanya mungkin dikerjakan jika diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan seperti yang dibutuhkan orang-orang dimaksud hanya bersedia jika pendidikan berbuat untuk itu.

2.      Peranan Pendidikan Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional. Disisi lain, terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut, khususnya dibidang ketenaga kerjaan, sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam mengatasinya.
Manusia dan pembangunan merupakan kekuatan utama sekaligus tujuan dari pembangunan itu sendiri.
Peran pendidikan dalam pembangunan SDM diantaranya :
a.       Mencerdaskan kehidupan bangsa.
b.      Membangun manusia sebagai pelaksanaan transportasi.
c.       Membina manusia menjadi tenaga produktif.
d.      Membentuk kepribadian yang berorientasi kepada prestasi.
e.       Memperhitungkan dimensi sumber daya manusia dan pengembangan lapangan kerja.
f.       Merobah pola pikir masyarakat yang masih pada taraf rendah.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas pengembangan SDM di Indonesia dilakukan melalui tiga jalur utama :
1)      Pendidikan
2)      Pelatihan
3)      Pengembangan karir di tempat kerja.

Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pembanmgunan SDM yang dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu, jalur pelatihan dan pengembangan karir ditempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap pendidikan.
Arah pembangunan SDM di Indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme yang semuanya dijiwai oleh nilai-niolai religius, sesuai dengan agamanya. Dalam rangka pengembangan SDM di Indonesia, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama adalah jumlah penduduk yang besar, tantangan kedua luasnya wilayah Indonesia, tantangan ketiga adalah mobilitas penduduk yang arus besarnya justru lebh banyak ke Pulau Jawa dan ke kota-kota besar.
Tantangan seperti itu, memerlukan konsep, strategi dan kebijakan yang tepat agar pengembangan SDM di Indonesia dapat mencapai sasaran yang tepat secara efektif dan efisien. Hal ini dilakukan karena peningkatan kualitas SDM Indonesia tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dalam maupun diluar negeri, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan penghasilan bagi masyarakat.

3.      Peranan Pendidikan Dalam Pemeliharaan Lingkungan Hidup
Secara umum lingkungan adalah segala benda, kondisi, keadaan yang mempengaruhi kehidupan makhluk termasuk manusia.
Manusia sebagai khalifah Allah telah diberkati fasilitas yang lengkap dan ditugaskan secara kreatif dan dinamis mengerahkan kemampuannya untuk memahami realitas alam untuk memanfaatkan dan didayagunakan demi kesejahteraan manusia.
Peran pendidikan dalam pembangunan lingkungan hidup sebagai berikut :
a.       Memberi arahan pada manusia bahwa memelihara, mengelola dan melestarikan lingkungan hidup adalah suatu keharusan.
b.      Memberikan bimbingan, bahwa pengendalian alam harus bersifat rasional dan tidak merusak tata lingkungan hidup manusia.
c.       Supaya pembangunan yang dilaksanakan dapat menjaga keseimbangan dan pembinaan ekosistem.
d.      Untuk mengelola SDA masyarakat dapat memberikan manfaat bagi manusia.
e.       Membudayakan pola hidup yang serasi dengan ekosistemnya.

Rabu, 10 Juni 2015

Peranan Manusia Dalam Pembangunan

Peranan Manusia Dalam Pembangunan

Peranan Manusia Dalam Pembangunan


Pemikir pembangunan membahas tentang unsur yang paling menentukan berhasilnya pembangunan muncul pendapat yang bervariasi, ada yang menyatakan harus tersedianya sumber daya alam yang cukup, namun kenyataan menunjukkan negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang cukup tetap mengalami kemajuan, disisi lain timbul anggapan bahwa yang paling dominan menentukan adalah peranan modal yang cukup dalam pembangunan. Namun kenyataan ini juga tidak mampu mencapai hasil pembangunan yang diharapkan.

Ada jarak penantian yang cukup panjang antara dimulainya proses usaha dengan tercapainya hasil. Namun demikian juga dititik secara seksama. Tidaklah dapat dipungkiri bahwa andil yang diberikan oleh pendidikan pada pembangunan sungguh-sungguh sangat besar. Jika pendidikan dipandang sebagai sistem mikro maka pendidikan merupakan sebuah komponen atau bagian dari pembangunan.

Setiap pembangunan yang diaktualisasikan melalui pendidikan selalu berurusan dengan manusia. Karena manusia yang dapat dididik dan membangun. Immanuel Kant menyatakan “bayi bisa jadi manusia jika berada di tengah-tengah manusia”. Oleh karena itu pembangunan harus diarahkan pada pembangunan manusianya sebagai satu-satunya makhluk dibumi ini yang dikarunia potensi untuk menyempurnakan diri walaupun tidak akan pernah tercapai.

Dr. Emil Salim (1987) menyatakan bahwa pembangunan harus didasarkan atas prinsip moral dan memuat pokok-pokok sebagai berikut :

  1. Pembangunan adalah ibadah kepada Allah SWT, sehingga perkembangan setiap penglihatan dan perilaku harus bersumber pada pengabdian diri kepada Allah SWT.
  2. Pembangunan memuat kegiatan mengejar kemajuan lahiriah seperti sandang pangan, pemenuhan kebutuhan dan lain-lain seperti pendidikan kebebasan, keahlian.
  3. Dalam melaksanakan pembangunan manusia memiliki tanggung jawab selaku pengelola dimuka bumi, sehingga pembuatannya dapat diperhitungkan.
  4. Pembangunan tertuju pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang memuat ciri keselarasan hubungan antara manusia dengan masyarakat lingkungannya.
  5. Pembangunan adalah pembebasan dari berbagai hambatan perbuatan manusia seperti kemiskinan, ketidaktahuan, ketidak adilan, ketidak bebasan dan ketimpangan sosial agar tercapai kualitas dan martabat manusia setinggi-tingginya.