Jumat, 30 Oktober 2015

Analisis Novel Si Kodeng Karangan Haekal Siregar

Analisis Novel Si Kodeng Karangan Haekal Siregar


Sinopsis / Ringkasan
Kodeng adalah seorang anak nelayan yang pemberani. Dia tinggal berdua dengan ayahnya. Suatu ketika badai besar melanda perahu ayahnya yang sedang melaut. Ayahnya hilang tanpa jejak. Kodeng pun menjadi sangat sedih kerana tidak ada keluarga lagi.
Dengan keberaniannya, Kodeng berlayar mencari ayahnya. Dia mengarungi lautan seorang diri. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan beberapa binatang lucu yang akhirnya menjadi temannya.
Sebuah pulau menjadi tujuan mereka. Pulau itu adalah markas bajak laut yang sangat ditakuti.
Setelah berhasil memasuki markas bajak laut ternyata tidak ada orang disana. Bajak laut itu sedang pergi ke laut. Kodeng pun pergi keluar dan di kejar banyak anjing penjaga. Setiba diluar Kodeng pergi mengambil perahu dan berlayar bersama teman-temannya. Malam pun tiba, pada saat itu terjadi badai dan perahu Kodeng terombang-ambing. Setelah terjadi badai pagi pun tiba dan cuaca kembali cerah. Ternyata perahu Kodeng berada di dekat perahu bajak laut. Kodeng pun ditangkap dan dipenjara bersama ayahnya. Sewaktu mereka bertemu mereka saling berpelukan. Setelah saling melepas rasa rindu kodeng dan teman-temannya beserta ayahnya mencari cara untuk keluar dari kapal bajak laut.
Setelah lama berpikir terdengar bunyi kraak. Mereka pun melihatnya, ternyata adalah Nyunyu salah seorang teman Kodeng, karena gigitan Nyunyu tadi kapalpun menjadi bocor. Para orang di kapal terburu pergi menyelamatkan diri. Ada yang menceburkan diri dan ada juga yang mengambil perahu penyelamat.
Gugun salah seorang anak buah bajak laut Joni kembali kebawah dan memberikan kunci kepada ayah Kodeng. Setelah mereka berhasil keluar, mereka pun menceburkan diri ke laut. Setelah menceburkan diri ke laut ternyata ada hiu. Hiu itu adalah hiu sial yang sering kepalanya terbentur. Hiu itu menimbang-nimbang harus memakan yang mana, ternyata dia lebih memilih bajak laut Joni dan memakannya.
Mereka pun pulang ke kampung nelayan dengan perahu cadangan bajak laut Joni. Sekarang Kodeng lebih sering bermain dengan temannya.



A.    Tokoh dan Perannya
Tokoh
Karakter
Data Pendukung / Bukti
Kodeng
Cerdas


Pemberani
Pak Juhi, Guru Kodeng sangat menyayangi karena kecerdasannya
Kodeng memutuskan pergi sendiri untuk mencari ayahnya ke pulau bajak laut
Ayah Kodeng
Suka Bercerita
Ayahnya suka bercerita tentang bintang-bintang, bulan dan ombak
Pak Juhi
Baik
Pak Juhi mau meminjamkan perahunya kepada Kodeng dan Pak Juhi membelikan makanan dan pakaian untuk Kodeng
Pak Timo
Baik
Mau mencari ayah Kodeng
Nelayan
Baik
Menawarkan bantuan untuk mencari ayah Kodeng
Huya
Baik
Dia membarikan makanannya kepada Kodeng yang saat itu kelaparan
Timot
Pencuri

Baik
Dia mencuri tas Kodeng pada saat Kodeng sedang sholat.
Dia pergi membantu Kodeng untuk mencari ayahnya
Nyunyu
Baik
Dia pergi membantu Kodeng untuk mencari ayahnya.


B.     Latar Cerita
·         Latar Tempat
a.       Di Pantai
b.      Di Laut
c.       Di Pulau
Bukti Pendukung :
a.       Banyak tempat bagi Kodeng bermain membangun istana dari pasir.
b.      Di tengah laut Kodeng berkenalan dengan seekor burung yang baik yang telah memberikan Ikan kepada Kodeng.
c.       Kodeng berhasil menemukan ayahnya dan menyelamatkannya dari bajak laut Joni yang kejam.

·         Latar Waktu
a.       Malam hari
b.      Pagi hari
Bukti Pendukung :
a.       Suatu malam ayah Kodeng dan para nelayan yang lain pergi melaut tiba-tiba cuaca berubah hebat. Meniupkan angin yang kencang dan hujan yang deras.
b.      Pagi yang cerah seakan-akan tidak apa-apa semalam tetapi para keluarga nelayan sudah menunggu di tepi pantai untuk menunggu kedatangan keluarga mereka.

C.    Alur / Plot
·         Peristiwa Diawal Cerita
Kodeng adalah anak yang cerdas dan pemberani. Sejak kecil Kodeng sudah dikenalkan pada laut. Di antara teman-temannya ia yang paling jago berenang. Kodeng juga sering ikut ayahnya berlayar di malam hari bila esoknya libur belajar di perguruan. Ia membantu ayahnya menarik jala. Memisahkan ikan dan menyelam mengangkat bumbungan yang sudah ditaruh malam sebelumnya. Pantai tempat desa Kodeng berada sangat indah, hamparan pasir putih begitu jauh menjorok ke arah laut. Di desa itu, ada sebuah perguruan tempat para anak nelayan belajar. Walaupun hanya punya seorang guru, tetap saja adalah perguruan tempat menggali ilmu. Setiap hari Kodeng pergi berguru. Pak Juhi, gurunya itu sangat menyayangi Kodeng. Sebagian karena kecerdasannya dan sebagian lagi karena sikapnya yang baik.
Suatu malam ayah Kodeng pergi berlayar mencari ikan. Kali ini Kodeng tidak bisa ikut karena ada jadwal sekolah esoknya. Cuaca malam itu cerah sekali. Ribuan bintang menggantung di langit ditambah semaraknya cahaya purnama. Sampai tiba-tiba cuaca berubah hebat. Tengah malam sebuah awan besar menutupi seluruh langit. Meniupkan angin yang sangat kencang. Menurunkan hujan yang sangat deras. Sesekali petir menyambar pohon kelapa di pekarangan rumah Kodeng tersambar petir. Belum lagi ombak yang seakan-akan berubah menjadi monster. Semua keluarga nelayan takut badai yang menimpa nasib ayah, suami, atau anak mereka yang ikut berlayar. Esoknya cuaca kembali berubah seakan tidak ada bekas pohon-pohon yang rubuh, tertiup angin atau tersambar petir. Kaluarga nelayan menanti cemas di pantai. Mereka menunggu kedatangan para nelayan yang semalam pergi berlayar. Dari pagi hingga petang. Kemudian sebuah perahu terlihat di ufuk. Semua orang menahan napas, melihat perahu yang layarnya terkoyak oleh angin itu. satu, dua, kemudian banyak perahu lain yang menyusul. Semua keluarga bersyukur karena keluarga mereka yang pergi melaut selamat. Tetapi ayah Kodeng sepertinya hilang dilautan. Lalu Kodeng menangis sambil berlari menuju rumahnya. Sudah seminggu ayah kodeng menghilang dan para nelayan sudah mencari ayah Kodeng di laut tetapi tidak juga berhasil. Lalu timbul pikiran Kodeng untuk pergi mencari ayahnya sendiri dengan meminjam perahu Pak Juhi. Tentu saja Pak Juhi tidak mengizinkannya tetapi karena Kodeng selalu memaksa akhirnya Kodeng dapat izin dari Pak Juhi. Pak Juhi membelikannya baju hangat, selimut dan makanan. Malam haripun tiba lalu Kodeng pun pergi kelaut untuk mencari ayahnya.

·         Peristiwa di Tengah Cerita
Sudah seminggu Kodeng berlayar. Pada siang hari Kodeng merasa kelaparan karena bekal yang ia bawa sudah habis. Kodeng berpikir dirinya akan mati juga akhirnya rupa surat perut Kodeng yang keras itu menarik perhatian seekor camat yang sedang berburu ikan. Dengan lemah Kodeng memandang lapar ke arah ikan yang ada di paruh burung itu. sebenarnya Kodeng mempunyai rahasia yaitu ia dapat berbicara dengan hewan. Ayah Kodeng mengingatkan agar tidak memberitahukan kepada siapapun. “Camar yang baik, maukah kau berbagi ikan itu dengan ku”, Pinta Kodeng sopan. Burung camar itu terdiam sesaat. Ia kaget ada manusia yang dapat berbicara dengannya. Setelah melihat keadaan yang menyedihkan, burung memutuskan untuk mendekat, kemudian memberikan ikan itu kepada Kodeng. Camar itu berkata namaku Huya, siapa namamu. Namaku Kodeng, kata Kodeng. Kodeng memejamkan matanya sambil mengunyah ikan ikan itu mentah-mentah. Bukannya Kodeng suka ikan mentah tapi diatas perahu ditengah laut bagaimana memasak ikan. Kodeng menceritakan tentang ayahnya kepada Huya. Ternyata Huya mau membantu Kodeng. Kodeng berlayar ke pulau dan Kodeng sudah mencapai pantai. Mereka menginap di sana karena hari sudah mulai gelap. Pagi harinya tas Kodeng hilang dan ternyata ada jejak kaki pencurinya. Kodeng mengikuti jejak kaki itu dan menemukan seekor monyet yang memegangi tasnya. Lalu monyet itu lari sampai satu saat ia terpojok di suatu pohon. Kodeng pun memanjat pohon itu ternyata dahan pohon itu patah. Kodeng dan monyet itu jatuh ke teluk. Rupanya kepala Kodeng menghantam sesuatu yang keras di dalam air. Ternyata kodeng membenturkan kepalanya dengan kepala hiu. Ternyata hiu itu pingsan. Lalu Kodeng dan monyet itu lari ke pantai. Setiba di pantai monyet itu meminta maaf kepada Kodeng dan memberitahukan namanya adalah Timot. Ternyata dibelakang Kodeng ada seekor penyu dan memberitahukan namanya adalah Nyunyu. Lalu Kodeng menceritakan kepada Timot dan Nyunyu bahwa ia sedang mencari ayahnya. Ternyata Timot tahu dimana ayah Kodeng. Timot mengatakan bahwa ayahnya ada di tangan bajak laut Joni. Joni bukanlah nama asli bajak laut itu tetapi adalah Jajang. Ia menganggap bahwa nama Joni lebih keren dari pada nama Jajang. Joni kecil lebih suka menyiksa binatang kecil maupun besar. Joni dewasa lebih jauh lebih kejam dia tidak hanya menyiksa hewan tapi juga orang.
Kodeng dan teman-temannya pergi ke markas bajak laut Joni. Karena Nyunyu jalannya lambat maka dia berenang di laut dan kalau sudah sampai aku akan memberi kode kata Kodeng. Setelah berjalan sedikit jauh merekapun tiba di markas Joni. Mereka masuk dari lorong ke lorong untuk mencari ayah Kodeng di tanah. Setelah beberapa lama mencari ternyata sel itu kosong. Tanpa ada yang menyadari terlihat seekor anjing herder melompat ke hadapan mereka. Mau apa kalian kesini? Tanya anjing itu dengan geramnya. Ka…kami mencari ayahku, kata Kodeng. Belum sampai anjing itu menjawab dia mengejar Kodeng dan temannya. Sesaat itulah Kodeng melihat sebuah bayangan yang bergerak dilangit-langit ruangan. Kodeng berlari ke arah sebuah pojokan ruangan. Hitti mengejar Kodeng dengan garangnya. Tempurung Nyunyu yang menjatuhkan diri dari langit-langit ruangan, telak menghantam kepala anjing itu. Akhirnya anjing itu pingsan. Pada saat itu terdengar suara burung kakak tua. Dia berkata kalian pasti tidak berpikir hanya ada satu anjing disinikan? Dari ruangan lain yang berada di balik sel tahanan, banyak sekali langkah kaki yang berlari ke arah mereka serta berbagai jenis geraman “Ikut aku!” seru burung kakak tua sambil kembali terbang. Burung kakak tua itu terbang sekuat tenaga ke arah dalam dan diikuti oleh Kodeng dan teman-temannya. Setelah mereka kejar-kejaran dengan anjing mereka akhirnya sampai di dermaga. Kodeng loncat terlebih dahulu ke dalam perahu. Tangannya rasanya sudah keram menggendong Nyunyu “cepat, cepat! Huya yang sudah bertengger diperahu berseru-seru ngeri. Timot yang berusaha melepaskan tali perahu yang terikat. Mujurlah akhirnya tali itu lepas juga. Dengan lega Timot melompat ke arah perahu. Namun sayang…..graep “waaaaa!” jerit Timot. Ekor Timot dijerit oleh anjing pemburu itu, untung tangan Timot berhasil dipegang oleh Kodeng, tetapi anjing itu tidak mau melepaskan ekor Timot. Pada saat itulah Huya melompat ke udara dan mematuk kepala anjing itu hingga sampai melepaskan ekor Timot. Kodeng langsung menarik tangan Timot. Setelah semuanya berada di atas perahu, Kodeng pun menjalankan perahunya, tetapi tidak ikut dia hanya memberitahukan namanya adalah Tutu. Aku Huya, ini Timot, Kodeng dan Nyunyu, seru Huya Kodengpun kembali berlayar. Malampun tiba. Pada malam cuaca sangat cerah tapi tiba-tiba timbul awan dan terjadi badai. Perahu Kodeng terombang ambing oleh badai. Pada pagi hari cuaca kembali cerah, dan tiba ada sebuah kapal besar di dekat perahu Kodeng menghantam seekor hiu. Kapal itu adalah kapal bajak laut Joni. Lalu lari tetapi berhasil ditangkap oleh anak buah bajak laut Joni. Pada saat itulah Nyunyu menjatuhkan diri ke laut. Joni bertanya kepada Kodeng, mau apa kau kesini? Aku mencari ayahku. Kau yang menahannya kan? Cepat lepaskan! Oh, lelaki kumal itu ayahmu. Begini saja, bagaimana kau saja yang menjadi anakku. Tidak sudi! Kurang ajar, masukkan mereka kepenjara. Dipenjara Kodeng bertemu dengan ayahnya. Kodeng dan ayahnya saling berpelukkan dan menangis. Setelah bisa melepas rasa rindu mereka berpikir seharian untuk melepaskan diri dari bajak laut Joni. Sampai satu saat… Kraaak! Bunyi itu terdengar keras dari dasar kapal. Diikuti memancarnya air laut dengan deras. Sesaat Kodeng dan temannya berpandangan. Ooo… Nyunyu. Ternyata gerogotan Nyunyu membuat kapal menjadi bocor. Bocor di kapal sudah mulai parah. Para anak buah Joni lari. Beberapa sudah menceburkan diri dan ada yang berusaha menurunkan perahu penyelamat untuk Joni dan untuk mereka. Gugun anak buah Joni kembali kebawah dan melemparkan kunci sel ke arah ayah Kodeng dan kembali lagi ke atas. Setelah mereka lepas dari sel mereka menceburkan diri ke laut. Pada saat itulah ada sebuah hiu, hiu itu adalah hiu sial yang sering terbentur kepalanya. Dia menimbang harus memangsa yang mana, tetapi akhirnya ia memakan bajak laut Joni, karena kapal bajak laut Joni telah membentur kepalanya. Kodeng dan ayahnya naik ke perahu dan kembali ke pampung nelayan.

·         Peristiwa di Akhir Cerita
Para bajak laut akhirnya memilih menjadi nelayan. Ayah Kodeng menggunakan perahu cadangan bajak laut Joni untuk menangkap ikan. Sedangkan Huya terbang kembali ke persembunyian bajak laut Joni. Kodeng bersedih dan mengira tidak akan bertemu Huya lagi. Beberapa pekan Huya kembali dan membawa burung kakak tua yang menyelamatkan mereka di pulau. Rupanya mereka saling jatuh cinta walaupun berbeda jenis. Mereka kini hidup didekat rumah Kodeng yang ada pohonnya. Timot menemukan kejutan yang sangat menyenangkan. Monyet yang sering dibawa Doger dikampung nelayan adalah Ibu Timot. Bukan main bahagia Timot. Lain lagi dengan Nyunyu ia pergi ke pantau dan menggali pasir dan bertelur. Nyunyu tinggal di pantai sambil menjaga telur-telur itu, lain dengan penyu yang lainnya. Setelah bertelur langsung kembali ke laut. Kini Kodeng, Nyunyu, Huya, Timot dan Tutu sering terlihat bersama bermain di pantai. Mereka kadang ikut perahu ayah Kodeng. Bertualang melebihi jarak yang bisa ditempuh nelayan lain.

D.    Tema
Petualangan ke Pulau Bajak Laut

E.     Pesan-pesan Pengarang
Jadilah anak yang rajin dan pemberani. Janganlah takut kita akan sesuatu yang benar meskipun itu sangat berat dilakukan.

Kamis, 29 Oktober 2015

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme serta Sebab-sebab Terjadinya

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme serta Sebab-sebab Terjadinya


a.      Kolonialisme
Koloni berasal dari bahasa latin yaitu “Colonia” yang artinya tanah pemukiman atau jajahan jadi kolonialisme adalah suatu sistem permukiman warga suatu negara diwilayah induknya atau penguasaan. Oleh suatu negara atau wilayah atau negara lain dengan maksud untuk menguasai daerah diluar negaranya yang ditujukan untuk menanamkan modal dan menguran kekayaan daerah koloni demi negara induknya.

b.      Imperialisme
Imperialisme berasal dari kata “Imperace” yang artinya memerintah atau penguasa besar.
Kerajaan besar yang diwilayahnya luas jadi Imperialisme mengandung pengertian yaitu suatu sistem politik yang bertujuan penjajahan langsung atau menguasai negara-negara lain untuk mendapatkan kekuasaan, wilayah kekayaan yang lebih besar dengan jalan menguasai semua bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, sosial dan ideologi.
Berdasarkan waktu pelaksanaannya Imperialisme dibedakan menjadi dua bentuk yaitu :
  1. Imperialisme kuno adalah suatu bentuk penguasaan wilayah yang dilaksanakan sebelum Revolusi Industri dengan tujuan Gold, gospel dan long yang dipelopori ileh banyak Portugis dan Spanyol.
  2. Imperialisme Modern berlangsung setelah Revolusi Industri dengan tujuan untuk mengembangkan perekonomiannya didaerah jajahannya dan menganggap daerah jajahannya sebagai sumber bahan baku untuk kebutuhan industri. Sebagai pelopor adalah bangsa Inggris.

Sebab-sebab terjadinya Imperialisme
Secara sederhana Imperialisme didorong oleh :
a.       Adanya keinginan menjadi bangsa yang kuat dan besar.
b.      Adanya perasaan sebagai bangsa yang istimewa.
c.       Adanya keinginan untuk mendapatkan daerah yang l;uas dan strategis.
d.      Adanya keinginan untuk menimbun kekayaan dan harta.
e.       Adanya keinginan untuk mencapai kekayaan.
f.       Adanya keinginan untuk menyebarkan agama dan ideologi.

Rabu, 28 Oktober 2015

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Ke Dunia Timur Pada Abad Ke XVI

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Ke Dunia Timur Pada Abad Ke XVI


Pertumbuhan dan perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme sangat erat kaitannya dengan perkembangan dan penemuan-penemuan baru dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Eropa pada masa renaisance. Hal ini dapat memacu lahirnya kembali kebudayaan Yunani dan Romawi kuno sehingga menyebabkan pula para cendikiawan dan ilmuwan mencoba menggali kembali ilmu sasra, arsitektur, penemuan-penemuan baru dibidang mesin, listrik dan yang menjadi unsur utama lahirnya Revolusi Perancis, Reformasi gery, mercharlisme dan hak menentukan nasib sendiri (kebebasan dan kemerdekaan).
Secara lebih jelasnya kedatangan bangsa barat ke dunia Timur pada abad XVI disebabkan oleh faktor politik, ekonomi dan ideologi.
  1. Latar Belakang Politik
Kepentingan negara dan prastise raja sangat berpedan dalam gerakan ekspansi perluasan wilayah, kepentingan inilah yang mendorong bangsa Eropa untuk datang ke Timur. 

  1. Faktor Ekonomi
Kemajuan baru dibidang Iptek telah menempatkan negara-negara Eropa seperti Inggris menjadi negara yang kuat di sektor industri yang sangat membutuhkan bahan baku dan tempat pemasaran serta tenaga-tenaga penjual (Distributor).
Diantara bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis, Perancis dan Belanda dengan mengarungi samudera datang ke dunia timur termasuk ke Indonesia.
  1. Faktor Ideologi
Unsur lain yang menjadi penyebab kedatangan Eropa adalah ideologi, yaitu keinginan untuk menanamkan paham yang dianut termasuk menyebarkan agama Kristen dan kebudayaannya.
Hal sesuai dengan semboyan dari misi yang dibawa yaitu Gald Gospel dan Glory yang artinya mencari kekayaan sekaligus menyebarkan agama/kebudayaan dan memperoleh kekuasaan dibidang politik.

Selasa, 27 Oktober 2015

Pertumbuhan Dan Perkembangan Nasionalisme Di Jepang

Pertumbuhan Dan Perkembangan Nasionalisme Di Jepang



a.      Politik Isolasi Jepang
Pada masa pemerintahan Shogun, bangsa Jepang berhasil mengusir bangsa barat, maka mulai saat Jepang melakukan politik isolasi sejak ke-18. negara-negara barat terus menerus mencoba mengadakan hubungan dengan Jepang tetapi selalu gagal. Usaha itu diulangi pada tahun ke-19 oleh kongsi pelayaran USA tetapi usaha itupun juga gagal.
Baru pada tahun 1852 Commodore Perry mendapat tugas untuk membuka Jepang. Tugas tersebut berhasil dan pemerintah Jepang membuka pelabuhannya untuk hubungan perdagangan, USA boleh singgah di Jepang dan pelaut-pelaut USA mendapat perlindungan dari pemerintah Jepang. Kemudian diikuti oleh Rusia dan Prancis untuk berhubungan dengan Jepang dan kemudian pada tanggal 31 Maret 1854 ditandatangani persetujuan antara Shogun dengan Perry yang disebut perjanjian Shimoda yang isinya bahwa Shimoda dan pelabuhan Hokodate dibuka untuk kapal-kapal USA. Setelah itu pada tahun 1855 Jepang dengan Rusia dan Inggris. Pada tahun 1856 diadakan perjanjian antara Jepang dengan Prancis.
Akibat pembukaan ini Shogun terjepit kedudukannya diantara gerakan anti asing dan desakan brat. Akhirnya, pada tahun 1865, tenno memberikan persetujuan membuka Jepang bagi bangsa-bangsa barat.

b.      Restorasi Meiji
Pada tahun 1867 Tenno Komei meninggal, digantikan Matsuhito yang masih remaja. Ternyata Tenno yang baru ini berhaluan maju dan pandai. Kemudian pada tahun 1868 Shogun Yoshibu menyerahkan kekuasaannya kepada Tenno. Peristiwa ini disebut retorasi Meiji dengan ini maka berakhirlah konflik antara Shogun dengan Daimyo.

Senin, 26 Oktober 2015

Proses Dan Bentuk Perlawanan Di Berbagai Daerah Di Indonesia Dalam Menentang Dominasi Asing

Proses Dan Bentuk Perlawanan Di Berbagai Daerah Di Indonesia Dalam Menentang Dominasi Asing


1.      Perlawanan Thomas Matulesi (Pattimura) 1817
Pada waktu Inggris berkuasa di Indonesia (1811-1816) penduduk Maluku mengalami kehidupan yang relatif membaik. Maka dengan demikian meskipun Inggris merupakan pemerintahan kolonial tetapi memberikan perhatian untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Keadaan itu berubah setelah Maluku dikembalikan Inggris kepada Belanda dimana tindakan-tindakan Belanda mendorong penduduk untuk melakukan perlawanan.
Sebab-sebab perlawanan Pattimura
1.      Belanda memaksakan kehendaknya dalam perdagangan dengan monopoli.
2.      Adanya pelayanan hongi
3.      Pemecatan terhadap guru-guru pribumi
4.      Penangkapan pemuda-pemuda Maluku dibawa ke Jakarta dan dijadikan militer.
5.      Belanda memerintahkan menebang pohon cengkeh apabila harga turun dan memerintahkan menanam apabila harga naik.
Dari sebab-sebab di atas rakyat semakin benci dan dendam, akhirnya amarah rakyat tak tertahankan lagi, mereka bersatu padu siap bertempur melawan Belanda dibawah pimpinan thomas Matulessi (Pattimura) dari Saparua.
Serangan dimulai tanggal 15 Mei 1817 dengan menyerbu pos Belanda di Porto dan menyerang benteng Duurstede lalu mendudukinya, keadaan Belanda kocar-kacir, maka pada tanggal 25 Juni 1817 bantuan Belanda tiba di Saparua hingga akhirnya para pemimpin tertangkap seperti Anthoni Rhebek, Raja Tiow, Lukas Latumahina dan Pattimura. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1817 mereka dijatuhi hukuman mati, maka akhirnya padamlah perlawanan Maluku.

2.      Perlawanan Kaum Padri (1821-1837)
Sebab-sebab perlawanan :
a.       Adanya perbedaan pendapat antara kaum adat dengan kaum ulama.
b.      Berkembangnya Islam tassawuf
c.       Berlakunya hukum adat matrilineal
d.      Perebutan pengaruh dalam masyarakat antara kaum adat dengan kaum ulama.
e.       Adanya campur tangan Belanda dalam setiap permasalahan dalam masyarakat.
Perang Padri terbagi dua periode, yaitu :
a.       Periode tahun 1821-1829 disebut perang saudara.
Dalam periode ini yang berperang adalah golongan adat bersama Belanda melawan kaum Padri.

b.      Periode 1830-1837 disebut perang kolonial
Dalam periode ini akhirnya kaum adat dengan kaum Padri sadar bahwa mereka telah diadu domba oleh Belanda dan akhirnya mereka bersatu padu yang dipimpin oleh tokoh adat dan kaum padri seperti Haji Makiny, Haji Samamu, Haji Pabang, Tuanku Nan Gebuk, Tuanku Hitam, Tuanku Nan Cerdik dan Datuk Bendahar yang semuanya itu dibawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol.
Karena dalam perang Padri, Belanda sangat kewalahan, maka untuk dapat mematahkan perlawanan rakyat, Belanda menggunakan tenaga sentot alibasyah prawiorojo dari Jawa, akan tetapi sentot justru berhubungan dengan kaum padri dibawah Imam Bonjol, mengetahui hal ini maka Sentot dan pasukannya ditarik kembali.
Dengan dipimpin Jendral Michael tahun 1837 daerah Bonjol dikuasainya dan Tuanku Iman Bonjol juga berhasil ditangkap dan diasingkan ke Cianjur yang kemudian dipindahkan ke Manado hingga sampai wafat.

3.      Perlawanan Pangeran Diponegoro
Perang Diponegoro terjadi tahun 1825-1830, yang disebabkan karena :
a.       Campur tangan Belanda dalam masalah pemerintah Mataram.
b.      Makin berkurangnya wilayah Mataram.
c.       Deandels minta disejajarkan dengan sultan dalam upacara-upacara ritual dalam istana.
d.      Kaum bangsawan dilarang menyewakan tanahnya.
e.       Masuknya kebudayaan barat ke dalam istana.
f.       Semakin banyaknya tanah bangsawan yang diambil oleh Belanda.
g.      Pembuatan jalan oleh pemerintah Hindia Belanda yang melewati tanah makam leluhur pengeran diponegoro di Tegalrejo.
Sebab-sebab tersebut diatas mengakibatkan Diponegoro meninggalkan istana dan kembali ke Tegalrejo dengan memperkuat pasukannya yang dibantu oleh Kyai Mojo, pengeran Mangkubumi dan Sentot Alibasyah untuk melawan Belanda.
Akhirnya dengan tipu muslihat Belanda, Pangeran Diponegoro dapat ditangkap kemudian dibawa ke Batavia, lalu diasingkan ke Manado dan kemudian dipindahkan ke Makasar hingga wafatnya.

4.      Perlawanan Rakyat Aceh
Kedudukan Aceh dalam politik Internasional sesuai Treaty of London (1824) diakui oleh Belanda dan Inggris, dengan ini putra-putra Aceh dapat mengadakan perdagangan secara leluasa dengan bangsa manapun juga. Kebebasan Aceh ini tidak menguntungkan Belanda, maka akhirnya hubungan antara Aceh dengan Belanda semakin meruncing dan timbul peperangan antara keduanya.
Dalam rangka memperkuat kedudukannya Aceh mengadakan hubungan dengan kesultanan Turki, bahkan Aceh mengadakan hubungan dengan konsul Amerika dan Italia. Menanggapi hal itu pada tahun 1872 Inggris dan Belanda mengadakan perjanjian yang dikenal denganm Tratat Sumatra dimana Inggris memberikan kelonggaran kepada Belanda untuk bertindak terhadap Aceh dan sebaliknya Inggris boleh secara leluasa berdagang di Siak.
Maka pada tahun 1873 pasukan Belanda tiba di Aceh tapi dapat dibinasakan, sehingga serangan Belanda gagal, kemudian menyusul tentara Belanda dengan kekuatan 8.000 orang dibawah jendral Van Swieten merebut kota raja dan istana dapat direbut. Namun, semangat rakyat tetap berkobar di bawah Teuku Umar, Panglima Polim, Tengku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien dan menyerukan perang sabilillah, mereka sangat tegar menghadapi kekuatan kolonialisme Belanda.

Minggu, 25 Oktober 2015

Masuknya Kekuasaan Asing Ke Indonesia dan Terbentuknya Kolonialisme Di Indonesia

Masuknya Kekuasaan Asing Ke Indonesia dan Terbentuknya Kolonialisme Di Indonesia


Keberhasilan untuk menemukan rempah-rempah dari timur, mendorong bangsa-bangsa Eropa tidak saja sekedar berdagang tetapi juga ingin menguasainya.
1.      Kedatangan bangsa asing ke Indonesia
Bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa yang pertama datang ke Indonesia yaitu pada tahun 1509 Portugis berhasil merebut dan menduduki Malaka dari tangan Sultan Mahmud Syah pada tahun 1511. Kemudian pada tahun 1513 Portugis datang ke Maluku dan berhasil menjadi hubungan kerja sama dengan kesultanan. Ternate dan bahkan menjadi sekutu bagi kerajaan Ternate.
Pada tahun 1521 Spanyol datang ke Maluku dan menjadi sekutu dari kerajaan Tidore. Hal itulah menyebabkan terjadinya permusuhan antara Portugis dan Spanyol. Oleh Portugis, Spanyol dianggap melanggar perjanjian tordesillas dan pada tahun 1534 diadakan, perjanjian “saragosa” yang menetapkan bahwa Maluku, sebagai kekuasaan Portugis.

2.      Kolonialisme dan imperialisme kuno di Indonesia.
a.       Maluku
Dengan adanya perjanjian saragosa, Portugis menjadi penguasa tunggal di Maluku dengan melakukan monopoli dalam berbagai bidang. Para masa pemerintahan Sultan Hairun bersama-sama rakyat Ternate mengadakan perlawanan untuk mengusir Portugis dari Ternate. Karena Sultan Hairun meninggal, maka perlawanan dilanjutkan putranya yaitu Sultan Baabullah yang berhasil mengusir Portugis dari Ternate dan Maluku Utara pada tahun 1575.
Selain bangsa Portugis, bangsa Belanda pun akhirnya menjadi penguasa tunggal di Maluku, tetapi juga mendapat perlawanan dari rakyat Maluku seperti dipimpin oleh Kakiali, Telukbesi dan Saidi, karena perlawanan-perlawanan tersebut hanya sparadis maka perlawanan itu dapat dipadamkan dengan mudah oleh Belanda.

b.      Banten
Pada tahun 1596 Belanda dibawah Cornellis De Houtmant berhasil mendarat di Banten dan oleh Sultan Banten, Belanda diizinkan mengadakan perdagangan dan mendirikan kantor dagang di Banten. Kemudian pada tahun 1602 pedagang-pedagang Belanda membentuk persekutuan perdagangan yang bernama “Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC)” dengan tujuan menghindari terjadinya persaingan antara sesama pedagang Belanda maupun bangsa Eropa lainnya.
VOC dibawah Jean Pieter Sooncoen pada tahun 1619 memindahkan pusat VOC dari Banten ke Jayakarta yang kemudian menyebabkan timbulnya perlawanan rakyat Banten yang dipimpin Sultan Ageng Tirtoyoso. Dengan politik adu domba antara Sultan Ageng Tirtoyoso dengan Sultan Haji, mengakibatkan Banten jatuh ke tangan VOC pada tahun 1682 dan VOC memaksa Sultan Haji untuk menandatangani perjanjian yang isinya.
1.      Bangsa asing terutama bangsa Inggris dilarang berniaga di Banten.
2.      Belanda mendapatkan hak monopoli perdagangan di Banten.

c.       Mataram
Sultan Agung Hanyokrokusumo berusaha untuk mempersatukan Jawa dibawah kekuasaannya. Namun usaha itu menghadapi kendala yaitu kekuasaan VOC di Batavia. Maka Sultan Agung mengadakan penyerangan terhadap VOC di Batavia sebanyak dua kali (1628 dan 1629) tetapi mengalami kegagalan. Setelah Sultan Agung wafat digantikan oleh putranya yaitu Amangkurat I yang politiknya sangat berbeda dengan Sultan Agung karena Amangkurat I mau menandatangani perjanjian dengan VOC yaitu berisi :
1.      VOC boleh berdagang bebas diseluruh mataran dan bebas di kewajiban membayar pajak.
2.      Karawang dan sebagian daerah Priangan diserahkan kepada VOC.
3.      Semarang dan sekitarnya diserahkan kepada VOC.
4.      Semua daerah pantai utara Jawa diserahkan kepada VOC.
Maka dengan adanya perjanjian tersebut wilayah Mataram semakin sempit dan secara tidak langsung Mataram jatuh ke tangan VOC.

d.      Makasar
Sebagai negara maritim yang mengutamakan perdagangan, pelayaran Makasar tergantung pada perdagangan rempah-rempah, akan tetapi sejak VOC melakukan monopoli perdagangannya. Makasar mengalami kemunduran. Oleh sebab itu, rakyat menentang monopoli VOC dengan cara :
1.      Kapal-kapal Makasar banyak yang dikirim ke Maluku untuk membeli rempah-rempah dan memasukkan kebutuhan rakyat sehari-hari.
2.      Makasar membantu rakyat Maluku yang sedang melawan VOC.
3.      Makasar menjual rempah-rempahnya kepada pedagang-pedagang bangsa Eropa lainnya.
Keberanian Makasar dalam menentang monopoli sangat mencemaskan kedudukan VOC di Maluku. Oleh sebab itu, pertentangan Makasar-VOC semakin meruncing dan akhirnya menimbulkan peperangan. Makasar mengadakan perlawanan dengan gigih di bawah pimpinan Sultan Hasanuddin. Sedangkan VOC bersama-sama aru palaka, raja bone serentak menyerang Makasar, pertahanan Makasar hancur dan pada akhirnya menyerah kalah dan pada tahun 1667 Sultan Hasanuddin menandatangani perjanjian Bongaya yang isinya :
1.      Makasar harus menyerahkan haknya atas daerah-daerah jajahannya.
2.      Makasar mengakui monopoli VOC.
3.      Di Makasar didirikan benteng VOC.
4.      Pelayanan dan perdagangan orang Makasar harus mendapat izin VOC.
e.       Kerajaan Aceh
Sejak pemerintah Ali Mughayat Syah (1514-1528) telah timbul permusuhan antara aceh dengan Malaka dibawah kekuasaan Portugis. Perjuangan menghadapi orang-orang Portugis itu mencapai puncaknya ketika Aceh dibawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) beliau bertekad merebut malaka dari tangan Portugis meskipun mengalami kegagalan.
3.      Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
Untuk meningkatkan keuntungan mulai awal abad ke-18 VOC melakukan eksploitasi agraris, dari kegiatan ini banyak pegawai VOC yang melakukan korupsi. Hal ini mengakibatkan keuntungan VOC semakin merosot dan bahkan VOC terancam kebangkrutan yang disebabkan oleh :
  1. Adanya korupsi dari pagawai-pegawai VOC.
  2. Biaya perang yang tinggi
  3. Persaingan perdagangan yang ketat
  4. Pegawai-pegawai VOC banyak yang tidak cakap.
Bersamaan dengan merosotnya VOC Eropa terjadi revolusi Prancis. Prancis di bawah Napoleon tumbuh menjadi negara yang besar dan kuat dan menguasai negara-negara tetangganya termasuk Belanda kecuali Inggris. Sehingga Belanda merasa khawatir akan kedudukan VOC di Indonesia terhadap serbuan Inggris dari India, maka pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan.
Dengan dibubarkannya VOC, maka mulai tanggal 1 Januari 1800 Indonesia langsung dibawah pemerintahan kerajaan Belanda.

4.      Sistem Sewa Tanah
Pada abad ke-18 pedagang Inggris banyak melakukan aktivitas perdagangannya ke Indonesia, maka kedatangan EIC (Inggris) merupakan saingan VOC (Belanda). Pusat EIC di Culcuta India, dari sinilah Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara, sejak Belanda jatuh ke tangan Prancis, maka Inggris di India merupakan ancaman Belanda di Indonesia. Lord Minto sebagai gubernur jendral memerintahkan untuk merebut kekuasaan Belanda di Indonesia. Maka pada tahun 1811 melalui kapitulasi tentang seluruh kekuasaan Belanda atas wilayah Indonesia berhasil direbutnya dan mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai penguasa atas wilayah Indonesia dengan pangkat Letnan Jendral.
Pada pemerintahannya (1811-1816) Rafles mencoba melaksanakan kebijaksanaan sebagai berikut :
  1. Menghapus segala bentuk penyerahan wajib dan kerja paksa, rakyat diberi kebbasan untuk menanam tanahnya dengan tanaman yang menguntungkan.
  2. Mengadakan pergantian sistem pemerintahan yang semula dilaksanakan oleh penguasa pribumi dengan sistem kolonial yang bercorak barat.
  3. Rafles menganggap bahwa pemerintah kolonial adalah pemilik semua tanah yang ada di daerah jajahan, oleh karena itu bahwa yang menggarap sawah/tanah adalah penyewa dari tanah pemerintah. Oleh sebab itu para petani mempunyai kewajiban membayar sewa tanah atas pemakaian tanah pemerintah oleh penduduk.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Beberapa Revolusi Penting Yang Berpengaruh Di Eropa Dan Dunia Termasuk Indonesia


Beberapa Revolusi Penting Yang Berpengaruh Di Eropa Dan Dunia Termasuk Indonesia

1.      Reformasi Gereja
Renaisans dan perkembangan ilmu pengetahuan membawa perubahan pola pikir masyarakat dimana orang atau masyarakat lebih kritis terhadap semua hal yang ada dalam kehidupan masyarakat termasuk apa yang diajarkan oleh gereja. Hal itulah tidak disukai oleh pihak gereja. Maka akibatnya beberapa ahli pikir. Ilmuwan dan seniman dipenjarakan oleh gereja dan ditambah lagi gaya hidup para biarawan yang dianggap telah menyimpang dari ajaran-ajaran kristus/agama kristen. Hal inilah yang menyebabkan munculnya gerakan reformasi.

Adapun peranan gereja tersebut adalah :
a.       Dalam bidang agama, karena gereja memegang peranan dalam kehidupan manusia, maka apabila ada yang tidak percaya/murtad, maka akan dihukum dengan eksomunikasi. Gereja pada masa Paus Leox mengeluarkan indulgensia (Surat Penghapusan Dosa).
b.      Dalam bidang kebudayaan, tokoh-tokoh agama atau para rohaniawan merupakan satu-satunya kelompok yang menopoli pengetahuan, sehingga gereja sebagai pusat pengetahuan.
c.       Dalam bidang ekonomi, para rohaniawan dan gereja menguasai tanah yang amat luas dan gereja juga memungut pajak yang tinggi terhadap rakyat.
d.      Dalam bidang politik, karena memegang kekuasaan terhadap kehidupan rakyat dan bangsawan sehinga gereja dapat melegitimasi kekuasaan, sehingga gereja mencampuri masalah-masalah politk terlalu jauh dan peran gereja sendiri.

Karena peranan-peranan tersebut di atas dianggap menyimpang dari ajaran agama kristen dan sebagai klimaksnya ketika gereja mengeluarkan indulgensi, maka pada tanggal 31 Oktober 1517 Martin Luther dari Jerman mengadakan reformasi dan memutuskan hubungan dengan gereja kepausan di Roma, maka akibatnya agama kristen pecah menjadi dua yaitu Katolik dan Protestan.

2.      Merkantilisme
Merkantilisme adalah aliran yang mengajarkan proteksi ekonomi negara dengan tujuan untuk melindungi perkembangan industri perdagangan dan melindungi kekayaan negara yang ada di masing-masing negara, sehingga nilai uang disamakan dengan emas maka masing-masing negara berusaha untuk mendapatkan logam mulia atau kekayaan yang sebanyak-banyaknya dan berusaha mendapatkan neraca perdagangan yang aktif untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah harus turut serta dalam usaha perdagangan dengan jalan dan langkah-langkah :
a.       Memberikan hak-hak istimewa dan perlindungan yang bersifat monopoli.
b.      Mencari dan mengumpulkan logam mulia.
c.       Menjalin hubungan perdagangan dengan negara lain.
d.      Mempertinggi kegiatan industri.
e.       Mempertinggi pertambahan jumlah penduduk.
f.       Mengawasi perkembangan ekonomi.

3.      Revolusi Amerika
a.      Keadaan Amerika
Penduduk asli Amerika adalah suku Indian. Bangsa Eropa pertama datang ke Amerika adalah Bangsa Viking (Noer) dari Norwegia dan baru pada tahun 1492 Colombus mendarat di Amerika Selatan yang kemudian diikuti oleh bangsa-bangsa Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis dan Belanda. Dengan melalui perang 7 tahun dengan Prancis akhirnya pada tahun 1763 Inggris penguasa tunggal di Amerika Utara dengan 13 daerah koloni.
b.      Koloni-Koloni Di Amerika Utara
Dalam waktu singkat daerah koloni berkembang dengan pesatnya, maka hal itu dimanfaatkan pemerintah Inggris untuk memenuhi kas negara yang habis dalam perang 7 tahun. Dengan menetapkan rakyat daerah koloni untuk membayar pajak, tetapi rakyat menolaknya dengan semboyan “no taxation without representation”.
c.       Sebab-Sebab Revolusi Amerika
1.      Timbulnya paham kebebasan dalam politik.
2.      Timbulnya paham kebebasan dalam perdagangan.
3.      Adanya pemungutan pajak tanpa perwakilan.
4.      Daerah Koloni Amerika Utara dianggap sebagai daerah jajahan Inggris.
5.      Adanya peristiwa The Boston  Te Party (1773).
d.      Jalannya Revolusi
Karena monopoli perdagangan Inggris di Amerika Utara gagal dan rakyat daerah koloni menolak pajak, maka pada tahun 1773 Inggris memasukkan teh dari India ke Amerika Utara sebanyak 4 kapal, tetapi teh tersebut ditenggelamkan, akibatnya Inggris marah dan menyerang Boston.
Dalam menghadapi hal tersebut ke-13 daerah koloni bersatu dibawah George Washington untuk melawan Inggris. Agar tujuan perang itu jelas, maka pada tanggal 4 Juli 1776 daerah koloni sepakat untuk memproklamirkan kemerdekaannya dengan “Declaration Of Independence”  dan pada tahun 1777 terbentuk USA.
Prancislah negara yang pertama mengakui kemerdekaan USA dan bahkan Prancis membantu perang kemerdekaan USA dengan mengirimkan Jendral Laffayete beserta pasukannya ke USA. Akhirnya ditahun 1783 Jendral Conwillis menyerah kepada George Washington dan Laffeyete dan Inggris mau menandatangani perjanjian Paris yang berisi Inggris mengakui kemerdekaan USA. USA diakui secara sah oleh negara-negara dunia dan Inggris mempertahankan Kanda sebagai wilayah kekuasaannya.