Senin, 30 November 2015

Karya Tulis Tentang Pelestarian Ekosistem Pantai

Karya Tulis Tentang Pelestarian Ekosistem Pantai


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Konsep ekologis dalam penelitian adalah kawasan alam yang didalamnya terjadi interaksi timbal balik antara organisme dengan unsur lainnya atau disebut ekosistem atau lingkungan tempat hidup organisme serta unsur lain. Lingkungan sebagai tempat hidup dan memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup. Lingkungan yang mendukung terhadap kehidupan makhluk hidup merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap makhluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan (Resosoudarma Kartawinata dan Sogarto, 1987)

1.2  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah mengaplikasikan pelajaran tentang penulisan karya tulis ini. Serta memakai Bahasa Indonesia dengan baik sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Adapun juga sebagai persyaratan dan juga untuk menumbuhkan minat, kemampuan siswa untuk mengeluarkan ide-idenya atau imajinasi yang dikeluarkan dalam bentuk tulisan.

1.3  Ruang Lingkup
Pada penulisan karya tulis ini materi yang lebih mudah dipahami atau memberikan wawasan bahwa kita dapat melestarikan ekosistem pantai dengan cara yang tercatat di dalam karya tulis ini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Pelestarian Ekosistem
Asal kata pelestarian adalah lestari yang artinya tetap seperti keadaan semula. Pelestarian adalah usaha untuk melindungi sesuatu agar tidak punah. Ekosistem adalah kumpulan individu yang jenisnya (spesiesnya) berbeda yang hidup pada suatu tempat tertentu dan perhubungan dengan makhluk tak hidup. Sedangkan pelestarian ekosistem pantai adalah usaha menjaga agar ekosistem pantai tidak rusak atau musnah.
Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa ada beberapa hewan atau tumbuh-tumbuhan yang telah punah dari muka bumi, seperti hewan Dinosaurus. Bahkan pada masa sekarang ini ada hewan yang hampir punah, misalnya biawak, komodo dan harimau.
Istilah-istilah yang berkaitan dengan pelestarian ekosistem :
  1. Ekosistem adalah komunitas dengan lingkungan abiotik.
  2. Abiotik adalah makhluk tak hidup.
  3. Komunitas adalah kumpulan dari beberapa populasi yang hidup pada suatu tempat tertentu.
  4. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu tempat tertentu.
  5. Individu adalah makhluk hidup tunggal.
  6. Kepadatan populasi adalah jumlah individu sejenis dalam satuan luas daerah yang ditempatinya.

2.2  Potensi Sumber Daya Laut Indonesia
Berbagai sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui banyak terdapat di laut. Pemanfaatan sumber daya alam Indonesia terus berkembang terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan (khususnya sumber protein hewani), energi, bahan baku, perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan negara.
2.3  Flora (Tumbuhan)
Hutan Bakau (Mangrove) dan nipah banyak terdapat di tepi pantai. Hutan mangrove mempunyai berbagai peranan lingkungan yang penting terhadap lahan, satwa liar dan perikanan. Pengolahan hutan mangrove bagi manusia telah menimbulkan pengaruh yang penting terhadap ekosistem.
Fungsi ekosistem hutan mangrove adalah :
a.       Fungsi Fisik
1.      Menjaga garis pantai agar tetap stabil.
2.      Mempercepat perluasan lahan.
3.      Melindungi pantai dan tebing sungai.
4.      Mengolah bahan limbah secara alami.
b.      Fungsi Biologis
1.      Tempat hidup benih ikan, udang dan karang.
2.      Tempat bersarangnya burung-burung.

c.       Fungsi Ekonomi
1.      Lahan tambak
2.      Tempat pembuatan garam
3.      Tempat rekreasi

2.4  Fauna (Hewan)
Laut kita selain kaya flora juga kaya fauna. Jenis ikan yang cukup banyak dan tersebar di perairan Indonesia terutama di Sumatera Barat seperti ikan bolo, ikan sarai, ikan teri dan udang.

BAB III
MASALAH LINGKUNGAN PERAIRAN INDONESIA

Beberapa contoh masalah lingkungan dan kelestarian sumber daya alam laut di Indonesia.
1.      Semakin meningkatnya penggunaan bahan peledak untuk mencari ikan diberbagai lingkungan terumbu karang di Indonesia.
2.      Pengambilan batu karang, batu kimia, keriki, dan pasir pantai yang sifatnya berlebihan di beberapa tempat di Indonesia.
3.      Peningkatan pemanfaatan hutan bakau untuk berbagai jenis keperluan. Seperti untuk kayu bakar, pembuatan arang dan bahan baku untuk pabrik kertas.
4.      Masalah penangkapan ikan menggunakan kapal dan pukat harimau sangat erat hubungannya dengan masalah kelestarian sumber daya alam laut, khususnya sumber daya alam hayati diperairan pantai.
5.      Peningkatan jumlah dan jenis bahan pencemaran yang masuk ke lingkungan laut dan wilayah pesisir. Misalnya endapan lumpur, sampah, buangan industri dan sisa minyak.
Usaha penanggulangannya adalah :
1.       Meningkatkan efektifitas dan sanksi hukum terhadap pelanggaran penggunaan bahan peledak bagi pencari ikan.
2.       Pembatasan penangkapan dengan berbagai cara, misalnya musim penangkapan, mata jaring yang digunakan dan jenis alat penangkapan.
3.       Pengaturan dan pembatasan bahan buangan industri dengan segala sanksinya bagi masalah pencemaran laut dan wilayah pesisir pantai.

BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
  1. Pelestarian ekosistem pantai adalah usaha menjaga agar ekosistem pantai tidak rusak ataupun punah.
  2. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dapat diperbanyak atau diganti dalam waktu singkat, seperti hewan atau tumbuhan.
  3. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang tidak dapat diganti dengan waktu yang cepat seperti minyak bumi.
  4. Masalah pertumbuhan penduduk yang cepat akan menimbulkan masalah bagi manusia, terutama dapat memenuhi kebutuhan hidup.
  5. Semakin meningkatnya penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan di berbagai lingkungan terumbu karang Indonesia menyebabkan ikan akan mati atau musnah sehingga kita tidak dapat menangkap ikan.

4.2  Saran
Kita sebagai manusia wajib melestarikan ekosistem pantai. Kita harus mencegah. Kepada pencari ikan agar tidak menggunakan bahan peledak. Dengan begitulah terlestarikan ekosistem pantai.


DAFTAR PUSTAKA

Kaligis, JRE, dkk. 1993. Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta : Universitas Terbuka Depdikbud.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Rahardi. 1993. Agribisnis Perikanan. Penebar Swadaya

Prathama Rahardja. 1991. Ilmu Pengetahuan Sosial Geografi dan Ilmu Pengetahuan Alam. Intan Pariwara.

Rasosoedarmo Soedjiran, Kuswara Kartawinata dan Soegianto Apriani. 1987. Pengantar Ekologi. Penerbit Remadja Karya CV. Bandung.

Singarimbin Masri dan Effendi Sofyan. 1985. Metoda Penelitian – Survey. Penerbit LP3ES. Jakarta.

Minggu, 29 November 2015

Karya Tulis Tentang Pencegahan dan Penanganan Kebakaran

Karya Tulis Tentang Pencegahan dan Penanganan Kebakaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Karena banyaknya dampak bahaya kebakaran yang terjadi disetiap kalangan masyarakat yang merugikan banyak orang, serta dapat merenggut nyawa.

B.     Tujuan Penulisan
a)      Agar kita dapat mengetahui bagaimana cara pencegahan bahaya kebakaran yang bisa saja muncul kapanpun.
b)      Agar semua alat-alat atau barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran dapat dijaga dan digunakan sebaik-baiknya.
c)      Dan agar kita dapat membedakan mana barang yang layak dipakai atau yang tidak layak di pakai.

C.    Ruang Lingkup
Dalam karya tulis ini penulis akan menerangkan tentang berbagai cara untuk mengatasi kebakaran, serta memperkenalkan alat-alat dan bahan-bahan yang cocok untuk melakukan pemadaman kebakaran, yang mana berguna untuk kita dan orang lain.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manfaat Pencegahan Bahaya Kebakaran
Lingkungan yang aman antara lain aman dari api dan nyaman adalah idaman setiap orang. Untuk mewujudkan lingkungan yang aman bahaya kebakaran, setiap orang perlu memiliki pengetahuan tentang api.
Pepatah lama mengatakan, “Kecil menjadi kawan, besar menjadi lawan” mengingatkan orang, antara lain terhadap bahaya api karena tidak setiap api kecil menjadi kawan.
Walaupun kecil, jika nyalanya tidak terkendali api dapat menyebabkan kebakaran, sebaliknya, api besar yang masih terkendali akan tetap menjadi kawan karena tidak menimbulkan bahaya kebakaran.
Manfaat mengetahui pencegahan dan penanganan bahaya kebakaran adalah :
a.       Dapat menangani peristiwa kebakaran dengan cepat dan tepat.
b.      Dapat mengetahui bahan-bahan yang mungkin menimbulkan bahaya kebakaran.
c.       Dapat turut mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman karena terhindar dari ancaman keselamatan jiwa ataupun harta.
d.      Dapat berlatih mengenai cara menangani bahaya kebakaran.


B.     Hal – Hal Yang Dapat Menimbulkan Kebakaran
Penyebab bahaya kebakaran yang paling pokok adalah kelalaian-kelalaian memang bukan suatu yang disengaja, namun akibatnya kadang-kadang sangat fatal, bahkan dapat menelan korban jiwa.
Sebab kelalaian diantaranya ialah :
1.      Kurang mengerti bagaimana mencegah bahaya kebakaran.
2.      Kurang berhati-hati dalam menggunakan alat/bahan yang dapat menimbulkan api.
3.      Kurang atau tidak berdisiplin.
Jika orang berpikir secara wajar dan mau menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh kebakaran, ia akan sampai pada simpulan bahwa lebih baik mengeluarkan biaya pencegahan kebakaran, dan pada mengalami musibah kebakaran. Akan tetapi, kebanyakan pikiran seperti itu muncul setelah musibah datang sehingga sesal kemudian tidak berguna.
Memang apabila belum terjadi musibah, tampaknya biaya pencegahan kebakaran terlalu besar sehingga seolah-olah memboroskan uang saja. Akan tetapi, jika terkena musibah kebakaran, pasti akan disadari bahwa biaya tersebut sangat kecil artinya. Misalnya, jika rumah tinggal atau bangunan untuk usaha yang dibangun dari usaha kecil-kecilan sampai menjadi usaha yang besar tentu memerlukan ketekunan dan perjuangan yang tidak kecil, tiba-tiba habis terbakar hanya karena kelalaian kecil.
Dalam hal seperti itu, usaha pencegahan kebakaran menjadi salah satu sikap terpuji karena tidak saja menyangkut kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan hidup orang banyak.

C.    Kebiasaan Yang Dapat Menimbulkan Petaka
Dalam Bab ini akan dibahas berbagai usaha pencegahan kebakaran. Semua usaha itu merupakan tindakan yang tidak sulit dan tidak memerlukan biaya besar, tetapi kadang-kadang dianggap remeh dan tidak diperdulikan.
1.      Kebiasaan Merokok
1)      Jangan biasakan membuang puntung rokok yang masih menyala, sebelum dibuang, puntung rokok harus sudah dimatikan.
2)      Jangan merokok ditempat yang sudah ada larangan merokok.
3)      Jangan merokok ditempat tidur.
4)      Jangan merokok ditempat yang diduga ada bahan yang mudah menyala atau mudah terbakar.
5)      Jangan meletakkan puntung rokok yang masih menyala di asbak atau ditempat lain, misalnya dimeja yang berdekatan dengan tumpukan kertas atau didekat jerami yang kering.

2.      Memasang Obat Nyamuk
1)      Jangan memasang obat nyamuk dengan dialasi lipatan kertas atau karton. Gunakan botol atau kawat/seng sebagai alas obat nyamuk, agar terjamin kenyamanannya, alasan kaleng yang dilubangi, kemudian masukkan obat nyamuk yang sudah terbakar dan tutuplah pakai tutup kaleng yang sudah dilubangi. Walaupun selimut terjatuh dan kena obat nyamuk tersebut.
2)      Jangan meletakkan obat nyamuk di kolong tempat tidur karena seprai atau selimut dapat terjatuh dan mungkin sekali terbakar.
3)      Letakkan obat nyamuk pada tempat yang tidak mungkin terjatuhi benda-benda yang mudah terbakar.

3.      Memasang Lampu Minyak
1)      Sebelum memasangnya, bersihkan dan betulkan terlebih dahulu bagian-bagian yang rusak.
2)      Pasang dengan jarak yang aman dari langit-langit jangan tempatkan di tempat yang mudah terguling, usahakan agar ada seng penyekat lampu dinding rumah dan sebaiknya memakai penahan panas yang dipasang dibagian atas lidah api.
3)      Lampu petromaks gantungkan pada tempatnya yang kuat.
4)      Jangan nyalakan lampu petromaks yang sudah rusak sehingga sering apinya berkobar, kalau perlu diganti dengan yang baru.
5)      Jika mau keluar rumah atau tidur sebaiknya lampu minyaknya dikecilkan dan lampu petromaks hendaklah dipadamkan dulu.
6)      Lampu minyak dan petromaks dikios, dirumah dan diwarung harus digunakan dengan hati-hati karena biasanya bangunannya kecil dan penuh sesak dengan barang dagangan yang mudah terbakar. Pemilik kios atau warung harus menyediakan alat pemadam kebakaran, misalnya air satu drum dengan karung goni dan sekarung pasir.
4.      Pemakaian Kompor di Dapur
1)      Kompor harus diperiksa dan dibersihkan sumbu-sumbunya.
2)      Jangan mengisi minyak ketika kompor hidup atau menyala.
3)      Jangan menggunakan kompor yang sudah tidak layak lagi dipakai.
4)      Letakkan kompor ditempat yang aman.
5)      Jauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari kompor.
6)      Jika kompor menyala terlalu besar maka lakukan :
a.       Segera amankan kompor tersebut, bawa keluar rumah jika masih memungkinkan.
b.      Jangan padamkan dengan air.
c.       Gunakan handuk bekas yang dibasahi dengan air untuk memadamkannya.

D.    Cara Perawatan dan Pencegahan
Setiap peralatan yang memberikan penerangan atau mengeluarkan api, perlu di rawat, karena dapat menimbulkan kebakaran. Caranya yaitu dengan membersihkan bagian-bagiannya yang sudah rusak, dan diperbaiki bagian-bagian yang rusak itu jika perlu.
Penggunaan Listrik
Bahaya kebakaran listrik biasanya terutama disebabkan oleh hubungan jarak pendek.
Tindakan pencegahan hubungan jarak pendek yaitu :
  1. Dilarang keras mengganti sekring dengan kawat yang tidak sama hubungannya dan sebaiknya mintalah petunjuk.
  2. Jangan mencoba mencuri tegangan listrik karena dapat menimbulkan bahaya.
  3. Ganti kabel yang sudah tua dengan yang baru.
  4. Tebangi pohon-pohon yang mengganggu kabel listrik.
Tindakan pencegahan kebakaran listrik :
  1. Gunakan alat listrik seperlunya, jangan berlebih-lebihan.
  2. Cabut stop kontak jika selesai menggunakan alat listrik.
  3. Cabut stop kontak jika selesai menggunakan setrika listrik.
  4. Setiap penghuni rumah sebaiknya diberi tahu tentang penggunaan peralatan listrik dengan yang aman.

E.     Bahan – Bahan Pemadam Api
1.      Air
Cara yang umum memadamkan kebakaran dengan air yaitu dengan menyemprotnya, air dialirkan melalui selang-selang oleh mesin pompa, lalu air di pancarkan oleh alat penyemprot, dan dengan itu air dapat dikecilkan maupun dibesarkan melalui keinginan.
a.       Pancaran Lurus
Menggunakan pemadam langsung dan mengarah ke sumber nyala api.

b.      Pencaran Pengabut
Pancaran pengabut ini menggunakan beberapa kegunaan yaitu :
    1. Mengurangi nyala api secara terus menerus.
    2. Membuat tabir air.
    3. Mendinginkan ruangan.

2.      Busa
Busa adalah bahan pemadam api yang berguna bagi kebakaran karena minyak dan sebagainya. Busa dihasilkan oleh reaksi kimia.
Pemadaman api dengan busa merupakan cara menutup menjalarnya api ke tempat lain atau mencegah agar oksigen (gas pembakar) tidak mendapatkan kesempatan bereaksi, dengan cara menyelimuti bahan yang terbakar (minyak) sehingga api tidak dapat menjalar.

3.      Bahan Pemadam Api CO2
CO2 atau karbon dioksida (campuran bahan kimia yang menghasilkan gas) yaitu bahan pemadam api yang paling baik untuk kebakaran minyak atau peralatan listrik. Pengaruhnya yaitu untuk mengurangi kadar oksigen di udara. Pemadam ini akan berjalan lancar jika tidak ada angin.
a.       Keuntungan Bahan Pemadam CO2
1)      Dapat mengalirkan arus listrik dan tidak menyebabkan karat.
2)      CO2 dapat disimpan didalam tabung gas.
3)      CO2 yang disimpan di tabung alat pemadam kebakaran dapat digunakan berkali-kali.
4)      CO2 dapat digunakan untuk pemadam api secara otomatis.
b.      Kerugian CO2
1)      Menyebabkan sulitnya menentukan keadaan bahaya yang timbul oleh karena itu petugas harus menggunakan masker.
2)      CO2 tidak bermanfaat digunakan di ruangan terbuka.

F.     Alat – Alat Pemadam Api
1.      Alat Pemadam Api Busa
Busa adalah bahan pemadam yang paling tepat digunakan untuk minyak dan cat.
Dengan menyelimuti minyak sehingga menghambat reaksi dengan oksigen (gas pembakar).
Busa yang dihasilkan akibat reaksi dua macam kimia. Dalam tabung pemadam  didalamnya 2 tabung terpisah. Pencampuran terjadi jika tabung kebakaran dibalikkan. Akibatnya bahan busa memancar keluar.
Tabung luar berisi Natrium bicarbonate yang dilarutkan 7 L air
Tabung dalam berisi aluminium sulfat yang dilarutkan 2 L air.
Gas CO2 berfungsi untuk menekan busa agar keluar melalui penyemprotan, bisa dapat mencapai 100 – 110 Liter.
Tabung pemadam kebaran itu termasuk pemadam busa bentuk kimia karena ada yang lain dengan pekerjaan tangan.
2.      Alat Pemadam Api CO2
Alat ini hanya cocok untuk memadamkan kebakaran pada peralatan mesin dan listrik. Alat ini apabila dipancarkan akan mengembang menjadi gas dan volumenya bisa mencapai 450 kali volume tabung.
Temperatur cairan CO2 dalam tabung dapat membekukan tubuh, oleh karena itu kita harus berhati-hati (karena suhunya rendah).
Caranya setelah tabung diangkat lapaskan tutup pengamannya setelah itu baru disemprotkan.

G.    Cara Pemadaman Kebakaran
1.      Sistem Pemadam Kebakaran
Sistem ini ada 3 macam yaitu :
a.       Sistem Penguraian
Yaitu sistem pemadaman dengan memisahkan benda yang dapat terbakar.
b.      Sistem Pendinginan
Yaitu sistem pemadaman dengan cara menurunkan panas. Contoh : penyemprotan air pada benda-benda yang terbakar.
c.       Sistem Pengurungan (Lokalisasi)
Yaitu sistem pemadaman dengan mengurangi kadar oksigen pada lokasi sekitar benda yang terbakar. Karena itu cara ini disebut juga sistem lokalisasi.
Contohnya :
1)      Menutup benda yang terbakar dengan handuk basah.
2)      Menimbun benda terbakar dengan pasir atau tanah.
3)      Penyemprotan bahan kimia dengan alat pemadam api CO2.

2.      Teknik dan Taktik Pemadaman
Teknik kebakaran yaitu kemampuan untuk mempergunakan alat dan perlengkapan pemadaman dengan sebaik-baiknya.
Agar dapat menguasai teknik pemadaman, diperlukan :
a)      Penguasaan pengetahuan tentang pencegahan bahaya kebakaran.
b)      Penggunaan peralatan dan perlengkapan pemadam dengan cepat dan benar.
c)      Pelatihan baik menghadapi situasi bahaya kebakaran.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan :
1)      Bekerjalan dengan tenang dan tabah.
2)      Berani mengambil tindakan yang perlu.
3)      Bekerjalah secara kompak dan gotong royong.

Beberapa Faktor Yang Perlu Diperhatikan Juga Yaitu :
  1. Pengaruh Angin
Dengan adanya angin api akan semakin menjalar, jadi usahakan tidak melawan arah angin dalam pemadaman. Oleh karena itu, pemadaman harus dilakukan sejalan dengan arah angin.

  1. Warna Asap Kebakaran
Dengan melihat jenis warna asap kita bisa mengetahui benda yang terbakar karena ditutupi oleh asap tebal, apabila warna asapnya hitam tebal kemungkinan yang terbakar adalah benda yang mengandung minyak dan lain-lain.
  1. Lokasi Kebakaran
Usaha pemadaman harus memperhatikan lokasi kebakaran, contohnya kebakaran yang terjadi di perkampungan yang rumahnya berdekatan, itu harus diperhatikan dan dilakukan keamanan.
  1. Bahaya – Bahaya Lain Yang Mungkin Terjadi
Setiap melakukan pemadaman harus memperhatikan faktor keselamatan. Baik keselamatan petugas pemadam sendiri, maupun keselamatan korban. Harus diperhitungkan pula bahaya-bahaya lain yang mungkin dapat menimbulkan jatuhnya korban. Apabila ada bahan-bahan yang beracun, maka harus segera di selamatkan/dijauhkan.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam pencegahan dan penanganan kebakaran yang terjadi dimanapun, kita harus dapat memperhatikan dan menggunakan alat-alat dengan baik dan mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan agar tidak berakibat fatal bagi diri sendiri dan orang lain.

B.     Saran
Sebaiknya para pembaca yang membaca karya tulis ini dapat memahami dan dapat melakukan kegiatan yang tertera di karya tulis ini, apabila terjadi kebakaran kecil maupun besar.

C.    Kesan
Saya sangat bangga karena dapat memberikan beberapa wawasan dan pengetahuan kepada setiap pembaca melalui karya tulis ini.


DAFTAR PUSTAKA

Hutabarat, Eddy. 1998. Pencegahan dan Penanganan Kebakaran. Jakarta. Balai Pustaka

Sabtu, 28 November 2015

Resensi Novel Pudarnya Pesona Kleopatra Karangan Habiburrahman El Shirazy

Resensi Novel Pudarnya Pesona Kleopatra Karangan Habiburrahman El Shirazy


·         Judul Buku            : Pudarnya Pesona Kleopatra
·         Nama Pengarang   : Habiburrahman El Shirazy
·         Penerbit                 : Republika
·         Jumlah Halaman    : 111 Halaman
·         Tahun Terbit          : Tahun 2006
·         Warna Kulit          : Hitam, Coklat, Kekuning-kuningan


Habiburrahman El Shirazy, lahir di Semarang pada hari Kamis Pon, 30 – 9 – 1976. Penulis muda ini mengawali pendidikan formalnya di SD Sembungharyo IV dan di Madrasah Diniyah Al-Huda Bengetayu Wetan, Semarang. Lulus tahun 1989 lalu melanjutkan di MTs Futujayyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di pondok pesantren Al-Anwar pada tahun 1992. beliau marantau ke Gudaya Sukarta untuk belajar di Madrasah Aliyah lulus pada tahun 1995 selanjutnya melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan belajar di Fakultas Ussulladin Jurusan Hadis.
Ketika menempuh studi di Cairo, Mesir Kang Abik pernah memimpin kelompok kajian pengetahuan Islam di Kairo pernah menjadi Duta Indonesia untuk mengikuti perkemahan pemuda Internasional kedua.
Pernah aktif di majelis Sinergi kalam (Masika)  KMI Orsat Kairo (1998-2000) dan menjadi koordinator Islam selama 2 periode pernah diminta menjadi koordinator Islam.
Penulis yang satu pernah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarai pementasannya di Kairo. Sebelum pulang ke Indonesia Kang Abik diundang oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia selama 5 hari (1 – 5 Oktober) untuk membacakan puisi-puisinya keliling di Indonesia dalam momen 9 tahun Kuala Lumpur Word Poetry Reading / pengucapan puisi dunia kuala lumpur (PPPBL) ke-9 bersama penyair-penyair dunia lainnya. Kang Abik juga telah menghasilkan beberapa karya terjemahan, seperti Ar-Rasul (GIP 2003) dan Giografi Umar Bin Abdul Aziz (GIP Jakarta 2002).
Pudarnya Pesona Kleopatra menceritakan tentang seorang pemuda yang tidak bisa menerima / mencintai istrinya yang padahal kecantikan istrinya luar biasa / sangat cantik yang istrinya bernama Rhihana dan ketika dia sudah sadar dan mebuka pintunya akhirnya itu sia-sia.
Tak terasa mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang, wajahnya yang teduh dan baby face. Pengorbanan dan pengabdianya yang tiada putusnya suaranya yang lembut dan tangisnya perasaan hari dan cinta. Ya terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku seketika itu, pesona kecantikan cleopatra memudar.
Segera ku kejar waktu membagi cintaku pada Raihana membagi rinduku yang tiada-tiada memenuhi rongga dada. Dari mataku berderai-derai, ku kebut kendaraanku, ku pacu kencang diiringi derai air mataku yang tiada henti. Aku tak peduli, aku ingin segera sampai dan meluapkan semua rasa cinta ini padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman mertua nyaris tangis ku meledak. Kutahan dengan menarik nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu aku jadi heran dan ikut menangis tersedu-sedu aku jadi heran dan ikut menangis. Mana Raihana ku?
Ibu mertua hanya menangis dan menangis aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Istri mu dan anak yang dikandung Raihana. Ada apa dengan dia? Dia…… dia telah meninggal. Hati bergetar hebat dan penyesalan yang sangat mendalam.
Cerita ini bertemakan penyesalan suami yang tidak ada gunanya lagi / kesadaran yang sudah terlambat dan bergaya bahasa yang mudah dipahami.
Keunggulan dari novel ini yaitu membuat pembaca menjadi terabawa haru. Membuat hati teraduk-aduk ada cekam keharuan yang mendalam ada rindu, dendam cinta suci karena illahi.


Kelemahan dari novel ini membuat pembacanya penasaran karena endingnya tidak sesuai keinginan.
Kesimpulan dari novel ini. Novel ini sangat menarik membuat pembaca ingin membacanya berulang-ulang. Saran saya supaya novel yang dibuat selanjutnya lebih membuat pembaca terharu lagi.

Jumat, 27 November 2015

Pemeliharaan Ikan Di Sawah Tumpang Sari (Contoh Makalah)

Pemeliharaan Ikan Di Sawah Tumpang Sari


BAB  I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Latar belakang penulis membuat karya tulis ini adalah karena ada orang yang tidak kenal tentang pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari dan cara pemanenannya.

1.2  Tujuan
Tujuan penulis membuat karya tulis ini adalah agar penulis dan pembaca sama-sama kenal dengan pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari dan pemanenannya.

1.3  Ruang Lingkup
Karya tulis ini melingkup beberapa masalah antara lain adalah sebagai berikut :
1)      Cara pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari.
2)      Pemberantasan hama dan penyakit ikan di sawah tumpang sari.
3)      Memanen ikan.

BAB II
PEMELIHARAAN IKAN DI SAWAH TUMPANG SARI

1.      CARA PEMELIHARAAN IKAN DI SAWAH TUMPANG SARI
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari yaitu :
1)      Jenis ikan yang akan dipelihara.
2)      Cara pemilihan bibit ikan.
3)      Waktu yang tepat untuk menaburkan benih ikan.
4)      Cara pemberian makanan ikan.
5)      Pengaturan air sawah, dan
6)      Pemberantasan hama ikan.

  1. Jenis Ikan Yang Akan di Pelihara
Banyak spesies ikan yang dapat dipelihara dengan sistem mina padi, antara lain ikan mas, nila, mujair, tawes dan sepat siam.
Hampir semua jenis ikan dapat dipelihara dengan sistem budidaya ikan di sawah. Namun, ada beberapa jenis ikan tertentu yang lebih menguntungkan dibandingkan jenis ikan yang lain.

  1. Cara Pemilihan Bibit Ikan
Agar mendapatkan hasil yang tinggi, ikan yang akan ditebarkan sebaiknya memenuhi persyaratan berikut :
1)      Gesit dan lincah
2)      Mata bening
3)      Kulit terang dan berkilau
4)      Warna tidak mencolok
5)      Tahan hidup di air dangkal dan bersuhu agak tinggi
6)      Dipilih dari induk unggul yang sehat
7)      Disukai oleh masyarakat dan mempunyai harga jual yang memadai
8)      Hendaknya jangan dipelihara benih ikan yang terlalu kecil.
  1. Waktu Yang Tepat Untuk Menabur / Menebarkan Benih Ikan
Cara menebarkan benih ikan berbeda sesuai dengan jenis pembudayaannya. Misalnya, penebaran benih ikan pada pembudayaan ikan sebagai palawija.
1.      Waktu  Penebaran Benih Ikan Bersama Padi (Mina Padi)
Penebaran benih ikan dilakukan 5-7 hari setelah penanaman padi. Hal ini dimaksudkan mengurangi resiko keracunan akibat penggunaan obat-obatan yang digunakan pada waktu pengolahan tanah. Selain itu, agar tanaman padi lebih kuat dahulu sebelum digenangi air.

2.      Penebaran Benih Ikan Sebagai Penyelang dan Palawija
Penebaran benih pada sistem penyelang dan palawija dilakukan 5-7 hari setelah pengolahan tanah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko keracunan akibat penggunaan obat-obatan dan pupuk pada waktu pengolahan tanah.

  1. Cara Pemberian Makanan Ikan
Berikut ini ada beberapa contoh makanan alami bagi ikan dan jenis ikan pemakannya.
Jenis –jenis Ikan dan Makanan Alaminya
No
Jenis Ikan
Jenis Makanan Alami
1
Ikan Mas
Cacing oligo, ulat/larva dari serangga, malusca kecil (hewan lunak kecil), serangga air dan kutu air.
2
Ikan Tawes
Plankton, cacing, udang-udang kecil, pupuk tumbuhan air seperti daun hidrilla.
3
Ikan Mujair
Plankton, udang-udang kecil, serangga air, kutu air, telur ikan lain, dan anak ikan lain.
4
Ikan  Nilem
Serangga air dan larvanya, larva crustacea (larva udang-udangan) plankton, lumut daun.
5
Ikan Sepat
Plankton, ganggang penempel, cacing, larva nyamuk
Namun, keberadaan alami tidak dapat menjamin kelangsungan hidup ikan, karena lama kelamaan makanan alami akan habis. Untuk menjaga ketersediaan makanan alami tersebut, perlu diberikan makanan tambahan.
Tabel Makanan Tambahan Untuk Beberapa Jenis Ikan
Jenis Ikan
Makanan Tambahan
Ikan Mas
Dedak halus, potongan ikan, jagung, sisa-sisa dapur, pellet.
Ikan Tawes
Daun-daunan (ketela pohon, ubi jalar,  kedelai, pepaya)
Ikan Mujair
Ampas tahu, ampas kelapa, bungkil kelapa, dedak, potongan ikan/kelapa ikan teri, sisa dapur, pellet.
Ikan  Nilem
Daun-daunan, bungkil kelapa, sisa dapur.
Ikan Sepat
Dedak, bungkil kelapa, pellet.

Cara pemberian makanan ikan adalah sebagai berikut :
1)      Saluran keluar masuk air ditutup agar makanan tidak terbuang/mengalir ke luar.
2)      Makanan tambahan dimasukkan kedalam karung, kemudian karung dilubang-lubangi.
3)      Pemberian makanan dilakukan pada pagi dan sore hari.
4)      Pemberian makanan buatan seperti pellet dilakukan dekat saluran air masuk.

  1. Pengaturan Air Sawah
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan air sawah untuk memelihara ikan mina padi adalah sebagai berikut :
1)      Persediaan air sawah di usahakan memadai, tidak berubah-ubah sesuai dengan keperluan.
2)      Air dibiarkan tersisa sedikit saja selama 3-4 hari setelah penanaman benih padi.
3)      Ketinggian permukaan air dinaikkan sesuai dengan pertumbuhan padi.
4)      Pengaliran air dilakukan secara terus-menerus.
5)      Pada masa pemeliharaan kedua ketinggian air dapat ditingkatkan sampai menjadi 10-20 cm.
6)      Untuk menjaga mutu dan jumlah air, pemasukan dan pengeluaran air harus teratur.

2.      PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN DI SAWAH TUMPANG SARI
A.    Macam-macam Hama Ikan dan Pemberantasannya
Hama ikan yang sering ditemui di area sawah, antara lain bebeyasan, kepiting, ular, musang air, burung dan belut. Hama bebeyasan akan timbul apabila areal sawah mengandung bahan organik terlalu tinggi, misalnya sebagai akibat pemberian pupuk kandang yang berlebihan.
Pemberantasannya dilakukan dengan cara menuangkan minyak tanah kepermukaan air. Cara pengendalian ini dilakukan dengan hati-hati karena apabila minyak tanah yang dituangkan terlalu banyak akan menyebabkan ikan keracunan.
Hama lain yang harus dikendalikan adalah jenis mamalia, seperti musang air, kucing liar dan berang-berang. Cara pemberantasan hama ini dilakukan dengan menangkapnya sampai habis.

B.     Macam-macam Penyakit Ikan Yang Terjadi di Sawah Tumpang Sari
Ada beberapa macam penyakit utama yang menyerang ikan antara lain :
1)      Penyakit yang disebabkan oleh sebangsa udang-udangan (crustacea).
2)      Penyakit yang disebabkan oleh bakteri aeromonas dan pseodomonas.
3)      Penyakit binting putih (white spot).
4)      Penyakit bisul.
5)      Penyakit yang disebabkan oleh jamur.

3.      MEMANEN IKAN
A.    Cara Memanen Ikan di Kolam
Tujuan memanen ikan antara lain untuk :
1)      Mengetahui hasil karya atau usaha.
2)      Memenuhi kebutuhan keluarga.
3)      Mengurangi populasi ikan di dalam kolam.
4)      Menambah pendapatan keluarga, dan
5)      Membersihkan kolam.

Pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu :
1)      Panen sekaligus.
2)      Panen bertahap.

B.     Alat Yang Digunakan Untuk Memanen
Alat-alat yang digunakan untuk memanen antara lain, adalah sebagai berikut :
1)      Kail                                   5)   Anco
2)      Jala                                    6)   Bubu
3)      Jaring                                 7)   Tangguk
4)      Pecak

C.    Waktu Yang Tepat Untuk Memanen Ikan
Waktu panen ikan biasanya disesuaikan dengan jenis ikan yang dipelihara karena masing-masing jenis ikan mempunyai waktu panen yang berbeda-beda.

D.    Pengklasifikasian Hasil Panen Ikan
Secara umum pengklasifikasian hasil panen ikan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.      Pengklasifikasian menurut ukuran tubuh ikan.
a.       Ikan besar dengan ikan besar.
b.      Ikan yang sedang dengan ikan sedang.
c.       Ikan kecil dengan ikan kecil.
2.      Pengklasifikasian menurut jenisnya
Dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Ikan gurami dengan ikan gurami.
b.      Ikan lele dengan ikan lele.
c.       Ikan mas dengan ikan mas.

Keuntungan pengklasifikasian ikan adalah :
1)      Mencegah kerusakan ikan.
2)      Memudahkan pemasaran ikan.
3)      Memudahkan perhitungan jumlah / hasil ikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengklasifikasikan / pengelompokkan ikan menurut ikan dan menurut jenis ikan dan menurut besar kecilnya ikan.
Ø  Jenis ikan mujair / nila tidak dicampurkan dengan ikan mas dan ikan lainnya, agar tidak merugikan keadaan fisik ikan itu.
Ø  Sebaiknya ikan juga dikelompokkan menurut ukurannya atau besar kecilnya ikan itu jika tidak demikian harga ikan akan bisa rendah.
Ø  Dengan mengelompokkan hasil akan dapat membawa keuntungan bagi petani ikan.

BAB III
PENUTUP

3.1   Saran
Saran penulis kepada pembaca untuk karya tulis ini adalah apabila pembaca ingin membudidayakan ikan di seluruh sawah tumpang sari agar mempelajari teknik-tekniknya.

3.2   Kesimpulan
Dalam pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari harus tau tentang bagaimana cara pemeliharaannya, antara lain :
1)      Cara pemeliharaannya
2)      Pemberantasan hama dan penyakitnya, serta
3)      Bagaimana cara memanennya.


DAFTAR PUSTAKA

Azwirman, dkk. 1998. Keterampilan Pertanian SLTP 2. Padang: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.