Minggu, 31 Mei 2015

Makalah Tentang Bumi dan Alamnya


BAB I
PENDAHULUAN

Makalah Tentang Bumi dan Alamnya


1.1  Latar Belakang
Latar belakang penulis membuat karya ilmiah ini adalah untuk mengingatkan kepada manusia bahwa bumi bukanlah sekedar planet biru yang diselimuti awan, melainkan di dalamnya menyimpan banyak materi, termasuk kita manusia. Sekarang, sebagian besar kita mengabaikan bumi, hutan yang gundul dibiarkan dan tidak ditanami pohon. Hal ini menyebabkan terjadinya pemanasan global. Untuk itu kita sebagai manusia agar harus bisa mencegah penaikan suhu bumi.

1.2  Tujuan
Untuk mengingatkan kepada kita semua, untuk menjaga alam sebaik-baiknya dan bertanggung jawab terhadap pemakaian sumber daya alamnya.

1.3  Ruang Lingkup
Dalam karya tulis ini penulis akan membahas tentang bumi, cuaca, dan iklim, pemanasan global dan bencana di bumi, dan program-program lainnya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Planet Biru Bumi
Bumi yang kita tempati saat ini merupakan salah satu planet besar. Planet bumi sangat berbeda dengan planet lainnya dalam tata surya karena planet bumi memiliki atmosfer yang sangat berguna bagi kehidupan.
  1. Bumi Yang Tak Lagi Kosong
Pada awal terbentuknya bumi masih kosong. Tidak ada kehidupan. Berdasarkan teori Big Bung, bumi terbentuk puluhan miliar tahun yang lalu. Pada awalnya, ada gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya menyebabkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa.
Cakram raksasa itu lalu meledak di angkasa luar, dan kemudian membentuk galaksi dan nebula-enbula. Selama lebih kurang 4,6 miliar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang dinamakan Galaksi Bima Sakti, dan kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan dingin dan padat. Lalu gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.
Kini, permukaan bumi sudah sangat berbeda bentuknya dibandingkan pada zaman-zaman awal dia terbentuk. Samudra dan daratan yang luas telah mengalami perubahan bentuk. Gunung-gunung pun mengalami perubahan bentuk akibat letusan-letusannya. Walaupun awalnya masih kosong, tetapi sekarang bumi telah menjadi tempat yang ramai, dengan jutaan makhluk hidup.




  1. Lapisan-lapisan Bumi
1.      Kerak Bumi
Tebal kerak bumi kurang lebih 85 km. Kerak bumi lebih tipis di dasar laut, yaitu sekitar 5 kilometer. Kerak bumi terbagi atas beberapa bagian. Pergerakan kerak bumi yang kuat dapat mengakibatkan gempa bumi besar.
2.      Mantel Bumi
Mantel bumi terletak di antara kerak dan inti bumi. Mantel bumi merupakan batuan yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada mantel bagian atas + 1.300oC – 1.500oC, dan suhu pada mantel bagian dalam + 1.500oC – 3.000oC.
3.      Inti Luar Bumi
Inti luar bumi merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti dalam bumi. Inti luar bumi berketebalan 2.250 KM, dan berkedalaman antara 2.900 KM – 4.980 KM. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3.900oC.
4.      Inti Dalam Bumi
Inti dalam bumi merupakan bagian bumi yang paling dalam, atau disebut inti bumi. Inti bumi terdiri dari unsur besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur mencapai 4.800oC.

  1. Atmosfer
Atmosfer berasal dari dua kata, yaitu atmo yang berarti udara dan sfera yang berarti lapisan. Dengan demikian, atmosfer berarti lapisan udara.
Atmosfer terlihat seperti sebuah selimut gas, terdiri dari 78% Nitrogen (N2), 21% Oksigen (O2), 0,9% Argon (Ar), dan 0,04% Karbondioksida (CO2). Sisanya disusun dari berbagai macam unsur bekas. Unsur-unsur bekas itu meliputi uap air, air, ozon, dan partikel lain yang mengapung. Massa atmosfer bumi sekitar 56 x 1014 ton. Warna biru atmosfer disebabkan pancaran sinar matahari yang berwarna biru lebih kuat dari pada warna kuning.
Warna biru ini dipantulkan oleh partikel-partikel debu dalam udara. Pantulan sinar biru ini diterima oleh debu-debu lain. Lalu, dipantulkan kembali. Demikian seterusnya, yang akhirnya sampai ke mata kita. Warna biru yang kita terima bukan langsung dari matahari, tetapi merupakan pantulan dari debu-debu tersebut.

  1. Lapisan Ozon
Ada sebuah lapisan gas di atmosfer yang fungsinya sebagai penyaring sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Lapisan ini disebut lapisan ozon. Baru-baru ini, polusi yang terjadi di bumi mulai merusak laposan ozon dan membuat lubang pada lapisannya.
Lubang pada lapisan ozon akan meloloskan sinar-sinar yang berbahaya dari matahari bagi bumi. Sinar ini akan merusak tanaman, binatang, dan manusia.

2.2  Cuaca dan Iklim
  1. Cuaca di Bumi
Cuaca merupakan perubahan suhu, angin, curah hujan, dan pancaran sinar matahari dari hari ke hari di seluruh tempat di bumi ini. Semua manusia di berbagai belahan dunia mengalami cuaca yang berbeda-beda. Ada yang sedang mengalami panas terik sinar matahari, ada yang sedang menggigil kedinginan karena musim dingin, ada yang sedang merasakan kehangatan, atau mungkin ada yang sedang duduk meringkuk ketika mengetahui di luar rumah sedang turun hujan dan ada kilat menyambar-nyambar.
Ilmu yang mempelajari tentang cuaca disebut meteorologi. Kata meteorologi berasal dari bahasa Yunani “meteoros” atau ruang atas, yakni atmosfer dan “logos” yang berarti ilmu.


  1. Satelit Cuaca
Segala sesuatu yang berada di orbit bumi, secara teknis disebut satelit. Sedangkan, secara khusus istilah “satelit” digunakan untuk menunjuk pada suatu objek yang ditempatkan di orbit dengan tujuan melakukan tugas atau misi khusus. Misalnya, satelit cuaca, satelit komunikasi, dan satelit sains.
Dalam sejarah, tercatat bahwa satelit Sovyet Sputnik, adalah satelit yang kali pertama mengorbit bumi, pada tanggal 4 Oktober 1957, tonggak kebangkitan penelitian satelit dimulai.

  1. Iklim
Iklim dapat diibaratkan sebagai mesin besar yang menghasilkan tornado, angin puyuh, gelombang tsunami, cuaca yang sangat dingin, ataupun cuaca yang sangat panas di bumi.
Apakah yang menggerakkan mesin iklim ini? Jawabannya adalah : Matahari. Tanpa matahari, iklim tidak akan menghiasi kehidupan di bumi dengan curahan hujan yang menyejukkan ataupun suhu hangat yang menyenangkan. Tanpa matahari, si penggerak iklim itu, maka kita tidak akan ada kehidupan di bumi.

2.3  Pemanasan Global dan Bencana di Bumi
  1. Suhu Bumi
Baru-baru ini, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mempublikasikan bahwa hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Menurut para ilmuwan, selama tahun 1990-2005 telah terjadi peningkatan suhu merata di selurhu bagian bumi yaitu antara 0,15-03o Celcius. Jika peningkatan suhu terus berlangsung, diperkirakan pada tahun 2040 lapisan es di kutub-kutub bumi akan hasil meleleh. Lalu pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan, rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Jika itu terjadi, maka nyawa manusia akan terancam. Oleh karena itu, manusia harus mencegah terjadinya pemanasan global.

  1. Pemanasan Global
Perubahan iklim dapat terjadi karena adanya pemanasan global. Pemasan global adalah peningkatan suhu udara di bumi. Pemanasan global terjadi karena energi matahari, dalam bentuk panas dan cahaya, memanaskan bumi sehingga suhu meningkat. Sebagian dari panas matahari ini dikembalikan ke angkasa. Namun, sebagian besar panasnya terperangkap oleh molekul-molekul gas, seperti gas karbondioksida / CO2, gas Metana / CH4 dan gas dinitrooksida / N2O. Gas-gas tersebut disebut gas rumah kaca. Tanpa gas rumah kaca, bumi akan menjadi sangat dingin dan tidak dapat dihuni.
Masalahnya saat ini, jumlah gas rumah kaca meningkat secara besar-besaran. Sebagian besar merupakan hasil pembakaran, seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara), penebangan hutan, dan praktik-praktik sistem pertanian tertentu.

  1. Satu Dari Lima Orang Dapat Air Bersih
Pada saat suhu bumi terus meningkat, berbagai bencana akan terjadi di bumi, diantaranya adalah sulitnya mendapat air bersih. Hanya (1) dari (5) penduduk dunia yang dapat memperoleh air bersih.
Diperkirakan, kondisi ini akan makin buruk pada tahun 2080. Pada saat itu, sekitar 3 miliar orang kekurangan air bersih, dan sekitar 20%-30% spesies hewan serta tumbuhan akan mengalami kepunahan.

2.4  Rumah Yang Ramah Lingkungan
Di Jepang telah berhasil diciptakan rumah yang ramah lingkungan. Rumah ramah lingkungan adalah rumah yang dirancang untuk menggunakan sedikit mungkin energi untuk pemanas dan pendingin ruangan, memasak dan penerangan. Rumah ramah lingkungan buatan Jepang, yang dinamakan rumah “Zero Emission” ini, luasnya 280 meter persegi, dipamerkan di pertemuan G8 di Hokkaido di Tokyo.
Rumah ini menggunakan green roof untuk menyerap panas yang masuk ke dalam rumah. Disana juga dipasang solar panel untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Bahan-bahan juga ramah lingkungan, seperti eco-cement, vacuum insulation panels, thermal insolution glass, lampu OLED, dan lain-lain.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Untuk mengetahui segala sesuatu tentang “Bumi dan Alam Semesta”. Sebagaimana diketahui bahwa menurut teori “Matahari yang berputar cepat melepaskan cincin debu yang memadat membentuk bumi dan planet-planet lain”. Diharapkan karya tulis ini dapat membentuk ilmu dan teori baru mengenai bumi dan alam semesta yang belum terungkap.

3.2  Saran
Karya tulis ini memberitahukan pembaca untuk mengetahui dan membuka wawasan pembaca mengenai bumi dan alam semesta. Semoga dengan membaca karya tulis ini pembaca dapat menjadi pembaca yang berilmu dan bisa menjaga bumi dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA


-          Ambaarjaya, Beni S. 2007. Mari Mengenal Bumi. Jakarta Timur : PT. Grafindo Media Pratama.

-          Martina, Anna. 2010. Aku Makin Tahu Tentang Bumi dan Iklimnya. Jakarta : Bina Sumber Daya MIPA.