Senin, 11 Mei 2015

Makalah Tentang Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja


BAB I
PENDAHULUAN

Makalah Tentang Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja

A.    Latar Belakang Masalah
Generasi muda merupakan tulang punggung suatu bangsa. Semakin kuat generasi muda semakin kokoh suatu bangsa demikian juga sebaliknya. Namun generasi muda adalah sosok yang mudah terjerumus dengan permasalahan, diantaranya penyalahgunaan narkoba.
Masalah penyalahagunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di Indonesia telah menjadi masalah nasional dan memprihatinkan, karena korban penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini telah semakin meluas, tidak mengenal struktur sosial, jenis kelamin, profesi, umur dan latar belakang pendidikan.

B.     Tujuan Penulisan
1.      Melatih penulis untuk menuangkan ide / gagasan sehingga menjadi sebuah tulisan yang dapat dibaca orang lain.
2.    Sebagai bahan referensi di perpustakaan sekolah dan untuk menambah perbendaharaan karya ilmiah.

C.    Rumusan Masalah
Dalam menuangkan ide atau gagasan sehingga menjadi karya ilmiah, penulis menggunakan cara / metodelogi penulisan  dengan study kepustakaan artinya penulis menghimpun sebanyak-banyaknya  data keterangan yang   bersumber dari buku-buku yang relevan dan dapat juga disebut non observasi.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengetrian Narkoba
Sebagian besar dari permasalahan narkotika, obat psikotropika dan bahan berbahaya (yang disebut narkoba) adalah ketidakmampuan manusia untuk dapat menangani narkoba dengan benar.
Narkoba adalah bagian hidup kita sehari-hari. Memang narkotika dan obat psikotropika merupakan zat yang berguna dalam bidang pengobatan, tetapi dalam kenyataan zat-zat ini sering disalahgunakan yang menimbulkan kerusakan fisik, mental dan emosi selain dari kerusakan fisik, mental dan emosi, selain kerusakan kehidupan dan kesejahteraan umat manusia.
Masalah penyalahgunaan narkoba terus menjadi permasalahan global, mewabah hampir semua bangsa di dunia ini, mengakibatkan kematian jutaan jiwa, menghancurkan kehidupan keluarga dan mengancam keamanan. Narkoba juga menyebabkan penyakit AIDS, dan merenggut nyawa kaum muda serta masa depan kita.

B.     Jenis – Jenis Narkoba
Heroin
·         Heroin adalah jenis narkotika yang sangat keras dan dapat menimbulkan ketergantungan yang kuat, baik fisik maupun mental. Yang mengakibatkan rasa sakit dan kejang-kejang saat di pemakai berhenti memakainya.
·         Heroin biasanya terdapat dalam bentuk butiran, tepung atau cairan.
·         Putaw adalah salah satu jeni heroin yang populer di Indonesia.
·         Heroin mempengaruhi sistem syaraf pusat, membuat orang jadi bodoh dan lemas, merusak konsentrasi. Banyak pemakai heroin yang meninggal karena over dosis.
·         Heroin disebut juga dengan nama : Putw putih, Bedak, PT, White, Etep, dan lain-lain.

Ganja / Cannabis
·         Cannabis mengandung zat kimia (delta g – tetrahydro cannabinol) yang mempengaruhi perasaan, penglihatan serta pendengaran.
·         Akibat penggunaan ganja adalah : hilangnya konsentrasi, kehilangan keseimbangan, dan koordinasi tubuh, berkurangnya sirkulasi darah ke jantung, rasa cemas, gelisah dan panik, depresi, kebingungan / halusinasi.
·         Ganja dikenal juga dengan istilah : Marijuana, Cimeng, Gele, Hash, Rumput / Grass, Kangkung, Ikat, Bang, Labang dan lain-lain.

Ekstasi
·         Ekstasi adalah salah satu jenis amfetamine yang biasanya berbentuk pil (tablet dan kapsul) yang dapat memberikan rangsangan yang kuat terhadap sistem syaraf manusia.
·         Pengguna ekstasi, harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya.
·         Efeklainnya yang timbul dari penyalahgunaan ekstasi adalah : Diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala, pusing, gemetar tak kontrol, denyut nadi yang sangat cepat, mual, muntah, hilang nafsu makan.
·         Ekstasi dikenal dengan istilah : Inex, I, Kancing dan lain-lain.

Shabu
·         Shabu adalah nama populer untuk methamphetamine di Indonesia. bentuknya seperti kristal, tidak berbau dan tidak berwarna. Karena itulah sering disebut “Ice”.
·         Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung dengan zat ini dan penyalahgunaan yang terus menerus dapat merusak otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian.
·         Istilah lain untuk shabu-shabu : Ice, Kristal, Ubas, SS, Mecin dan lain-lain.

Inhalen (Penyalahgunaan Zat-Zat Dengan Cara Dihirup [sniffing])
·         Inhalen adalah zat adiktif seperti lem, tiner, cat dan zat yang sejenisnya yang biasanya disalahgunakan dengan cara di hirup.
·         Penyalahgunaan inhalen ini akan merusak pertumbuhan dan perkembangan otot syaraf, dan organ tubuh lain.
·         Mati mendadak akibat menghirup (sudden sniffing death – ssd) dapat terjadi pada si pemakai.
·         Akibat-akibat lainnya dari menghirup inhalen adalah : Kehilangan ingatan, tidak dapat bepikir, mudah berdarah dan memar, kerusakan pada sistem saraf pusat, kerusakan hati, ginjal dan jantung, kejang-kejang, keram otot dan batuk-batuk.
·         Dikenal dengan sebutan ngelem.

Alkohol
·         Alkohol tergolong zat adiktif yang bersifat menenangkan sistem syaraf pusat (SSP)
·         Alkohol meningkatkan pembentukan lemak dalam hati juga menghambat skeresi protein dari sel hati.
·         Pada wanita peminum berat yang sedang hamil dapat mengakibatkan kematian bayi, lahir / aborsi spontan.

C.    Peredaran Narkoba
Permasalahan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang demikian kompleks dan merupakan hasil interaksi tiga faktor yaitu faktor :
1)      Narkoba sendiri.
2)      Individu
3)      Lingkungan Sosial

Ø  Faktor Individu
Aspek kepribadian ciri-ciri yang dianggap sebagai faktor pedahulu dari riwayat penyalahgunaan narkoba pada seseorang antara lain :
·         Kecemasan dan depresi karena tidak mampu menyelesaikan kesulitan hidup, menghindari rasa cemas dan depresi, maka orang melarikan diri kepenyalahgunaan narkoba.
Ø  Faktor Sosial – Budaya
·         Kondisi keluarga / orang tua
-          Hubungan kurang dekat antara orang tua dan anak atau komunikasi menyebabkan anak mencari pengganti (substitusi) dan kompensasi kedalam kelompok sebaya dimana anak mulai “berkenalan” dengan narkoba.
-          Beberapa contoh disfungsi keluarga yang menggambarkan gangguan dalam kondisi keluarga itu sendiri seperti :
a.       Kematian orang tua.
b.      Kedua orang tua bercerai / pisah.
c.       Hubungan kedua orang tua tidak harmonis.
d.      Orang tua sibuk dan jarang di rumah.
e.       Orang tua mempunyai kelainan kepribadian (personality disorder)

·         Pengaruh Teman Sekelompok Sebaya
-          Perkenalan pertama dengan narkoba umumnya dari teman sekelompok.
-          Keinginan untuk diterima sesama anggota kelompok dan keinginan untuk bersatu dalam subkultur ini makin kuat.
-          Teman sekelompok sebagai kompensasi kurang dekat hubungan orang tua dan anak, kurang perhatian dan pengawasan.
·         Faktor Sekolah
-          Sekolah merupakan tempat dimana anak-anak berada selama siang hari, mereka berkumpul dengan kelompok sebayanya, yang dapat menjadi suatu ajang perkenalan terhadap penyalahgunaan narkoba.
-          Pengaruh sekolah tidak langsung terhadap penyalahgunaan narkoba adalah :
1)      Tidak ada kebijakan yang jelas berkaitan dengan narkoba.
2)      Sistem kontrol yang kurang erat.
3)      Cara mengajar yang kurang menyenangkan.

Ø  Faktor Lain di Lingkungan
·         Pengaruh Iklan / Promosi Melalui Media Massa.
-          Promosi atau iklan obat yang berlebihan akan membentuk drug – oriented society. Yaitu beranggapan rasa sakit dapat disembuhkan dengan cara menggunakan obat-obatan, dan menjadi salah satu penyebab masalah narkoba.

Ø  Masyarakat Modern
·         Banyak kondisi dalam kehidupan modern ini meningkatkan kecemasan dalam diri individu. Tuntunan akan prestasi mulanya dan perubahan-perubahan sosial budaya dan ekonomi sebagai konsekuensi modernisasi dianggap sebagai faktor penting yang menyebabkan stress. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya dipandang sebagai obat untuk mengatasi stress tetapi sudah merupakan bagian daro pola hidup modern yang serba kompleks.

D.    Akibat Penyalahgunaan Narkoba
Akibat penyalahgunaan narkoba yang tragis dan nyata bisa dilihat dari pecandu sendiri. Seseorang yang meraih kesenangan palsu, suka berhalusinasi, dengan sistem saraf pusat dan sel-sel otak yang rusak dan daya ingatnya terganggu, suka mengunci diri atau berpaling pada tindak kejahatan atau pelacuran, dengan sistem reproduksinya rusak dan akhirnya meninggal akibat overdosis atau akibat AIDS.
Narkoba lebih parah dari pada bandit. Bandit mengacungkan pistol didepan wajah korbannya dan mengancam “Pilih uang atau nyawa”. Narkoba merampas keduanya.

1.      Bagi Diri Sendiri
a.       Fisik
·         Penyalahgunaan narkoba merusak susunan saraf pusat dan mengakibatkan kerusakan sel otak yang irreversible, kerusakan hati, jantung, ginjal, paru-paru dan organ lainnya.
·         Pecandu dengan suntikan mempunyai resiko kematian tujuh kali lebih tinggi dari populasi umum pada kelompok umur yang sama.
·         Penggunaan jarum suntik bergantian oleh pengguna narkoba suntikan (IDU) adalah cara yang paling efektif menularkan HIV, virus penyebab AIDS.
b.      Psikis
·         Karena penggunaan narkoba akan diikuti oleh perubahan pikiran, perasaan dan perilaku maka hal-hal dalam kondisi normal tidak akan dilakukan seseorang, setelah memakai narkoba tersebut tidak ada yang tidak mungkin ia lakukan termasuk melukai atau membunuh orang. Orang menjadi tidak lagi dapat bertindak secara rasional.
·         Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan meningkatnya kesehatan, kekerasan dan kriminalitas. Kokain, khususnya bila digabungkan dengan alkohol, dapat mengakibatkan / membangkitkan prilaku penuh kekerasan dari diri yang berwatak lembut.

c.       Masa Depan
·         Konsumsi narkoba dalam kandungan mengakibatkan bayi yang baru lahir menderita cacat dan kelainan bawaan serta merusak mental (Psikis) maupun jasmani (Fisik).
·         Para pengguna narkoba tiga atau empat kali cenderung mengalami kecelakaan kecil di tempat kerja.
·         Penyalahgunaan narkoba merusak karir seseorang. Narkoba dan karir tidak bisa berjalan bersama.
·         Kerusakan paling parah akibat narkoba adalah dikeluarga. Kehidupan keluarga yang tidak berfungsi normal  berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba dan akhirnya memecah keluarga yang harmonis.
2.      Bagi Keluarga
Keluarga yang memiliki anak / anggota keluarga lainnya yang mengkonsumsi narkoba hingga ketergantungan keluarga itu akan merasa malu dilingkungan masyarakatnya. Ini menandakan orang tua tidak mampu mendidik anaknya (Sutiradja. 1996). Masyarakat akan memandang keluarga itu adalah keluarga yang rusak baik moral, maupun etikanya.

3.      Bagi Masyarakat / Lingkungan
Seorang anak yang kecanduan narkoba biasanya dikucilkan dan dianggap  perusak moral remaja lainnya. Sehingga dia dimarahi, dijauhi dan bila perlu diusir dari lingkungan masyarakat setempat. Masyarakat  merupakan lingkungan sosial yang luas, ia terkadang melaksanakan hukum sendiri yaitu adakalanya pecandu narkoba dipukul, dicaci maki dan siksaan lainnya. Oleh sebab itu, penilaian masyarakat terhadap pecandu narkoba khususnya remaja sangat buruk. Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik lingkungan setempat.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Masalah narkoba adalah masalah kita bersama, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Karena akibat penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang sangat meresahkan masyarakat, dan merusak moral khususnya kalangan remaja yang rentan dan labil pemikirannya. Sehingga mereka dapat dengan mudah mengedarkan narkoba.
Akibat yang timbul dari masalah narkoba, merusak diri dan mencoreng nama baik keluarga. Maka hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Beberapa usaha yang telah dilakukan pemerintah yaitu pencegahan dan rehabilitasi telah dianggap berhasil meskipun masih ada kekurangan disana sini.

B.     Saran
Penulis menyarankan kepada generasi muda khususnya remaja, berhati-hatilah dalam menentukan teman di pergaulan. Sebab jika kita salah memilih teman, maka teman kita itulah yang bisa menjerumuskan kita ke hal-hal yang tidak baik, terutama teman kita yang kecanduan narkoba, bisa jadi mereka menjajah untuk menikmati barang haram tersebut. Bagi pemerintah, usaha yang telah dilakukan sangat baik. Namun, perlu ditingkatkan terus karena pengedar dan pemakai narkoba tidak pernah berkurang.
DAFTAR PUSTAKA

AK. Baihaqi. 2000. Mendidik Anak Dalam Kandungan
            Jakarta : Darul Ulul Press
G. Padmohoedojo, Paulina. 2003. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.
            Jakarta : Badan Narkoba Nasional
Sutrejo, Wina. 1996. Menjaga Kesehatan Keluarga. Jakarta
            Dinas Kesehatan RI.