Persamaan dan Perbedaan Pendidikan Dengan Pembelajaran



PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN
( Empat Pilar Pendidikan Dan Pembelajaran Menurut UNESCO )
Empat Pilar Pendidikan Dan Pembelajaran Menurut UNESCO


Perbedaan Pendidikan dan Pembelajaran (Learning)
Istilah pendidikan berasal dari kata didik (bahasa Melayu) artinya : atur atau tata. Aturan atau tatanan disebut juga norma. Maksudnya pendidikan selalu terkait dengan norma. Pembelajaran (learning) lebih dititik beratkan kepada kompetensi (kemampuan untuk menguasai sesuatu).

Persamaan Pendidikan dan Pembelajaran
a.       Pendidikan dan pembelajaran harus berlangsung serempak mungkin sekali kondisi yang terjadi di negara kita saat ini lebih banyak learning (pembelajaran) dari pada pendidikan.
b.      Pendidikan dan pembelajaran keduanya berkaitan dengan pembentukan akhlak/prilaku.
c.       Pendidikan dan pembelajaran terlaksana sepanjang hayat (life long learning).

A.    Learning todo (Belajar Melakukan / Berbuat)
Manusia yang hidup harus beraktifitas atau berbuat. Sungguhpun demikian tidak semua perbuatan boleh di kerjakan manusia, ada yang terlaranmg untuk dikerjakan oleh manusia.
1.      Apa yang harus dilakukan (have todo)
Untuk mengetahui apa yang mesti dilakukan manusia, perlu dipelajari apa yang diperintahkan Tuhan kepada manusia agar dapat merasakan kenikmatan hidup di dunia, sebab kehidupan di alam semesta ini di atur menurut ketentuan Tuhan.
2.      Apa yang dilarang untuk melakukan (must not do)
Untuk mengetahui apa yang dilarang melakukan. Contoh : manusia dilarang berzina, berbohong dan menyiksa.

B.     Learning to be (Belajar Menjadi)
1.      Learning to be (belajar menjadi) yang dirodai Tuhan : have to be.
Manusia yang percaya Tuhan serta berikan kepada-Nya akan bersedia patuh pada-Nya. Tuhan telah memutuskan bahw kehidupan manusia penuh dengan peristiwa (gejala kehidupan) sejak dari dalam kandungan, manusia akan mengalami berbagai proses kehidupan seperti menjadi zygote, embryo, fetus, bayi, anak usia dini, anak SD, remaja, dewasa, petani, buruh, nelayan dan sebagainya.

  1. Senang atau bersedia menerima Qada dan Qadar
·         Qada secara bahasa artinya adalah ketentuan, maksudnya ketentuan / ketetapan Allah. Sejak zaman dahulu tentang sesuatu makhluk yang menyangkut baik dan buruk, senang dan susah, manfaat dan mufakat, sehat dan sakit serta berbagai macam bentuk nasib lainnya.
·         Qadar adalah ketentuan / ketetapan Allah yang telah berlaku atau telah terjdi kepada makhluknya. Ketentuan itu telah menjadi undang-undang alam atau Sunatullah yang abadi serta berlaku untuk semua ciptaan Allah.
Jadi dalam meyakini rukun iman yang keenam ini adlah beberapa hal yang harus dijelaskan diantaranya adalah takdir dengan kehendak bebas manusia tersebut. Dengan kehendak bebas yang ada padanya, manusia menjadi pembuat nasibnya sendiri. Oleh karena itu apa yang disebut dengan nasib tidak lain dari berlakunya hukum sebab akibat dalam kehidupan manusia tetapi dalam kebebasannya manusia mempertanggung jawabkan pilihannya itu.
Hikmah beriman kepada Qada dan Qadar diantaranya sebagai berikut :
1.      Perlunya manusia berusaha dalam kehidupan.
2.      Sabar menghadapi cobaan.
3.      Meyakinkan bahwa cobaan adalah ketentuan dari Qada dan Qadar Allah.
Agama Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu berusaha dan berdo’a kepada Allah untuk berbuat kebaikan dan terhindar dari berbuat salah.

  1. Menjadi yang dituntut oleh negara, masyarakat dan diri sendiri
1.      Negara
Negara yang selamat aman dan tentram adalah yang didasari dengn taqwa yaitu suatu negeri yang warga negara nya secara individual hidup menurut Islam yang memperlihatkan solidarisme hidup penduduknya dalam pergaulan, dan di dalam pekerjaan sehari-hari penuh dijiwai dengan sifat rajin dan gembira, serta kesehatan badannya prima.
Hubungan kemanusiaan yang penuh persaudaraan yang jujur dan kekeluargaan yang terdapat di dalamnya adalah kekeluargaan yang menumbuhkan rasa bahagia untuk itu suatu negeri yang aman dan sehat / selamat berwatak saling tolong menolong yang bersih dan indah secara materil dan spritual. Tak ada di dalamnya kerusakan dan kriminilitas atau kesehatan. Maka dari itu hendaknya kita sebagai warga negara yang baik, harus menjalankan kewajiban sebagai warga negara.
Kewajiban terhadap Negara :
-          Kewajiban terhadap cinta tanah air, harus dilaksanakan dengan kesediaan membela dan mempertahankan tanah air dari setiap serangan dan gangguan.
-          Kewajiban rakyat dapat diwujudkan dengan menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak mereka.
-          Kewajiban terhadap pemerintah dapat dilakukan dengan mentaati peraturan perundang-undangan yang dikeluarkannya, sepanjang peraturan itu tidak bertentangan dengan ketetapan Allah dan Sunnah Rasul-Nya.

2.      Masyarakat
Lingkungan masyarakat adalah lingkungan dalam proses pembentukan kepribadian manusia sesuai dengan keberadaannya pada lingkungan masyarakat akan memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam diri manusia bisa menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial, karena manusia menyadari tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain (tidak bisa hidup sendiri).
Agar hubungan antar manusia di masyarakat dipelihara dan terbina dengan baik perlu dituntut diantaranya :
-          Sikap saling tolong menolong.
-          Suka memaafkan orang lain.
-          Menepati janji.
-          Lapang dada.
-          Menegakkan keadilan dan berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain.

3.      Keluarga dan Diri Sendiri
Keluarga adalah merupakan kesatuan-kesatuan kemasyarakatan yang paling kecil. Sebagai suatu kesatuan, maka ikatan didasarkan atas perkawinan dimana-mana tiap anggota mengabdikan dirinya kepada kepentingan dan tujuan kekeluargaan dengan rasa kasih dan penuh tanggung jawab. Keluarga itu meliputi Ayah, Ibu dan anak-anak (atau disebut juga sebagai anti)
Menurut Reymond. W. Murray mengemukakan fungsi keluarga sebagai :
    1. Kesatuan tuntunan (biologis) dan juga kebahagiaan bermasyarakat.
    2. Berkewajiban untuk meletakkan dasar pendidikan, rasa keagamaan, kemauan, rasa kesukaan pada keindahan.
Seorang anak mempunyai kewajiban terhadap orang tuanya :
1.      Anak harus patuh dan menghormati orang tuanya.
2.      Memelihara mereka jika telah tua.
3.      Mendo’akan jika salah seorang atau keduanya telah meninggal dunia.
4.      Menepati janji atau wasiat orang tua.
5.      Wajib memelihara silaturrahmi dengan siapapun juga yang mempunyai hubungan baik dengan orang tuanya selama masa hidup.

2.   Must not be (Menjadi yang Terlarang)
Must not be (menjadi yang terlarang) sangat penting untuk dipahami oleh pendidik bahwa tidak semuanya tobe (menjadi) sesuatu yang kondisinya dapat diterima Tuhan.
Contoh menjadi pembohong, menjadi pengacau masyarakat, menjadi orang munafik dan sejenisnya sesuatu yang dilarang.

C.    Learning to Live Together (Belajar Hidup Bersama)
a.       Manusia makhluk sosial, ia tidak akan jadi manusia sesungguhnya jika tidak hidup berdampingan dengan sesama manusia, dan dengan makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia harus dapat bekerjasama dengan manusia lain dalam lingkungannya. Disamping itu ia membutuhkan makhluk Tuhan lainnya seperti tumbuhan, hewan, dan berbagai benda baik bersifat organik atau anorganik. Dengan kata lain manusia harus dapat hidup bersama dengan sesama manusia, dan makhluk Tuhan yang dibutuhkannya. Inilah yang disebut dengan konsep learning to live together.
Manusia harus dapat mengambil manfaat untuk lingkungan hidupnya, dia juga sekaligus juga memberikan manfaat kepada lingkungannya. (Q.S. 2 : 254) Oleh karena itu setiap manusia diharuskan mempelajari sifat-sifat dari setiap makhluk yang ada di lingkungannya.


b.      Dengan siapa manusia terlarang untuk hidup bersama, termasuk bekerjasama.
Learning to live together, tidak dianjurkan dengan seluruh makhluk ciptaan Tuhan, tetapi ada batasannya yang telah ditetapkan Tuhan. Manusia tidak dianjurkan untuk hidup dan bekerjasama dengan setan atau sebangsa dengan itu. tuhan menjelaskan bahwa setan adalah musuh bagi manusia (Q.S. 2 : 208).

1 Response to "Persamaan dan Perbedaan Pendidikan Dengan Pembelajaran"