Rabu, 30 September 2015

Beberapa Cara Pengelolaan Sekolah Inklusi



Beberapa Cara Pengelolaan Sekolah Inklusi


A.    Tata Laksana Sekolah Inklusi
Pengelolaan sering disebut dengan istilah manajemen atau administrasi yaitu segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal.
Berdasarkan tugas pokoknya pengelolaan mempunyai tugas dan fungsi sebagai :
  1. Merencanakan
  2. Mengorganisasikan
  3. Mengarahkan
  4. Mengkoordinasikan
  5. Mengawasi
  6. Mengevaluasi
Ruang lingkup manajemen atau pengelolaan sekolah meliputi :
·         Input sekolah
·         Kurikulum
·         Tenaga kependidikan
·         Sarana dan prasarana
·         Dana
·         Lingkungan
·         Kegiatan belajar mengajar

Pengelolaan Kesiswaan
Penerimaan siswa baru pada sekolah inklusi hendaknya memberikan peluang atau kesempatan pada anak luar biasa untuk dapat diterima dan mengikuti pendidikan di sekolah inklusi terdekat. Untuk tahap awal agar memudahkan pengelolaan kelas seyogyalah setiap kelas inklusi dibatasi tidak lebih dari dua jenis anak yang membutuhkan pendidikan khusus dan jumlah keduanya tidak lebih dari 5 anak. Manajemen (pengelolaan) bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan lancar, tertib serta mencapai tujuan yang diinginkan. Pengelolaan kesiswaan meliputi :
·         Penerimaan siswa baru termasuk dalamnya aspek identifikasi dan asesmen.
·         Program bimbingan dan konseling.
·         Pengelompokkan belajar siswa.
·         Kehadiran siswa.
·         Mutasi siswa.
·         Papan statistic siswa.
·         Buku induk siswa.

Pengelolaan Kurikulum
Kurikulum yang digunakan pada sekolah inklusi adalah kurikulum anak normal (regular) yang disesuaikan (modifikasi sesuai) dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa. Modifikasi dapat dilakukan dengan cara :
·         Modifikasi alokasi waktu.
·         Modifikasi isi / materi.
·         Modifikasi proses belajar mengajar.
·         Modifikasi sarana dan prasarana.
·         Modifikasi pengelolaan kelas.

Pengelolaan Tenaga Kependidikan
Tenaga pendidik yang terlibat pada sekolah inklusi meliputi guru kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing khusus. Kekhasan pengelolaan pada sekolah inklusi adalah dalam pengaturan pembagian tugas dan pola kerja antar tenaga kependidikan khususnya antara guru regular dengan guru pembimbing khusus dalam memberikan pelayanan khusus bagi siswa yang membutuhkan pendidikan khusus.

Pengelolaan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada sekolah inklusi sesuai dengan jenis kelainan dan kebutuhan siswa.

Pengelolaan Keuangan / Dana
Pada sekolah inklusi perlu dialokasikan dana khusus yang antara lain berguna untuk :
  1. Kegiatan identifikasi input siswa.
  2. Modifikasi kurikulum.
  3. Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat.
  4. Pemberdayaan peran serta masyarakat.
  5. Pelaksanaan belajar mengajar.

Selasa, 29 September 2015

Penilaian Berorientasi Anak Berkebutuhan Khusus



Penilaian Berorientasi Anak Berkebutuhan Khusus


A.    Bentuk-bentuk Penilaian
Dalam kehidupan profesionalnya guru tidak lepas dari kegiatan memberikan ulangan atau disebut juga tes. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada hari-hari tertentu. Tes, pengukuran, dan evaluasi merupakan tiga istilah yang saling berhubungan tapi juga memiliki perbedaan.
Penilaian terhadap anak berkebutuhan khusus pada dasarnyatidak jauh berbeda dengan penilaian terhadap anak norma terutama dalam penilaian hasil belajar. Bagi anak berkebutuhan khusus terdapat kebutuhan khusus yang mungkin tidak dirasakan sebagai kebutuhan mendesak dari anak-anak normal. Kebutuhan itu adalah kebutuhan yang berhuungan dengan kelainannya. Oleh karena itu didalam penilaian anak-anak berkebutuhan khusus terdapat hal-hal yang tidak terdapat didalam penilaian anak-anak normal. Adapun bentuk penialain secara garis besar terbagi atas 2 bagian yaitu :
  1. Teknik non tes, yang termasuk dalam bentuk non tes misalnya
·         Skala bertingkat merupakan salah satu cara penggambaran posisi atau prestasi seorang siswa dalam hal hasil belajar, pendapat, sikapnya dengan menempatkannya pada kedudukan tertentu biasanya digambarkan dengan skala.
·         Kuisioner yang sering disebut angket. Kuisioner merupakan daftar pertanyaan yang harus diisi siswa untuk mengetahui tentang keadaan diri, pengalaman, pengetahuan, sikap bahkan prilakunya.
·         Wawancara adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan atas suatu masalah dari siswa dengan melakukan tanya jawab.
·         Observasi adalah suatu cara yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara teliti serta melakukan pencatatan secara sistimatis terhadap semua informasi, keterangan, data mengenai prestasi, perubahan tingkah laku, hambatan,bahkan kendala yang ada pada diri siswa yang diamati.
·         Riwayat hidup adalah gambaran sekaligus rekaman tentang keadaan kronologis seseorang dimasa hidupnya.
  1. Teknik tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Jika tes dipandang sebagai alat ukur untuk mengukur sekaligus menilai tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti keberhasilan siswa sekaligus program pengajaran maka tes harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu :
·         Validitas artinya sejauh mana alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang diukur.
·         Reliabelitas artinya alat ukur itu dapat cipercaya kalau hasilnya sama.
·         Pembakuan adalah upaya untuk memberikan perlakuan yang sama pada semua objek yang diukur.
·         Objektifitas.
·         Diskriminatif adalah alat ukur diharapkan memiliki daya pembeda yang cukup tinggi.
·         Komprehensif maksudnya alat ukur bersifat praktis dan mudah pengadiministrasikannya.
·         Ekonomis pelaksanaan tes sebaiknya tidak membutuhkan banyak biaya.

B.     Mekanisme Penilaian
Untuk mengetahui keberhasilan guru dalam membantu mengatasi kesulitan belajar anak perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus terhadap kemajuan bahkan kemunduran belajar siswa. Jika anak mengalami kemajuan dalam belajar maka pendekatan yang dipilih guru perlu terus dimantapkan, tapi bila tidak ada kemajuan maka perlu diadakan peninjauan kembali.
Ditinjau dari mekanisme atau pelaksanaannya alat penilaian dapat dikelompokkan atas :
  1. Tes tertulis
  2. Tes lisan
  3. Tes perbuatan
Ditinjau dari bentuk soal dapat dikelompokkan menjadi
  1. Tes uraian / essay
·         Uraian bebas
·         Uraian terbatas
  1. Tes objektif
·         Tes betul salah
·         Tes pilihan ganda
·         Tes menjodohkan
·         Tes jawaban singkat
·         Tes isian
·         Tes melengkapi
  1. Tes lisan
·         Lisan terbuka
·         Lisan tertutup
  1. Tes perbuatan
  2. tes diagnostic
  3. Skala sikap dan skapa penilaian
Mekanisme kegiatan penilaian yang dapat dilakukan antara lain :
·         Mengajukan pertanyaan secara umum kepada siswa atau beberapa siswa mengenai pokok materi yang telah diajarkan. Pertanyaan dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan atau perbuatan.
·         Bagi siswa yang kurang jelas dapat diberikan penjelasan ulang atau secara bersama-sama diberikan tugas pekerjaan rumah.
·         Hasil evaluasi dapat ditindak lanjuti berupa kegiatan perbaikan dan pengayaan.
Pelaksanaan penilaian hasil belajar seharusnya mampu mengungkapkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Dengan demikian antara penilaian hasil belajar siswa bekerbutuhan khusus tidak jauh berbeda dengan anak norma namun tidak dapat dipungkiri ada hal-hal tertentu yang menjadi kekhususan dalam melaksanakan penilaian terhadap anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut diakibatkan oleh kelainannya.

C.    Pelaporan Penilaian
Untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan hasil belajar perlu dilakukan suatu penilaian terhadap hasil belajar yang telah dilaksanakan baik melalui tes maupun non tes. Adapun jenis penilaian meliputi :
  1. Ulangan harian
  2. Tugas dan pekerjaan rumah
  3. Ulangan umum
Adapun pelaporan nilai yang sering dilakukan oleh guru seperti :
·         Cara penilaian kuantitatif adalah menilai hasil yang dicapai siswa yang disajikan dalam bentuk angka dengan rentangan antara 0 s/d 10 atau 1 s/d 100.
·         Cara penilaian kualitatif adalah menilai hasil belajar siswa yang disajikan dalam bentuk kategori seperti: baik sekali, baik, cukup, sedang, kurang, kurang sekali.
·         Cara pengolahan nilai raport pada setiap akhir semester yaitu:
1)      Menghitung rata-rata nilai ulangan harian (tertulis, pengamatan) dengan kode (X).
2)      Menghitung nilai rata-rata tugas dan PR (Y).
3)      Menghitung perolehan nilai semester (P)
4)      Menghitung nilai untuk setiap akhir semester

Senin, 28 September 2015

Kurikulum Yang Berdiferensiasi Dan Program Pendidikan Individual

Kurikulum Yang Berdiferensiasi Dan Program Pendidikan Individual


A.    Kurikulum Yang Berdiferensiasi
1.      Pengertian Kurikulum yang Berdiferensiasi
Kurikulum atau silabus berdiferensiasi adalah kurikulum nasional dan lokal yang dimodifikasi dengan penekanan pada materi esensial dan dikembangkan melalui sistem eskalasi dan enrichment yang dapat memacu dan mewadahi secara integrasi pengembangan spiritual, logika, etika dan estetika, kreatif, sistematik, linear dan konvergen.

2.      Prinsip Kurikulum Berdiferensiasi
            Diawal telah disebutkan bahwa pengembangan kurikulum berdiferensiasi harus melalui prinsip dan tahapan yang sama dengan kurikulum nasional.
Berikut adalah beberapa prinsip yang harus dipegang dalam menyusun kurikulum :
1)      Berpusat pada potensi, kebutuhan dan kepentingan siswa.
2)      Beragam dan terpadu.
3)      Tanggap terhadap kemajuan dan perubahan IPTEK dan seni.
4)      Relevan dengan kebutuhan kehidupan menyeluruh dan berkesinambungan.
5)      Belajar sepanjang hayat.

B.     Program Pendidikan Individual
Program Pendidikan Individual (PPI) umumnya dikembangkan oleh guru PLB yang bertugas di sekolah luar biasa. Sebelum digunakan PPI harus terlebih dahulu dievaluasi oleh suatu tim. Tim tersebut biasanya beranggotakan :

  1. Guru PLB yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pendidikan bagi ABK.
  2. Guru regular (guru kelas atau bidang studi).
  3. Kepala Sekolah.
  4. Orang tua.
  5. Ahli yang berkaitan dengan anak (dokter atau spikology).
  6. Anak itu sendiri kalau mungkin.
Menurut the United States Code, P.L. 94-142, PPI hendaknya memiliki lima pernyataan yaitu :
  1. Taraf kemampuan anak saat ini.
  2. Tujuan umum yang akan dicapai dalam satu tahun dan penjabarannya dalam pembelajaran khusus.
  3. Pelayanan khusus yang tersedia bagi anak dan perluasannya untuk mengikuti program reguler.
  4. Proyeksi tentang kapan dimulainya kegiatan dan waktu untuk memberikan pelayanan.
  5. Produser evaluasi dan keberhasilan atau kegagalan program.
Kegunaan PPI adalah untuk menjamin bahwa setiap ABK memiliki suatu program yang diindividualkan untuk mempertemukan kebutuhan-kebutuhan khas yang mereka miliki, dan mengkimunikasikan program tersebut kepada orang-orang yang berkepentingan dalam suatu program secara tertulis.
Menurut Kitano dan Kirby (1986: 160) ada lima langkah dalam merencanakan satuan PPI :
  1. Menentukan tim PPI.
  2. Menilai kebutuhan anak.
  3. Mengembangkan tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek.
  4. Merancang metode dan prosedur pencapaian tujuan.
  5. Menentukan metode evaluasi untuk menentukan kemajuan anak

Satuan PPI hendaknya diperbaharui secara terus menerus dan menunjukkan kapan tujuan pembelajaran khusus telah diselesaikan. Selain itu menggabungkan hasil-hasil observasi dan saran-saran dari orang-orang yang memiliki peran penting bagi pendidikan anak, terutama orang tua dapat menghasilkan suatu program yang lebih baik sesua dengan pandangan bahwa anak merupakan pribadi yang utuh.

Minggu, 27 September 2015

Asebilitas Anak Berkebutuhan Khusus

Asebilitas Anak Berkebutuhan Khusus
Asebilitas Anak Berkebutuhan Khusus


Pengelolaan sarana khusus di sekolah inklusif dapat dilakukan secara terpadu oleh tim berbagai profesi yang terkait dengan prinsip efisiensi dan efektive.
A.    Tuna Netra
Sarana khusus itu adalah :
1)      Dokter mata
2)      Psikolog
3)      Ahli pendidikan luar biasa
4)      Ahli olahraga anak luar biasa
5)      Guru SLB tuna netra dan/atau berpendidikan spesialis tuna netra
6)      Guru SD
7)      Social worker
8)      konselor
B.     Tuna Rungu / Gangguan Komunikasi
Sarana dan prasarana khusus itu adalah :
1)      Dokter ahli THT (telinga, hidung, tenggorokan)
2)      Psikolog
3)      Konselor
4)      Ahli pendidikan luar biasa
5)      Ahli olahraga anak luar biasa
6)      Guru SLB tunarungu dan/atau berpendidikan spesialis tuna rungu
7)      Guru SD
8)      Social worker

C.    Tuna Grahita / Anak Lamban Belajar
Sarana dan prasarana khususnya adalah :
1)      Psikolog
2)      Neurolog
3)      Dokter spesialis anak
4)      Ahli pendidikan luar biasa
5)      Ahi olahraga anak luar biasa
6)      Ahli terapi wicara
7)      Guru SLB tuna grahita dan/atau guru berpendidikan spesialis tuna grahita
8)      Guru SD
9)      Social worker

D.    Tuna Daksa
Sarana dan prasarana khususnya adalah :
1)      Psikolog
2)      Konselor
3)      Neurolog
4)      Dokter ortopedi
5)      Ahli pendidikan luar biasa
6)      Ahli olahraga anak luar biasa
7)      Ahli terapi wicara
8)      Guru SLB tuna daksa dan/atau guru berpendidikan spesialisasi tuna daksa
9)      Guru SD
10)  Social worker
11)  Ortotis protetis
12)  Fisioterapis
13)  Okuparsional terapis

E.     Tuna Laras
Sarana dan prasarana khususnya adalah :
1)      Psikolog
2)      Konselor
3)      Psikiater
4)      Ahli pendidikan luar biasa
5)      Ahli olahraga anak luar biasa
6)      Guru SLB tuna laras dan/atau guru berpendidikan spesialisasi tuna laras
7)      Guru SD
8)      Social worker

F.     Anak Berbakat
Sarana dan prasarana khususnya adalah :
1)      Psikolog
2)      Ahli pendidikan luar biasa
3)      Konselor
4)      Guru SD
5)      Social worker

G.    Anak yang Mengalami Kesulitan Belajar
1)      Kesulitan belajar membaca (disleksia)
Sarana-prasarana khususnya adalah :
a)      Psikolog
b)      Konselor
c)      Dokter spesialis anak/neurolog
d)     Ahli pendidikan luar biasa
e)      Ahli terapi wicara
f)       Ahli bahasa (ahli remedi bahasa)
g)      Gusu SD
h)      Social worker
2)      Kesulitan belajar bahasa
a)      Psikolog
b)      Konselor
c)      Dokter spesialis anak / neurolog
d)     Ahli pendidikan luar biasa
e)      Ahli terapi wicara
f)       Ahli bahasa (ahli remedi bahasa)
g)      Guru SD
h)      Social worker
3)      Kesulitan belajar menulis (disgrafia)
a)      Psikolog
b)      Konselor
c)      Dokter spesialis anak / neurolog
d)     Ahli pendidikan luar biasa
e)      Ahli bahasa (ahli remedi bahasa/menulis)
f)       Guru SD
g)      Social worker
4)      Kesulitan belajar matematika (diskalkulia)
a)      Psikolog
b)      Konselor
c)      Dokter spesialis anak / neurolog
d)     Ahli pendidikan luar biasa
e)      Ahli matematika (ahli remedi matematika)
f)       Guru SD
g)      Social worker

Sabtu, 26 September 2015

Sarana Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Sarana Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)



Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ABK, maka diperlukan sarana dan prasarana inklusif antara lain :
A.    Sarana-Prasarana Umum terdiri atas :
  1. Ruang kelas beserta perlengkapannya.
  2. Ruang praktikum (laboratorium) beserta perangkatnya.
  3. Ruang perpustakaan beserta perlengkapannya.
  4. Ruang serba guna beserta perlengkapannya.
  5. Ruang BP/BK beserta perlengkapannya.
  6. Ruang UKS beserta perangkatnya.
  7. Ruang Kepala Sekolah, Guru dan Tata Usaha beserta perangkatnya.
  8. Lapangan olahraga beserta peralatannya.
  9. Toilet
  10. Ruang ibadah beserta perangkatnya.
  11. Ruang kantn

B.     Sarana Khusus terdiri dari :
  1. Tuna Netra
a.       Alat Asesmen
Alat yang digunakan untuk asesmen penglihatan anak tuna netra seperti :
1)      SVR trial lens set
2)      Snellen chart
3)      Ishihara test
4)      Snellen chart electronic
b.      Orientasi dan mobilitas
Anak tuna netra mengalami gangguan orientasi mobilitas baik sebagian maupun secara keseluruhan dapat menggunakan alat-alat sebagai berikut :
1)      Tongkat panjang
2)      Tongkat lipat
3)      Blind fold
4)      Bola bunyi
5)      Tutup kepala
c.       Alat bantu pelajaran / akademik
Untuk membantu penguasaan kemampuan dibidang akademik maka dibentukkan pelayanan dan peralatan khusus berupa :
1)      Globe timbul
2)      Peta timbul
3)      Abacus
4)      Penggaris braille
5)      Blokies (sejumlah dadu dengan simbol braille dengan papan berkotak)
6)      Puzzle ball
7)      Papan baca
8)      Model anatomi mata
9)      Meteran braille
10)  Puzzle buah-buahan
11)  Puzzle binatang
12)  Kompas braille
13)  Talking watch
14)  Gelas rasa
15)  Botol aroma
16)  Bentuk-bentuk geometri
17)  Collor sorting bone
18)  Braille kit
19)  Reglets & stylush
20)  Mesin tik biasa
21)  Mesin tik braille
22)  Komputer dan printer broille
23)  Kompas bicara
24)  Kamus bicara
d.      Alat bantu visual
Kelainan penglihatan anak tuna netra bervariasi dari yang ringan (low vision) sampai yang total (total blind). Untuk membantu memperjelas penglihatannya pada anak tuna netra low vision dapat digunakan alat sebagai berikut :
1)      Magnifies lens set
2)      CCTV
3)      View scan
4)      MIcroscope
e.       Alat bantu auditif
Untuk melatih kepekaan pendengaran anak tuna netra agar dapat mengikuti pendidikan dengan lancar dapat digunakan alat-alat seperti :
1)      Tape recorder double deck
2)      Alat musik pukul
3)      Alat musik tiup
f.       Alat latihan fisik
Untuk mengembangkan kemampuan fisiknya dalah digunakan alat sebagai berikut :
1)      Catur tunanetra
2)      Bridge tunanetra
3)      Sepak bola dengan bola berbunyi
4)      Papan keseimbangan
5)      Power raider
6)      Static bycicle
  1. Tuna Rungu / Gangguan Komunikasi
a.       Alat asesmen
Asesmen kelainan pendengaran dilakukan untuk mengukur kemampuan pendengaran, atau untuk menentukan tingkat kekuatan suara/sumber bunyi. Dalam hal ini dapat menggunakan alat sebagai berikut :
1)      Scan test
2)      Bunyi-bunyian
3)      Garfutala
4)      Audio meter T blanko audioragm
5)      Mobile sound praof
6)      Sound level meter
b.      Alat bantu dengar
Untuk membantu pendengarannya, dapat dilakukan menggunakan alat bantu dengan (hearing adi) seperti :
1)      Model saku
2)      Model belakang
3)      Model kacamata
Untuk membantu pendengaran dalam proses pembelajaran digunakan alat-alat seperti :
1)      Hearing group
2)      Loop induction system
c.       Latihan bina persepsi bunyi dan irama
Untuk mengembangkan komunikasi dan bahasa dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat berikut :
1)      Speech and sound simulation
2)      Spatel
3)      Cermin
4)      Alat latihan meniup (seruling, kapas, trompet, peluit)
5)      Alat musik perkusi (gong, gendang, tamborin, triangle, drum, kentongan)
6)      Sikat getar
7)      Lampu aksen (kontrol suara)
8)      TV / VCD
d.      Alat bantu belajar / akademik
Untuk membantu penguasaan kemampuan dibidang akademik, maka dibutuhkan layanan dan peralatan khusus berupa :
1)      Anatomi telinga
2)      Minatur benda
3)      Hinger alphabet
4)      Model telinga
5)      Torso setengah badan
6)      Puzzle buah-buahan
7)      Puzzle binatang
8)      Puzzle konstruksi
9)      Silinder
10)  Model geometri
11)  Kartu kata
12)  Kartu kalimat
13)  Menara segitiga
14)  Menara gelang
15)  Menara segi empat
16)  Atlas
17)  Globe
18)  Peta dinding
19)  Miniatur rumah adat
e.       Alat latihan fisik
Untuk mengembangkan kemampuan motorik/fisik anak tuna rungu dapat digunakan alat seperti :
1)      Bola dan net volly
2)      Bola sepak
3)      Meja pingpong
4)      Raket, net bulutangkis dan suttle cock
5)      Power raider
6)      Static bycicle

  1. Tuna Grahita / Anak Lamban Belajar
a.       Alat asesmen
Asesmen pada anak tuna grahita dilakukan untuk mengukur tingkat intelegensi dan kognitif, baik secara individual maupun kelompok. Dapat digunakan alat seperti
1)      Tes intelegensi wisc. R
2)      Tes intelegensi stanford binet
3)      Cognitive ability tes
b.      Latihan sensori visual
Untuk membantu sensori visual anak tuna grahita dapat diguanakan alat sebagai berikut :
1)      Gradasi kubus
2)      Gradasi blok 1
3)      Gradasi blok 2
4)      Silinder 1
5)      Silinder 2
6)      Silinder 3
7)      Menara gelang 1
8)      Menara gelang 2
9)      Menara gelang 3
10)  Kotak silinder
11)  Multi indra
12)  Puzzle binatang
13)  Puzzle konstruksi
14)  Puzzle bola
15)  Boks sorter warna
16)  Geometri tiga dimensi
17)  Papan geometri (roden set)
18)  Kotak geometri (box shape)
19)  Konsentrasi mekanis
20)  Form menstock box mit
21)  Form menstock box
22)  Scheiben stepel puzzle
23)  Formstec stepel puzzle
24)  Fadel dreiecke
25)  Schmetlering puzzle
26)  Puzzle set
27)  Strecks piel
28)  Geo-streckbrett
29)  Rogen bugentorte
c.       Latihan sensori perabaan
Untuk membantu sensori perabaan anak tuna grahita dapat digunakan alat sebagai berikut :
1)      Keping raba 1
2)      Keping raba 2 (gradasi keping)
3)      Keping raba 3 (gradasi ram)
4)      Alas raba (tactile pooth)
5)      Fub and hand
6)      Puzzle pubtaspiatten
7)      Tactila
8)      Balance labirinth spirale
9)      Balance labirinth maandeer
d.      Sensori pengecap dan perasa
Alat yang digunakan melatih sensori pengecap perasa berupa :
1)      Gelas rasa
2)      Botol aroma
3)      Tactile perception (untuk mengukur kemampuan perabaan)
4)      Aesthesiometer (untuk mengukur kemampuan rasa kulit)
e.       Letihan bina diri
Alat yang digunakan latihan bina diri berupa :
1)      Berpakaian 1
2)      Berpakaian 2
3)      Berpakaian 3
4)      Dressing frame set
5)      Sikat gigi
6)      Pasta gigi dsb
f.       Konsep dan simbul bilangan
Alat yang digunakan melatih konsep dan sumbul bilangan berupa :
1)      Keping pecahan
2)      Blok bilangan 1
3)      Blok bilangan 2
4)      Geometri tiga dimensi
5)      Abacus
6)      Papan bilangan
7)      Tiang bilangan
8)      Kotak bilangan
g.      Kreatifita dan daya pikir
Alat yang digunakan berupa :
1)      Das baukastchen
2)      Das wurfelufen
3)      Maxi bausteinwagen
4)      Steck spielzug
5)      Groverforsettlung
6)      Wurfspiel
h.      Alat pengajaran bahasa
Alat yang digunakan melatih berbahasa berupa :
1)      Alphabet loweincase
2)      Pias huruf
3)      Alphabet fibre box
4)      Pias kalimat
i.        Latihan perseptual motor
Alat yang digunakan melatih perseptual motor adalah :
1)      Bak pasir
2)      Papan keseimbangan
3)      Gradasi papan titian
4)      Keping keseimbangan
5)      Power raider
6)      Formensortierspiel

7)      Balancier zehner
8)      Balancier brett
9)      Hanbalancier spidel
10)  Balancier wippe
11)  Balancier steg
  1. Tuna Daksa
a.       Alat asesmen
Asesmen dilakukan pada anak tuna daksa dilakukan untuk mengetahui keadaan postur tubuh, keseimbangan tubuh, kekuatan otot, mobilitas, intelegensi, serta perabaan. Alat yang digunakan adalah :
1)      Finger goniometer
2)      Flexometer
3)      Plastic hammer
4)      Porture evaluation set
5)      TPD arsthesiometer
6)      Gound rhyem trible instrumen
7)      Cabinet geometric insert
8)      Color sorting box
9)      Tactile board set
b.      Alat latihan fisik
Agar anak tuna daksa dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari diperlukan latihan. Alat yang digunakan adalah :
1)      Pulley weight
2)      Kanavel table
3)      Squeez ball
4)      Retorator hand
5)      Restorator leg
6)      Tredmill jogger
7)      Safety walking starp
8)      Staight (tangga)
9)      Sand bag
10)  Exercise mat
11)  Incine mat
12)  Neuro development roll
13)  Height adjustable growler
14)  Floor sitler
15)  Kursi CP
16)  Individual stand-in table
17)  Wakind paralel
18)  Walker khusus CP
19)  Vestibular board
20)  Balance beam set
21)  Dinamic body and balance
22)  Kolam bola-bola
23)  Vibrator
24)  Infra red lamp (Infra fill)
25)  Dual speed massager
26)  Speeding training devices
27)  Bola karet
28)  Balok berganda
29)  Balok titian
c.       Alat bina diri
Agar anak tuna daksa dapat melakukan perawatan diri dan kegiatan hidup sehari-hari (activity of daily living), maka perlu latihan alat yang digunakan adalah :
1)      Swivel utensil
2)      Dressing frame set
3)      Lacing shoes
4)      Deluxe mobile commaded
d.      Alat orthotic dan prosthetic
Agar anak tuna daksa dapat melakukan ambulasi dan kegiatan hidup sehari-hari (activity of daily living), maka perlu alat bantu (rothotic dan prosthetic). Alat-alat yang digunakan adalah :
1)      Cock-up resting splint
2)      Rigid immobilitation elbow brace
3)      Flexion extention
4)      Back splint
5)      Night splint
6)      Denish browans splint
7)      X splint
8)      O splint
9)      Long leg brace set
10)  Ankle or short leg brace
11)  Original thomas collar
12)  Simple arvical brace
13)  Corsett
14)  Crutch (kruk)
15)  Clubfoot walker shoes
16)  Thomas hell shoes
17)  Wheel chair (kursi roda)
18)  Kaki palsu sebatas lutut
19)  Kaki palsu sampai paha
e.       Alat bantu belajar / akademik
Untuk membantu penguasaan kemampuan bidang akademik, maka dibentukkan layanan dan peralatan khusus, alat tersebut berupa :
1)      Kartu abjad
2)      Kartu kata
3)      Kartu kalimat
4)      Torso seluruh badan
5)      Geometri sharpe
6)      Menara gelang
7)      Menara segitiga
8)      Menara segiempat
9)      Gelas rasa
10)  Botol aroma
11)  Abacus dan washer
12)  Papan pasak
13)  Kotak bilangan
  1. Tuna Laras
a.       Asesmen gangguan prilaku
Asesmen dilakukan pada anak tunda laras untuk mengetahui penyimpangan perilaku anak. Alat yang digunakan :
1)      Adaptive behavior inventory for children
2)      AAMD Adaptive behavior scale
b.      Alat terapi perilaku
Untuk mereduksi perilaku yang menyimpang, maka dibutuhkan peralatan khusus yaitu :
1)      Duck walk
2)      Step and count
3)      Bola sepak bertali
4)      Puppen house
5)      Rolling boxer
6)      Samsak
7)      Sarung tinju
8)      Hoopia
9)      Sand pits
10)  Animal matching games
11)  Organ
12)  Tambur dengan stick tripod
13)  Rebana
14)  Flute
15)  Torso
16)  Constuctie puzlle
17)  Fruit puzzle
18)  Basket mini
19)  Konsentrasi mekanis
c.       Alat terapi fisik
Untuk mengembangkan kemampuan motorik/fisik anak tuna laras, alat yang digunakan seperti :
1)      Matras
2)      Straight-type staircase
3)      Bola sepak
4)      Bola dan net vooleey
5)      Meja pingpong
6)      Power rider
7)      Strickleiter
8)      Trecketsando
9)      Ropelader
  1. Anak Berbakat
a.       Alat asesmen
Asesmen dilakukan pada anak berbakat untuk mengetahui, keberbakatan dan menilai tentang kebutuhannya untuk menempatkan dalam program-program pendidikan sesuai dengan dan dalam rangka pengembangan potensinya. Alat yang digunakan adalah :
1)      Tes intelegensii WISC-R.
2)      Tes intelegensi stanford bmet
3)      Cognitive ability tes
4)      Diferential aptitude test
b.      Alat bantu ajar / akademik
Sarana-sarana belajar yang diperlukan :
1)      Sumber belajar
a)      Buku paket
b)      Buku pelengkap
c)      Buku referensi
d)     Buku bacaan
e)      Majalah
f)       Koran
g)      Internet
h)      Modul
i)        Lembar kerja
j)        Kaset video
k)      VCD
l)        Museum
m)    Perpustakaan
n)      CD Room dsb
2)      Media Pembelajaran
a)      Radio
b)      Kaset recorder
c)      TV
d)     OHP
e)      Wireless
f)       Slide projector
g)      LD/VCD/DVD player
h)      Chart
i)        Komputer, dll

  1. Anak Yang Mengalami Kesulitan Belajar
a.       Alat asesmen
Asesmen pada anak yang mengalami kesulitan belajar dilakukan untuk mengetahui bentuk kesulitan belajar dan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan program pembelajarannya. Alat tersebut adalah :
1)      Instrumen ungkap riwayat kelainan
2)      Tes intelegensi WISC
b.      Alat bantu ajar / akademik
1)      Kesulitan belajar membaca (disleksia)
a)      Kartu abjad
b)      Kartu kata
c)      Kartu kalimat
2)      Kesulitan belajar bahasa, alatnya meliputi :
a)      Kartu abjad
b)      Kartu kata
c)      Kartu kalimat
3)      Kesulitan belajar menulis (disprafia) sarana khusus yang diperlukan :
a)      Kartu abjad
b)      Kartu kata
c)      Kartu kalimat
d)     Balok bilangan 1
e)      Balok bilangan 2
4)      Kesulitan belajar matematika (diskalkulia), alat yang digunakan :
a)      Balok bilangan 1
b)      Balok bilangan 2
c)      Pias angka
d)     Kata bilangan
e)      Papan bilangan