Kamis, 05 Mei 2016

Makalah Profesi Pendidikan Tentang Profil Seorang Guru Sebagai Tenaga Profesional


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Makalah ini diangkat berdasarkan perkembangan manusia yang belum tercapai menjadi manusia seutuhnya. Manusia dituntut untuk mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat, dan untuk itu manusia telah dilengkapi dengan berbagai potensi yang berkaitan dengan keindahan dan kemanusiaan yang memungkinkan untuk memenuhi tuntutan masyarakat.
Di zaman sekarang ini kita banyak melihat tenaga profesional, seperti guru. Seorang guru harus bekerja secara profesional dimana guru harus memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.
Oleh sebab itu sekarang ini setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab atas profesi yang digelutinya.
Makalah Profesi Pendidikan Tentang Profil Seorang Guru Sebagai Tenaga Profesional


B.     Identifikasi Masalah
Dari penjelasan diatas dapat diambil identifikasi masalah sebgai berikut :
-          Memahami pengertian profesionalisme guru.
-          Memahami kemampuan pribadi guru dalam proses belajar mengajar.
-          Memahami jenis-jenis kompetensi guru.
-          Memahami tugas dan tanggung jawab guru.
-          Memahami fungsi dan tugas guru.

C.    Rumusan Masalah
Masalah kompetensi profesional guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Kompetensi-kompetensi lainnya adalah kompetensi kepribadian dan kompetensi kemasyarajatan.
Dalam tulisan ini hanya akan disoroti salah satu jenis kompetensi saja, yakni kompetensi profesional.
BAB II
KAJIAN TEORI

1.      Memahami Pengertian Profesionalisme Guru
Kata “Profesional” berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda adalah orang yang mempunyai keahlian seperti guru, dokter dan lain sebagainya. Pekerjaan profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu. (Dr. Nana Sudjana, 1988).
“Profesionalisme” menunjuk pada komitmen pada anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.
Profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaan.
Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. (Agus F. Tamyong, 1987).
Terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau tekhnik didalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan. Dalam melakukan kewenangan profesionalnya, guru dituntut memiliki seperangkat kemampuan yang beraneka ragam.

2.      Memahami Kemampuan Pribadi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar
a.       Kemantapan dan Integritas Pribadi
Menurut Oemar Hamalik 1982 “Kemantapannya dalam bekerja, hendaknya merupakan karakteristik pribadinya, sehingga pola hidup seperti terhayati pula oleh siswa sebagai pendidik. Kemantapan dan integritas pribadi tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan tumbuh melalui suatu proses belajar yang sengaja diciptakan.
Kemantapan pribadi berpengaruh terhadap tugas yang dijalankannya. Kemampuan pribadi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar akan berpengaruh terhadap situasi belajar mengajar yang diselenggarakannya. Kemantapan dan integritas pribadi harus dimiliki setiap guru demi tercapainya tujuan pendidikan dan mutu pendidikan.

b.      Peka Terhadap Perubahan dan Pembaharuan
Guru harus peka baik terhadap apa yang sedang berlangsung di sekolah maupun yang sedang berlangsung disekitarnya. Agar apa yang dilakukan di sekolah tetap konsisten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman.
Pembaharuan (sering dalam bentuk eksperimen) dalam pengertian kependidikan merupakan suatu upaya lembaga pendidikan untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang dengan jalan memperkenalkan program kurikulum/metodologi pengajaran yang baru sebagai jawaban atas perkembangan internal dan eksternal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengejar efisiensi dan keefektifan.

c.       Ulet dan Tekun Bekerja
Keuletan dan ketekunan bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih merupakan hal yang harus dimiliki oleh guru. Guru harus ulet dan tekun dalam bekerja sehingga program pendidikan yang telah digariskan dalam kurikulum yang telah ditetapkan berjalan sebagaimana mestinya.
Keuletan dan ketekunan bekerja merupakan faktor pendorong keberhasilan. Ketekunan dan keuletan yang dimiliki guru merupakan salah satu pendorong keberhasilan proses belajar mengajar.

d.      Berusaha Memperoleh Hasil Kerja Yang Sebaik-Baiknya
Dalam mencapai hasil kerja, guru diharapkan akan selalu meningkatkan diri, mencari cara-cara baru, agar mutu pendidikan selalu meningkat, pengetahuan umum yang dimilikinya selalu bertambah dengan menambah bacaan berupa majalah, harian, dan sebagainya.
Adanya usaha untuk menambah pengetahuan, pemahaman dan keterampilan, sudah barang tentu kemampuan guru akan bertambah pula sehingga dalam mengelola proses belajar mengajar tidak mendapat kesulitan yang berarti. Guru perlu juga menjaga semangat kerja yang tinggi untuk memperoleh hasil kerja yang sebaik-baiknya.

e.       Simpatik dan Menarik, Luwes, Bijaksana dan Sederhana Dalam Bertindak
Guru harus simpatik karena dengan sifat ini ia akan disenangi oleh para siswa, dan jika siswa menyenangi gurunya, sudah barang tentu pelajarannya pun akan disenangi pula. Di dalam melaksanakan proses belajar mengajar, guru harus menarik. Dengan daya tarik yang diungkapkan oleh guru, motivasi belajar siswa akan lebih meningkat.
Keluwesan merupakan faktor pendukung untuk disenangi para siswa dalam proses belajar mengajar, karena dalam sifat ini guru akan mampu bergaul dan berkomunikasi dengan baik dengan sesama teman sejawat.

f.       Bersifat Terbuka
Dengan dimilikinya sifat terbuka oleh guru maka demokrasi dalam proses belajar mengajar akan terlaksana. Demokrasi dalam belajar akan mendidik dan melatih siswa untuk bersikap terbuka pula, tidak menutupi kesalahan, terus terang, dan mau dikritik untuk perbaikan pada masa mendatang.

g.      Kreatif
Guru harus kreatif, artinya dia harus mampu melihat berbagai kemungkinan yang menurut perkiraannya sama-sama jitu. Kreativitas itu erat sekali hubungannya dengan kecerdasan. Kreativitas hanya dapat diharapkan timbul dari mereka yang memiliki intelegensi tinggi, bukan dari mereka yang beritelegensi rendah. Implikasinya tidak lain guru itu harus cerdas.

h.      Berwibawa
Kewibawaan harus dimiliki oleh guru, sebab dengan kewibawaan proses belajar mengajar akan terlaksana dengan baik, berdisiplin, dan tertib. Kewibawaan bukan berarti siswa harus takut kepada guru, melainkan siswa akan taat dan patuh pada peraturan yang berlaku sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh guru.

3.      Memahami Jenis-Jenis Kompetensi Guru
  1. Kompetensi Pribadi
1.1  Mengembangkan kepribadian.
1.1.1        Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
-          Mengkaji ajaran agama yang dianut.
-          Mengamalkan ajaran-ajaran agama yang dianut.
1.1.2        Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa Pancasila.
-          Melengkapi berbagai ciri manusia Pancasila.
-          Membiasakan diri menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan.
1.1.3        Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru.
-          Mengkaji sifat-sifat terpuji yang harus dimiliki oleh guru.
1.2  Berinteraksi dan berkomunikasi
1.2.1        Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional.
1.2.2        Berinteraksi dengan masyarakat untuk penuaian misi pendidikan.
1.3  Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan
1.3.1        Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar.
1.3.2        Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus.
1.4  Melaksanakan administrasi sekolah
1.4.1        Mengenal pengadiministrasian kegiatan sekolah.
1.4.2        Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah

  1. Kompetensi Profesional
2.1  Menguasai landasan kependidikan
2.1.1        Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
2.1.2        Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.
2.2  Menguasai bahan pengajaran
2.2.1        Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
2.2.2        Menguasai bahan pengayaan.
2.3  Menyusun program pengajaran
2.3.1        Menetapkan tujuan pembelajaran.
2.3.2        Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran.
2.4  Melaksanakan program pengajaran
2.4.1        Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat.
2.4.2        Mengatur ruangan belajar.
2.4.3        Mengelola interaksi belajar mengajar.

4.      Memahami Tugas dan Tanggung Jawab Guru
Menurut pendapat Peters ada 3 tugas dan tanggung jawab guru, yaitu :
a.       Guru sebagai pengajar.
b.      Guru sebagai pembimbing.
c.       Guru sebagai administrator kelas.

Guru sebagai pengajar lebih menekankan tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan tekhnik mengajar disamping menguasai ilmu / bahan yang akan diajarkan.
Guru sebagai tenaga profesional sekurang-kurangnya dituntut untuk kemampuan dalam melaksanakan tugas pokok.
  1. Meningkatkan kemampuan merencanakan proses belajar mengajar.
  2. Meningkatkan kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar, yaitu dengan cara mengubah cara belajar.
  3. Meningkatkan kemampuan menilai proses dan hasil mengajar.
Tanggung jawab guru antara lain :
  1. Tanggung jawab moral.
  2. Tanggung jawab dalam bidang pendidikan di sekolah.
  3. Tanggung jawab dalam bidang kemasyarakatan.
  4. Tanggung jawab dalam bidang keilmuan.

5.      Memahami Fungsi dan Tugas Guru
a.       Guru Sebagai Pendidik dan Pengajar
Guru akan mampu mendidik dan mengajar apabila dia mempunyai kestabilan emosi, memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk mengajukan anak didik, bersikap realistis, bersikap jujur, serta bersikap terbuka dan peka terhadap perkembangan, terutama terhadap inovasi pendidikan.
Sebagai pendidik dan pengajar guru harus menguasai ilmu, antara lain mempunyai pengetahuan yang luas, menguasai bahan pelajaran serta ilmu-ilmu yang bertalian dengan mata pelajaran yang diajarkannya, menguasai teori dan praktek mendidik, teori kurikulum, metode pengajaran. 

b.      Guru Sebagai Anggota Masyarakat
Agar guru mampu mengembangkan pergaulan dengan masyarakat, dia perlu menguasai psikologi sosial. Khususnya mengenai hubungan antar manusia dalam rangka dinamika kelomopok. Sebagai anggota masyarakat, guru memiliki keterampilan, seperti keterampilan dalam membina kelompok, keterampilan bekerja sama dalam kelompok dan keterampilan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok.

c.       Guru Sebagai Pemimpin
Peranan kepemimpinan akan berhasil apabila guru memiliki kepribadian, seperti kondisi fisik yang sehat, percaya diri dan lain-lain. Guru harus menguasai ilmu tentang teori kepemimpinan dan dinamika kelompok, menguasai prinsip-prinsip hubungan masyarakat dan lain-lain.
Guru harus memiliki berbagai keterampilan yang dibutuhkan sebagai pemimpin seperti bekerja dalam tim, keterampilan berkomunikasi, bertindak selaku penasehat dan orang tua bagi murid-muridnya, keterampilan melaksanakan rapat, diskusi, dan membuat keputusan yang tepat, cepat, rasional dan praktis.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Suatu pekerjaan harus dilaksanakan secara profesional yang sesuai dengan pengetahuannya.
2.      Seorang guru dapat dikatakan profesional apabila guru tersebut memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.
3.      Seorang guru harus memiliki kemampuan pribadi dalam proses belajar mengajar seperti kemantapan dan integritas pribadi, peka terhadap perubahan dan pembaharuan, ulet dan tekun bekerja, berusaha memperoleh hasil kerja yang sebaik-baiknya dan lain sebagainya.
4.      Guru profesional harus tahu dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar, pembimbing dan administrator kelas.

B.     Saran
1.      Profesionalisme guru harus lebih ditingkatkan lagi saat sekarang ini.
2.      Guru-guru sekarang ini harus mempunyai wawasan yang luas dalam arti kata guru harus lebih pintar.

3.      Dalam menjalankan tugasnya sebaiknya guru harus lebih bertanggung jawab pada tugasnya seperti meningkatkan kualitasnya sebagai seorang pendidik.