Sabtu, 21 Mei 2016

Penjelasan Singkat Tentang HIV/AIDS : Human-Immuno-Deficiency Virus


Penyalahgunaan narkoba,infeksi HIV/AIDS,prostitusi dan perilaku seks bebas merupakan masalah yang terkait satu dengan lainnya.Indonesia merupakan negara yang rawan HIV/AIDS,karena mudahnya lalu lintas penduduk dengan negara-negara tetangga yang mempunyai tingkat penyakit HIV/AIDS tinggi,banyaknya kelompok risiko tinggi dan perilaku seks bebas.Jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat dengan cepat dari tahun ke atas.
                Menurut penelitian,80% pengguna narkoba dengan jarum suntik mengidap hepatitis B atau C,sedangkan 40-50% mengidap HIV/AIDS.Virus hepatitis B atau C menyebabkan penyakit radang hati kronis dan dapat berkembang menjadi kanker.
                HIV adalah kependekan dari” Human-Immuno-Deficiency Virus”, artinya virus yang hanya dapat menginfeksi manusia,memperbanyak diri dalam manusia,sehingga menurunkan kekebalan manusia terhadap penyakit infeksi.
                Bila perkembangan infeksi virus HIV dalam tubuh tidak dihambat dengan obat-obatan yang sekarang ada dan tidak disertai pola hidup sehat,dalam 5-10 tahun akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Sindrome).
AIDS adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang,yang didapat karena infeksi HIV.
Penjelasan Singkat Tentang HIV/AIDS : Human-Immuno-Deficiency Virus

 HIV dalam Tubuh Manusia
               Agar dapat berada dalam tubuh manusia,HIV harus masuk langsung ke aliran darah orang yang bersangkutan.Dalam tubuh,HIV hanya bersarang pada sel darah putih tertentu,yang disebut sel CD4 atau T4 yang terdapat pada darah,air mani,dan cairan vagina.Karena itu penularan terjadi lewat salah satu atau lebih cairan tubuh itu dan masuk ke aliran darah seseorang.
              Orang yang mengidap HIV dalam tubuhnya disebut HIV positif. Ia belum menunjukkan gejala apapun,sehingga secara fisik tidak beda dengan orang lain yang sehat.Namun ia mempunyai potensi sebagai sumber penularan.
             Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar HIV dilakukan pemeriksaan
Laboratorium dengan mengambil sampel darahnya.Akan tetapi,hal itu baru dapat dilakukan paling sedikit 3 bulan setelah orang itu terpapar HIV sehinga besar kemungkinan selama masa itu ia telah menularkannya kepada orang lain!
Penyakit AIDS
             Virus HIV merusak sistem kekebalan tubuh penderitanya,dengan menghancurkan sel-sel darah putih,yang berfungsi melawan dan membunuh kuman atau bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
             Setelah 5-10 tahun tertular HIV,ia mulai menunjukkan gejala bermacam –macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh.Pada keadaan ini orang itu disebut sebagai penderita AIDS.
                 Seorang pengidap HIV tidak mampu melawan kuman-kuman penyakit sehingga mudah terserang penyakit.Bahkan, penyakit ringan seperti influenza,misalnya yang pada orang sehatdapat sembuh dalam waktu beberapa hari,bagi pengidap HIV dan penderita AIDS penyakit itu akan menetap dalamwaktu lama bahkan semakin parah.Ia akan meninggal karena penyakit infeksi yang sulit disembuhkan (TBC,jamur).Tahap terakhir AIDS juga berupa gangguan otak,karena kematian sel otak dan gangguan mental.
Penularan
                HIV menular melalui hubungan seksual,baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis,pinjam meminjam alat suntik (jarum,semprit,kapas,tempat mengaduk) di antara para pengguna narkoba (IDU=Injecting Drug User),transfusi darah dan tranplantasi organ yang tidak diskrining,tato,tindik,dan penularan dari ibu ke anak selama kehamilan,persalinan,dan menyusui.
Karena itu mereka yang berisiko tinggi terinfeksinya HIV adalah:
·         Wanita dan pria yang berganti-ganti pasangan seks,para pekerja seks dan langganannya ,dan mereka yang melakukan hubungan seks tidak wajar (melalui dubur dan mulut).
·         Para pengguna narkoba yang memakai alat suntik secara bergantian.
·         Bayi yang dikandung , dilahirkan dan disusui oleh ibu yang tertular HIV.

·         Transfusi darah dan tranplantasi darah organ tubuh yang tidak diskrining , akupunktur,ditindik,ditato dengan alat yang tercemar HIV.