Kamis, 28 Mei 2015

Contoh Makalah Tentang Wawasan Wiyatamandala


BAB I
PENDAHULUAN
Contoh Makalah Tentang Wawasan Wiyatamandala


A.    Latar Belakang
Sekolah dipandang sebagai suatu masyarakat yang utuh dan bulat serta memiliki kepribadian sendiri, menjadi tempat untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar. Sekolah berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti menumbuhkan, memotivasi dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang mencakup etika, logika, estetika dan praktikka, sehingga tercipta manusia Indonesia yang utuh dan berakar pada budaya bangsa.
Keberadaan sekolah sebagai sub system tatanan kehidupan social, berarti menempatkan pula sekolah sebagai bagian kehidupan nasional yang harus bertumpu kepada norma-norma nasional Pancasila.

B.     Dasar Hukum
1.      Tap MPT No. 11/MPR/1993, tentang Garis Besar Haluan Negara;
2.      UU No. 2 Tahun 1989;
3.      PP No. 28 Tahun 1990;
4.      PP No. 29 Tahun 1990;
5.      Kep. Mendikbud No. 0461/U/1984;
6.      Kep. Dirjen Dikdasmen No. 226/C/Kep/O/1992.
C.    Maksud dan Tujuan
Maksud pelaksanaan ini sebagai pedoman bagi kepala sekolah dalam penyelenggaraan sekolah sebagai wiyatamandala sehingga dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
Sedangkan tujuannya adalah :
1.      Mengefektifkan kegiatan belajar mengajar, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.
2.      Mendorong terlaksananya administrasi sekolah yang baik, tertip dan rapi agar terlaksananya kegiatan belajar mengajar.
3.      Mewujudkan sekolah yang bersih, aman, tertib, indah, rindang dan nyaman.

BAB II
KEDUDUKAN WAWASAN WIYATAMANDALA

A.    Pengertian
Secara semantis wawasan wiyatamandala terdiri dari kata wawasan, wiyata dan mandala. Wawasan adalah suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakekat, wiyata mengandung arti pendidikan, mandala berarti lingkungan.
Jadi wawasan wiyatamandala adalah suatu pandangan atau sikap menempatkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan.
Secara rinci sekolah sebagai lingkungan pendidikan (wiayatamandala) minimal memiliki 3 makna yang perlu diperhatikan, yaitu :
a.       Sekolah hendaknya betul-betul menjadi tempat diselenggarakan proses belajar mengajar.
b.      Sekolah sebagai masyarakat belajar dimana terjadi proses interaksi antar siswa, guru dan lingkungan sekolah.
c.       Sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

B.     Peranan Wawasan Wiyatamandala
1.      Sebagai Pengaman
Konsep wawasan wiyatamandala diciptakan dalam rangka untuk mengamankan sekolah sebagai tempat proses belajar mengajar dari segala pengaruh yang bersifat negatif.
2.      Sebagai Penggerak
Fungsi pengaman tersebut akan dapat berhasil dengan sebaik-baiknya, apabila berbagai satuan atau untur yang saling berkaitan dapat digerakkan secara terkoordinasi, serta berdaya guna secara maksimal.
3.      Sebagai usaha yang bersifat preventif
Terciptanya kondisi sekolah yang memiliki daya tangkal terhadap segala pengaruh yang bersifat merusak.

C.    Unsur-Unsur Wawasan Wiyatamandala
1.      Sekolah merupakan lingkungan pendidikan
Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yaitu tempat membina dan mengembangkan pandangan hidup.
2.      Wewenang dan tanggung jawab penuh kepala sekolah
Kepala sekolah berperan sebagai manajer, pemimpin, administrator, seorang pendidik dan sebagai orang tua.
3.      Hubungan kerjasama antar guru dan orang tua siswa
Mampu untuk mendidik, dalam arti menanamkan nilai-nilai moral, agama dan budi pekerti.
4.      Sikap warga sekolah terhadap martabat dan citra guru
Martabat dan citra guru akan terpelihara apabila guru itu tidak berperilaku yang bertentangan dengan ajaran dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
5.      Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya.
Tata kehidupan masyarakat dimana sekolah itu berada bersifat majemuk, seperti dimensi sosial, politik, agama, ekonomi, dan etnis.

BAB III
PELAKSANAAN

A.    Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Psikhis
Proses belajar mengajar atau pembelajaran pada dasarnya mengembangkan kemampuan psikhis dan fisik serta kemampuan penyesuaian sosial siswa secara utuh.
1.      Kegiatan Kurikuler
Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan susunan program pada masing-masing satuan pendidikan dan ditujukan untuk mengembangkan kemampuan minimal siswa pada setiap mata pelajaran.
Bahan pelajaran dan bahan kajian terhimpun dalam sejumlah mata pelajaran yang dirumuskan dalam susunan program pengajaran pada kurikulum masing-masing satuan pendidikan.

2.      Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan dari luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.
Jenis kegiatan ekstrakurikuler sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No. 226/C/Kep/O/1992 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan, terhimpun dalam 8 materi pembinaan kesiswaan sebagai berikut :
a)      Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b)      Pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara.
c)      Pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara.
d)     Pembinaan kepribadian dan budi pekerti luhur.
e)      Pembinaan berorganisasi, pendidikan politik dan kepemimpinan.
f)       Pembinaan keterampilan dan kewiraswastaan.
g)      Pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi.
h)      Pembinaan persepsi, apresiasi dan kreasi seni.

B.     Pengelolaan Administrasi Sekolah
Administrasi sekolah adalah kegiatan administrasi pendidikan yang diselenggarakan pada suatu sekolah. Sedangkan administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan, dan pembiayaan, dengan menggunakan fasilitas yang tersedia, baik personil, material, maupun spiritual, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Kelengkapan administrasi tersebut adalah sebagaimana uraian berikut ini :
1.      Adminitrasi program pengajaran, meliputi :
a.       Persiapan mengajar.
b.      Agenda mengajar.
c.       Buku nilai.
2.      Administrasi kesiswaan, meliputi :
a.       Daftar pribadi siswa.
b.      Agenda siswa.
c.       Daftar hadir siswa.
3.      Administrasi kantor sekolah, meliputi :
a.       Buku piket.
b.      Dokumen.
c.       Daftar hadir guru dan karyawan.
4.      Administrasi kepegawaian, meliputi :
a.       Blanko surat izin.
b.      Kartu cuti guru dan karyawan.
c.       Uraian tugas.
5.      Administrasi perlengkapan, meliputi :
a.       Daftar isian inventaris.
b.      Kartu persediaan barang.
c.       Buku catatan barang non inventaris.
6.      Administrasi keuangan, meliputi :
a.       Buku kas umum
b.      Kutipan DIK
c.       RAPBS.

C.    Penataan Lingkungan Sekolah
Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan fisik, yaitu gudang, ruangan, dan halaman sekolah.
Pada bab ini akan diuraikan mengenai penataan lingkungan sekolah :
1.      Keamanan
2.      Kebersihan
3.      Ketertiban
4.      Keindahan
5.      Kekeluargaan
6.      Kerindangan

D.    Peranan Warga Sekolah
1.      Kepala Sekolah
Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawabpenuh atas penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah.
2.      Guru
Dalam kegiatan belajar mengajar, kedudukan guru sangat dominan, meskipun konsep CBSA digalakkan di sekolah. Siswa tak mungkin dapat belajar dengan baik tanpa bimbingan dan bantuan guru.
3.      Siswa
Siswa sebagai objek sekaligus subjek dalam kegiatan belajar yang akan menjadi ukuran keberhasilan suatu pembelajaran.
4.      Tenaga Kependidikan
Di samping Kepala Sekolah dan guru, tenaga kependidikan lainnya seperti pustakawan, labor, pembimbing merupakan unsur yang sangat penting.

BAB IV
EVALUASI

A.    Kriteria Keberhasilan
1.      Kepala skeolah telah berhasil melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai :
a.       Manajer, yaitu untuk menyempurnakan dan mengembangkan program sesuai kebutuhan.
b.      Pemimpin, yaitu menggerakkan segala sumber tenaga manusia.
c.       Motivator, mampu mendorong lahirnya semangat, kerjasama, dan tanggung jawab.
d.      Pendidik, mampu melakukan pendekatan sehingga menciptakan suasana tertib, disiplin, menghargai.
e.       Panutan, mampu memberikan berbagai macam keteladanan yang positif.
2.      Kegiatan belajar mengajar didukung pengadministrasian yang baik.
3.      Di dalam sekolah telah tercipta hubungan yang harmonis antara kepala sekolah, guru dan siswa.
4.      Martabat dan citra guru telah dijunjung tinggi oleh seluruh warga sekolah.
5.      Hubungan sekolah dengan masyarakat terselenggara dengan baik.

B.     Aspek yang Dinilai
1.      Aspek Kegiatan Belajar Mengajar
a.       Kegiatan kurikuler, meliputi :
1)      IP rata-rata kelas.
2)      Rata-rata NEM.
b.      Kegiatan ekstrakurikuler, meliputi :
1)      Kegiatan PPBN
2)      Kegiatan pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara.


2.      Aspek Pengelolaan Administrasi
a.       Administrasi program pengajaran, meliputi :
1)      Buku nilai.
2)      Jadwal pelajaran sekolah.
b.      Administrasi kesiswaan, meliputi :
1)      Buku induk sekolah.
2)      Daftar kehadiran siswa.
c.       Administrasi kantor sekolah, meliputi :
1)      Buku piket
2)      Dokumen
d.      Administrasi perlengkap, meliputi :
1)      Rekapitulasi barang inventaris.
2)      Berita serah terima barang.

3.      Aspek Penataan Lingkungan
a.       Sarana fisik sekolah, meliputi :
1)      Ruang  kelas.
2)      Ruang guru.
b.      Media pendidikan, meliputi :
1)      OHP
2)      Komputer
c.       Alat peraga, meliputi :
1)      Peralatan laboratorium.
d.      Perbukuan, meliputi :
1)      Buku referensi
e.       Hubungan sosial, meliputi :
1)      Bantuan fisik dari masyarakat sekolah.
f.       Prasana, meliputi :
1)      Lapangan

BAB V
PENUTUP


Pengelolaan suatu lembaga pendidikan merupakan masalah yang sangat komplek, karena terdiri dari unsur fisik dan non fisik. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh sikap warga sekolah, terutama Kepala Sekolah.

A.    Kesimpulan
Dalam meningkatkan sekolah berwawasan wiyatamandala para warga sekolah harus saling bekerja sama, untuk mewujudkan sekolah yang bersih, aman, tentram, nyaman, dan sehat.

B.     Saran / Kritikan
Dalam pembuatan karya tulis ini mungkin ada kata-kata yang belum sempurna. Maka dari itu pembaca mohon dimengerti. Untuk itu penulis minta maaf.

DAFTAR PUSTAKA


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Wawasan Wiyatamandala. Jakarta : Pendidikan Dasar dan Menengah.