Jumat, 15 Mei 2015

Membina Keluarga Sejahtera (Contoh Makalah)


BAB I
PENDAHULUAN

Membina Keluarga Sejahtera

A.    Latar Belakang
Latar belakang penulisan judul “Kesejahteraan Keluarga” yaitu karena saya banyak melihat anak yang cerdas dankritis. Tetapi, mereka banyak yang kurang memperhatikan pentingnya kesejahteraan dalam keluarga. Bahkan, banyak juga anak yang mencari kesenangan tersendiri di luar rumah. Seandainya mereka mendapat pendidikan yang baik sejak dini, tentu mereka kelak menjadi anak yang berbudi baik dan mencintai keluarganya sendiri.
Penyajian karya tulis ini disusun sesuai kemampuan analisis siswa dalam menerima materi pelajaran di sekolah.
Harapan saya, semoga dengan karya tulis pembaca dapat menumbuhkan dan memupuk rasa saling mencintai sesama keluarga. Sehingga, terwujudlah keluarga-keluarga yang sejahtera.

B.     Tujuan
Tujuannya membuat karya tulis ini adalah untuk menambah pembendaharaan dan koleksi perpustakaan SMPN 16 Padang dan juga untuk menambah pengetahuan pembaca.
Selain itu, tujuan umumnya adalah untuk melengkapi syarat untuk Evaluasi Tahap Akhir atau UAN/USEK tahun ajaran 2013/2014 di SMPN 16 Padang.
Untuk itu, saya selaku penulis berharap kepada ibu guru pembimbing agar bersedia membantu dalam penyelesaian karya tulis ini, dan saya juga berharap agar karya tulis ini dapat diterima di perpustakaan SMPN 16  Padang.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Adap Anak Berbakti Kepada Orangtua
Dalam keluarga sejahtera, tentu harus terjalin hubungan yang harmonis diantara anggota keluarga. Baik itu hubungan antara orang tua dengan anak, maupun hubungan antara anak dengan saudaranya. Disini akan dibahas mengenai adab anak terhadap orang tuanya.
1.      Dasar-dasar Anak untuk Berbakti Kepada Orangtua
Dalam Al-Qur’an Allah SWT banyak menjelaskan tentang anjuran-anjuran atau yang mewajibkan kita untuk selalu berbakti kepada Allah SWT, kemudian dilanjutkan dengan berbakti kepada orangtua.
Mengapa berbakti kepada kedua orang tua ditempatkan pada urutan kedua setelah kita berbakti kepada Allah, ini dikarenakan begitu sangat agung dan pentingnya kedudukan orang tua kita. Oleh sebab itu, kita sebagai anak mempunyai suatu kewajiban untuk menghormati orang tua kita.
Dengan berbakti kepada orang tua yang merupakan perintah dari Allah SWT serta merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT, dan Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang melaksanakannya, walaupun orang tua tersebut tergolong fasik.
Jadi, apabila orang tua kita mumpung masih hidup, berusahalah berbakti kepadanya. Dengan cara apapun, seperti memberikan sesuatu jika memang mampu, perhatian, dan berusaha mendengarkan keluh kesah orang tua. Dengan demikian, satu persatu syarat terwujudnya keluarga terpenuhi untuk menjadi keluarga sejahtera.

2.      Batasan-batasan Anak Diperbolehkan Berbakti Kepada Orangtua
Berbakti kepada orang tua memang sangat dianjurkan atau diwajibkan. Namun, itu semua ada batasan-batasannya. Dengan kata lain, selama yang diperintahkan oleh orang tua itu benar dan tidak melenceng dari aturan syariat, maka itu semua harus dipatuhi. Dan sebaliknya, jika yang diperintahkan itu menyalahkan aturan syariat. Maka kita wajib menolaknya dengan sopan dan santun.

3.      Dua Belas Bentuk Untuk Berbakti Kepada Orangtua
Yang seharusnya kita lakukan agar kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua yaitu :
a)      Mendengarkan nasehat orang tua dengan baik.
b)      Mendo’akan orang tua.
c)      Memandang orang tua dengan kasih sayang.
d)     Bicara dengan orang tua dengan sopan santun.
e)      Membantu meringankan beban orang tua.
f)       Menjaga nama baik orang tua.
g)      Melaksanakan nadzar orang tua yang belum terlaksana.
h)      Bersedekah atas nama orang tua.
i)        Menjalin silaturrahmi dengan teman-temannya waktu dulu.
j)        Memperhatikan orang tua.
k)      Membayar hutang-hutangnya.

B.     Hal-hal Yang Harus Dilakukan Dalam Membina Keluarga Sejahtera
Selain adab hubungan dengan anggota keluarga, masih banyak yang harus dilakukan dalam membina keluarga sejahtera.
1.      Pengaturan dan Penggunaan Uang dalam Keluarga
Pengaturan belanja sehari-hari dan penggunaan uang dalam keluarga harus diatur sebijak mungkin. Dalam kehidupan yang serba maju, manusia tak dapat dipisahkan dari uang. Sebagian besar kebutuhan hidup manusia tidak lepas dari peranan uang. Jika kita mempunyai uang, maka kebutuhan sehari-hari akan kita peroleh dengan mudah.
Uang yang kita miliki itu terbatas. Sehingga, cara menggunakan uang harus kita atur sebaik-baiknya. Maka, semua kebutuhan-kebutuhan terpenuhi.
Kebutuhan manusia secara garis besar dibedakan menjadi 3, yaitu :
  1. Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan pokok.
  2. Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan penunjang.
  3. Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan tambahan.
Cara terbaik yang harus kita lakukan untuk mengatur uang ialah menggunakan uang sehemat-hematnya bukan berarti pelit melainkan cermat dan terencana.
Untuk itu, kita dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Mendahulukan kebutuhan yang benar-benar tidak dapat ditunda atau terdesak.
b.      Menunda kebutuhan-kebutuhan yang kurang penting.
c.       Menghindari sifat boros dan gemar menabung.
Menabung mempunyai banyak kegunaan bagi kita, para penabung di Bank atau di Kantor Pos memperoleh keuntungan yang banyak juga.
Sebaiknya, pola hidup boros yang sudah biasa menggunakan uang secara tidak cermat dan tidak terencana akan menimbulkan berbagai akibat yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita dapat mengendalikan uang dalam keluarga kita dengan baik, dan membiasakan diri itu menyisihkan sebagian uang kita untuk dapat ditabung.
Agar langkah-langkah yang sudah terencana dapat tercapai dengan baik, perlu juga dibuat rincian mengenai :
  1. Skala prioritas.
  2. Pos-pos kebutuhan sehari-hari.
Untuk keperluan-keperluan yang dapat dibeli setiap hari, hendaknya dapat dibuat anggaran tersendiri, karena jenisnya tidak selalu sama.
Menu makanan ini penting dan perlu sekali diperhatikan, karena :
  1. Memenuhi syarat gizi makanan yang sangat berguna bagi perkembangan tubuh.
  2. Dapat meningkatkan selera makan dan mengatasi rasa bosan. Sehingga, keluarga kita tidak memilih untuk makan di luar rumah.

2.      Cara Berbelanja dan Memilih Bahan Makanan Yang Baik
  1. Cara Berbelanja
Dalam berbelanja kita harus mengetahui cara membeli dan memilih bahan makanan yang baik lagi sehat. Kita juga harus menentukan tempat yang cocok dalam berbelanja. Untuk keperluan setiap harinya, kita memerlukan bahan makanan, misalnya :
-          Beras
-          Jagung
-          Kedelai
-          Kelapa
-          Sayuran
-          Cabai
-          Ubi Kayu
-          Lauk Pauk
-          Kacang Hijau
-          Daging
-          Buah-buahan, dsb.
Bahan-bahan sedemikian, dapat kita peroleh dengan mudah dipasar-pasar ataupun diwarung-warung.
Langkah-langkah agar kita mendapat bahan makanan yang baik sebagai berikut :
a)      Menentukan tujuan membeli bahan makanan tersebut.
b)      Membuat rencana pembelian bahan makanan.
c)      Menentukan tempat membeli bahan makanan.
d)     Melaksanakan rencana pembelian bahan makanan.
Untuk kita dapat menghemat, menentukan tujuan pembelian itu sangat penting. Jika tujuan pembelian sudah ditentukan, maka pembuatan rencana pembelian juga dapat kita buat dengan mudah.
Hal-hal yang harus dibawa saat pembelian bahan makanan, diantaranya :
a)      Uang
b)      Buku catatan
c)      Tempat (wadah) bahan makanan
d)     Tempat pembelian bahan makanan

  1. Cara Memilih dan Membeli Bahan Makanan
Untuk memilih dan membeli bahan makanan, kita harus membeli bahan makanan yang sehat, baik, bermutu, bugar, serta bergizi. Sehingga, makanan yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita nantinya. Kebersihan bahan makanan juga sangat perlu untuk diperhatikan.

3.      Cara Menyusun Menu dengan Memperhatikan Prinsip-prinsip Gizi
Tubuh kita tak ubahnya sebuah mesin yang tidak pernah berhenti. Kita memerlukan zat makanan yang berguna untuk tubuh kita yang disebut gizi.
Asal makalan
a)      Makanan yang kita makan antara lain : Nasi, ubi-ubian, sayuran.
b)      Lauk pauknya : daging, ikan, telur, dll.
c)      Garam, yang merupakan mineral.
Zat-zat makanan yang kita perlukan dapat dibagi menjadi 3 golongan, diantaranya :
1)      Zat tenaga, yaitu :
a.       Hidrat arang
b.      Lemak, dan
c.       Protein
2)      Zat pembangun, yaitu
a.       Protein atau putih telur
b.      Mineral, dan
c.       Air
3)      Zat pengatur, yaitu :
a.       Mineral, dan
b.      Vitamin
Selain itu, kita juga perlu menyusun menu makanan yang seimbang. Kegunaan penyusunan menu makanan seumbang diantaranya :
1)      Agar makanan berfariasi setiap harinya.
2)      Agar tidak membosankan.
3)      Menjaga agar nafsu makan tetap tinggi.
4)      Agar tubuh mendapat makanan bergizi setiap harinya.
Contoh menu untu satu hari :
Menu makan pagi        : 1 mangkuk bubur kacang hijau.
                                      1 gelas air teh.
Kita juga perlu menyusun menu untuk anak-anak.
1)      Makanan yang sehat terdiri dari : 1 piring nasi, 1 mangkuk sayur, lauk pauk, buah dan untuk anak-anak akan lebih baik jika ditambah 1 gelas susu. Karena susu mengandung hampir semua unsur gizi yang diperlukan bagi tubuh anak, apalagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

4.      Cara Memasak Makanan Sehari-hari : Nasi, Lauk Pauk, Sayur
Jika kita memasak harus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam memasak, diantaranya :
1)      Bahan-bahan yang akan dimasak.
2)      Alat-alat untuk memasak.
3)      Tempat memasak atau dapur.
4)      Tempat menghidangkan makanan.
Kita juga harus siapkan bahan-bahan masakan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan kita.
Macam-macam bumbu dapur : garam, gula, gula merah, lengkuas, kunyit, jahe, kencur, ketumbar, lada, dan bumbu masak.
Contoh alat-alat masak : wajan, sedet, serokan, panci, cerek, periuk untuk memasak nasi, dll.
Selain itu, tempat memasak (dapur) juga harus diperhatikan. Syarat-syarat dapur yang sehat dan baik yaitu :
1)      Cukup luas
2)      Cukup terang dan sinar matahari dapat masuk.
3)      Alat-alat yang akan dipakai memasak mudah dijangkau.
4)      Ada tempat cuci perabotan yang kotor.
5)      Ada rak piring dan gelas.
6)      Ada tempat meletakkan alat-alat memasak.
7)      Ada lemari makanan dan tempat bumbu-bumbu dapur.
8)      Ada meja untuk memasak.
Tempat menyajikan makanan yang sudah matang, diantaranya :
-          Mangkuk untuk meletakkan sayur.
-          Piring panjang oval untuk meletakkan lauk pauk.
-          Ceting untuk meletakkan nasi.
-          Stoples atau lodong untuk meletakkan kerupuk.
-          Bakul bambu atau plastik untuk meletakkan lalapan segar, dsb.
a)      Cara Memasak Nasi
1.      Mengukus
Bahan-bahan dan alat yang diperlukan :
-          Beras                         -     Kukusan
-          Air                             -     Minyak tanah (kompor)
-          Panci                         -     Kayu bakar (tungku)
-          Dandang
Cara memasak :
1)      Cuci beras dan tiriskan.
2)      Didihkan air dalam dandang.
3)      Masukkan beras dalam kukusan yang sudah dipasang dalam dandang, da air dalam dandang sedang mendidih.
4)      Jika sudah setengah matang, beras dalam kukusan diangkat dan dituangkan ke dalam panci.
5)      Siramlah beras dengan air dari dandang tersebut sampai beras terendam, aduk sampai rata.
6)      Tutuplah panci tersebut sampai air meresap pada beras.
7)      Kukuslah kembali sampai masak.
8)      Tambahkan air ke dalam dandang.
9)      Aduk nasi tersebut dan masukkan ke dalam kukusan.
10)  Setelah nasi masak, lalu diangkat dan dimasukkan ke dalam bakul.
2.      Menanak
Bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan :
-          Beras                               -     Tempat memasak (kompor)
-          Air                                   -     Minyak tanah, kayu
-          Panci tertutup
Cara memasak :
1)      Beras dicuci lalu tiriskan.
2)      Masak air dalam panci sampai mendidih, masukkan beras sampai terendam.
3)      Setelah airnya meresap dan nasi setengah masak, aduk supaya peresapan rata.
4)      Tutup panci rapat-rapat dan kecilkan api sampai nasi matang.

b)      Lauk Pauk
Lauk pauk dapat berupa ikan, daging, telur, tempe, tahu, dsb. Usahakan memasak lauk pauk secara berganti-ganti agar tidak bosan. Disamping itu, kita juga memerlukan berjenis-jenis zat makanan yang terdapat pada lauk pauk. Ada beberapa macam lauk pauk dan cara-cara membuatnya.
1.      Goreng empal
Bahan : daging sapi yang baik dan minyak goreng secukupnya.
Bumbu : ketumbar, bawang putih, bawang merah, garam, asam dan gula merah
Cara memasak :
a.       Daging direbus sampai empuk lalu dipotong tipis-tipis. Kemudian dipukuli daging berulang-ulang agar lebih empuk dan tipis.
b.      Bumbu-bumbu ditumbuk halus, dan tuangi dengan sedikit air.
c.       Bumbui daging tersebut, kemudian diamkan + 15 menit agar bumbunya meresap.
d.      Panaskan minyak goreng secukupnya dalam wajan.
e.       Setelah cukup panas, masukkan daging tersebut. Bila sudah terlihat kecoklatan angkat dan tiriskan.

5.      Cara Mengatur Meja dan Menyajikan Makanan
Memilih alat-alat makanan yang tepat untuk meja makan pagi, siang dan malam. Untuk setiap kali makan, kita memerlukan alat-alat untuk makan yang berbeda hanya jenis alat-alat yang dipakai sama.
Yang paling utama harus kita perhatikan dalam menyajikan makanan salah satunya adalah kebersihan dari perlengkapan untuk makan tersebut.
Kita juga harus mengatur meja makan. Jadi, yang pertama-tama harus kita perhatikan disaat mengatur meja makan tersebut yaitu :
-          Meja makan diatur sedemikian rupa agar letaknya sesuai dengan keperluan makan keluarga.
-          Jika keadaan rumah besar, usahakan meja tersebut letaknya berada diantara ruang tau dan dapur.
-          Meja makan memiliki berbagai macam bentuk, ada yang persegi panjang, persegi bulat, dan oval.
Dalam menyajikan makanan, makanan yang kita sajikan harus mengandung gizi agar tubuh kita tetap sehat. Dan yang perlu kita perhatikan juga adalah pengaturan menu setiap harinya.
Menu yang kita sajikan setiap harinya, hendaklah berubah-ubah agar kita tidak bosan. Menyajikan makanan hendaknya juga disesuaikan dengan waktu-waktu tertentu.
Ddisamping makanan pagi, siang dan malam yang pokoknya, ada juga makanan selingan.

6.      Cara Membuat Kue-kue Sederhana
Sebagai makanan sampingan, kue-kue juga dibuat untuk berbagai keperluan seperti : acara ulang tahun, pesta perkawinan, untuk kenduri, dsb.
Kue-kue sederhana dapat dibuat dari bahan-bahan yang sederhana, dan harganya pun murah serta mudah diperoleh.
  1. Persiapan membuat kue sederhana
Kue merupakan makanan sampingan, sebelum membuat kue yang perlu kita perhatikan :
1)      Alat-alat yang akan dipakai.
2)      Bahan-bahan untuk membuat kue.
3)      Jumah atau takaran bahan.
1)      Alat-alat yang kita pakai untuk membuat kue adalah
-          Kocokan telur                       -     Lap atau serbet
-          Kompor                                 -     Catatan kue
-          Oven (pembakar)                  -     Loyang
-          Timbangan                            -     Adukan kayu
-          Gelas ukur                             -     Saringan
-          Kuas                                      -     Baki
            Kue yang digoreng diletakkan dalam toples dan kue yang dibungkus daun atau plastik diletakkan dipiring kue.
2)      Bahan-bahan untuk membuat kue-kue sederhana adalah
-          Tepung terigu                        -     Daun pandan
-          Gula                                      -     Daun suji
-          Santan                                   -     Garam
-          Telur                                      -     Daun pisang
-          Vanila                                    -     Parutan kepala, dll
Jumlah takaran bahan disesuaikan dengan kebutuhan jenis atau macam kue yang akan dibuat ukuran besar ataupun kecilnya.
Contoh kue-kue sederhana :
-          Agar-agar
-          Getuk lendri
-          Ongol-ongol
-          Pisang goreng, dll

7.      Tata Cara Makan
Dimeja makan, sopan santun juga sangat diperlukan, terutama kalau makan bersama Ibu, Bapak, Kakak yang harus kita hormati. Demikian juga, bila diundang makan oleh kerabat atau teman ke rumahnya. Untuk ini, kita perlu memperhatikan sopan santun di meja makan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
-          Berpakaian rapi, duduk rapi dan tegap.
-          Ayah memimpin do’a.
-          Mulai makan setelah ayah dan ibu makan.
-          Angkat piring sambal ke piring kita.
-          Hindari benturan sendok pada piring.
-          Sewaktu mengunyah makanan mulut jangan berbunyi atau terbuka.
-          Habiskan dulu makanan baru berbicara.
-          Meninggalkan meja makan setelah semuanya selesai makan.
-          Kursi dimasukkan lagi ke bawah meja.
-          Sesudah makan sendok diletakkan telungkup.
-          Jika makan dengan tangan, hindari mengambil nasi dengan kepalan besar.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Jadi “Kesejahteraan Keluarga” sangat penting di dalam kehidupan kita. Yaitu agar kita semua bisa memahami penggunaan uang secara ekonomis, tidak boros dan terlalu berfoya-foya. Dan juga aga rkita terampil berbelanja, memilih bahan makanan yang baik dan menyusun menu sederhana sesuai dengan syarat-syarat gizi.
Juga berkat buku ini kita terampil memasak makanan yang enak, sehat, juga bergizi. Kita juga terampil menyajikan makanan dan hidangan-hidangan dan serta menguasai tata cara makan.

B.     Saran
Kita bisa menguasai pelajaran yang tertera dalam buku ini asalkan kita mau mempelajari dan mempraktekkan sesuai dengan petunjuk yang ada di dalam buku ini.
Mudah-mudahan dengan buku kesejahteraan keluarga ini, kami berharap anak-anak bisa mematuhi nasehat kita dan bisa memperhatikan keselamatan dan ketentraman, serta mencintai keluarga sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Usup. 1989. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Klaten : PT. Intan Pariwara.
Sukismo.