Jumat, 15 Mei 2015

Pengertian, Unsur, Landasan, Asas Pendidikan Dan Konsep Calon Guru (Contoh Makalah)


BAB I
PENDAHULUAN

Pengertian, Unsur, Landasan, Asas Pendidikan Dan Konsep Calon Guru

A.    Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk yang memiliki potensi, minimal potensi yang dimiliki seperti pendengaran, penglihatan dan hati. Guna memaksimalkan potensi itu, maka harus ada sesuatu yang mengarahkan dan membimbingnya supaya berjalan dan terarah sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu manusia harus dibekali dengan pendidikan sejak dini. Di lain pihak manusia juga memiliki kemampuan dan diberikan akal pikiran yang berbeda dengan makhluk yang lain.
Sedangkan pendidikan itu sendiri merupakan usaha sadar dan sengaja untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan manusia agar bermanfaat bagi hidupnya. Oleh karena itu kita harus tahu apa itu pendidikan, apa yang menjadi unsur dari pendidikan, serta landasan atau pondasi yang menjadi dasar berpijak dari pendidikan tersebut dan azas pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan kita bahas tentang :
-          Unsur- unsur Pendidikan
a.       Pengertian unsur pendidikan
b.      Apa saja yang menjadi unsur pendidikan
-          Landasan Pendidikan
a.       Pengertian landasan pendidikan
b.      Apa saja yang menjadi landasan Pendidikan
-          Azas Pendidikan
a.       Pengertian azas pendidikan
b.      Apa saja yang menjadi azas pendidikan
-          Konsep calon guru
a.       Pengertian guru
b.      Peran dan tujuan guru
BAB II
PEMBAHASAN

Seorang calon pendidik yang baik hanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsur, Landasan atau konsep dasar dan wujudnya pendidikan. Dan dalam makalah ini kita bahas tentang unsur pendidikan, landasan serta azas pendidikan itu sendiri.
1.      Unsur Pendidikan
a.      Pengertian
Unsur pendidikan terdiri dari dua kata yaitu unsur dan pendidikan. Unsur menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah komponen yang terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, sedangkan pendidikan menurut para ahli John Dewey pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.
Menurut GBHN, pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Jadi kami simpulkan unsur pendidikan adalah komponen terakhir yang mendukung terlaksana proses pengembangan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan.
b.      Apa saja yang menjadi unsur pendidikan
1.      Peserta didik
Secara etimologi terdiri dari bahasa arab yang jamak dan talamid berarti murid. Secara terminology peserta didik adalah orang yang belum dewasa dan memilki potensi kemampuan dasar yang masih perlu dikembangkan. Sedangkan menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No 20 tahun 2003 tentang sistem nasional mengatakan peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik memiliki berbeda-beda sebutan pada tiap jenjangnya, seperti siswa, mahasiswa, warga belajar, pelajar, murid, bahkan santri.
Ciri khas peserta didik yang harus dipahami oleh seorang pendidik
adalah:
Ø  Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas sehingga merupakan insan yang unik.
Ø  Individu yang sedang berkembang.
Ø  Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
Ø  Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2.      Pendidik
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, fasilitator dan lainnya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Menurut Abudin Nata pendidik adalah orang yang mendidik. Maksudnya orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan pentransferan ilmu kepada seseorang. Pendidik berbeda dengan tenaga kependidikan.
3.      Interaksi edukatif
Interaksi adalah suatu hubungan timbal balik antara orang satu dengan orang lainnya. Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan memanipulasi isi, metode serta alat-alat pendidikan.
4.      Tujuan
a.       Alat dan metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
Preventif adalah alat pendidikan yang bersifat pencegahan, tujuannya agar hal-hal yang dapat menghambat atau mengganggu proses pendidikan bisa dihindari. Contoh : tata tertib, anjuran, perintah dan hukuman.
Kuratif adalah alat pendidikan yang bersifat penyadaran agar anak kembali kepada hal-hal yang benar, baik dan tertib, contohnya pemberitahuan.
b.      Lingkungan pendidikan
Lingkungan pendidikan disebut juga dengan tri pusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat.
5.      Materi pendidikan
Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam
kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana pencapai tujuan. Materi ini meliputi materi inti maupun muatan lokal.
6.      Lingkungan pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri anak dalam alam semesta ini yang menjadi wadah atau wahana, badan atau lembaga berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Fungsi lingkungan pendidikan ini sendiri yaitu membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya agar dapat tujuan pendidikan yang optimal.

2.      Landasan Pendidikan
a.      Pengertian
Landasan merupakan tempat berpijak atau tempat mulainya suatu perbuatan. Dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah foundation. Dalam membuat suatu bangunan hendaknya dibangun terlebih dahulu pondasinya atau tiangnya. Apabila pondasinya kuat otomatis diterpa badai atau apapun tidak akan goyah ataupun roboh. Oleh karena itu dalam pendidikan harus memiliki pondasi yang kuat dan kokoh agar kuat dan mampu dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut.
b.      Apa saja yang menjadi landasan pendidikan
1.      Landasan Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok. Dalam landasan pendidikan, filsafat memberikan konsep dasar yang dibutuhkan sebagai prakarsa, baik bagi masyarakat maupun pemerintahan dalam membentuk formulasi dan orientasi pendidikan.
Filsafat memiliki kaitan erat dengan pendidikan atau saling keterkaitan. Filsafat mencoba merumuskan citra manusia dan masyarakat sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut. Rumuan tentang harkat dan martabat manusia beserta masyarakatnya ikut menentukan tujuan dan cara-cara penyelenggaraan pendidikan dan dari sisi lain pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Hal ini mengakibatkan munculnya beberapa aliran fisafat pendidikan yakni, idealisme, realisme, perenialisme, esensialisme, pragmatisme dan progresivisme dan eksistensialisme.
2.      Landasan Sosiologis
Sosiologi merupakan ilmu yang memperlajari hubungan manusia dalam kelompok dan struktur sosialnya. Kegiatan pendidikan merupakan suatu interaksi antara dua individu atau lebih. Kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di lembaga sekolah yang dengan sengaja dibentuk oleh masyarakat. Dengan meningkatnya perhatian sosiologi terhadap pendidikan maka lahirlah sosiologi pendidikan yang mencangkup empat bidang:
a.       Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain
b.      Hubungan kemanusiaan di sekolah
c.       Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya
d.      Sekolah dalam komunitas
3.      Landasan Kultural
Cultural merupakan budaya. Pendidikan selalu terkait dengan manusia, sedangkan manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan. Kebudayaan dan pendidikan memiliki hubungan yang timbal balik sebab kebudayaan dapat dilestarikan dikembangkan dengan jalan pendidikan, baik secara formal maupun informal.
4.      Landasan Psikologis
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan penting dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan umpama pengetahuan tentang aspek-aspek pribadi, urutan dan ciri-ciri pertumbuhan setiap aspek dan konsep tentang cara-cara paling tepat untuk mengembangkannya. Maka psikologi menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi manusia yang berhubungan dengan aspek pribadi.
5.      Landasan ilmiah dan teknologis
Pendidikan dan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat erat kaitannya, seiring dengan kemajuan IPTEK maka pendidikan juga akan mengalami kemajuan yang sangat pesat, begitu juga cabang-cabang ilmu akan menyebabkan tersedianya informasi empiris yang cepat dan tepat yang akan bermuara pada kemajuan teknologi pendidikan.
Dengan adanya perkembangan IPTEK dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, maka pendidikan mau tidak mau harus mengakomodasi perkembangan.




3.      Azas Pendidikan
a.      Pengertian
Azas pendidikan memiliki arti hukum atau kaidah yang menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Azas pendidikan juga diartikan sebagai sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berfikir baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.
Khusus Indonesia terdapat sejumlah azas yang mengarah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Ketiga azas tersebut yaitu azas tut wuri handayani. Azas belajar sepanjang hayat (life long education) dan azas kemandirian dalam belajar.
b.      Apa saja yang menjadi azas pendidikan
Azas-azas pokok pendidikan ada tiga, yaitu:
1.      Azas Tut Wuri Handayani
Asas ini merupakan gagasan yang mula-mula dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara seorang perintis kemerdekaan dan pendidikan nasional. Tut Wuri Handayani memiliki arti pendidik dengan kewibawaan yang dimiliki mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh, tidak menari dari depan, membiarkan anak mencari jalan sendiri dan apabila anak melakukan kesalahan baru diberi bimbingan.
2.      Azas Belajar Sepanjang Hayat ( Life Long Education)
Istilah belajar sepanjang hayat erat kaitannya degan pendidikan seumur hidup. UNESCO menetapkan suatu defines kerja yakni pendidikan seumur hidup adalah pendidikan yang meliputi:
Ø  Seluruh hidup setiap individu.
Ø  Mengarah kepada pembentukan, peningkatan dan penyempurnaan secara sistematis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang tepat meningkatkan kondisi hidupnya.
Ø  Tujuan akhirnya adalah mengembangkan penyadaran diri setiap individu.
Ø  Mengakui kontribusi dari semua pengaruh pendidikan yang mungkin terjadi termasuk formal, non formal dan informal.
3.      Azas Kemandirian Dalam belajar
Asas ini tidak dapat dipisahkan dari 2 asas, yaitu azas tut wuri handayani dan asas belajar sepanjang hayat. Implikasi dari asas ini adalah pendidik harus menjalankan peran komunikator, fasilitator, organisator dan sebagainya. Pendidik diharapkan dapat menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian rupa sehingga menudahkan peserta didik beinteraksi dengan sumber belajar tersebut.

4.      Kousep Calon Guru
a.      Pengertian
Terdapat banyak pengertian guru. Dari segi bahasa guru berasal dari Bahasa Indonesia yang berarti pekerjaannya mengajar. Menurut A.D Marimba adalah orang yang memikul pertanggungjawaban untuk mendidik. Sedangkan menurut Mc.Leod, guru adalah seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain. Dari definisi di atas, kami menyimpulkan pengertian guru adalah seseorang yang mentransferkan ilmunya kepada seseorang yang membutuhkan pengajaran melalui lembaga-lembaga pendidikan.
b.      Peran dan Tugas Guru
Menurut Peter dan Amstrong, tugas guru dibagi menjadi 6 bagian, yaitu:
1)      Guru bertanggung jawab dalam pengajaran
2)      Guru bertanggungjawab dalam memberikan bimbingan
3)      Guru perlu menghormati pribadi anak
4)      Guru bertanggungjawab dalam mengembangkan kurikulum
5)      Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan professional guru
6)      Guru bertanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat
Sehubungan fungsinya sebagai pendidik dan pembimbing, maka diperlukan adanya berbagai peran pada diri guru. Peranan ini akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya baik dengan siswa, guru dan staf yang lain. Berikut ini adalah kesimpulan peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar diantaranya:
1.      Guru sebagai pendidik
Peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang mendisiplinkan anak terhadap peraturan sekolah, norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
2.      Guru sebagai pengajar
Lebih menekankan kepada tugas dalam pengajaran untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan belajar.
3.      Guru sebagai pembimbing
Disini guru lebih menekankan kepada bimbingan atas apa yang dihadapi siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Proses pendidikan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah suatu konsep dasar yang bersifat atau bertujuan mengarahkan membimbing dan membina dari suatu hal yang tidak diketahui menjadi suatu hal yang diketahui baik secara umum maupun pribadi dengan struktur, arahan, sarana dan prasarana yang telah terencana sehingga mendukung proses pendidikan tersebut dan dapat dihasilkan suatu serapan materi yang penting.
Namun itu saja tidaklah cukup apabila tidak menggunakan manusia yang dapat memberikan arahan bimbingan dan pengajaran yang dikenal dengan guru. Dalam dunia pendidikan maupun pengajaran guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya namun guru juga harus memberikan bimbingan, latihan bahkan teladan bagi anak didiknya.
Seorang guru sebagai pendidik yaitu memberikan pengawasan dan pembinaan dalam hidup. Sebagai pembimbing berperan memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah. Sebagai pengajar memberikan tugas dalam merencanakan pembelajaran.

B.     Saran
Saran yang dapat disampaikan yaitu menjadi seorang guru tidaklah mudah. Seorang guru hendaklah melaksanakan tugasnya dan perannya dengan baik. Profesi guru berbeda dengan profesi lainnya. Perbedaan tersebut terletak dalam tugas dan tanggung jawab yang besar serta kemampuan dasar yang diisyaratkan (kompetensi).

DAFTAR PUSTAKA


Effendi, Mawardi, Istilah-istilah dalam praktek mengajar dan pembelajaran,, UNP Press, 2010.

Idris, Zahara.MA, Dasar-dasar Kependidikan, Angkasa, Bandung, 1984.

Nizar, Samsul. Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat press, 2002.

Tirtarahardja, Umar dan Drs.S.L.La Sulo, Pengantar Pendidikan, Rineka Cipta, 2005.