Sabtu, 23 Mei 2015

Tugas dan Wewenang Kepala Sekolah (Contoh Makalah)


TUGAS DAN WEWENANG KEPALA SEKOLAH
Tugas dan Wewenang Kepala Sekolah (Contoh Makalah)


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagaimana dikutip oleh Wahjosumidjo (1999:83) kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu “Kepala” dan “Sekolah” kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Sedang sekolah adalah sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Jadi secara umum kepala sekolah dapat diartikan pemimpin sekolah atau suatu lembaga di mana tempat menerima dan memberi pelajaran.
Sedangkan Wahjosumidjo (1999: 83) sendiri mengartikan bahwa kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar, atau tempat terjadinya interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Kata ‘memimpin’ dan rumusan tersebut mengandung makna luas, yaitu kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam praktik lembaga, kata ‘memimpin’ mengandung konotasi menggerakkan, mengarahkan membimbing, melindungi, membina, memberikan teladan, memberikan dorongan, memberikan bantuan, dan sebagainya.
Dan sebagaimana termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/ Madrasah pada Bab I pasal 1 bahwa yang dimaksud dengan kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin taman kanak-kanak raudhotul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB) sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama madsah tsanawiyah (SMP/MTS) sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA) sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK) atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf intemasional (SBI).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah jabatan pimpinan yaitu tenaga fungsional guru yang diberi tugas dan tanggung jawab serta mempunyai kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.
Sedangkan profesional atau juga sering disebut profesionalisme banyak pakar yang mendefinisikannya. Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan profesinya. Sementara Sudarwan Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: “Profesionalisme adalah komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu. Kemudian Freidson (1970) dalam Syaiful Sagala (2005:199) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme adalah sebagai komitmen untuk ide-ide profesional dan karir.
Jadi dapat disimpulkan bahwa profesionalisme adalah suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan. Dalam tulisan ini, kepala sekolah profesional harus dapat mengkomunikasikan segala tugas pokok dan fungsinya dalam manajemen sekolah.
Secara tidak langsung keberhasilan manajemen pendidikan berimplikasi kepada peran sentral kepala sekolah sebagai inti dan pada manajemen (leadership is the key to management). Walaupun peranan profesionalisme secara keseluruhan tidak bermuara pada peranan kepala sekolah saja, namun Mc Ginn dalam Sudarwan Danim (2002) memberikan alasannya bahwa dalam sebuah sekolah memerlukan peranan seseorang dalam melakukan fungsi sebagai pemberi keputusan dan tanggungjawab.
Maka menyadari akan makna profesionalisme kepala sekolah yang harus dikuasai seorang pemimpin dalam upaya pemenuhan tuntutan tugas dan fungsi kepala sekolah dalam lembaga pendidikan maka diperlukan kualifikasi profesional yang jelas. Baik, ditentukan dan sifat atau karakteristik, ataupun dilihat dan segi institusional dan pendekatan legalistik sehingga menghasilkan nilai profesionalisme yang signifikan kepada peran dan kepala sekolah.