Senin, 31 Agustus 2015

Kerajaan Samudera Pasai



KERAJAAN SAMUDERA PASAI
Kerajaan Samudera Pasai



a.      Letak Kerajaan
Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan pertama di Indonesia yang menganut agama Islam. Secara geografis, Kerajaan Samudera Pasai terletak di daerah pantai timur Pulau Sumatera bagian utara yang berdekatan dengan jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu, yakni Selat Malaka.
Dengan posisi yang sangat strategis ini, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan Islam yang cukup kuat pada masa itu. perkembangan ini juga didukung dengan hasil bumi dari Kerajaan Samudera Pasai seperti lada.
Keadaan seperti inilah yang mengakibatkan Kerajaan Samudera Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat pada masa itu, baik dalam kehidupan politik ekonomi, sosial dan budaya.

b.      Kehidupan Politik
Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai tidak dapat diketahui dengan pasti. Akan tetapi para ahli berhasil menemukan bukti tentang perkembangan kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Samudera Pasai antara lain :
1.      Nasimuddin al-Kamil
Pendiri Kerajaan Samudera Pasai adalah Nasimuddin al-Kamil, seorang laksamana laut dari Mesir. Pada tahun 1238 M, ia mendapat tugas merebut pelabuhan Kembayat di Gujarat yang dijadikan tempat pemasaran barang-barang perdagangan dari timur. Nasimuddin al-Kamil juga mendirikan satu kerajaan di Pulau Sumatera bagian utara. Tujuan utamanya adalah untuk dapat menguasai hasil perdagangan rempah-rempah dan lada.
Nasimuddin al-Kamil meletakkan dasar-dasar pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai dengan berlandaskan hukum-hukum ajaran Islam. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Samudera Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat, walaupun secara politis Kerajaan Samudera Pasai berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
2.      Sultan Malikul Saleh
Malikul Saleh merupakan raja pertama Kerajaan Samudera Pasai. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi bandar yang besar dan penting artinya bagi perdagangan mancanegara. Kerajaan Samudera Pasai dapat berkembang menjadi besar karena terletak di jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, yakni di perairan Selat Malaka. Oleh karena itu, banyak pedagang dari India, Gujarat, Arab, dan Cina datang ke Samudera Pasai.
Berkat kemajaun perdagangan, Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat. Guna memperluas pengaruhnya, Sultan Malikul saleh berusaha menguasai daerah pedalaman. Daerah yang berhasil dikuasai, antara lain Tamiang, Balek Bimba, Samer Langga, Simpang Bulah Telang, Perlak, dan Takus. Daerah tersebut akhirnya masuk Islam. Setelah Malikul Saleh wafat, ia dimakamkan di Samudera Pasai. Di atas makamnya dibangun batu nisan yang berciri agama Islam. Batu nisan tersebut berangka tahun 635 Hijriyah atau 1297. Batu inilah yang menjadi petunjuk bagi kita bahwa Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
3.      Sultan Malikul Tahir
Pengganti Malikul Saleh adalah putranya yang bernama Malikul Tahir. Pada masa pemerintahannya, singgah seorang musafir dari Maroko yang bernama Ibnu Batutah. Sultan Malikul Tahir kemudian digantikan oleh Sultan Mahmuh Malik az-Zahir. Namun, pada masa pemerintahannya Kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran. Adiknya yang bernama Mansur Malik az-Zahir memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah.
Pada tahun 1521, Kerajaan Samudera Pasau dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun, kemudian tahun 1524 dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh. Selanjutnya, Samudera Pasai berada di bawah kekuasaan Aceh.

c.       Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur berdasarkan ajaran Islam atau hukum Islam. Dalam pelaksanaannya terdapat banyak persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat Arab. Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari para pedagang Islam dari Persia, Arab, dan India yang sejak abad ke-7 dan 8 telah singgah di Samudera Pasai. Karena kehidupan sosial Kerajaan Samudera Pasai mempunyai banyak persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat Arab, sehingga daerah itu mendapat julukan Serambi Mekah.

d.      Kehidupan Ekonomi
Kehidupan ekonomi Kerajaan Samudera Pasai menitikberatkan pada sektor perdagangan, karena Kerajaan Samudara Pasai terletak di jalur pelayaran dan perdagangan dunia, yakni di Selat Malaka. Keadaan itu juga sangat mendukung kreativitas masyarakatnya untuk terjun langsung ke bidang perdagangan.
Pasa masa pemerintahan Malikul Saleh, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi bandar udara besar dan penting bagi perdagangan mancanegara. Oleh sebab itu, Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat. Guna mengamankan diri dari serangan Kerajaan Siam yang daerahnya meliputi semenanjung Malaya, Kerajaan Samudera Pasai mengadakan hubungan langsung dengan Kerajaan Cina.
Perkembangan ekonomi masyarakat Kerajaan Samudera Pasai yang sangat pesat menjadi perhatian dan sekaligus menjadi incaran dari kerajaan lain di sekitarnya. Setelah Kerajaan Samudera Pasai dikuasai oleh Kerajaan Malaka, pusat perdagangan dipindahkan ke bandar Malaka.

e.       Kehidupan Budaya
Sebagai kerajaan maritim, di Samudera Pasai tidak banyak atau tidak ditemukan peninggalan budaya. Benda hasil kebudayaan di Kerajaan Samudera Pasai, seperti batu nisan atau jirat putri Raja Pasai yang didatangkan dar Gujarat. Jadi di Kerajaan Samudera Pasai tidak ditemukan hasil budaya asli masyarakat setempat.