Minggu, 30 Agustus 2015

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Tags


PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Pengembangan kurikulum mencakup beberapa tingkat, yaitu :
·         Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional.
·         Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
·         Pengembangan Silabus.
·         Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
·         Kurikulum Aktual (Pelaksanaan Pembelajaran).

Pengembangan kurikulum nasional dilatar belakangi dengan adanya konteks pendidikan yang mencakup landasan, tujuan pendidikan nasional dan standar pendidikan nasional. Dalam kurikulum nasional akan dikembangkan pula dengan adnaya standar kompetensi dan standar isi. Semua itu akan dirangkum dan dikembangkan pula dalam kurikulum operasional yang terdiri dari KTSP, Silabus dan RPP. Kesemuanya akan diaplikasikan dalam kurikulum aktual yakni dalam proses pembaruan.

A.    Prinsip Pengembangan Kurikulum (KTSP)
KTSP jenjang pendidikan dasar yang dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah yang berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai gontar (Permandiknas 22 Tahun 2006).
  1. Berawal pada potensi, pengembangan serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah dan jenjang serta jenis pendidikan tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat serta status sosial ekonomi dan gender.
  1. Tanggap terhadap perkembangan IPTEK dan Seni.
  2. Relevan dengan kebutuhan.
  3. Menyeluruh dan berkesinambungan.
  4. Belajar sepanjang hayat.
  5. Seimbang dengan kepentingan lokal, nasional dan global.

B.     Strategi Pembelajaran Kurikulum (KTSP)
1.      Sosialisasi Kurikulum (KTSP) di Sekolah
Sosialisasi perlu dilakukan secara matang kepada berbagai pihak agar dapat dipahami dan diterapkan secara optimal, karena sosialisasi merupakan langkah penting yang akan menunjang dan menentukan keberhasilan pelaksanaan kurikulum (KTSP).

2.      Menciptakan Suasana yang Kondusif
Iklim belajar yang kondusif antara lain dapat dikembanmgkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut :
a)      Menyediakan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran.
b)      Memberkan remedial bagi peserta didik yang kurang berprestasi/ prestasi rendah.
c)      Mengembangkan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal.
d)     Menciptakan kerjasama saling menghargai.
e)      Melibatkan peserta didik dalam proses belajar dan pembelajaran.
f)       Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama.
g)      Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan evaluasi diri sendiri (self evaluation)

3.      Menyiapkan Sumber Belajar
Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam kurikulum (KTSP) di sekolah antara lain laboratorium, pusat sumber belajar dan perpustakaan serta tenaga pengelola yang potensial. Dalam pengembangan sumber belajar guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebih konkrit.

4.      Membina Disiplin
a)      Konsep diri (self-concept).
b)      Keterampilan berkomunikasi (communication skills).
c)      Konsekuensi logis dan alami.
d)     Klasifikasi nilai (valve clarification).
e)      Analisis transaksional (transactional analysis).
f)       Terapi realitas (reality therapy).
g)      Disiplin yang terintegrasi (arsertive discipline).

5.      Mengembangkan Kemandirian Kepala Sekolah
Kepemimpinan Kepala Sekolah yang efektif harus memiliki sikap mandiri terutama dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menyelesaikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. KTSP menuntut Kepala Sekolah yang demokratis profesional, melalui pengangkatan yang profesional / demokratis pula.

6.      Membangun Karakter Guru
Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Demikian halnya dengan pengembangan KTSP yang menuntut aktifitas dan kreatifitas guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik.

7.      Memberdayakan Staf
Pemberdayaan staf dalam kaitannya dengan pengembangan KTSP dapat dilakukan dengan :
a)      Dalam kaitannya dengan kesejahteraan staf.
b)      Dalam hal pendidikan pra jabatan.
c)      Dalam hal rekrutmen dan penempatan staf.
d)     Dalam peningkatan kualitas staf.
e)      Dalam hal pengembangan karir tenaga kependidikan.

C.    Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum (KTSP)
Acuan operasional penyusunan kurikulum (KTSP) mencakup 12 poin yaitu :
1.      Peningkatan IMTAK serta akhlak mulia.
2.      Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
3.      Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan.
4.      Tuntutan perkembangan / pembangunan daerah dan nasional.
5.      Tuntutan dunia kerja.
6.      Perkembangan IPTEK dan seni.
7.      Agama.
8.      Dinamika perkembangan global.
9.      Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
10.  Kondisi Sosbud masyarakat setempat.
11.  Kesetaraan gender.
12.  Karakteristik satuan pendidikan.

Para pengembangan kurikulum bisa mengembangkan dan menyesuaikan acuan tersebut di atas dengan situasi dan kondisi daerah, karakteristik dan kemampuan peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia.