Minggu, 06 September 2015

Defenisi dan Tipe Gerakan Sosial


GERAKAN SOSIAL
Defenisi dan Tiipe Gerakan Sosial


1.      Defenisi Gerakan Sosial
Dilingkungan masyarakat yang sudah modern seperti di Indonesia munculnya gerakan sosial bukanlah masalah yang aneh. Karena semakin kompleksnya masyarakat semakin banyak menimbulkan permasalahan. Misalnya ketika kenaikan listrik yang terlalu tinggi, nantinya akan muncul gerakan dan komite penurunan tarif listrik. Dalam pengurusan tanah atau lahan dimana pemerintah bersikap tidak adil dan sewenang-wenang terhadap rakyat. Ini memberi warna pada munculnya gerakan perlawanan terhadap penguasa. Dengan kata lain gerakan sosial lahir sebagai reaksi terhadap sesuatu yang tidak diinginkannya atau menginginkan perubahan kebijakan karena dinilai tidak adil. Biasanya gerakan sosial berbentuk aksi protes / unjuk rasa di tempat kejadian atau didepan gedung perwakilan rakyat / gedung pemerintahan.
Setelah Mei 1998, gerakan sosial semakin marak dan ketidak adilan atau ketidakpuasan yang muncul jauh sebelum 1998 di bongkar untuk dicari penyelesaiannya. Karena sistem politik semakin terbuka dan demokratis dan peluang lahirnya gerakan sosial semakin terbuka pula. Berbagai gerakan sosial dalam bentuk LSM dan Ormas bahkan parpol politik menjamur memberikan indikasi bahwa memang dalam suasana demokratis, maka masyarakat memiliki banyak prakarsa untuk mengadakan perbaikan sistem dan struktur yang cacat. Melihat realitas seperti ini dapat kita simpulkan sementara bahwa gerakan sosial merupakan sebuah gerakan yang lahir dan atas prakarsa masyarakat dalam usaha menuntut perubahan dalam institusi, kebijakan atau struktur pemerintahan. Perubahan itu biasanya karena kebijakan pemerintah tidak sesuai lagi dengan konteks masyarakat yang ada atau kebijakan itu bertentangan dengan kehendak sebagian rakyat gerakan itu lahir dari masyarakat. Maka kekurangan apapun yang ada pada pemerintahan menjadi sebuah sorotan. Namun literatur tentang gerakan sosial ada yang mengartikan kalau gerakan sosial adalah anti pemerintahan atau pro pemerintahan. Gerakan sosial tidak selalu muncul dari masyarakat tapi ada pula berasal dari rekayasa pejabat pemerintah atau penguasa. Jadi defenisi yang juga bisa dipakai adalah gerakan sosial tidak terbatas pada sebuah gerakan yang lahir dari masyarakat yang menginginkan perubahan pemerintahan tapi juga gerakan yang berusaha mempertahankan kemauannya.

2.      Perkembangan Gerakan Sosial
Dahulu gerakan sosial berupa gerakan kelas dan gerakan kelompok etnik. Dimana contoh gerakan sosial tersebut antara bangsawan dengan masyarakat bawah, antara petani lawan tuan tanah, kelas pekerja melawan majikan, petani lawan tengkulak dan borjuis kecil (petty bourgeoise) lawan penguasa besar. Mereka melakukan gerakan sosial karena secara sosio ekonomi mereka terekplotasi dan secara politis tertekan.
Sedangkan gerakan petani modern sebagai penguasa tidak mengembangkan ideologi yang rinci namun mengangkat tuntutan-tuntutan konkret sehingga lebih dekat dengan gerakan protes. Namun jika penderitaan mereka tidak bisa dihindari, bahkan petani modern menjadi terbuka terhadap gerakan ideologis radikal. Misalnya terjadi pada gerakan petani selama kebangkitan Nazisme. Gerakan petani mungkin melahirkan kekerasan. Ideologi mereka jika ada mungkin pada saat sama menganut tradisionalisme dan restoratif. Namun biasanya dalam wilayah tradisional kerusuhan petani, komunisme kontemporer mendapatkan dukungan     luas.
Atau dalam kehidupan politik demokratis yang sistematis, dapat kita bedakan 3 phase utama di dalam perkembangan gerakan-gerakan sosial modern. Pertama tahap dimana gerakan-gerakan seperti gerakan demokrasi, hanya menyediakan sebuah sarana efektif bagi pengungkapan keluhan-keluhan dan usaha-usaha untuk melahirkan perubahan-perubahan politik. Kedua, munculnya gerakan sosial ketika pencapaian pemerintah yang representatif, persamaan hak pilih universal dan sistem pemilihan umum yang bebas dan rahasia yang mengurangi intensitas aksi-aksi politik di luar mekanisme lembaga formal. Ketiga, kebangkitan-kebangkitan dan pembentukan berbagai gerakan sosial sebagai suatu ciri kehidupan politik yang kurang lebih bersifat permanen yang mencerminkan suatu gerakan yang lebih mendasar untuk memperluas demokrasi.

3.      Tipe Gerakan Sosial
Gerakan sosial meliputi banyak tipe atau cara terjadinya gerakan tersebut. misalnya tipe gerakan sosial yang tergantung pada jumlah pendukung dan pengaruhnya terhadap sistem politik mereka mengkonsepkan semua hal berbau politik dalam pengertian hubungan sahabat dan musuh dimana tidak ada aturan yang melarang. Hal ini bisa menjelaskan penggunaan teror sebelum dan sesudah perebutan kekuasaan dan paradoks bahwa orang berniat untuk mencapai suatu tujuan mampu memberikan jtaan manusia dalam prosesnya. Selain itu gerakan sosial, melalui aspek struktural dimana membentuk gerakan melalui perubahan kultural seperti peningkatan kapasitas kelompok untuk tugas komunikasi. Kepemimpinan dan organisasi. Terakhir ada gerakan sosial yang terjadi akibat dari pemimpin yang kharismatik, seperti pada 1998 yang dipelopori oleh Amien Raiz.