Sejarah Perkembangan Keperawatan Di Indonesia



SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Sejarah Perkembangan Keperawatan Di Indonesia



1.      Zaman VOC (1602 – 1799)
Bangsa Belanda datang untuk berdagang. Untuk itu terbentuklan VOC. Karena adanya staf dan tentara, maka diperlukan usaha kesehatan dan diperlukan Rumah Sakit.
RS pertama “Binnen Hospital” (1799), bertempat di Batavia (Jakarta). Para perawatnya diambil dari penduduk Bumi Putra (Zieken Oppaser) penjaga orang sakit dibawah pengawasan militer.
·         Perawatan Penyakit Jiwa di Indonesia
Tidak sama, ada yang lemah lembut dan ada yang kasar, tergantung dari kemajuan masyarakat dimasing daerah. Perawatan tidak dikerjakan di RS. Sampai tahun 1800, penderita penyakit jiwa walaupun sudah dikumpulkan disuatu bangsal, namun hanya bersifat penjagaan saja.
·         Rumah Sakit Jiwa yang Ada di Indonesia
1.      RS. Jiwa di Cilendek Bogor, didirikan tahun 1875 merupakan RS Jiwa Pertama di Indonesia dengan kapasitas 400 tempat tidur.
2.      RS. Jiwa di Lawang, didirikan tahun 1894 dengan kapasitas 3.300 tempat tidur.
3.      RS. Jiwa di Magelang, didirikan tahun 1923 dengan kapasitas 1.100 tempat tidur.
4.      RS. Jiwa di Grogol dengan kapasitas tempat 60 tempat tidur.
Perawatan dilakukan diberi shock (dikagetkan). Pada zaman pertengahan dengan cara ditakut-takuti, ataupun dimasukkan kedalam sumur atau dengan menggunakan air panas / dingin.

2.      Zaman Penjajahan Belanda I (1799 – 1811)
Zaman ini tidak ada usaha kesehatan dan perawatan yang menonjol hanya merupakan kelanjutan dari zaman sebelumnya.

3.      Zaman Penjajahan Inggris (1811 – 1816)
Gubernur Jenderal Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Dia mengatakan bahwa kesehatan adalah milik manusia.
Usaha-usaha yang dilakukannya :
  1. Pencacaran umum
  2. Perbaikan perawatan orang sakit jiwa.
  3. Perbaikan perawatan orang-orang tahanan.

4.      Zaman Penjajahan Belanda II (1816 – 1942)
Pemerintah kembali ke tangan Belanda, maka perawatan nampak maju dengan keluarnya UU Kes.Sep: Praktek Dokter, Kebidanan, Pengobatan dan lain-lain di Batavia.
Tahun 1819 didirikan RS Stadsverband di Glogok yang sangat sederhana. Tahun 1919 berubah menjadi Central Burgerlijke Zein Kenichting (CBZ) yang kemudian dipindahkan ke Salemba.
Dr. Wade Bosch (1852) mendirikan sekolah dokter Jawa yang kemudian juga mendirikan pendidikan kebidanan, dan tahun 1875 ditutup kembali.
Kemudian muncul RS misi Zending, RS Muhammadiah, Bola Keselamatan. Salah satu yang terkenal RS di Gang Foal yang sekarang RS Cikini. RS ini didirikan tahun 1879. Kemudian muncul RS. St. Corolus di Jakarta, RS Baromius di Bandung dan RS Elisabeth di Semarang.
Pendidikan perawatan dimulai tahun 1906 di RS Cikini dan tahun 1912 di RS Glodok.

5.      Zaman Penjajahan Jepang (1942 – 1945)
Pada zaman ini perawatan dapat dikatakan mundur, kekuatan diambil alih oleh orang Jepang. Obat-obatan dirasakan sangat kurang, penyakit timbul, bahan-bahan balutan sangat kurang sampai akhirnya menggunakan daun pisang atau pelepah pisang.

6.      Zaman Kemerdekaan (1945 – Now)
Keadaan di RS dan perawatan mengalami kekurangan terutama obat-obatan. Sejak tahun 1949 pemerintah mulai membangun dan menyusun kembali perbaikan-perbaikan di lapangan kesehatan.
Pada tahun 1952 didirikan di Bandung Sekolah Guru Perawat. Bersamaan dengan itu di Bandung muncul Sekolah Perawat dengan dasar SMP.

0 Response to "Sejarah Perkembangan Keperawatan Di Indonesia"

Posting Komentar