Selasa, 13 Oktober 2015

Makalah Tentang Pendidik Berjiwa Emas

Tags

Makalah Tentang Pendidik Berjiwa Emas


BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang  Masalah
Menyadari betapa pentingnya seorang guru bagi murid-muridnya. Seorang guru dituntut untuk memiliki kelebihan, sebab tugas dan tanggung jawabnya sebagai pencerdas bangsa jauh lebih berat dibanding tahun-tahun yang sudah berlalu.
Seorang guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga kemampuan lain agar selalu tidak kalah dengan pengetahuan yang dimiliki murid-muridnya.

BAB II
MODAL DASAR SEORANG GURU

1.      Memiliki Kecerdasan Spiritualnya Memadai
Guru, digugu dan ditiru. Sebuah idiom yang melambangkamn betapa agungnya profesi seorang guru. Seorang guru idealnya memiliki kecerdasan spiritualnya yang memadai.
Kecerdasan spiritual merupakan modal dasar utama bagi seorang guru untuk menjadi sosok yang diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi anak didiknya.
Kriteria sederhana seorang guru yang dianggap memiliki kecerdasan spiritual yaitu apabila ia meyakini dirinya sebagai bagian dari alam semesta yang tidak dapat lepas dari kehendak sang maha kuasa.
2.      Kecerdasan Emosinya Cukup
Kemampuan spiritual merupakan batu pijakan yang kokoh untuk menjadi seorang guru yang mumpuni, tetapi kemampuan tersebut belum memadai sebelum dilengkapi dengan kemampuan emosional dan intelektual. Idealnya, seorang guru memiliki ketiga-tiganya.
Kemampuan emosional merujuk pada kecapakan untuk mengelola batinnya sendiri dan batin murid-muridnya dan kemampuan untuk memberikan motivasi baik kepada dirinya sendiri maupun murid-muridnya.
Fokus utamanya adalah bagaimana seorang guru mampu mengelola emosinya sendiri. Kemampuan mengelola emosi ini sangat penting agar ia bisa tampil didepan murid-muridnya sebagai guru yang bijaksana. Mendidik berarti mencetak anak didik sebagai manusia yang utuh baik lahir maupun batin.
Seorang guru yang memiliki kecerdasan emosional yang cukup akan terlibat jelas dari cara mengajarnya, yakni sabar dan bijaksana. Tidak mudah terpancing oleh ulah nakal murid-muridnya, yang dituntut dari seorang guru, yakni mengubah kenakalan itu menjadi baik.

3.      Memiliki Kecerdasan Intelektual
Seorang guru seharusnya selalu berusaha mengembangkan kemampuan agar menemukan kreasi dan  malasi baru demi murid-muridnya. Guru tidak boleh cepat merasa puas dengan pedoman yang ada, tetapi ia harus berupaya memperbaiki apa yang sudah diberikan dengan cukup baik kepada murid-muridnya agar menjadi semakin baik.
Guru harus memiliki gagasan-gagasan baru demi meningkatkan kecerdasan anak didiknya.
Kecerdasan intelektual ini akan menempatkan dirinya sebagai sosok yang punya daya tarik tersendiri bagi murid-muridnya. Murid merasa senang mengikuti apa yang diajarkan karena ia dianggap mampu menguasai bidangnya dan mampu mentransfer pengetahuan kepada muridnya dengan baik pula.
4.      Sabar Menghadapi Murid
Seorang guru mestinya identik dengan seorang yang matang jiwanya. Mampu berpikir dewasa dan sabar dalam menghadapi kendala apapun yang menghalangi tugas-tugasnya.
Bersabarlah menghadapi murid-murid yang bandel, sok pintar atau setengah dungu. Untuk mengubah anak-anak yang bandel tidak bisa frontal, sebab mereka bisa melawan. Pahamilah dunianya dan cobalah mengerti kenapa murid itu sampai bandel jika guru sudah tahu akar permasalahannya lebih mudah guru untuk menakhlukkan kebandelannya.
Kesabaran akan memudahkan tugas kita selanjutnya.

5.      Memiliki Kedisiplinan Yang Tinggi
Guru yang memiliki disiplin tinggi akan berupaya datang ke sekolah tepat waktu, kalau bisa setengah jam sebelum bel berbunyi sudah siap dimejanya. Waktu yang setengah jam itu bisa digunakan untuk mempersiapklan materi yang akan diajarkan walaupun sudah disiapkan dari rumahnya.
Seorang guru yang berdisiplin tinggi selalu memperhatikan penampilannya. Ia selalu berpakaian rapi untuk menjaga citranya di depan murid-muridnya.
Guru sebaiknya mengajari dirinya sendiri untuk berdisiplin tinggi sebelum mengajari murid-muridnya.
6.      Komunikatif
Komunikatif ini sangat penting untuk memperlancar tugas-tugasnya sebagai seorang guru yang setiap hari berdialog dengan murid. Seorang guru yang sukses membangun komunikasi di lingkungan murid akan memudahkan diri untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari muridnya.
7.      Memiliki Jiwa Pendidik
Seorang guru harus memiliki jiwa pendidik, karena amanah yang menjadi tanggung jawabnya bukan main-main beratnya.

BAB III
SIKAP DAN PERILAKU TERKAIT DENGAN MURID

1.      Mampu Menjadi Teladan
Seorang guru adalah sumber keteladanan. Guru merupakan sumber kebenaran, ilmu dan kebijakan dilingkup sekolah. Tetapi ia mestinya mengembangkan dirinya tak sebatas ditempatnya mengajar, tapi juga di lingkungan sekolah.
2.      Senantiasa Bersikap Bijak Terhadap Murid
Ciri-ciri guru yang bijaksana adalah mampu mengendalikan dirinya dengan baik. Segala tingkah lakunya mencerminkan sosok yang arif dan bijaksana sehingga dapat dipercaya oleh murid-muridnya. Luhur budinya dan lurus ucapannya
Guru yang bijaksana tercermin dari tingkah lakunya yang penuh hitungan dan tidak pernah grasa-grusu segala sesuatu dipikirkan baik-baik sebelum akhirnya diputuskan apa yang sebaiknya dilakukan. Ia mendidik dan membimbing muridnya bukan dengan kata-kata tapi juga dengan tindakan.
Guru yang bijaksana tidak akan kehabisan akal untuk mengajari muridnya menjadi pribadi-pribadi yang bermodal tinggi dan bijaksana.
3.      Tidak Suka Marah
Kunci terletak pada kemampuan kita mengendalikan diri. Guru yang bisa mengendalikan dirinya dengan baik tidak akan mudah menumpahkan kemarahannya. Guru seperti ini tidak akan mudah marah tanpa sebab yang jelas, karena menyadari tidak ada untungnya sama sekali.
Kemarahan hanya akan menurunkan citra diri kita sebagai seorang guru didepan murid-murid kita sendiri.
4.      Mampu Memotivasi Murid Untuk Belajar
Guru yang baik yaitu guru yang bisa memotivasi murid menjadi anak yang berjiwa positif. Guru yang pintar memotivasi murid akan tampil dengan penuh semangat dan percaya diri.
Disinilah peranan guru sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi yang mereka perlukan.
5.      Mampu Merangsang Murid Untuk Berkreasi
Seorang guru harus mampu melihat potensi setiap anak didiknya dengan baik, sehingga dapat mengarahkan kemampuan alami yang dimilikinya. Setiap anak memiliki bakat yang berbeda.
6.      Tidak Pilih Kasih
Guru yang  bijaksana pasti akan memperlakukan muridnya dengan sama, tidak ada istilah murid kesayangan dan murid terbuang. Semua murid mendapat hak perhatian yang sama, walaupun dengan latar belakang yang berbeda.
Guru yang bijaksana akan memberi kesempatan yang sama kepada seluruh muridnya untuk mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan.
7.      Memberikan Perintah Secara Menyenangkan
Guru yang bijaksana pasti akan memberikan perintah secara menyenangkan. Ia akan mampu menghormati dan menghargai murid-muridnya dengan memperlakukan mereka sebagai manusia.
8.      Memberikan Teguran Secara Bijak
Memberikan teguran kepada anak didik tidak boleh sembarangan jangan asbun sehingga menimbulkan sakit hati pada anak.
Jika terpaksa harus menegur, tegurnya dengan bijaksana. Berikan teguran dan kemukakan alasannya kenapa kita terpaksa menegurnya. Menegur tanpa alasan hanya memicu sikap antipati kepada guru.
Sebagai guru kita dituntut untuk memiliki banyak cara bagaimana menegur tanpa menyinggung perasaannya. Yang harus kita hindari adalah menegur dihadapan teman-temannya yang lain, ini akan membuatnya malu dan minder.