Selasa, 27 Oktober 2015

Pertumbuhan Dan Perkembangan Nasionalisme Di Jepang


Pertumbuhan Dan Perkembangan Nasionalisme Di Jepang



a.      Politik Isolasi Jepang
Pada masa pemerintahan Shogun, bangsa Jepang berhasil mengusir bangsa barat, maka mulai saat Jepang melakukan politik isolasi sejak ke-18. negara-negara barat terus menerus mencoba mengadakan hubungan dengan Jepang tetapi selalu gagal. Usaha itu diulangi pada tahun ke-19 oleh kongsi pelayaran USA tetapi usaha itupun juga gagal.
Baru pada tahun 1852 Commodore Perry mendapat tugas untuk membuka Jepang. Tugas tersebut berhasil dan pemerintah Jepang membuka pelabuhannya untuk hubungan perdagangan, USA boleh singgah di Jepang dan pelaut-pelaut USA mendapat perlindungan dari pemerintah Jepang. Kemudian diikuti oleh Rusia dan Prancis untuk berhubungan dengan Jepang dan kemudian pada tanggal 31 Maret 1854 ditandatangani persetujuan antara Shogun dengan Perry yang disebut perjanjian Shimoda yang isinya bahwa Shimoda dan pelabuhan Hokodate dibuka untuk kapal-kapal USA. Setelah itu pada tahun 1855 Jepang dengan Rusia dan Inggris. Pada tahun 1856 diadakan perjanjian antara Jepang dengan Prancis.
Akibat pembukaan ini Shogun terjepit kedudukannya diantara gerakan anti asing dan desakan brat. Akhirnya, pada tahun 1865, tenno memberikan persetujuan membuka Jepang bagi bangsa-bangsa barat.

b.      Restorasi Meiji
Pada tahun 1867 Tenno Komei meninggal, digantikan Matsuhito yang masih remaja. Ternyata Tenno yang baru ini berhaluan maju dan pandai. Kemudian pada tahun 1868 Shogun Yoshibu menyerahkan kekuasaannya kepada Tenno. Peristiwa ini disebut retorasi Meiji dengan ini maka berakhirlah konflik antara Shogun dengan Daimyo.