Minggu, 04 Oktober 2015

Sarana Khusus Dalam Pendidikan Inklusi


Sarana Khusus Dalam Pendidikan Inklusi



Agar anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif untuk mengembangkan potensinya serta untuk menunjang kemampuan aksebilitasnya, maka ada beberapa sarana khusus yang perlu disediakan.
1.      Ruang Bimbingan Khusus
Ruang ini berada di sekolah biasa yang merupakan ruangan khusus yang hanya digunakan untuk anak berkebutuhan khusus. Biasanya untuk ABK tingkat sedang bagian tengah dan bawah juga tingkat berat bagian atas akan lebih efektif dimasukkan dalam kelas ini. Mereka belajar sepenuhnya dalam kelas ini untuk semua mata pelajaran. Mereka berintegrasi dengan teman-temannya yang normal dalam waktu-waktu tertentu misalnya dalam mengikuti upacara, olahraga, mengikuti perayaan-perayaan, kesenian pergi ke kantin dan sebagainya.
Dalam beberapa hal (maat pelajaran tertentu) ABK mengikuti kegiatan di kelas baisa bersama-sama dengan temannya yang normal. Dalam kegiatan yang sangat menyulitkan, untuk mata pelajaran tertentu ABK mendapat pendidikan di ruangan khusus dari guru pendidikan luar biasa. Atau tenaga lain di bawah koordinasi guru pendidikan luar biasa.

2.      Ruang Sumber
ABK dapat pula dididik di kelas biasa dengan bantuan guru pendidikan luar biasa pada ruang sumber. Yang dimaksud dengan ruang sumber ialah ruang khusus yang menyediakan berbagai fasilitas untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi ABK di kelas biasa. Biasanya anak datang ke ruang sumber berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Dalam ruangan ini anak tuna grahita mendapat bimbingan dari guru pembimbing khusus untuk pelajaran-pelajaran tertentu. GPK dari ruang sumber seyogyanya selalu berkonsultasi dengan guru kelas / bidang studi untuk mengembangkan program-program yang diinginkan.
Ruang sumber merupakan ruang yang disediakan oleh sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan khusus bagi anak yang membutuhkan, terutama yang tergolong berkesulitan belajar. Di dalam ruang tersebut terdapat ruang remedial dan berbagai media belajar. Aktivitas di dalam ruang sumbe umumnya berkonsentrasi pada upaya memperbaiki keterampilan dasar seperti, membaca, menulis dan berhitung. Guru sumber atau guru remedial dituntut untuk menguasai bidang keahlian yang berkenaan dengan pendidikan bagi anak ABK. Guru sumber juga dapat diharapkan sebagai pengganti guru kelas dan menjadi konsultan bagi guru reguler. Anak belajar di ruang sumber sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Guru di ruang sumber biasanya menangani 15 sampai 20 anak tiap hari.
3.      Ruang Konferensi Kasus
Ruang konferensi kasus adalah ruang dimana digunakan sebagai tempat penanganan terhadap kasus atau masalah-masalah yang dialami anak berkebutuhan khusus. Di ruang ini kasus-kasus yang dialami anak berkebutuhan khusus ditangani oleh tenaga profesional agar kasus-kasus tersebut dapat diatasi dan selanjutnya untuk diberi bimbingan.
4.      Alat Bantu Khusus
Agar ABK dapat mengikuti pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan potensinya serta untuk menunjang kemampuan aksebilitasnya maka ada beberapa sarana khusus yang harus disediakan.
a.      Untuk anak dengan gangguan penglihatan
1)      Sarana untuk orientasi dan mobilitas
Tongkat panjang, tongkat lipat, blind fold, bola bunyi, tutup kepala.
2)      Alat bantu pelajaran / akademik
Globe timbul, peta timbul, abacus, penggaris braile, blokies, puzzle ball, papan baca, model anatomi mata, meteran braile, puzzle buah-buahan, puzzle binatang, kompas braile, talking watch, gelas rasa, botol aroma, bentuk-bentuk geometri, color sorting box, braile kit, reglets & stylush, mesin tik biasa, mesin tik braile, komputer dan printer braile, kompas bicara dan kamus bicara.
3)      Alat bantu visual
Magnifer lens set, CCTV, view scan, televisi dan mikroskop.
4)      Alat bantu auditif
Tape recorder double deck, alat musik pukul dan alat musik tiup.
5)      Alat latihan fisik
Catur gangguan penglihatan, bridge gangguan penglihatan, sepak bola dengan bola berbunyi. Papan keseimbangan, power raider, static bycicle.
b.      Sarana untuk anak gangguan pendengaran / gangguan komunikasi
1)      Alat bantu dengar seperti: model saku, model belakang telinga, dan model kacamata.
Sedangkan untuk membantu pendengaran dalam proses pembelajaran dapat digunakan alat seperti : hearing group dan loopinduction system.
2)      Latihan bina perspesi dan irama
Speech and sound simulation, spatel, cermin, alat latihan meniup, alat musik perkusi, meja latihan wicara, sikat getar, lampu aksen, dan TV/VCD.
3)      Alat bantu belajar akademik
Anatomi telinga, miniatur benda, finger alfhabet, model telinga, torso setengah badan, puzzle buah-buahan dan binatang, puzzle konstruksi, silinder, model geometri, kartu kata dan kalimat, menara segitiga dan gelang, menara segiempat, atlas, globe, peta dinding, dan miniatur rumah adat.
4)      Alat latihan fisik
Bola dan net volly, bola sepak, meja pingpong, raket, net bulu tangkis, suttle cock, power raider, dan static bycicle
c.       Sarana untuk anak dengan gangguan intelektual / anak lamban belajar
1)      Latihan sensori visual
Gradasi kubus, gradasibalok 1 dan 2, silinder 1, 2 dan 3, menara gelang 1, 2, 3, kotak silinder, multi indra, puzzle binatang, kontruksi dan bola, boka sorter warna, geometri tiga dimensi, papan geometri, kotak geometri, konsentrasi mekanis, form menstock box, scheiben stepel puzzle, formstec stepel puzzle, fadeldreiecke, rogenbugentorte, geo strestreckbrett, steckpiel, puzzle set.
2)      Latihan sensori perabaan
Keping raba 1, 2 dan 3, alas raba, fub and handpuzzle, pubtaspiatten, tactila, balance labirinth maander, balance labirinth spirale.
3)      Sensori pengecap dan perasa
Gelas rasa, botol aroma, tactile perception, aesthesiometer.
4)      Latihan bina diri
Berpakaian 1,2 dan 3, dressing frame set, sikat gigi dan pasta gigi.
5)      Konsep dan simbol bilangan
Keping pecahan, blok bilangan 1 dan 2, geometri 3 dimensi, abacus, papan bilangan, tiang bilangan dan kotak bilangan.
6)      Kreatifitas dan daya pikir
Das baukastchen, das wurfelufen, maxi bausteinwagen, steck spielzug, groverforsettlung, wurfspiei.
7)      Alat pengajaran bahasa
Alphabet loweincase, pias huruf, alphabet fibre box, dan pias kalimat.
8)      Latihan perseptual motor
Bak pasir, papan keseimbangan, gradasi papan titian, keping keseimbangan, power raider, formensortierspiel, hanbalancier, balancier brett, balancier zehner, balancier wippe, dan balancier steg.

d.      Sarana untuk anak dengan gangguan fungsi otot dan alat gerak
1)      Alat latihan fisik
Pulley weight, kanavel table, squeez ball, retorator hand, restorator leg, tredmill jogger, safety walking starp, staight, sand bag, exercise mat, incine mat, neuro development roll, height adjustable growler, floor sitler, kursi CP, vestibular board, balance beam set, dinamic body and balance, kolam bola-bola, vibrator, infra red lamp, dual speed massager, speeding training devices, bola karet, balok berganda dan balok titian.
2)      Alat bela diri
Sipel utensil, dressing frame set, lacing shoes, deluxe mobile commaded, alat orthotic dan prosthetic.
3)      Alat bantu belajar
Kartu abjad, kartu kata, kartu kalimat, torso seluruh badan, geometri sharpe, menara gelang, menara segitiga, menara segiempat, gelas rasa, botol aroma, abacus dan washer, papan pasak dan kotak bilangan.

e.       Sarana untuk anak dengan gangguan emosi dan prilaku sosial
1)      Alat terapi prilaku
Duck walk, step and count, bola sepak bertali, puppen house, rolling boxer, samsak, sarung tinju, hoopia, sand pits, animal matching games, organ, tambur dengan stick tripod, rebana, flute, torso, constuctie puzlle, fruit puzzle, basket mini, dan konsentrasi mekanis.
2)      Alat terapi fisik
Matras, straight-type staircase, bola sepak, bola dan net vooleey, meja pingpong, power rider, strickleiter, trecketsando, dan ropelader.

f.       Sarana untuk anak berbakat
1)      Alat bantu ajar / akademik
Sumber belajar, buku paket, buku pelengkap, buku referensi, buku bacaan, majalah, koran, internet, modul, lembar kerja, kaset video, VCD, museum, perpustakaan, CD Room dan lain sebagainya.
2)      Media pembelajaran
Radio, kaset recorder, TV, OHP, wireless, slide projector, LD/VCD/DVD player, chart dan komputer.

g.      Sarana untuk anak yang mengalami kesulitan belajar
1)      Alat bantu ajar/akademik kesulitan belajar membaca sarana yang dibutuhkan adalah : kartu abjad, kartu kata dan kartu kalimat.
2)      Alat bantu ajar/akademik kesulitan belajar bahasa alat yang diperlukan berupa: kartu abjad, kartu kata dan kartu kalimat.
3)      Alat bantu ajar/akademik kesulitan belajar menulis alat yang dibutuhkan berupa: kartu abjad, kartu kalimat, balok bilangan 1 dan balok bilangan 2.
4)      Alat bantu ajar/akademik kesulitan belajar

h.      Aksebilitas lain
Peserta didik di sekolah inklusi terdiri dari anak normal dan anak yang memiliki kebutuhan khusus yang mengalami kelainan atau penyimpangan baik fisik intelektual, sosial, emosional maupun sensori neurologis. Untuk mengembangkan potensi ABK, maka sarana yang diperlukan sekolah selain sarana dan prasaran umum (seperti halnya sekolah umum) juga sarana-prasarana yang sesuai dengan jenis gangguan yang dialami anak.
·         Ruang kelas berserta perlengkapannya.
·         Ruang praktikum beserta perlengkapannya.
·         Ruang perpustakaan beserta perlengkapannya.
·         Ruang serbaguna beserta perlengkapannya.
·         Ruang BP / BK beserta perlengkapannya.
·         Ruang UKS beserta perlengkapannya.
·         Ruang Kepala Sekolah, Guru dan Tata Usaha beserta perabotnya.
·         Lapangan olahraga beserta peralatannya.
·         Toilet.
·         Ruang ibadah beserta perangkatnya
·         Ruang kantin