Jumat, 23 Oktober 2015

Tujuan, Fungsi dan Prinsip-Prinsip Motivasi Menurut Para Ahli


Tujuan, Fungsi dan Prinsip-Prinsip Motivasi Menurut Para Ahli


A.    Tujuan Motivasi
Dari defenisi motivasi dapat diketahui apa tujuan dari motivasi itu. menurut Purwanto (2000:71) “secara umum dapat dikatakan tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugaj seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu”. Maka bagi guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kamauannya untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah. Untuk itu, tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh guru sebagai pemberi motivasi serta sesuai dengan kebutuhan siswa sebgai yang dimotivasi.

B.     Fungsi Motivasi
Menurut Hamalik (2000:175), fungsi motivasi itu ialah: (1) mendorong timbulnya atau suatu perubahan. Tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti belajar, (2) sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan, (3) sebagai penggerak, ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Dari pendapat ini, terkandung makna bahwa motivasi berfungsi untuk mendorong timbulnya kelakukan dan mempengaruhi serta mengubah kelakuan, sebagai pengarah dan sebagai penggerak. Begitu juga dalam kegiatan atau proses belajar mengajar, motivasi sangat penting artinya. Karena bisa saja siswa tidak belajar sebagaimana mestinya karena kurang atau lemahnya motivasi belajar. Bahkan bisa jadi siswa yang intelegensinya tinggi pun bisa gagal dalam belajar jika siswa tersebut tidak punya motivasi.

C.    Prinsip Motivasi
Menurut Hamalik (2000:181), “ada 17 prinsip motivasi yang dapat dilaksanakan”. Prinsip-prinsip itu adalah :
1.      Pujian lebih efektif dari pada hukuman. Karena hukuman bersifat menghentikan suatu perbuatan, sedangkan pujian bersifat menghargai apa yang telah dilakukan.
2.      Semua siswa mempunyai kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar) yang harus mendapat pemuasan.
3.      Motivasi yang berasal dari dalam diri individu lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan dari luar.
4.      Jawaban (perbuatan) yang serasi (sesuai dengan keinginan) memerlukan usaha penguatan (reinforcement).
5.      Motivasi mudah menjalar dan menyebar luas terhadap orang lain.
6.      Pemahaman yang jelas tentang tujuan belajar akan merangsang motivasi.
7.      Tugas-tugas yang bersumber dari diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya ketimbang bila tugas-tugas itu dipaksakan oleh guru.
8.      Pujian-pujian yang datangnya dari luar (external rewards) kadang-kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sebenarnya.
9.      Teknik dan prosedur mengajar yang bermacam-macam itu efektif untuk memelihara minat siswa. Cara mengajar yang bervariasi ini akan menimbulkan situasi belajar yang menentang dan menyenangkan.
10.  Minat khusus yang dimiliki oleh siswa berdaya guna untuk mempelajari hal-hal lainnya.
11.  Kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang minat para siswa yang tergolong kurang tidak ada artinya bagi siswa yang tergolong pandai.
12.  Tekanan dari kelompok siswa umumnya lebih efektif dalam memotivasi dibandingkan dengan tekanan atau paksaan dari orang dewasa.
13.  Motivasi yang tinggi erat hubungannya dengan kreativitas siswa.
14.  Kecemasan akan menimbulkan kesulitan belajar.
15.  Kecemasan dan frustasi dapat membantu siswa dapat berbuat lebih baik.
16.  tugas yang terlalu sukar dapat mengakibatkan frustasi sehingga dapat menuju kepada demoralisasi.
17.  Tiap siswa mempunyai tingkat frustasi dan toleransi yang berlainan.
Jika ada begitu banyak prinsip dalam pemberian motivasi yang harus diperhatikan oleh guru. Namun dalam teknik memotivasi siswa hendaknya berdasarkan kebutuhan, misalnya pemberian penghargaan atau ganjaran, angka dan tingkat keberhasilan dan aspirasi, pujian, persaingan dan kerja sama.