Karya Tulis Tentang Pelestarian Ekosistem Pantai


Karya Tulis Tentang Pelestarian Ekosistem Pantai


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Konsep ekologis dalam penelitian adalah kawasan alam yang didalamnya terjadi interaksi timbal balik antara organisme dengan unsur lainnya atau disebut ekosistem atau lingkungan tempat hidup organisme serta unsur lain. Lingkungan sebagai tempat hidup dan memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup. Lingkungan yang mendukung terhadap kehidupan makhluk hidup merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap makhluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan (Resosoudarma Kartawinata dan Sogarto, 1987)

1.2  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah mengaplikasikan pelajaran tentang penulisan karya tulis ini. Serta memakai Bahasa Indonesia dengan baik sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Adapun juga sebagai persyaratan dan juga untuk menumbuhkan minat, kemampuan siswa untuk mengeluarkan ide-idenya atau imajinasi yang dikeluarkan dalam bentuk tulisan.

1.3  Ruang Lingkup
Pada penulisan karya tulis ini materi yang lebih mudah dipahami atau memberikan wawasan bahwa kita dapat melestarikan ekosistem pantai dengan cara yang tercatat di dalam karya tulis ini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Pelestarian Ekosistem
Asal kata pelestarian adalah lestari yang artinya tetap seperti keadaan semula. Pelestarian adalah usaha untuk melindungi sesuatu agar tidak punah. Ekosistem adalah kumpulan individu yang jenisnya (spesiesnya) berbeda yang hidup pada suatu tempat tertentu dan perhubungan dengan makhluk tak hidup. Sedangkan pelestarian ekosistem pantai adalah usaha menjaga agar ekosistem pantai tidak rusak atau musnah.
Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa ada beberapa hewan atau tumbuh-tumbuhan yang telah punah dari muka bumi, seperti hewan Dinosaurus. Bahkan pada masa sekarang ini ada hewan yang hampir punah, misalnya biawak, komodo dan harimau.
Istilah-istilah yang berkaitan dengan pelestarian ekosistem :
  1. Ekosistem adalah komunitas dengan lingkungan abiotik.
  2. Abiotik adalah makhluk tak hidup.
  3. Komunitas adalah kumpulan dari beberapa populasi yang hidup pada suatu tempat tertentu.
  4. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu tempat tertentu.
  5. Individu adalah makhluk hidup tunggal.
  6. Kepadatan populasi adalah jumlah individu sejenis dalam satuan luas daerah yang ditempatinya.

2.2  Potensi Sumber Daya Laut Indonesia
Berbagai sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui banyak terdapat di laut. Pemanfaatan sumber daya alam Indonesia terus berkembang terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan (khususnya sumber protein hewani), energi, bahan baku, perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan negara.
2.3  Flora (Tumbuhan)
Hutan Bakau (Mangrove) dan nipah banyak terdapat di tepi pantai. Hutan mangrove mempunyai berbagai peranan lingkungan yang penting terhadap lahan, satwa liar dan perikanan. Pengolahan hutan mangrove bagi manusia telah menimbulkan pengaruh yang penting terhadap ekosistem.
Fungsi ekosistem hutan mangrove adalah :
a.       Fungsi Fisik
1.      Menjaga garis pantai agar tetap stabil.
2.      Mempercepat perluasan lahan.
3.      Melindungi pantai dan tebing sungai.
4.      Mengolah bahan limbah secara alami.
b.      Fungsi Biologis
1.      Tempat hidup benih ikan, udang dan karang.
2.      Tempat bersarangnya burung-burung.

c.       Fungsi Ekonomi
1.      Lahan tambak
2.      Tempat pembuatan garam
3.      Tempat rekreasi

2.4  Fauna (Hewan)
Laut kita selain kaya flora juga kaya fauna. Jenis ikan yang cukup banyak dan tersebar di perairan Indonesia terutama di Sumatera Barat seperti ikan bolo, ikan sarai, ikan teri dan udang.

BAB III
MASALAH LINGKUNGAN PERAIRAN INDONESIA

Beberapa contoh masalah lingkungan dan kelestarian sumber daya alam laut di Indonesia.
1.      Semakin meningkatnya penggunaan bahan peledak untuk mencari ikan diberbagai lingkungan terumbu karang di Indonesia.
2.      Pengambilan batu karang, batu kimia, keriki, dan pasir pantai yang sifatnya berlebihan di beberapa tempat di Indonesia.
3.      Peningkatan pemanfaatan hutan bakau untuk berbagai jenis keperluan. Seperti untuk kayu bakar, pembuatan arang dan bahan baku untuk pabrik kertas.
4.      Masalah penangkapan ikan menggunakan kapal dan pukat harimau sangat erat hubungannya dengan masalah kelestarian sumber daya alam laut, khususnya sumber daya alam hayati diperairan pantai.
5.      Peningkatan jumlah dan jenis bahan pencemaran yang masuk ke lingkungan laut dan wilayah pesisir. Misalnya endapan lumpur, sampah, buangan industri dan sisa minyak.
Usaha penanggulangannya adalah :
1.       Meningkatkan efektifitas dan sanksi hukum terhadap pelanggaran penggunaan bahan peledak bagi pencari ikan.
2.       Pembatasan penangkapan dengan berbagai cara, misalnya musim penangkapan, mata jaring yang digunakan dan jenis alat penangkapan.
3.       Pengaturan dan pembatasan bahan buangan industri dengan segala sanksinya bagi masalah pencemaran laut dan wilayah pesisir pantai.

BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
  1. Pelestarian ekosistem pantai adalah usaha menjaga agar ekosistem pantai tidak rusak ataupun punah.
  2. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dapat diperbanyak atau diganti dalam waktu singkat, seperti hewan atau tumbuhan.
  3. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang tidak dapat diganti dengan waktu yang cepat seperti minyak bumi.
  4. Masalah pertumbuhan penduduk yang cepat akan menimbulkan masalah bagi manusia, terutama dapat memenuhi kebutuhan hidup.
  5. Semakin meningkatnya penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan di berbagai lingkungan terumbu karang Indonesia menyebabkan ikan akan mati atau musnah sehingga kita tidak dapat menangkap ikan.

4.2  Saran
Kita sebagai manusia wajib melestarikan ekosistem pantai. Kita harus mencegah. Kepada pencari ikan agar tidak menggunakan bahan peledak. Dengan begitulah terlestarikan ekosistem pantai.


DAFTAR PUSTAKA

Kaligis, JRE, dkk. 1993. Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta : Universitas Terbuka Depdikbud.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Rahardi. 1993. Agribisnis Perikanan. Penebar Swadaya

Prathama Rahardja. 1991. Ilmu Pengetahuan Sosial Geografi dan Ilmu Pengetahuan Alam. Intan Pariwara.

Rasosoedarmo Soedjiran, Kuswara Kartawinata dan Soegianto Apriani. 1987. Pengantar Ekologi. Penerbit Remadja Karya CV. Bandung.

Singarimbin Masri dan Effendi Sofyan. 1985. Metoda Penelitian – Survey. Penerbit LP3ES. Jakarta.

0 Response to "Karya Tulis Tentang Pelestarian Ekosistem Pantai"

Poskan Komentar