Jumat, 27 November 2015

Pemeliharaan Ikan Di Sawah Tumpang Sari (Contoh Makalah)

Pemeliharaan Ikan Di Sawah Tumpang Sari


BAB  I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Latar belakang penulis membuat karya tulis ini adalah karena ada orang yang tidak kenal tentang pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari dan cara pemanenannya.

1.2  Tujuan
Tujuan penulis membuat karya tulis ini adalah agar penulis dan pembaca sama-sama kenal dengan pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari dan pemanenannya.

1.3  Ruang Lingkup
Karya tulis ini melingkup beberapa masalah antara lain adalah sebagai berikut :
1)      Cara pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari.
2)      Pemberantasan hama dan penyakit ikan di sawah tumpang sari.
3)      Memanen ikan.

BAB II
PEMELIHARAAN IKAN DI SAWAH TUMPANG SARI

1.      CARA PEMELIHARAAN IKAN DI SAWAH TUMPANG SARI
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari yaitu :
1)      Jenis ikan yang akan dipelihara.
2)      Cara pemilihan bibit ikan.
3)      Waktu yang tepat untuk menaburkan benih ikan.
4)      Cara pemberian makanan ikan.
5)      Pengaturan air sawah, dan
6)      Pemberantasan hama ikan.

  1. Jenis Ikan Yang Akan di Pelihara
Banyak spesies ikan yang dapat dipelihara dengan sistem mina padi, antara lain ikan mas, nila, mujair, tawes dan sepat siam.
Hampir semua jenis ikan dapat dipelihara dengan sistem budidaya ikan di sawah. Namun, ada beberapa jenis ikan tertentu yang lebih menguntungkan dibandingkan jenis ikan yang lain.

  1. Cara Pemilihan Bibit Ikan
Agar mendapatkan hasil yang tinggi, ikan yang akan ditebarkan sebaiknya memenuhi persyaratan berikut :
1)      Gesit dan lincah
2)      Mata bening
3)      Kulit terang dan berkilau
4)      Warna tidak mencolok
5)      Tahan hidup di air dangkal dan bersuhu agak tinggi
6)      Dipilih dari induk unggul yang sehat
7)      Disukai oleh masyarakat dan mempunyai harga jual yang memadai
8)      Hendaknya jangan dipelihara benih ikan yang terlalu kecil.
  1. Waktu Yang Tepat Untuk Menabur / Menebarkan Benih Ikan
Cara menebarkan benih ikan berbeda sesuai dengan jenis pembudayaannya. Misalnya, penebaran benih ikan pada pembudayaan ikan sebagai palawija.
1.      Waktu  Penebaran Benih Ikan Bersama Padi (Mina Padi)
Penebaran benih ikan dilakukan 5-7 hari setelah penanaman padi. Hal ini dimaksudkan mengurangi resiko keracunan akibat penggunaan obat-obatan yang digunakan pada waktu pengolahan tanah. Selain itu, agar tanaman padi lebih kuat dahulu sebelum digenangi air.

2.      Penebaran Benih Ikan Sebagai Penyelang dan Palawija
Penebaran benih pada sistem penyelang dan palawija dilakukan 5-7 hari setelah pengolahan tanah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko keracunan akibat penggunaan obat-obatan dan pupuk pada waktu pengolahan tanah.

  1. Cara Pemberian Makanan Ikan
Berikut ini ada beberapa contoh makanan alami bagi ikan dan jenis ikan pemakannya.
Jenis –jenis Ikan dan Makanan Alaminya
No
Jenis Ikan
Jenis Makanan Alami
1
Ikan Mas
Cacing oligo, ulat/larva dari serangga, malusca kecil (hewan lunak kecil), serangga air dan kutu air.
2
Ikan Tawes
Plankton, cacing, udang-udang kecil, pupuk tumbuhan air seperti daun hidrilla.
3
Ikan Mujair
Plankton, udang-udang kecil, serangga air, kutu air, telur ikan lain, dan anak ikan lain.
4
Ikan  Nilem
Serangga air dan larvanya, larva crustacea (larva udang-udangan) plankton, lumut daun.
5
Ikan Sepat
Plankton, ganggang penempel, cacing, larva nyamuk
Namun, keberadaan alami tidak dapat menjamin kelangsungan hidup ikan, karena lama kelamaan makanan alami akan habis. Untuk menjaga ketersediaan makanan alami tersebut, perlu diberikan makanan tambahan.
Tabel Makanan Tambahan Untuk Beberapa Jenis Ikan
Jenis Ikan
Makanan Tambahan
Ikan Mas
Dedak halus, potongan ikan, jagung, sisa-sisa dapur, pellet.
Ikan Tawes
Daun-daunan (ketela pohon, ubi jalar,  kedelai, pepaya)
Ikan Mujair
Ampas tahu, ampas kelapa, bungkil kelapa, dedak, potongan ikan/kelapa ikan teri, sisa dapur, pellet.
Ikan  Nilem
Daun-daunan, bungkil kelapa, sisa dapur.
Ikan Sepat
Dedak, bungkil kelapa, pellet.

Cara pemberian makanan ikan adalah sebagai berikut :
1)      Saluran keluar masuk air ditutup agar makanan tidak terbuang/mengalir ke luar.
2)      Makanan tambahan dimasukkan kedalam karung, kemudian karung dilubang-lubangi.
3)      Pemberian makanan dilakukan pada pagi dan sore hari.
4)      Pemberian makanan buatan seperti pellet dilakukan dekat saluran air masuk.

  1. Pengaturan Air Sawah
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan air sawah untuk memelihara ikan mina padi adalah sebagai berikut :
1)      Persediaan air sawah di usahakan memadai, tidak berubah-ubah sesuai dengan keperluan.
2)      Air dibiarkan tersisa sedikit saja selama 3-4 hari setelah penanaman benih padi.
3)      Ketinggian permukaan air dinaikkan sesuai dengan pertumbuhan padi.
4)      Pengaliran air dilakukan secara terus-menerus.
5)      Pada masa pemeliharaan kedua ketinggian air dapat ditingkatkan sampai menjadi 10-20 cm.
6)      Untuk menjaga mutu dan jumlah air, pemasukan dan pengeluaran air harus teratur.

2.      PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN DI SAWAH TUMPANG SARI
A.    Macam-macam Hama Ikan dan Pemberantasannya
Hama ikan yang sering ditemui di area sawah, antara lain bebeyasan, kepiting, ular, musang air, burung dan belut. Hama bebeyasan akan timbul apabila areal sawah mengandung bahan organik terlalu tinggi, misalnya sebagai akibat pemberian pupuk kandang yang berlebihan.
Pemberantasannya dilakukan dengan cara menuangkan minyak tanah kepermukaan air. Cara pengendalian ini dilakukan dengan hati-hati karena apabila minyak tanah yang dituangkan terlalu banyak akan menyebabkan ikan keracunan.
Hama lain yang harus dikendalikan adalah jenis mamalia, seperti musang air, kucing liar dan berang-berang. Cara pemberantasan hama ini dilakukan dengan menangkapnya sampai habis.

B.     Macam-macam Penyakit Ikan Yang Terjadi di Sawah Tumpang Sari
Ada beberapa macam penyakit utama yang menyerang ikan antara lain :
1)      Penyakit yang disebabkan oleh sebangsa udang-udangan (crustacea).
2)      Penyakit yang disebabkan oleh bakteri aeromonas dan pseodomonas.
3)      Penyakit binting putih (white spot).
4)      Penyakit bisul.
5)      Penyakit yang disebabkan oleh jamur.

3.      MEMANEN IKAN
A.    Cara Memanen Ikan di Kolam
Tujuan memanen ikan antara lain untuk :
1)      Mengetahui hasil karya atau usaha.
2)      Memenuhi kebutuhan keluarga.
3)      Mengurangi populasi ikan di dalam kolam.
4)      Menambah pendapatan keluarga, dan
5)      Membersihkan kolam.

Pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu :
1)      Panen sekaligus.
2)      Panen bertahap.

B.     Alat Yang Digunakan Untuk Memanen
Alat-alat yang digunakan untuk memanen antara lain, adalah sebagai berikut :
1)      Kail                                   5)   Anco
2)      Jala                                    6)   Bubu
3)      Jaring                                 7)   Tangguk
4)      Pecak

C.    Waktu Yang Tepat Untuk Memanen Ikan
Waktu panen ikan biasanya disesuaikan dengan jenis ikan yang dipelihara karena masing-masing jenis ikan mempunyai waktu panen yang berbeda-beda.

D.    Pengklasifikasian Hasil Panen Ikan
Secara umum pengklasifikasian hasil panen ikan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.      Pengklasifikasian menurut ukuran tubuh ikan.
a.       Ikan besar dengan ikan besar.
b.      Ikan yang sedang dengan ikan sedang.
c.       Ikan kecil dengan ikan kecil.
2.      Pengklasifikasian menurut jenisnya
Dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Ikan gurami dengan ikan gurami.
b.      Ikan lele dengan ikan lele.
c.       Ikan mas dengan ikan mas.

Keuntungan pengklasifikasian ikan adalah :
1)      Mencegah kerusakan ikan.
2)      Memudahkan pemasaran ikan.
3)      Memudahkan perhitungan jumlah / hasil ikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengklasifikasikan / pengelompokkan ikan menurut ikan dan menurut jenis ikan dan menurut besar kecilnya ikan.
Ø  Jenis ikan mujair / nila tidak dicampurkan dengan ikan mas dan ikan lainnya, agar tidak merugikan keadaan fisik ikan itu.
Ø  Sebaiknya ikan juga dikelompokkan menurut ukurannya atau besar kecilnya ikan itu jika tidak demikian harga ikan akan bisa rendah.
Ø  Dengan mengelompokkan hasil akan dapat membawa keuntungan bagi petani ikan.

BAB III
PENUTUP

3.1   Saran
Saran penulis kepada pembaca untuk karya tulis ini adalah apabila pembaca ingin membudidayakan ikan di seluruh sawah tumpang sari agar mempelajari teknik-tekniknya.

3.2   Kesimpulan
Dalam pemeliharaan ikan di sawah tumpang sari harus tau tentang bagaimana cara pemeliharaannya, antara lain :
1)      Cara pemeliharaannya
2)      Pemberantasan hama dan penyakitnya, serta
3)      Bagaimana cara memanennya.


DAFTAR PUSTAKA

Azwirman, dkk. 1998. Keterampilan Pertanian SLTP 2. Padang: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.