Sabtu, 28 November 2015

Resensi Novel Pudarnya Pesona Kleopatra Karangan Habiburrahman El Shirazy

Resensi Novel Pudarnya Pesona Kleopatra Karangan Habiburrahman El Shirazy


·         Judul Buku            : Pudarnya Pesona Kleopatra
·         Nama Pengarang   : Habiburrahman El Shirazy
·         Penerbit                 : Republika
·         Jumlah Halaman    : 111 Halaman
·         Tahun Terbit          : Tahun 2006
·         Warna Kulit          : Hitam, Coklat, Kekuning-kuningan


Habiburrahman El Shirazy, lahir di Semarang pada hari Kamis Pon, 30 – 9 – 1976. Penulis muda ini mengawali pendidikan formalnya di SD Sembungharyo IV dan di Madrasah Diniyah Al-Huda Bengetayu Wetan, Semarang. Lulus tahun 1989 lalu melanjutkan di MTs Futujayyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di pondok pesantren Al-Anwar pada tahun 1992. beliau marantau ke Gudaya Sukarta untuk belajar di Madrasah Aliyah lulus pada tahun 1995 selanjutnya melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan belajar di Fakultas Ussulladin Jurusan Hadis.
Ketika menempuh studi di Cairo, Mesir Kang Abik pernah memimpin kelompok kajian pengetahuan Islam di Kairo pernah menjadi Duta Indonesia untuk mengikuti perkemahan pemuda Internasional kedua.
Pernah aktif di majelis Sinergi kalam (Masika)  KMI Orsat Kairo (1998-2000) dan menjadi koordinator Islam selama 2 periode pernah diminta menjadi koordinator Islam.
Penulis yang satu pernah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarai pementasannya di Kairo. Sebelum pulang ke Indonesia Kang Abik diundang oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia selama 5 hari (1 – 5 Oktober) untuk membacakan puisi-puisinya keliling di Indonesia dalam momen 9 tahun Kuala Lumpur Word Poetry Reading / pengucapan puisi dunia kuala lumpur (PPPBL) ke-9 bersama penyair-penyair dunia lainnya. Kang Abik juga telah menghasilkan beberapa karya terjemahan, seperti Ar-Rasul (GIP 2003) dan Giografi Umar Bin Abdul Aziz (GIP Jakarta 2002).
Pudarnya Pesona Kleopatra menceritakan tentang seorang pemuda yang tidak bisa menerima / mencintai istrinya yang padahal kecantikan istrinya luar biasa / sangat cantik yang istrinya bernama Rhihana dan ketika dia sudah sadar dan mebuka pintunya akhirnya itu sia-sia.
Tak terasa mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang, wajahnya yang teduh dan baby face. Pengorbanan dan pengabdianya yang tiada putusnya suaranya yang lembut dan tangisnya perasaan hari dan cinta. Ya terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku seketika itu, pesona kecantikan cleopatra memudar.
Segera ku kejar waktu membagi cintaku pada Raihana membagi rinduku yang tiada-tiada memenuhi rongga dada. Dari mataku berderai-derai, ku kebut kendaraanku, ku pacu kencang diiringi derai air mataku yang tiada henti. Aku tak peduli, aku ingin segera sampai dan meluapkan semua rasa cinta ini padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman mertua nyaris tangis ku meledak. Kutahan dengan menarik nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu aku jadi heran dan ikut menangis tersedu-sedu aku jadi heran dan ikut menangis. Mana Raihana ku?
Ibu mertua hanya menangis dan menangis aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Istri mu dan anak yang dikandung Raihana. Ada apa dengan dia? Dia…… dia telah meninggal. Hati bergetar hebat dan penyesalan yang sangat mendalam.
Cerita ini bertemakan penyesalan suami yang tidak ada gunanya lagi / kesadaran yang sudah terlambat dan bergaya bahasa yang mudah dipahami.
Keunggulan dari novel ini yaitu membuat pembaca menjadi terabawa haru. Membuat hati teraduk-aduk ada cekam keharuan yang mendalam ada rindu, dendam cinta suci karena illahi.


Kelemahan dari novel ini membuat pembacanya penasaran karena endingnya tidak sesuai keinginan.
Kesimpulan dari novel ini. Novel ini sangat menarik membuat pembaca ingin membacanya berulang-ulang. Saran saya supaya novel yang dibuat selanjutnya lebih membuat pembaca terharu lagi.