Sabtu, 29 Juli 2017

Pelaksanaan Program Adiwiyata Di Sekolah


PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA DI SEKOLAH


Pelaksanaan Program Adiwiyata sesungguhnya tidak hanya merupakan amanah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dimana salah satu hak masyarakat adalah mendapatkan pendidikan lingkungan hidup, tetapi pelaksanaan program Adiwiyata pada saat ini sudah menjadi kebutuhan mendesak agar upaya-upaya pemerintah dalam mewujudkan pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang dapat dilaksanakan, dimana yang penting program ini sudah tertanam sejak dini yaitu melalui sekolah.
Pelaksanaan Program Adiwiyata Di Sekolah
Dunia pendidikan baik itu formal maupun non formal memiliki peran strategis untuk turut meminimalisir laju kerusakan lingkungan hidup karena dapat menjadi front terdepan untuk membangun generasi yang sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Program Adiwiyata janganlah dipandang suatu program baru yang hanya akan menjadi beban bagi sekolah. Tetapi harus dianggap sebagai salah satu program pengembangan kreativitas dan pendukung dalam mewujudkan Pendidikan Nasional yang berkarakter. Apalagi kalau ditelaah lebih lanjut dari tujuan program Adiwiyata dan cara pencapaiannya, tidak ada sesuatu hal yang patut dianggap beban. Banyak hal yang sebenarnya sudah dilakukan sekolah seperti membiasakan hidup bersih dan sehat. Namun banyak pula hal patutnya dilakukan pihak Sekolah tetapi belum menjadi perhatian penuh sekolah seperti:

  • Penggunaan media lingkungan Sekolah dalam proses pembelajaran anak antara lain Taman, TOGA, Kolam, Hutan Sekolah, Green House, Kantin, dinding sekolah, dan lain-lain.
  • Mengintegrasikan lingkurigan hidup pada mata pelajaran wajib, muatan lokal, pengembangan diri dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pemanfaatan sampah untuk karya seni, pembuatan kompos, biopori, pramuka, dan lain-lain.
  • Melakukan dan membiasakan prilaku hemat sumberdaya alam seperti hemat listrik, air, kertas dan tinta dalam program dan contoh nyata. Hal ini harusnya sudah dapat dilihat dimulai dari ruang kepala Sekolah, Tata Usaha hingga WC anak dalam bentuk himbauan atau penyediaan tempat kertas bekas untuk konsep dan lain-lain.



Dengan mengikuti program Adiwiyata maka semua hal tersebut sekarang harus dilaksanakan secara terprogram, kontinyu oleh pihak sekolah, melalui 4 (empat) program pokok Adiwiyata yaitu :
  1. Pengembangan kebijakan sekolah
  2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan
  3. Pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif;
  4. Pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya lingkungan.

Maka seluruh warga sekolah mau tidak mau dituntut partisipasinya dalam menciptakan kondisi sekolah yang baik, yaitu bersih, sehat dan rindang serta penuh dengan kreativitas dan inovasi. Contoh dan teladan dari guru, dan dukungan Komite Sekolah serta semua pihak diharapkan budaya sadar lingkungan ini akan melekat pada diri anak dan menjadi karakter yang dibawanya hingga mereka dewasa.

Guna mengembangkan program Adiwiyata, tidak hanya pihak sekolah yang dituntut peranannya disini, namun Pemerintah Daerah yaitu semua instansi terkait juga dituntut peranannya. Kita berharap dapat bersinergi antara Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama dengan Bapedalda atau Instansi Lingkungan Hidup Kab/Kota dan Provinsi dalam menjabarkan program pembinaan Adiwiyata. Upaya sekolah patut didukung baik dari segi bimbingan teknis, pendanaan maupun fasilitas pelaksanaan program Adiwiyata dengan pihak-pihak lain.

Sekolah diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan program Adiwiyata lingkungannya sendiri tetapi kedepannya juga diharapkan mampu merangkul lingkungan sekitarnya dalam menerapkan budaya lingkungan. Serta sekolah diharapkan mampu mengembangkan kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain baik instansi pemerintah maupun swasta. Beberapa program instansi dan swasta dapat disenergikan dengan program Adiwiyata seperti “Program Menanam Besar Menuai” dan Dinas Kehutanan Program “UKS” dan Dinas Kesehatan. “Program Kantin Kejujuran dan Kejaksaan dan Program CSR-Pendidikan di Perusahaan-perusahaan swasta.