Sabtu, 09 Mei 2015

Dampak Pemekerjaan Knowledge Workers terhadap Prinsip Manajemen



Oleh karena karakteristik pekerjaannya, knowledge workers ini menuntut prinsip-prinsip manajemen yang sangat berbeda dengan yang diperlukan untuk mengelola pekerja yang mengandalkan keterampilan dan tenaga (otot) mereka. Pemekerjaan knowledge workers berdampak terhadap (1) organisasi, (2) pengendalian, (3) sistem wewenang (yang dibahas berikut ini dibawah judul subsidiarity).
Organisasi. Keberhasilan organisasi jaman teknologi informasi ditentukan oleh empat faktor berikut ini :
1.      Kecepatan. Bukan lagi ukuran (size) yang menentukan keberhasilan organisasi, namun kecepatan dalam menyediakan layanan bagi customer, kecepatan dalam membawa produk dan jasa baru ke pasar, kecepatan dalam mengubah strategi, dan kecepatan dalam merespon perubahan kebutuhan customer lah yang menentukan keberhasilan organisasi di masa sekarang.
2.      Fleksibilitas. Bukan lagi kejelasan peran melalui job description rinci yang menentukan keberhasilan organisasi, namun fleksibelitas personel dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan lingkungan bisnis, kemampuan belajar keterampilan baru, dan kesediaan untuk bergeser ke lokasi dan penugasan baru yang belum pernah dikenal, yang menentukan keberhasilan organisasi di masa sekarang.
3.      Integrasi. Keterpaduan seluruh personel organisasi dan keterpaduan organisasi perusahaan dengan organisasi para pemasok dan dengan organisasi customer yang menentukan keberhasilan organisasi masa sekarang, mengingat semakin kompleksnya kebutuhan customer yang harus dipuasi oleh organisasi perusahaan.
4.      Inovasi. Kemampuan untuk menghasilkan inovasi produk dan proses baru untuk memenuhi kebutuhan customer yang senantiasa berubah yang menentukan keberhasilan organisasi di masa sekarang.
Pergeseran paradigma keberhasilan organisasi sebagaimana diuraikan di atas disajikan secara ringkas pada Gambar 2.1
Faktor Keberhasilan Organisasi
Masa Lalu
Faktor Keberhasilan Organisasi
Masa Kini
Ukuran
Kejelasan peran
Spesialisasi
Pengendalian
Kecepatan
Fleksibilitas
Integrasi
Inovasi

Gambar 2.1 Pergeseran Paradigma Keberhasilan Organisasi

Oleh karena itu, untuk mengendalikan pekerjaan skilled workers ini diperlukan aturan yang ketat sehingga pengendaliannya pun memerlukan supervisor yang mengamati kesesuaian pekerjaan karyawan dengan aturan yang telah ditetapkan. Organisasi fungsional hirarkhis menekankan pengendalian dalam menjalankan bisnis organisasi.
Sebagaimana telah disebutkan di atas, teknologi informasi menurut kreativitas knowledge workers dalam memasukkan knowledge ke dalam produk dan jasa yang dihasilkan. Organisasi dalam jaman teknologi informasi menekankan inovasi, kecepatan, keterpaduan, dan fleksibilitas dalam menjalankan bisnisnya.
Dengan demikian, dalam pendesainan struktur pengendalian manajemen, struktur organisasi yang pas dengan jaman teknologi informasi adalah struktur organisasi yang mengurangi batas-batas vertikal (mengurangi jenjang organisasi) dan horisontal (melalui pendekatan lintas fungsional), sehingga kreativitas knowledge workers menjadi terpacu.
Subsidiarity. Prinsip subsidiarity mengajarkan bahwa badan yang lebih tinggi kedudukannya tidak boleh mengabil tanggung jawab yang dapat dan harus dilaksanakan oleh badan yang berkedudukan lebih rendah. Manajer tidak boleh merebut tanggung jawab yang menjadi beban karyawan, karena akhirnya karyawan menjadi tidak kreatif, tidak memiliki keterampilan.
Prinsip ini pula yang menjadi landasan perubahan organisasi, dari responsibility at the top ke responsibility based organization, suatu organisasi yang seluruh knowledge workersnya bertanggung jawab dalam menjadikan organisasinya sebagai wealth creating institution.