Sabtu, 14 November 2015

Makna Budaya, Adat Dan Nilai Budaya Serta Pentingnya Kajian Keterampilan

Makna Budaya, Adat Dan Nilai Budaya Serta Pentingnya Kajian Keterampilan


Menurut Koentjoroningrat (1980) istilah kebudayaan berasal dari kata sanskerta yaitu “Buddhayah” bentuk jamak dari Budhi berarti “budi” atau “akal”. Jadi yang dimaksud ke-budaya-an itu adalah “hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal.
Berdasarkan pengertian ini Koencoroningrat menyimpulkan “Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya.
Koentjoroningrat menjelaskan, kebudayaan punya 3 wujud yaitu :
1.      Wujud ideal.
2.      Wujud kelakuan.
3.      Wujud fisik
Adat adalah wujud ideal dari kebudayaan, secara lengkap, kita gunakan istilah adat sebagai tata krama. Sebab adat berfungsi sebagai pengatur kelakuan.
Istilah sistem nilai budaya adalah lapisan yang paling abstrak dan luas ruang lingkupnya. Tingkat adat dalam konsep masyarakat paling bernilai. Ia berasal dari emosional jiwa manusia.

Pentingnya Kajian Keterampilan
Arikunto S (1997) mengelompokkan jenis keterampilan ini menjadi 4 kelompok :
1.      Keterampilan jasa.
2.      Keterampilan pertanian.
3.      Keterampilan PKK.
4.      Keterampilan kerajinan.

Keempat keterampilan ini dapat dikembangkan lebih lanjut :
1.      Keterampilan jasa adalah hal-hal yang berhubungan dengan pemberian bantuan kepada orang lain dan menerima imbalan.
2.      Keterampilan pertanian meliputi : persawahan, perkebunan, perikanan, peternakan.
3.      Keterampilan PKK meliputi : Tata boga, tata busana, tata graha.
4.      Keterampilan kerajinan meliputi: kerajinan ukiran, kerajinan anyaman, kerajinan logam, dan kerajinan batik