Sabtu, 06 Februari 2016

Contoh Deskripsi Ekspositorik, Narasi Ekspositoris, Narasi Sugesti, Deskripsi Artistik, Argumentasi Dan Eksposisi



DESKRIPSI EKSPOSITORIK
Sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945, pembangunan ekonomi nasional dilakukan oleh tiga pelaku ekonomi, yaitu BUMN/BUMD, BUMS dan Koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut dikenal dengan sebutan “Tiga Pilar Perekonomian Indonesia”. Dengan demikian, pembangunan ekonomi negara kita benar-benar bertumpu kepada ketiga pelaku ekonomi tersebut dalam prosesnya setiap pelaku memiliki peranan yang berbeda.

Contoh Deskripsi Ekspositorik, Narasi Ekspositoris, Narasi Sugesti, Deskripsi Artistik, Argumentasi Dan Eksposisi

NARASI EKSPOSITORIS
Pak Sukanto 40 tahun, bekerja sebagai seorang petani di Pariaman, Ibu Imah istrinya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga di Pariaman. Pak Sukanto mempunyai lahan + 5 hektar, semua lahan tersebut ditanamani kelapa sawit. Pak Sukanto menjadi petani yang kaya raya dan hidup serba berkecukupan.
Semenjak harga sawit jatuh, Pak Sukanto terlihat murung dan bingung memikirkan biaya hidup keluarganya, maklum karena sudah terbiasa dengan hidup mewah anak-anak Pak Sukanto menjadi manja dan sombong.
Siang itu Pak Sukanto menerima telpon dari anaknya yang sulung yang sedang kuliah di Jakarta, anaknya minta dikirim yang untuk biaya sehari-hari disana dan untuk membayar uang kuliah. Pak Sukanto punya 4 orang anak, anak yang tertua berusia 20 tahun, sedang kuliah di salah satu Universitas di Jakarta. Anak ke-2 berusia 17 tahun duduk di kelas 3 SMA, anak ke-3 15 tahun duduk di kelas 3 SMP dan yang bungsu berusia 10 tahun duduk di kelas IV SD. Karena tak sanggup memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi, belum lagi memikirkan biaya sekolah anak-anaknya. Pak Sukanto mengalami depresi berat dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit jiwa.

NARASI SUGESTI
Aku anak pertama dari 3 bersaudara, ayahku sudah lama meninggal, aku tinggal di rumah sederhana peninggalan ayahku bersama ibu dan kedua orang adikku. Ibu bekerja keras siang-malam memenuhi kebutuhan kami bertiga. Ayah tidak meninggalkan banyak warisan kecuali sepetak sawah dan rumah tempat kami bernaung.
Pagi itu seperti biasa aku berangkat bekerja. Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai cleaning servis. Maklumlah ijazahku hanya tamatan SMA. Demi membantu ibuku membiayai sekolah adikku, aku rela mengorbankan impianku untuk melanjutkan sekolahku keperguruan tinggi. Walau banyak orang menghina pekerjaanku, tapi aku selalu senang melakukannya, di hati kecilku aku selalu berdoa agar tuhan mewujudkan niatku untuk melanjutkan sekolahku dan mewujudkan impianku menjadi seorang sarjana.

DESKRIPSI ARTISTIK
Pada malam itu, Senin pertama di bulan Januari, sinar bulan begitu terangnya bagaikan siang hari. Seorang perempuan muda duduk sendirian di teras rumah dengan gelisah. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang.
“Dimana dia sekarang” pikir perempuan itu. “Tidak ingatkah dia akan janjinya padaku, kenapa dia tidak meneloponku kalau tidak jadi datang. Lukapah ia akan diriku. Uhh…. dasar laki-laki pembohong” gerutu perempuan itu dengan mimik muka kesal.

ARGUMENTASI

Simbol Kepahlawanan Sepi Peminat
Senin, 10 November 2008, Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Berbagai persiapan dilakukan pemerintah dalam mengenang jasa perjuangan para pahlawan. Di Jakarta, misalnya, Bung Tomo yang sempat ditarik-uluar akhirnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Tetapi, menurut saya, Hari Pahlawan, yang seharusnya dijadikan tolak ukur kebangkitan perjuangan para pemuda-tampak kurang menarik minat masyarakat dalam mengenang jasa pahlawan.
Peninggalan masa lampau, yang tersimpan rapi dalam berbagai museum perjuangan di berbagai daerah, kurang diminati untuk digali maknanya. Museum perjuangan yang umumnya dipakai untuk pembelajaran sejarah tonggak ukur kepahlawanan kini mulai sepi pengunjung. Bahkan, beberapa barang peninggalan masa lampau di jual oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

EKSPOSISI

Merawat Furnitur Jati
·         Bersihkan sela-sela ukiran atau sudut furnitur dengan menggunakan kuas halus berukuran kecil. Di titik-titik inilah debu dan jamur sering bersarang. Kuas kecil akan menyapu sudut-sudut yang susah di jangkau dengan kain lap. Sapukan kuas dengan halus sampai bersih.
·         Gunakan pledge untuk membersihkan permukaan. Semprotkan pledge ke permukaan mebel dan sela-sela furnitur. Semprotkan seperlunya. Jangan sampai berlebihan. Pledge bisa Anda dapatkan di pasaran.
·         Permukaan yang sudah dibersihkan dengan pledge harus dibersihkan dengan kain ball. Kemudian biarkan kering. Kain ball bisa dibeli di toko material.
·         Bersihkan furnitur Anda dengan cara di atas paling tidak satu minggu sekali. Untuk pembersihan harian, cukup sapu permukaan mebel Anda dengan kemoceng secara merata.