Kajian Teori Kerjasama Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak



1.      Teori Kolaborasi / Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata dan lisan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Teori komunikasi semakin hari berkembang seiring berkembangnya teknologi informasi yang memakai komunikasi sebagai fokus kajiannya.
Kajian Teori Kerjasama Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak

Teori kolaborasi / komunikasi menurut beberapa para ahli :
a.       Mohammad Faisal
“Orang tua harus bisa menjadi pengajar yang baik ketika mereka ada di rumah”
Anggapan orang tua tentang anak sebagai objek didik mulai sekarang sudah harus diubah karena anak bukan objek melainkan subjek. Anak yang memutuskan apa yang ingin dipelajari dan dikerjakan bukan kegiatan yang bersifat memaksa dari orang tua. Dengan demikian haruslah bersifat memaksa dari orang tua. Dengan demikian haruslah selalu ada komunikasi antara orang tua dan anak agar orang tua mengerti keinginan anak.
b.      Teori Konstruktivisme
“Gagasan Piaget dan Vigotsky memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi baru yang berlawanan dengan aturan lama dan merevisi aturan tersebut jika tidak sesuai lagi”.
Dari teori konstruktivisme tersebut menjelaskan bahwa seorang anak telah mampu untuk menerima dan memikirkan suatu informasi baru kemudian anak tersebut akan dapat meresponnya.
c.       Teori Distributed Cognition
“Bahwa perkembangan dan pertumbuhan kognitif individu tidak terisolasi dengan peristiwa, melainkan perubahan yang menjadi suatu proses timbal balik yang dimulai dari pikiran individu pengajaran timbal balik dan memandu satu sama lain atau memperkenalkan diri mereka kepada alat-alat”.
Bagi anak usia dini pertumbuhan kognitif dimulai dari pikirannya sendiri dan dari peristiwa yang ia alami serta dari aktifitas yang ia lakukan selain itu bisa dengan interaksi dari sumber-sumber informasi”.
d.      Teori Cogitive Apprenticeship
“Sebuah kultur yang mengijinkan kesejawatan untuk belajar melalui interaksi antara mereka, untuk membagi cerita-cerita tentang pengalaman dan membangun pengetahuan dengan sebuah kelompok”.
Kolaborasi dalam distusi terjadi pada Computer Supported Collaborative Learning (CSCL) yang sangat penting untuk belajar siswa karena ini merupakan aktifitas utama pengetahuan yang memfasilitasi pemprosesan informasi baru.
e.       Teori Situated Cognitive
“Menyajikan konteks yang mendorong interaksi sosial dan kolaborasi”.
Melalui kolaborasi akan dapat meningkatkan pengetahuan anak tersebut dan mendorong strategi artikulasi yang kemuidian dapat didiskusikan.
f.       http//:kbl.gemari.or.id
“kerjasama guru dan orang tua menghasilkan peningkatan konsep dari para orang tua anak”.
Untuk mencapai keberhasilan peningkatan ini tidak dari anak didik itu sendiri namun dari guru dan orang tua sangat diperlukan sehingga meningkatkan motivasi dan kreativitas belajar anak.
g.      Teori Flexible Learning
“Berkembang  sebagai tanggapan atas teori belajar dan pembelajaran yang membatasi gerak interaksi sosial belajar”.
Teori ini berpendapat bahwa anak belajar harus diberi kesempatan untuk memenuhi dan melakukan kegiatan pembelajaran dan guru hanya berperan sebagai fasilitator.

2.      Teori Perkembangan Anak
Teori perkembangan anak menurut beberapa ahli :
a.       Discovery Learning
“Rancangan kegiatan perlu dibagi dimana ada saat anak diberi kesempatan menentukan dan membangun pemahamannya tetapi guru tetap harus berperan, memperluas dan meningkatkan efektifitas belajarnya dengan bantuan arahan yang tepat”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa anak diberi kebebasan dalam melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki anak tersebut, guru hanya bertugas mengawasi segala aktivitas anak.
b.      Garder
“Mengidentifikasi kecerdasan sebagai kemampuan untuk menentukan dan mencari pemecahan masalah serta membentuk suatu produk yang mempunyai nilai dipandang dari budaya seseorang”.
Maksud dari penyataan di atas adalah dengan kemampuan yang dimiliki anak, nantinya anak akan dapat menghasilkan karya-karya yang baik dan mempunyai nilai budaya yang nantinya akan diakui oleh masyarakat.
c.       Erikson
“Memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil hingga dewasa dalam tahapan”.
Setiap tahapan akan mendapatkan pengalaman positif dan negatif, selanjutnya kepribadian yang sehat akan diperoleh apabila seseorang dapat melewati krisis dalam tugas perkembangan anak dengan baik.

0 Response to "Kajian Teori Kerjasama Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Anak"

Posting Komentar