Jenis Obat-obatan Doping Yang Sering Digunakan Dalam Bidang Olahraga


A.    Defenisi Doping
Doping adalah penggunaan atau pemakaian bahan / zat-zat faali dalam jumlah yang banyak yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara yang tidak wajar.
Tujuan khusus yaitu untuk mencapai peningkatan kemampuan secara buatan dalam suatu pertandingan.

Jenis Obat-obatan Doping Yang Sering Digunakan Dalam Bidang Olahraga

B.     Sejarah Doping
Penggunaan doping dalam olahraga prestasi sudah cukup lama dilakukan oleh atlet / pelatih hanya untuk meraih prestasi yang maximal.
Pada abad ke-3 sebelum masehi di Amerika Latin dan Amerika selatan bahwa kebiasaan para atlet menggunakan bahan-bahan perangsang untuk meningkatkan kemampuan mereka dan mencegah rasa lapar selama melakukan kegiatan fisik yang lama (marathon).
Bahan yang digunakan bermacam-macam mulai dari bahan yang tidak berbahaya seperti srychinine dan cocaine.

C.    Jenis-Jenis Obat-Obatan Doping
1.      Stimulants (Obat Perangsang)
·         Yang termasuk ke dalamnya adalah :
-          Amfetaminil
-          Arniphenazole
-          Amphetamine
-          Benzphetamnine
-          Caffein
-          Dan lain-lain
·         Efeknya adalah merangsang sistem syaraf agar meningkatkan impulsnya, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan, mengurangi rasa lelah, meningkatkan rasa bersaing dan sikap permusuhan.
·         Efek yang tidak diinginkan :
-          Meningkatnya tekanan darah dan sakit kepala.
-          Denyut jantung meningkat menjadi tidak teratur.
-          Rasa cemas dan tremor (gemetar)

2.      Narkotics – Analgesic
·         Yang termasuk ke dalamnya :
-          Alphaprodine
-          Anikridine
-          Dia morphine (heroin)
-          Morphine
-          Nal bhuphine
-          Pentazoline
-          Dipipanone
-          Dan lain-lain
·         Tujuan penggunaannya untuk menghilangkan rasa sakit.
·         Side efeknya depresi pernafasan dan mudah menjadi ketergantungan terhadap obat-obat ini.

3.      Anabolics Steroid
·         Yang termasuk kedalamnya :
-          Bolastenon
-          Boldenone
-          Clostebol
-          Metenolone
-          Oxadrolone
-          Metandienone
-          Oxymeterone
-          Ocymetholone
-          Dan lain-lain

·         Tujuan penggunaannya adalah
-          Meningkatkan masa otot
-          Kekuatan
-          Power
·         Side efeknya
-          Apabila dipakai oleh atlit remaja maka pertumbuhannya terhenti.
Sebab : penutupan pada lempeng pertumbuhan (epiphysis) pada tulang.
-          Perubahan psikologis
Ex : Penggunaan pada wanita akan menimbulkan sifat kelaki-lakian, jerawatan, pola pertumbuhan rambut seperti pria, fungsi indung telur dan siklus menstruasi terganggu.
Penggunaan pada pria dapat menyebabkan testis mengecil, sehingga produksi sperma berkurang.
-          Kerusakan hati
-          Gangguan pada sistem jantung dan peredaran darah.

4.      Beta Blocker
·         Yang termasuk kedalamnya :
-          Acebutolol
-          Ethamivan
-          Etilamfetamine
-          Furfenorex
-          Mefenorex
-          Mikethamide
-          Pemoline
-          Pentetrazole
-          Pipradol
-          Prolinetane
-          Dan lain-lain
Obat ini biasanya dipakai pada olah raga yang tidak memerlukan kerja fisik yang berat (catur, panahan, menembak).
·         Efek obat ini :
-          Mengontrol tekanan darah tinggi
-          Aritmia (irama jantung tidak beraturan)
·         Side efek :
-          Angina pectoris (nyeri dada bagian kiri)
-          Migrain

5.      Diuretic
·         Yang termasuk kedalamnya :
-          Chlortalidone
-          Diclofenamide
-          Ethacrynic acid
-          Furosemide
-          Mersalyl
-          Spironolactone
-          Triamterene
-          Hydro chlorothiazide
·         Gunanya : untuk mengeluarkan cairan tubuh dalam keadaan sakit tertentu.
·         Penggunaan pada atlet untuk menurunkan berat badan dengan cepat, akibatnya stamina turun.

Hal yang sangat penting dalam olah raga adalah telah dirikannya kembali komisi medis IOC tahun 1967 yang di ketuai oleh Alexandre de Merode. Ini didirikan karena banyaknya laporan kasus doping dalam setiap olympiade. Maka timbul kecurigaan pada atlet yang menjuarai setiap nomor perlombaan di duga memakai doping, maka akhirnya memberikan dorongan untuk melakukan perang terhadap doping. Sehingga pada tahun 1955 di Zurich dan di Hamburg tahun 1957 sudah dimulai pembahasan tentang doping melalui diskusi.
  1. Pada tahun 1959 ANEP (Association Nationale D’Education Physique) telah membentuk suatu komisi pemeriksaan doping di Prancis, dan pada tahun yang sama  Kongres Internasional Kedokteran Olahraga (Internasional Sport Medicine Conggress) di Paris dan Evian telah mencurahkan perhatiannya terutama pada masalah doping.
  2. Pada tahun 1962, FMSI (Italian Federation os Sport Medicine) telah membentuk suatu badan untuk pemeriksaan doping. Dan pada tahun  yang sama IOC di Moscow Rusia telah pula mengeluarkan suatu resolusi yang menentang doping. Tetapi karena kurang terdapat kesuaian dari berbagai disiplin ilmu, maka keberhasilan perang terhadap doping ini belum tercapai.
  3. Pada bulan November tahun 1954, suatu rancangan undang-undang disampaikan kepada senat Prancis untuk melarang penyalahgunaan bahan-bahan yang secara farmakologis sama dengan doping dan menjatuhkan hukuman penjara sampai satu tahun bagi pembuat resep, juga memecat serta mengenakan denda terhadap pelakunya.
  4. Tahun 1965, rancangan undang-undang ini diterima secara bulat dan hukuman anti doping mulai diberlakukan, tetapi masih terdapat kesulitan di dalam prakteknya karena kurangnya peraturan yang ditetapkan untuk melaksanakan hukuman.
  5. Dengan adanya undang-undang tersebut, maka jumlah atlet yang kedapatan memakai doping mulai berkurang.

Beberapa cara yang dilarang :
  1. Doping darah, yaitu transfusi darah dari orang lain (non autologous) atau dari orang itu sendiri (autologous), biasanya diberikan  pada keadaan kehilangan banyak darah dan anemia yang berat. Doping darah adalah pemberian darah atau produk sel darah merah kepada atlet dengan tidak berdasarkan petunjuk/alasan medis. Prosedur ini biasanya didahului dengan pengambilan darah dari atlet tersebut dan terus melakukan latihan dalam keadaan kurang darah. Secara etis hal ini dilarang dan secara medis sangat membayakan karena dapat menimbulkan reaksi alergi (merah-merah, demam, dan sebagainya), reaksi hemolitik akut disertai dengan kerusakan ginjal bila darah tidak cocok, demam dan kekuningan, sebagai reaksi lambat, penularan penyakit menular (virus hepatitis dan HIV-AIDS), kenaikan beban sirkulasi darah dan shock.
  2. Manipulasi secara badaniah, kimia dan obat-obatan. IOC melarang pemakaian zat-zat dan cara apapun yang mengubah kewajaran air kencing pada saat test doping misalnya : katteterisasi, penukaran air kencing dan atau mempengaruhi, menghalangi pengeluaran air kencing, misalnya dengan pemberian obat probenecid dan golongannya.
  3. Corticosteroid. Obat ini biasanya dipakai sebagai anti radang yang juga bisa menghilangkan rasa sakit. Obat ini akan mempengaruhi corticosteroid dalam tubuh, sehingga menimbulkan rasa senang.

1 Response to "Jenis Obat-obatan Doping Yang Sering Digunakan Dalam Bidang Olahraga"