Minggu, 14 Februari 2016

Teori Terbentuknya Alam Semesta serta Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya


A.    Teori Terbentuknya Alam Semesta
1.      Teori Keadaan Tetap (Steady-State Theory)
            Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold (1948). Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta, dimanapun dan bilamanapun selalu sama.
2.      Teori Ledakan Besar (Big-Bang Theory)
Teori kedakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu masa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang juga sangat besar. Kemudian masa tersebut meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti (George Lemaitre, 1930). Massa itu kemudian berserak mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, massa yang berserak itu membentuk kelompok-kelompok galaksi yang ada sekarang.
Teori ini didukung oleh pakar astronomi Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemukan radiasi gelombang mikro. Penemuan tersebut berdasarkan teori Kenisbian Einstein.

Teori Terbentuknya Alam Semesta serta Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya

B.     Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya
1.      Galaksi
Hipotesis tentang terbentuknya galaksi, yaitu hipotesis Fowler (1957). Menurut Fowler 12 ribu juta tahun yang lalu, galaksi kita tidak seperti dalam keadaan seperti sekarang ini. Ia masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi.
Macam-Macam Galaksi :
a.       Galaksi Berbentuk Elips
Galaksi ini merupakan galaksi yang sudah tua, tidak membentuk bintang-bintang baru lagi. Galaksi ini amat besar dan tersusun oleh bintang-bintang yang telah tua. Hampir 17% dari galaksi yang ada berbentuk elips.
b.      Galaksi Berbentuk Spiral
Galaksi ini terbentuk amat besar dengan inti di tengahnya (nukleus) mempunyai lengan spiral dan cakram (disk).
c.       Galaksi Berbentuk Tidak Beraturan
Galaksi ini terdiri dari bermiliar-miliar bintang muda berwarna putih kebiruan dan bintang raksasa biru yang sangat panas. Diantara bintang-bintang tersebut bertebaran gas dan debu angkasa luar. Banyaknya galaksi berbentuk tidak beraturan ialah 3%.

2.      Bima Sakti
Induk dari matahari kita adalah galaksi bima sakti atau milky way, karena berdasarkan pengamatan, galaksi bima sakti bila di lihat dari atas berwujud seperti spiral raksasa yang berputar. Dari samping terlihat seperti elips yang sangat besar. Bintang-bintang dalam lengan spiral, diantaranya ialah matahari. Jaraknya 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau 20.000 tahun cahaya dari ujung atau pinggir galaksi. Galaksi Bima Sakti bergaris tengah 100.000 tahun cahaya.

3.      Tata Surya
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet dan gas antara planet.
Teori tentang asal usul tata surya :
a.       Hipotesis Nebuler
Hipotesis ini dikemukakan pertama kali oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796. Ia yakin bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas. Pada proses kondensasi tersebut, sebagian terpisah dan merupakan cincin yang mengelilingi pusat.
b.      Hipotesis Planettesimal
Dikemukakan pertama kali oleh Chamber lain dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan teori beular yang menyatakan bahwa sistem tata surya terbentuk dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi
c.       Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
Teori ini diungkapkan pertama kali oleh James dan Harold Jeffreys pada tahun 1919. Menurut teori ini, planet merupakan percikan dari matahari seperti percikan matahari yang sampai kini masih tampak ada. Percikan itu disebut tidal.
d.      Teori Bintang Kembar
Teori ini berpendapat bahwa kemungkinan matahari dahulu merupakan sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab, salah satu bintang meledak dan akibat gaya tarik gravitasi, bintang yang satunya sekarang menjadi matahari. Pecahan tersebut tetap berada di sekitar dan beredar mengelilinginya.
e.       Teori Creatio Continua
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bondi dan Gold. Menurut teori ini, pada saat diciptakan, alam semesta ini tidak ada. Alam semesta selamanya ada dan akan tetap ada setelah diciptakan.
f.       Teori G.P. Kuiper
Pada tahun 1950, G.P. Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui diluar tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang telah dikemukakan yang mengandaikan bahwa matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa.