NARKOBA - Pengertian Serta Dampak dan Akibat Penyalahgunaannya


1.1.1   Pengertian Narkoba
Narkotika adalah zat atau bahan aktif yang bekerja pada system saraf pusat (otak) yang dapat menyebabkan penurunan sampai hilangnya kesadaran dari rasa sakit (nyeri) serta dapat menimbulkan ketergantungan (ketagihan). Zat yang termasuk golongan ini antra lain adalah : putaw (heroin) morfin opiat dan lainnya.
Psikotropika adalah zat / bahan aktif bukan narkotika. Bekerja pada system saraf pusat dan dapat menyebabkan perasaan khas pada aktivitas mental dan perilaku serta dapat menimbulkan ketergantungan. Zat yang termasuk golongan ini antara lain : sabu-sabu, anapetomin.
NARKOBA - Pengertian Serta Dampak dan Akibat Penyalahgunaannya

Zat adiktif adalah zat atau bahan aktif bukan narkotika atau psikotropika. Bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk golongan ini antara lain : psilosin, psilosobin, meskalin, ganja, dan beberapa pelarut seperti : lem, cat dan lain-lain.
Sebenarnya narkotika dan psikotropika merupakan obat yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan, sehingga ketersediaannya harus terjamin namun yang jadi permasalahan adalah penyalahgunaan dari obat tersebut. Berbagai jenis obat sudah dilarang penggunaannya oleh pemerintah dari berbagai negara akan tetapi dengan cara memodifikasi obat-obatan terlarang tersebut secara kimiawi, maka para penjual narkotika (narkotika dan obat-obatan terlarang) berusaha untuk bebas dari jerat hukum yang berlaku.
(Edi Karsono, 2004 : 13) 

1.1.2   Jenis – Jenis Narkoba
1)      Narkotika
Yang digolongkan ke dalam narkotika adalah :
a.       Heroin (putau)
Heroin biasanya berwarna putih, kelabu, coklat atau coklat muda. Pada umumnya berupa serbuk, tepung kristal dan batangan yang padat dan keras. Daya kerja heroin 5 – 10 kali lebih kuat dari morfin.
b.      Morfin
Morfin adalah zat utama berkhasiat narkotika yang terdapat pada candu mentah. Morfin diperoleh dengan cara mengolah candu mentah secara kimia, daya kerjanya diperkirakan 5 – 10 kali lebih kuat dari pada opium. Morfin yang beredar di pasar gelap biasanya berwarna merah kecoklat-coklatan, kadang-kadang disebut red sugar atau “gula merah” dan berupa lempengan sehingga dikenal dengan sebutan morphine cake.
c.       Opium
Candu mentah berbentuk seperti adonan yang lembek, berwarna coklat tua atau kehitam-hitaman. Baunya khas (langu) dan rasanya pahit. Candu mentah sudah bisa dikonsumsi, misalnya dengan cara dihisap.
(M. Arif Hakim, 2004 : 37)

2)      Psikotropika
Yang digolongkan ke dalam psikotropika adalah :
a.       Sabu-sabu
Sabu-sabu dikenal dengan sebutan ice (merhan petamine), berbentuk kristal dan tidak berbau serta tidak berwaarna, karena itu mendapat sebutan ice.
b.      Amphetamin
Jenis obat terlarang berbentuk pil, kapsul dan tepung. Amphetamine dikenal juga dengan sebutan “amphet” sedangkan methampetamin disebut ekstasi, speed, whiz, billy wizz, pepills dan lain-lain.
(Edi Karsono, 2004 : 38)
3)      Zat Adiktif
Yang tergolong kedalam zat adiktif adalah :
a.       Ganja
Ganja disebut juga dengan basbish, amrijuanas, marihuana grass, rumput cimeng.
b.      Inhalen
Inhalen dikenal dengan sebutan “ngelem” karena kegiatan ini berkaitan dengan menghirup inhalen. Inhalen merupakan tindakan yang menyimpang.
(Edi Karsono, 2004 : 36) 

1.1.3   Ciri – Ciri Kecanduan Narkoba
Ada beberapa ciri yang mudah dilihat pada anak yang sudah terlibat d alam penyalahgunaan narkoba yaitu :
1)      Ciri-ciri penyalahgunaan narkoba
a.       Adanya perubahan tingkah laku yang tiba-tiba terhadap kegiatan sekolah.
b.      Sikap marah yang tidak terkendali.
c.       Pembangkang terhadap peraturan.
d.      Mencuri untuk membeli narkoba.
e.       Sifat tidak dapat menunggu atau tidak sabar.
f.       Sifat mengambil resiko yang berlebihan.
g.      Sikap mengasingkan diri.
h.      Sering menipu.
i.        Berat badan turun drastis.
j.        Bersifat tidak bersih.
2)      Ciri-ciri kecanduan narkoba
a.       Badan kurus.
b.      Mudah tersinggung, marah, pemurung dan melamun.
c.       Sering menguap dan mengantuk.
d.      Tidak disiplin.
e.       Membiarkan diri kotor dan kusam.
f.       Mata merah.
g.      Kulit luka pada bekas suntikan.
h.      Sering cemas, stres dan gelisah.
i.        Pelupa.
(Edi Karsono, 2004 : 67)

1.1.4   Dampak Penyalahgunaan Narkoba
1)      Kondisi Fisik
a.       Impotensi, konstipasi kronis, kanker usus, aritmia jantung, gangguan fungsi ginjal, leher dan perdarahan otak.
b.      Akibat bahan campuran atau pelarut menimbulkan infeksi dan emboli.
c.       Akibat alat yang digunakan tidak steril menimbulkan berbagai infeksi, berjangkitnya hepatitis, HIV serta AIDS.
d.      Akibat tidak langsung menimbulkan gangguan malnutrisi, aborsi, kerusakan gigi, penyakit kelamin dan gejala stroke.
2)      Kondisi Mental
a.       Timbul perilaku tidak wajar.
b.      Muncul sindrom motivasional.
c.       Timbulnya perasaan depresi dan ingin bunuh diri.
d.      Gangguan persepsi dan daya pikir.
3)      Kondisi Kehidupan Sosial
a.       Gangguan terhadap prestasi sekolah, kuliah dan bekerja.
b.      Gangguan terhadap hubungan dengan keluarga, suami istri dan teman.
c.       Gangguan terhadap perilaku normal.
d.      Gangguan terhadap keinginan yang lebih besar lagi dalam penggunaan narkoba.
(Edy Karsono, 2004 : 69)

1.1.5   Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Untuk mencegah penggunaan narkoba di lingkungan remaja, diperlukan peran orang tua sebagai sosok teladan, peran pendidik untuk selalu mengenal figur anak didiknya secara mendalam, peran masyarakat untuk berperan dan berupaya membantu pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
1)      Peran Orang Tua
a.       Menciptakan suasana yang harmonis.
b.      Mengembangkan hubungan yang akrab.
c.       Mengerti dan mau menerima kehadiran anak.
d.      Selalu mendengarkan dan menghargai pendapat anak.
e.       Selalu memberikan pujian jika anak berbuat baik.
f.       Selalu meluangkan waktu untuk berkumpul dengan anak.
g.      Memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai dengan tingkat usianya.
2)      Peran Pendidik
a.       Kenali setiap anak didik dengan baik.
b.      Ciptakan hubungan yang erat dengan setiap anak didik.
c.       Terima setiap anak didik apa adanya.
d.      Membina dan mengembangkan setiap anak didik seoptimal mungkin.
e.       Menanamkan nilai-nilai budi pekerti.
f.       Selalu menciptakan saling percaya.
g.      Bertindak sebagai konseling untuk membantu anak didik mengatasi berbagai permasalahan.
3)      Peran Masyarakat
a.       Gunakan obat secara wajar sesuai dengan resep dokter.
b.      Kembangkan potensi yang dimiliki.
c.       Belajar cara mengatasi berbagai permasalahan dan teknik hidup.
d.      Mengembangkan berbagai kegiatan yang ada di masyarakat yang bersifat positif.
(Edy Karsono, 2004 : 43)

0 Response to "NARKOBA - Pengertian Serta Dampak dan Akibat Penyalahgunaannya"

Poskan Komentar