Selasa, 12 Mei 2015

Pencegahan dan Penanganan Kebakaran


BAB I
PENDAHULUAN

Pencegahan dan Penanganan Kebakaran

A.    Latar Belakang
Pencegahan bahayanya kebakaran dapat dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di lingkungan di lingkungan itu. Masyarakat harus menyadari seandainya kejadian kebakaran itu terjadi maka jangan disalahkan pemerintah, karena kejadian itu disebabkan oleh kelalaian kita masing-masing. Jadi, caranya supaya tidak terjadi kebakaran itu masyarakat harus menjauhkan api dari bahan yang mudah terbakar. Karena itu menimbulkan bencana yang sangat fatal.

B.     Tujuan
Penulis membuat karya tulis yang berjudul “Pencegahan dan Penanganan Kebakaran” supaya masyarakat tidak ceroboh lagi terhadap api, karena sudah banyak di Indonesia terjadi kebakaran. Jadi waspadalah terhadap api baik itu kecil maupun besar.

C.    Ruang Lingkup
Penulis akan menjelaskan bagaimana caranya pencegahan dan penanganan kebakaran baik itu sulit maupun susah. Jadi dengan mengikuti cara-cara tersebut semoga bisa teratasi.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manfaat Pencegahan Kebakaran
Lingkungan yang aman antara lain aman dari api dan nyaman adalah idaman setiap orang. Untuk mewujudkan lingkungan yang aman bahaya kebakaran, setiap orang perlu memiliki pengetahuan tentang api.
Manfaat mengetahui pencegahan dan penanganan bahaya kebakaran adalah :
a.       Dapat menangani peristiwa kebakaran dengan tepat dan cepat.
b.      Dapat mengetahui bahan-bahan yang mungkin menimbulkan bahaya kebakaran.
c.       Dapat turut mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman karena terhindar dari ancaman keselamatan jiwa ataupun harta.
d.      Dapat berlatih mengenai cara menangani bahaya kebakaran.

B.     Hal – Hal Yang Dapat Menimbulkan Kebakaran
Penyebab bahaya kebakaran yang paling pokok adalah kelalaian-kelalaian memang bukan suatu yang disengaja, namun akibatnya kadang-kadang sangat fatal, bahkan dapat menelan korban jiwa.
Sebab kelalaian diantaranya adalah :
1.      Kurang mengerti bagaimana mencegah bahaya kebakaran.
2.      Kurang berhati-hati dalam menggunakan alat/bahan yang dapat menimbulkan api.
3.      Kurang atau tidak berdisiplin.
Dalam hal seperti itu, usaha pencegahan kebakaran menjadi salah satu sikap yang terpuji karena tidak saja menyangkut kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kepentingan hidup orang banyak

C.    Kebiasaan Yang Dapat Menimbulkan Petaka
Dalam bab ini akan dibahas berbagai usaha pencegahan kebakaran. Semua usaha itu merupakan tindakan yang tidak sulit dan tidak memerlukan biaya besar, tetapi kadang-kadang dianggap remeh dan tidak dipedulikan.
1.      Kebiasaan Merokok
1)      Jangan dibiasakan membuang puntung rokok yang masih menyala. Sebelum dibuang, puntung rokok harus sudah dimatikan.
2)      Jangan merokok ditemat yang sudah ada larangan merokok.
3)      Jangan merokok di tempat tidur.
4)      Jangan merokok di tempat yang diduga ada bahan yang mudah menyala atau mudah terbakar.
5)      Jangan meletakkan puntung rokok yang masih menyala di asbak atau di tempat lain, misalnya dimeja yang berdekatan dengan tumpukan kertas atau di dekat jerami yang kering.


2.      Memasang Obat Nyamuk
1)      Jangan memasang obat nyamuk dengan dialasi lipatan kertas atau karton. Gunakan botol atau kawat/seng sebagai alas obat nyamuk. Agar terjamin kenyamanannya, alaskan kaleng yang dilubangi, kemudian dimasukkan obat nyamuk yang sudah terbakar dan tutuplah sampai pakai tutup kaleng yang sudah dilubangi. Walaupun selimut terjatuh dan kena obat nyamuk tersebut, pasti tidak akan menimbulkan bahaya kebakaran.
2)      Jangan meletakkan obat nyamuk di kolong tempat tidur karena seprei atau selimut dapat terjatuh dan mungkin sekali terbakar.
3)      Letakkan obat nyamuk pada tempat yang tidak mungkin dijatuhi benda-benda yang mudah terbakar.

3.      Memasang Lampu Minyak
1)      Sebelum memasang lampu minyak, biasakan untuk membersihkan bagian-bagian lampu dengan sebaik-baiknya dan betulkan bagian-bagian yang rusak.
2)      Pasang lampu gantung dengan jarak yang benar-benar aman dari langit-langit. Lampu tempel dan lampu duduk tempatkan di tempat yang tidak mudah terguling. Usahakan agar ada seng penyekat lampu dengan dinding rumah. Sebaiknya, tiap-tiap lampu minyak memakai penahan panas yang dipasang di bagian atas lidah api.
3)      Lampu petromaks gantungkan pada tempatnya yang kuat.
4)      Jangan nyalakan lampu petromaks yang sudah rusak sehingga apinya sering berkobar. Kerusakan hendaklah diperbaiki dulu. Kalau perlu ganti alat yang rusak dengan alat yang baru.
5)      Jika Anda akan tidur atau keluar rumah, pastikan bahwa kondisi lampu aman. Lampu minyak sebaiknya dikecilkan, sedangkan lampu petromaks hendaklah dipadamkan dulu.
6)      Lampu minyak dan petromaks di kios, di rumah dan di warung harus digunakan berhati-hati karena biasanya bangunannya kecil dan penuh sesak dengan barang dagangan yang mudah terbakar. Pemilik kios atau warung harus menyediakan alat pemadam kebakaran, misalnya air satu drum dengan karung goni serta sekarung pasir.

D.    Cara Perawatan dan Pencegahan
Setiap peralatan yang memberikan penerangan atau mengeluarkan api perlu mendapat perawatan, misalnya kompor harus sering dibersihkan minimal dua kali seminggu. Periksalah sumbu kompor apakah ada yang terlepas atau tidak.
Perawatan lampu petromaks juga sangat perlu agar terhindar dari kebakaran. Bagian-bagian yang harus diperhatikan, antara lain jarum, kaus lampu jangan sampai berlubang, karet pompa jangan sampai longgar, tabung minyak, dan pipa saluran minyak.


Penggunaan Listrik
Bahaya kebakaran listrik biasanya terutama disebabkan oleh hubungan jarak pendek dan juga karena berasal dari alat-alat listrik, seperti kompor listrik, kulkas, trafo, dan televisi.
Tindakan pencegahan hubungan jarak pendek :
1.      Dilarnag keras mengganti sekring degan kawat yang tidak sama ukurannya, gantilah kawat sekring dengan meminta petunjuk orang yang mengetahui listrik atau petugas listrik.
2.       Jangan mencoba-coba mencuri tegangan listrik karena tindakan tersebut dilarang agama, merugikan perusahaan listrik, membahayakan diri sendiri, serta sangat berbahaya bagi kepentingan umum. Bagi perusahaan kecil yang banyak menggunakan watt listrik, lebih aman menambah watt sesuai dengan prosedur agar tidak terjadi kebakaran.
3.      Kabel listrik yang sudah tua segera diganti dengan yang baru. Untuk itu, laporkan kepada instansi yang berwenang.
4.      Cabang-cabang pohon dekat rumah yang mengganggu kabel listrik harus di tebang.
Tindakan pencegahan kebakaran listrik :
  1. Penggunaan alat listrik untuk keperluan rumah tangga supaya disesuaikan dengan kemampuan watt listrik, jangan menggunakannya berlebihan.
  2. Setiap selesai menggunakan alat listrik, stop konntak harus dicabut. Sebelum tidur biasakan mengecek semua peralatan listrik.
  3. Penggunaan setrika listrik harus berhati-hati. Setelah digunakan, jangan lupa mencabut stop kontaknya.
  4. Setiap penghuni rumah sebaiknya diberi tahu tentang penggunaan peralatan listrik dengan yang aman. Jika akan meninggalkan rumah keamanan penggunaan alat-alat listrik perlu dijaga.

E.     Bahan – Bahan Pemadam Api
1.      Air
Diantara bahan pemadam yang berfungsi mendinginkan, air adalah yang terbaik, sebab air mempunyai kemampuan yang sangat besar sebagai penyerap panas.
a.       Pancaran Lurus
Pancaran lurus menggunakan pemadam langsung dan mengarah ke sumber nyala api. Caranya dengan mengarahkan secara langsung ke benda yang terbakar atau ke arah pangkal nyala api.
b.      Pencaran Pengabut
Pancaran pengabut mempunyai beberapa kegunaan :
    1. Mengurangi nyala api secara terus menerus.
Butir-butir air yang dihasilkan pada pengabutan akan cepat berubah menjadi uap. Jumlah air yang banyak juga memerlukan panas yang besar.
Jika secara berangsur-angsur kadar panas berkurang, terjadilah pendinginan dan api akan cepat mengecil.
    1. Membuat tabir air.
Tabir air diperlukan untuk mencegah menjalarnya api atau panas. Misalnya, pengabutan air diarahkan ke benda yang terancam jilatan api atau untuk melindungi petugas pemadam dari jilatan api atau dari sengatan panas.
    1. Mendinginkan ruangan.
Ketika kebakaran, udara panas menjalar dengan cepat ke segala arah. Pendinginan diperlukan pada tempat yang dianggap perlu, misalnya ruangan penyimpanan bahan berbahaya, gudang atau lumbung padi.
2.      Busa
Busa adalah bahan pemadam api yang berguna bagi kebakaran karena minyak dan sebagainya. Busa dihasilkan oleh reaksi kimia.
3.      Bahan Pemadam Api CO2
CO2 atau karbon dioksida (campuran bahan kimia yang menghasilkan gas) adalah bahan pemadam api yang paling baik untuk kebakaran minyak atau peralatan listrik.
Proses pemadaman dengan CO2 dapat berjalan dengan cepat jika tidak ada angin atau arus udara sebab setelah dipancarkan, gas CO2 akan memenuhi ruangan. Karena berat jenisnya lebih besar daripada udara, CO2 akan turun menyelimuti nyala api. Pemadaman akan terhambat jika arus udara yang berembus sekitar nyala api. Oleh sebab itu, pemadam CO2 paling bermanfaat apabila digunakan untuk pemadaman api di dalam ruangan, yaitu pintu, jendela, dan lubang pertukaran udara ditutup semua.
a.       Keuntungan Bahan Pemadam CO2
1)      CO2 adalah bahan gas yang tidak dapat mengalirkan arus listrik dan tidak menyebabkan karat.
2)      CO2 dapat disimpan didalam tabung gas yang terbuat dari besi baja pemadam kebakaran sehingga mudah disiapkan pada ruangan yang sempit.
3)      CO2 yang disimpan di tabung alat pemadam kebakaran dapat digunakan berkali-kali.
4)      CO2 dapat digunakan untuk pemadam api secara otomatis (pada instansi tetap).
b.      Kerugiannya sebagai berikut
1)      Pada konsentrasi tertentu gas CO2 sangat berbahaya bagi manusia. Sifat fisiknya sebagai gas yang tidak berwarna dan tidak berbau  menyebabkan sulitnya menentukan keadaan bahaya yang ditimbulkan.
2)      CO2 tidak bermanfaat digunakan di ruangan terbuka. Pada waktu menggunakan CO2 di ruangan tertutup harus tidak ada orang atau korban yang masih berada di dalam ruangan itu.



F.     Alat-Alat Pemadam Api
1.      Alat Pemadam Api Busa
Busa adalah bahan pemadam yang paling tepat digunakan untuk minyak dan cat. Caranya ialah dengan menyelimuti permukaan minyak sehingga menghambat reaksinya dengan oksigen (gas pembakar).
Tabung di atas mudah dibawa ke tempat kebakaran. Sampai di tempat kebakaran, tabung dibalikkan sehingga bagian tutupnya terletak di bawah. Sambil sedikit dikocok, arahkan penyemprotan ke pangkal nyala api. Usahakan agar seluruh busa dapat menyelimuti seluruh permukaan minyak di sekeliling nyala api.
2.      Alat Pemadam Api CO2
Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau karbon dioksida digunakan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan mesin atau listrik. Tabung alat pemadamnya berisi gas CO2 yang berbentuk cair jika dipancarkan CO2 tersebut mengembang menjadi gas, dan volumenya (isinya) dapat mencapai 450 kali volume tabung.
Jika api sudah dipadamkan, hentikan pancaran dan pasang kembali pen pengaman. Sesudah itu, tabung dapat disimpan kembali.

G.    Cara Memadamkan Kebakaran
1.      Sistem Pemadaman Kebakaran
Ada tiga sistem pemadaman api, yaitu sistem penguraian, pendinginan, dan pengurungan (isolasi).
a.       Sistem Penguraian
Sistem penguraian adalah sistem pemadaman dengan memisahkan atau menjauhkan benda yang dapat terbakar.
b.      Sistem Pendinginan
Sistem pendinginan adalah sistem pemadaman dengan cara menurunkan panas. Dalam hal itu, air merupakan bahan pemadam yang pokok. Contohnya, penyemprotan air pada benda-benda yang terbakar.
c.       Sistem Pengurungan
Sistem pengukuran adalah sistem pemadaman dengan mengurangi kadar oksigen pada lokasi sekitar benda yang terbakar. Cara ini disebut juga sistem lokalisasi, yaitu membatasi atau menutup benda yang terbakar agar tidak bereaksi dengan oksigen.
Contohnya :
1)      Menutup benda yang terbakar dengan karung atau handuk absah oleh air, seperti menutupi kebakaran yang bermula dari kompor.
2)      Menimbuni benda terbakar dengan pasir atau tanah.
3)      Menyemprotkan bahan kimia dengan alat pemadam api CO2.

2.      Teknik dan Taktik Pemadaman
Agar dapat menguasai teknik pemadaman secara baik, diperlukan :
a)      Penguasaan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan bahaya kebakaran.
b)      Penggunaan peralatan dan perlengkapan pemadam dengan cepat dan benar.
c)      Pelatihan baik menghadapi situasi bahaya kebakaran.
Jika terjadi kebakaran, misalnya kebakaran rumah, gudang, atau lumbung padi, masyarakat desa perlu melaksanakan taktik pemadaman sebagai berikut :
1)      Bekerjalah dengan tenang dan tabah.
Ketenangan dan ketabahan sangat diperlukan karena udara panas dan asap tebal akibat kebakaran pada umumnya menimbulkan rasa panik.
2)      Berani mengambil tindakan yang perlu.
Keberanian sangat diperlukan walaupun harus tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan.
3)      Bekerjalah secara berkelompok dan gotong royong. Selain menimbulkan kepanikan, udara panas juga menyebabkan orang cepat lelah.
a.       Pengaruh Angin
Kekuatan dan arah angin berembus dapat dipakai sebagai pedoman dalam menentukan dalam arah menjalarnya api. Usaha pemadaman nyala api tidak dibenarkan melawan arah angin karena hal itu dapat berbahaya. Pertama, upaya itu akan terhalang oleh asap.


b.      Warna Asap Kebakaran
Benda yang terbakar kadang-kadang tidak dapat dikenali karena  terhalang oleh asap tebal. Akan tetapi, dengan melihat warna asapnya, dapat diperkirakan jenis bendanya yang terbakar. Misalnya, bilamana warna asap hitam dan tebal, kemungkinan yang terbakar adalah aspal, karet, plastik, minyak, atau benda lain yang mengandung minyak.
c.       Lokasi Kebakaran
Usaha pemadam harus memperhatikan lokasi kebakaran, misalnya kebakaran di lokasi. Kampung atau desa yang letak rumahnya saling berdekatan, terjadi dni perkotaan atau warung. Pada kebakaran besar, disamping usaha pemadaman pada sumber api, meluas serta menjalarnya nyala api harus segera dicegah. Jika terpaksa bangunan segera dirobohkan. Dalam hal ini diusahakan agar kerugian harta benda dapat ditekan sekecil mungkin.
d.      Bahaya – Bahaya Lain Yang Mungkin Terjadi
Setiap setiap usaha pemadaman kebakaran harus memperhatikan faktor keselamatan. Baik keselamatan petugas pemadam sendiri, maupun keselamatan korban.
Harus diperhitungkan pula bahaya-bahaya lain yang mungkin dapat menimbulkan jatuhnya korban. Misalnya, apakah ada barang atau bahan yang dapat menimbulkan gas-gas beracun. Jika ada bahan-bahan berbahaya tersebut segera diselamatkan lebih dulu.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Mewujudkan lingkungan yang aman bahaya kebakaran. Dan hal-hal yang dapat menimbulkan kebakaran, partisipasi cara perawatan dan pencegahan dan penanganan kebakaran. Alat memadamkan api saat terjadinya kebakaran.

B.     Saran
Dalam pembuatan karya tulis ini penulis mohon maaf kalau ada kata yang kurang mengerti dan penulisan yang kurang tepat.




DAFTAR PUSTAKA


Hutabarat, Eddy. 1995. Pencegahan dan Penanganan Kebakaran. Jakarta : Balai Pustaka.