Rabu, 25 November 2015

Contoh Karya Tulis Tentang Beternak Ayam Kampung

Contoh Karya Tulis Tentang Beternak Ayam Kampung


BAB I
PEDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Adapun proses dari beternak ayam kampung dilatar belakangi dengan ayam-ayam kampung yang kurang mendapatkan proses perawatan yang baik dan teratur. Hal ini juga disebabkan oleh faktor lingkungan dan individu masing-masing.

B.     Tujuan
Dengan cara-cara yang ada pada makalah ini, isi yang tercantum pada teks ini tentang cara-cara beternak ayam kampung, bertujuan agar para peternak lebih baik lagi, supaya ayam-ayam yang diternaki lebih bisa mendapatkan perawatan yang baik.

C.    Ruang Lingkup
Dalam ruang lingkup ini, penulis ingin mengurangi masalah-masalah yang terdapat di kalangan peternak ayam kampung.


BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENDAHULUAN
A.    Perkembangan Ayam Kampung
Semula ketika ayam Ras (ayam negri) baru pertama kali di kenal oleh beberapa penduduk Indonesia. Ayam kampung tetap diatas dan nama ayam ras masih timbul tenggelam. Tahun 1972 merupakan titik tolak kebangkitan ayam ras dan namanya kian populer, baik petelur dan pedaging (Broiler). Ayam kampung nyatanya tidak terdesak oleh kehadiran ayam ras.
Beberapa contoh populasi ayam kampung dan ayam ras (x 100) diberbagai daerah dengan tabel.
Propinsi
Ayam Kampung
Ayam Ras
D.I Aceh
Sumut
Sumbar
Riau
Bengkulu
2.675.427
5.571.154
2.939.186
1.809.861
935.434
40.908
182.464
974.061
32.302
110.370

B.     Ayam Buras dan Ayam Kampung
Berbagai penelitian lokal dilakukan dilembaga pendidikan tinggi, celakanya istilah ayam digunakan untuk menggunakan istilah ayam kampung. Ayam kampung sebagai anggotanya yang terbanyak, sebagai pengertian ayam kampung sebagai wilayah potensi pengembangannya ayam lokal kita. Hingga kini sulit untuk mencari kata ayam Broiler itu kedalam bahasa Indonesia. Ayam kampung disesuaikan dan ditempatkan sesuai asal ayam itu.

2.      MENGENAL AYAM KAMPUNG
A.    Asal – Usul Ayam Kampung
Ayam kampung yang diternakan berasal dari ayam hutan di Asia Tenggara. Ayam hutan merupakan nenek moyang dari ayam kampung yang berada di Pulau Jawa dan juga terdapat di pegunungan yang ketinggiannya 1000 – 1700 meter dari permukaan laut. Produktivitas ayam kampung memang melonjak rata-rata pertahun 60 butir dan berat ayam jago tua lebih kurang 1,9 kg.
Kemampuan bertelur beberapa ayam
Spesies
Rata-rata Clutch
Max Produksi/Tahun
Petelur
Pedaging
10 – 14
10 – 14
300 – 360
190 – 200


B.     Sejarah Perkembangan Ayam Kampung
Ayam kampung diteliti dari awal abad 20-an di Bogor. Seorang ahli Belanda saat itu, J. Markons dan J.F Mahede mempublikasikan ayam kedua tahun 1941.
3.      PERSIAPAN BETERNAK
A.    Tujuan Beternak
1)      Hanya sekedar untuk mengisi waktu luang.
2)      Hanya sekedar memanfaatkan lahan kosong.
3)      Hanya mencari nafkah.

B.     Penentu Lokasi
1)      Lokasi itu tidak jauh dari pemasaran atau tidak jauh dari produksi.
2)      Lokasi itu tidak jauh dari keramaian.
3)      Memperhatikan tatacara mempergunakan tanah dari pemerintah.
4)      Hendaknya fasilitas fisik cukup air, tidak dibawah lembah atau bukit.

C.    Sistem Produksi Berkesinambungan
1)      Memperoleh kemampuan beli dari para pengecer.
2)      Memperoleh kemampuan beli dari pedagang.
3)      Memperoleh informasi dari pasar.
Dan langkah-langkahnya adalah :
1)      Memperhatikan kemampuan ayam bertelur.
2)      Produksi pertahun di jadikan per minggu.
3)      Jauh pesanan dari pada langkah ke-2.

D.    Perencanaan Kandang
4 m      à Sistem ayam terkurung
6m       à Sistem ayam pelindung
Lebar x panjang          = luas kandang
4 x panjang                  = luas kandang
      panjang                  = luas kandang / 4

1)      Bahan Yang Digunakan
a.       Beton atau tiang besi
b.      Bambu dan balok
2)      Penempatan Kandang
Ditempatkan membujur dari utara ke selatan sehingga sisi kanan mengarah ke matahari terbit dan kiri kematahari terbenam, dengan itu pengembusan angin lebih bebas.
3)      Lingkungan Peternakan
Sebaiknya lingkungan tidak terlalu lembab, agar ayam tidak terlalu dingin ketika angin berhembus.
a.       Sistem Meminjam dari Bank
Ayam kampung bertelur diproduksi umur 5 bulan dan dikembalikan masa tenggangnya, masa cicilan dan hutangnya.
b.      Sistem Kerja Sama
Dapat dilakukan apabila telah memiliki tanah milik sendiri
4)      Perancangan Tenaga Kerja
Untuk menjual ayam perorang dapat dipelihara, itu ada 150 ekor kebawah-dewasa. Produktif cukup dipegang satu orang. Kelak apabila ayam tersebut berkembang dengan baik dan sukses. Maka hasil diperoleh penanam modal 40 % dari penanaman modal kemudian 60% dibagi kepada pekerja lainnya

4.      PEMELIHARAAN
A.    Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung
1)      Sistem Ekstensif
Cara ini tidak digunakan dengan tangan manusia, melainkan dilepas begitu saja dan datang sendiri pada malam hari dengan begitu ayam bebas memilih makanannya.
2)      Sistem Semi Intensif
Cara ini baru ada sedikit campur tangan manusia. Tujuannya untuk memperoleh pengetahuan cara dan mula-mula beternak ayam.
3)      Sistem Intensif
Cara ini dilakukan sepenuhnya oleh campur tangan manusia. Ciri-ciri dari cara ini adalah diperlukannya modal tambahan dan pengetahuan, dan memperoleh hasil yang lebih baik.

B.     Kandang
·         Fungsi :
a.       Hanya tempat bermalam saja.
b.      Hanya tempat berteduh dari hujan dan panas.
c.       Fasilitasnya harus benar-benar lengkap.
·         Batasan yang perlu diperhatikan :
a.       Untuk anak dan induk ayam tiap 1 m persegi cukup 30 anak ayam.
b.      Untuk ayam yang memasuki usia telur tiap m2 cukup 16 ekor. Kurangi jumlah itu menjadi 14 ekor pada saat ayam bertelur.
c.       Untuk ayam yang bertelur tiap meter persegi 6 ekor
·         Berdasarkan sistem lantai :
a.       Sistem lantai litter
Lantai ini bertumpu pada tanah yang dipadatkan dan disemen lalu ditabur kulit padi pada lantai setebal 6 cm.
b.      Sistem lantai cage
Cara ini bertumpu langsung pada tanah, tetapi antara tanah dan lantai ada ruang untuk menampung tinja dan setelah itu terdapat lantai bambu berlubang-lubang.

C.    Pemeliharaan Anak Ayam
1)      Oleh 1 Induk
Setelah ayam menetas semua dan bulunya sudah kering maka induknya segera membawa anak ayam yang baru menetas itu keluar dari pengeraman. Bila memakai sistem pemeliharaan halaman berumur 4 – 7 hari, induknya dan anaknya dapat dilepas kehalaman.

2)      Oleh Induk Buatan
Cara ini merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan. Contoh, telur yang ditetaskan oleh induk lain yang bukan mengeluarkan telurnya. Yang bertujuan memberi kehangatan pada telur. Yang kemudian juga dapat memberi pengalaman pada induk ayam buatan

D.    Pemeliharaan Lepas Induk
Hal ini dilakukan induk ayam apabila anak ayam sudah mampu hidup sendiri. Meskipun anak ayam sudah mampu hidup sendiri induk ayam tetap menjaga apabila anaknya diganggu.
Vaksinasi tetes pada masa lepas induknya dilakukan kurang lebih 1,5 bulan sebelum bertelur. Sebagian vaksinasi yang pertama dilakukan semasa anak ayam. Kemudian dalam hal pemisahan, dapat dilakukan semenjak awal masa lepas dan yang betina dilakukan 2 minggu setelah bertelur.

E.     Perbaikan Sistem Pemeliharaan dan Produksi
Contoh cara tradisional hanya dihasilkan 30 – 40 butir telur. Sedangkan pemeliharaan yang baik dapat dicapai 160 butir per bulan.
·         Cepat atau lambatnya bertelur terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi :
1)      Kualitas dan kuantitas makanan.
2)      Cahaya matahari.
3)      Kesehatan ayam.
4)      Perawatan umum pada ayam

·         Tinggi atau rendahnya produksi telur dipengaruhi :
1)      Keturunan
2)      Makanan
3)      Pemeliharaan
4)      Penyakit

F.     Pemeliharaan Masa Bertelur
Anak ayam jantan sebaiknya diambil yang umurnya 1 – 2 bulan lebih tua dan ayam betina supaya pada masa bertelur ayam betina dapat mengkonsentrasikan diri pada telur yang dieraminya.

G.    Masa Pemanenan
Dalam pemanenan ayam akan dimasukkan pada satu bot, dan setiap bot diisi paling banyak 5 ekor, agar ayam tidak lemas. Dalam membawa ayam itu atau menstranfer ke daerah lainnya, kecepatan rata-rata mobil harus diatas 85 km/jam, dalam hal ini juga diperlukan kemahiran supir mengangkut ayam tersebut, agar ayam tidak cepat pusing.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari tulisan-tulisan yang di cantumkan dalam “Cara-Cara Beternak Ayam Kampung”, maka bisa disimpulkan :
1.      Proses Perawatan
Perawatan yang lebih efektif juga akan menimbulkan efek terhadap ayam-ayam, kemudian setiap 1 x 5 hari kandang dibersihkan agar bulu ayam tetap bersih.
2.      Pembuatan Kandang
Proses pembuatan kandang tidak harus terlalu besar, tetapi setidaknya kandang untuk induk dibedakan pada usia anak ayam melebihi 15 hari.
3.      Langkah – Langkah Yang Harus Diingat
Ayam tidak perlu dikasih mineral setiap saat karena akan melebihi lemak pada daging-dagingnya, setidaknya mineral dicampur jika 200 ekor ayam cukup hanya 20 bks mineral. Jadi setiap jumlah ayam dibagi 10 dengan mineral.

B.     Saran
Untuk kegiatan yang seterusnya disarankan agar, berhati-hati melihat atau membaca susunan dari buku ini yang dianggap palsu.

DAFTAR PUSTAKA

Rasyat Muhammad. 1986. Beternak Ayam Kampung. Sindang Barang : Penebar Sajada.
F. Komar, Sopiandi. 1968. Mengenal dan Beternak Ayam. Yogyakarta-Jakarta : Dian Publishing Company.
Soeseno, Ari. 1987. Beternak Ayam. Jakarta : Penebar Swadaya.