Kamis, 12 Mei 2016

Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Plasenta Previa


1)      Defenisi
Plasenta pravia adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak dibagian atas uterus.
Plasenta previa dibagi dalam 3 tingkat yaitu :
  1. Plasenta previa totalis yaitu seluruh sotium internum tertutup oleh plasenta.
  2. Placenta previa lateralis yaitu hanya sebagian dari ostium tertutup oleh placenta.
  3. Placenta previa marginalis yaitu hanya pada pinggir sotium terdapat jaringan placenta.

Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Plasenta Previa

2)      Etiologi
Mengapa placenta bertumbuh pada segmen bawah uterus tidak selalu jelas dapat diterangkan.
Placenta previa mungkin terjadi kalau keadaan endomentrium kurang baik, misalnya karena atrofi endometrium.
Keadaan ini misalnya terdapat pada :
-          Multipara terutama kalau jarak antara kehamilan-kehamilan pendek.
-          Pada myoma uteri.
-          Curretage yang berulang-ulang.
Keadaan endometrium yang kurang baik, menyebabkan bahwa. Placenta uterus harus tumbuh menjadi luas untuk mancakupi kebutuhan janin. Karena luasnya mendekati atau menutup ostium internum.
Memang pada placenta previa kita sering mendapati placenta yang luas dan tipis dan lebih sering terjadi placenta accreta.
Mungkin juga placenta previa disebabkan implantasi telur yang rendah.
Menurut Kloosterman (1973), Frekwensi placenta previa pada primigravida yang berumur lebih dari 35 tahun kira-kira 10 kali lebih sering dibandingkan dengan primigravida yang berumur lebih dari 35 tahun kira-kira 4 kali lebih sering dibandingkan dengan grande multipara yang berumur kurang dari 25 tahun.

3)      Gambaran Klinik
1.      Gejala yang terpenting adalah perdarahan tanpa nyeri.
Pasien mungkin berdarah sewaktu tidur dan sama sekali tidak terbangun waktu saat bangun ia merasa bahwa pakaiannya basah. Biasanya perdarahan karena placenta previa timbul setelah bulan ketujuh. Hal ini disebabkan karena :
-          Perdarahan sebelum bulan ke tujuh memberi gambaran yang tidak berbeda dari abostus.
-          Perdarahan pada placenta previa disebabkan karena pergerakan antara placenta dan dinding rahim.
Perdarahan pada placenta previa bersifat berulang-ulang.
2.      Kepala anak sangat tinggi.
Karena placenta terletak pada kutub bawah rahim, kepala tidak dapat mendekati pintu atas panggul.
3.      Kelainan letak
Karena ukuran panjang rahim berkurang.
Bahaya untuk ibu pada placenta previa adalah :
-          Perdarahan yang hebat
-          Infeksi-sepsis
-          Emboli udara
Bahaya untuk anak :
-          Hypoxia
-          Perdarahan dan shock


4)      Diagnosis
Pada setiap perdarahan antepartum, pertama kali harus dicurigai bahwa penyebabnya ialah plasenta previa sampai kemudian ternyata dugaan itu  salah.
1.      Anamnesis
Perdarahan jalan lahir pada kehamilan setelah 22 minggu berlangsung tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigravida. Banyaknya perdarahan tidak dapat dinilai dari anamnesis melainkan dari pemeriksaan  hematokrit.
2.      Pemeriksaan luar
Bagian terbawah janin biasanya belum masuk PAP, tidak jarang terdapat kelainan letak janin, seperti letak lintang atau letak sunsang.
3.      Pemeriksaan in spekulo
Bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan serviks dan vigana. Apabila perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum adanya plasenta previa harus  dicurigai.
4.      Penentuan letak plasenta tidak langsung
-          Ultrasonografi
Penentuan letak plasenta dengan cara ini sangat tepat tidak menimbulkan bahaya radiasi bagi ibu dan janinnya dan tidak menimbulkan rasa nyeri.
5.      Penentuan letak plasenta secara langsung.
-          Perabaan fornises
-          Pemeriksaan melalui kanalis servikalis.

5)      Penanganan
Setiap ibu dengan perdarahan antepartum harus segera di kirim ke RS yang memiliki fasilitas melakukan transfusi darah dan operasi.
Pada tahun 1945 Johnson dan Macafee mengumumkan cara baru penanganan pasif beberapa kasus plasenta previa yang janinnya masih prematur dan perdarahannya tidak berbahaya, sehingga tidak diperlukan tindakan pengakhiran kehamilan segera.
Menurut Pedowitz (1965) yaitu :
·         Memilih cara persalinan
Multigravida dengan plasenta letak rendah, plasenta previa marginalis atau plasenta previa parsialis pada pembukaan lebih dari 5 cm dapat ditanggulangi dengan pemecahan selaput ketuban. Akan tetapi apabila ternyata pemecahan selaput ketuban tidak mengurangi perdarahan yang timbul kemudian maka seksio sesarea harus dilakukan.
Ada 2 cara persalinan :
1.      Persalinan Pervaginam
Bertujuan agar bagian terbawah janin menekan plasenta dan bagian plasenta yang berdarah selama persalinan berlangsung sehingga perdarahan berhenti.
2.      Seksio Sesarea
Bertujuan untuk secepatnya mengangkat sumber perdarahan dan memberikan kesempatan kepada uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan.

6)      Terapi
Pengobatan placenta previa dapat dibagi dalam 2 golongan.
a.       Terapi Aktip
Kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan yang membawa maut.
1.      Cara Vaginal
Bermaksud untuk mengadakan tekanan pada plasenta dan dengan demikian menutup pembuluh-pembuluh darah yang terbuka.
2.      Dengan Sectio Sesarea
Dengan maksud mengosongkan rahim hingga rahim dapat mengadakan retraksi dan menghentikan perdarahan.

b.      Pengobatan Ekspektatip
Kalau janin masih kecil hingga kemungkinan hidup di dunia luar baginya kecil sekali.
Syarat bagi terapi ekspektatip ialah bahwa keadaan ibu baik, Hb nya normal dan perdarahan tidak banyak.

Selanjutnya pada penderita placenta previa selalu harus diberikan antibiotica mengingat kemungkinan infeksi yang besar disebabkan perdarahan dan tindakan-tindakan intrauterin.