Rabu, 06 Mei 2015

Etika Jamuan Makan (Table Manner)

Etika Jamuan Makan (Table Manner)


1.      Etika Jamuan (Table Manner)
Etika berarti tata cara jamuan makan, kata ini berarti sopan santun dalam pergaulan. Guna memahami sopan santun yang berlaku dalam suatu jamuan makan, kita tidak dapat terlepas dari aturan-aturan yang berlaku.
Ø  Pengaturan dasar tentang menu
Ditinjau dari perkembangannya menu dapat diklasifikasikan menjadi 2
  1. Menu Klasik
Pada mulanya digunakan pada zaman dahulu di negara Eropa, terutama di kerajaan Istana Perancis pada zaman Raja Louis XIV yang sangat terkenal sering mengadakan jamuan makan, dimana urutan makannya sangat banyak dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyajikannya. Kebiasaan seperti ini saat sekarang sudah ditinggalkan orang, karena saat sekarang orang sudah tidak punya cukup waktu untuk makan berjam-jam karena kesibukan sehari-hari, sehingga orang lebih cenderung untuk menyederhanakan makannya.
Contoh menu klasik :
Urutan Menu
Contoh
Cold Appetizer/makanan pembuka dingin
Oysteirs / tiram
Soup / sop
Consomme julieene / sop kaldu sayuran
Hot appetizer / makanan pembuka panas
Duck lever / hati bebek panas
Fish / ikan
Blue river trout / ikan trout
Main course / makanan utama
Tenderloin of beef / daging sapi khas dalam
Hot entrée / makanan pembuka panas
Breast of chicken / dada ayam
Cold entrée / makanan pembuka dingin
Mousselines of ham / daging sapi potong tipis
Roast / makanan panggang
Roast pheansant / burung dada panggang
Salad / salada
Mixed salad / salada campur
Vegetables / sayuran
Gratinated asparagus / asparagus tumis
Sweet dishes / makanan penutup manis
Cookie / aneka kue
Savory dishes / makanan
Chesee / keju
Desert / makanan penutup
Fruits / buah segar
  1. Menu Modern
Sebagai akibat dari kesibukan sehari-hari menyebabkan orang tidak punya banyak waktu untuk makan berjam-jam, sehingga orang lebih cenderung menyederhanakan makanannya, dimana urutannya telah disederhanakan.
Contoh menu modern :
Urutan Menu
Contoh
Cold appetizer
Stuffed egg w / Russian salad
Soup
Cream of tomato soup
Main course
Grilled sirlon steak

French fried potato w/ saute vegetable
Desert
Vanila ice cream
Tea or coffee


Fungsi dan urutan menu
·        Appetizer ; berfungsi sebagai makanan pembuka, untuk menimbulkan selera makan, karena itu porsinya kecil
·        Soup; merupakan makanan yang mengandung cairan dan berfungsi sebagai makanan penyela
·        Main course; merupakan makanan utama dan berporsi besar, bisa berupa daging, ikan, ayam, binatang buruan, makanan laut dan lain-lain
·        Salad; berfungsi sebagai stabilator, apabila makanan utama terlalu berat dan disajikan bersamaan waktunya dengan makanan utama
·        Dessert; berfungsi sebagai makanan penutup, dapat berupa buah-buahan, es krim dan puding

Aturan umum pelayanan
Berbagai sistem penyajian dapat dipergunakan pada suatu jamuan, namun pada dasarnya berlaku aturan sebagai berikut:
·        Semua undangan akan mulai dan selesai makan secara bersama-sama dengan meja utama ( Head Table ) sebagai patokan
·        Makanan yang sudah diporsikan diatas piring akan disajikan dari sebelah kanan, kecuali roti dan salada karena menurut tata meja ada di sebelah kiri
·        Wanita selalu dilayani terlebih dahulu, kecuali protokoler menghendaki lain
·        Alat makan yang telah selesai dipergunakan akan diambil dari sebelah kanan, kecuali roti dan salada

Ø  Etika selama Jamuan
a.       Cara duduk
Untuk menghindari kesalah pahaman dalam mengambil tempat duduk, sebaiknya terlebih dahulu melihat denah yang mungkin terlampir pada kartu undangan atau ditempel pada papan pemberitahuan yang ditempatkan di sekitar pintu masuk ruang jamuan.
Seorang pramusaji akan membantu manarikan kursi sedikit kebelakang pada waktu tamu akan duduk dan mendorong kembali kedepan keposisi semula dan tamu akan dapat duduk dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·        Posisi kursi di atur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu jauh ataupun tidak terlalu dekat dengan sisi meja
·        Posisi tubuh diusahakan agar tetap tegak dan menghadap kedepan yang mungkin kita untuk tidak terlalu membungkuk pada waktu makan, keuntungan lain dari posisi tubuh yang tegak waktu duduk adalah agar makan akan dapat dengan lancar mengalir kedalam perut, karena tidak adanya usus yang terlipat
·        Posisi tangan tetap menggantung, dalam arti kedua siku tidak berada di atas meja, melainkan cukup pergelangan tangan saja atau keatas sedikit boleh di atas meja
·        Posisi kaki adalah normal, tidak dilipat dan tidak pula menumpang satu di atas yang lainnya
b.      Cara mempergunakan alat makan
Pada dasarnya alat makan dapat dibedakan antara sendok, garpu dan pisau dengan kegunaan antara lain sebagai berikut:


·        Sendok
Alat ini dipergunakan untuk makanan yang mengandung cairan, terutama sekali sop. Dalam penggunaan sendok, dipegang dengan tangan kanan
·        Garpu
Dipergunakan untuk menusuk dan menyuapi makanan ke mulut, apabila berpasangan dengan sendok atau pisau, garpu dipegang dengan tangan kiri kalanya suatu jenis makanan memerlukan garpu saja sebagai alat makan, dalam hal ini garpu dipegang dengan tangan kanan. Contoh memakan Shrimp Coctail
·        Pisau
Dipergunakan untuk memotong sekali-kali bukan untuk menyuapkan makanan kedalam mulut. Pisau penggunaannya di pegang dengan tangan kanan. Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam memotong makanan adalah agar pisau ditempatkan disisi mata garpu penusuk makanan.

  1. Posisi Alat Makan
Alat makan
Posisi belum selesai
Posisi sudah selesai
Sendok dan garpu
Diatas piring, sendok sebelah kanan, garpu sebelah kiri, keduanya membentuk sudut 45 derajat dengan sisi meja
Diatas piring sebelah kanan keduanya sejajar dan membentuk sudut 45 derajat dengan sisi meja. Mata sendok dan garpu menghadap ke atas
Pisau dan garpu
Sama dengan di atas hanya mata pisau menghadap ke bawah (arah sisi meja)
Sama dengan di atas hanya mata pisau menghadap kebawah
Sendok atau garpu saja .
Didalam mangkuk, gelas atau tempat menyajikan makanan tersebut, tangkai sendok atau garpu berada di sebelah kanan
Diatas alas mangkuk atau gelas yang digunakan untuk menyajikan makanan tersebut, dengan tangkai menghadap ke atas

Hal ini yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat makan selama jamuan adalah bahwa setiap alat makan yang ditata di atas meja mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Agar tidak terjadi kesalahan dalam menggunakan alat-alat tersebut, sebagai pedoman pergunakanlah alat-alat yang berada sebelah luar terlebih dahulu dan setiap tahapan urutan makanan.

d.      Cara makan
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada waktu mokan antara lain:
·        Meja utama ( Head Table ) dipakai sebagai patokan untuk mulai atau selesai makan
·        Posisi tubuh tidak terlalu membungkuk, sehingga bukan mulut yang mendekat ke arah makanan, melainkan makanan yang dibawah yang
mengarah ke mulut
·        Guna menghindari bunyi yang keluar dari mulut, maka pada waktu mengunyah makanan mulut harus tertutup rapat
·        Jangan terlalu banyak menyuap makanan kedalam mulut sehingga mengakibatkan mulut menggelembung pada waktu mengunyah
·        Selama makan alat yang dipergunakan harus selalu berada pada posisi yang benar

e.       Cara makan roti
Dalam suatu jamuan, roti dihidangkan pertama sekali sebelum makanan yang lain disajikan, bahkan mungkin beberapa saat sebelum para undangan / tamu memasuki ruangan jamuan. Roti ini dapat dimakan sebagai pengisi waktu sambil menunggu makanan lain disajikan dan dapat juga dimakan bersamaan dengan makanan pembuka, sop ataupun makanan utama.
Piring roti akan diangkat dari meja makan setelah makanan utama selesai.
Beberapa dengan makanan lain, roti dimakan hanya dengan mempergunakan tangan dengan aturan sebagai berikut:
·        Ambil roti dan piring dengan tangan kiri
·        Tarigan kanan memotong dengan secukupnya roti yang akan dimakan
·        Ambil mentega yang sudah tersedia dengan mempergunakan pisau pengoles mentega ( Butter Spreader ), dipegang dengan tangan kanan
·        Oleskan mentega pada roti yang sekarang berada pada tangan kiri
·        Letakan kembali pengoles mentega ke tempat semula
·        Pindahkan kembali roti yang sudah di oles mentega ke tangan kanan dan langsung di makan
f.       Cara makan sop
Pada umumnya sop disajikan panas dalam mongkuk bertangkai atau bertelinga dua. Untuk mendinginkan sop agar supaya segera dapat di makan maka sop di aduk secara perlahan dengan sendok sop yang sudah tersedia, jangan mendinginkan sop dengan cara ditiup karena di khawatirkan apabila sop ditiup terlalu keras sop akan tumpah dan bisa mengenai undangan atau tamu lainnya.
Sewaktu makan sop setiap kali kita mengangkat sop dan mangkuk dengan sendok, bagian bawah dan sendok sebaiknya disentuhkan dengan bibir mangkuk bagian dalam, ini bertujuan agar sewaktu kita mengangkat
sop ke mulut tidak ada teteson sop yang jatuh ke pakaian kita.

g.      Cara minum
Dalam suatu jamuan resmi, minuman baik yang mengandung alkohol maupun yang tidak, biasanya disajikan dalam gelas yang berkaki. Pada waktu minum gelas tersebut dipegang pada bagian bawah badan gelas, hal lain yang perlu diperhatikon antara lain:
·        Minum dilakukan bila mulut telah bebas dan makonan
·        Hindarkan bunyi pada waktu meneguk minuman
·        Jangan sekali-kali berkumur sebelum meneguk minuman
·        Sebelum minum bibir supaya dibersihkan terlebih dahulu




h.      Cara menggunakon serbet makon
Dalam suatu jamuan biasanya begitu para tamu atau undangan mengombil tempat duduk, dapat mengambil serbet makan yang ada di depannya, dibuka lalu diletakan diatas pangkuan untuk menghindari agar pakaian jangan sampai kotor kalau ada makanan yang terjatuh sewaktu makan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian serbet makanan:
·        Serbet akan hanya digunakan untuk menyeka bibir setiap kali dipandang perlu, dengan mempergunakan bagian ujung ditopang oleh
jari tengah dan telunjuk
·        Serbet makan bukan sapu tangan, oleh karena itu alat ini tidak dipergunakan untuk keperluan lain seperti untuk menyeka keringat,
ingus, dan lainnya
·        Setiap kali habis dipergunakan serbet makan harus selalu kembali keatas pangkuan
·        Pada saat jamuan selesai serbet tidak perlu dilipat rapi seperti sebelumnya
i.        Cara berbicara
Berbicara merupakann hal yang sangat menyenangkan antara satu dengan yang lain di antara tamu atau undangan selama acara jamuan berlangsung. Dengan adanya protokoler yang mengharuskan suatu jamuan resmi semua tamu atau undangan harus selalu memperhatikan keadaan pada waktu makan, agar jangan sampai memperlambat jalannya perjamuan disebabkan oleh karena pembicaraan yang berlarut-larut, ada beberapa hal yang penting yang berguna untuk diketahui antara lain:
·        Hindari berbicara di waktu terdapat makanan di dalam mulut
·        Hindari berbicara dengan gerak tangan yang berlebihan, apabila sambil memegang alat makan
·        Hindari berbicara sambil melihat atau menunjuk ke arah seseorang atau meja lain agar tidak terjadi salah paham
·        Hindari memotong pembicaraan orang lain, tunggu sampai yang bersangkutan selesai
·        Hindari menguasai pembicaraan dengan jalan memberi kesempatan orang lain untuk bicara
·        Hindari berbicara dengan terlalu keras atau terlalu lemah
·        Hindari sikap yang berlebihan pada waktu berbicara, sikap wajar adalah yang paling baik

j.        Merokok
Merokok merupakan suatu hal bagi mereka yang menyukainya. Dalam suatu jamuan makan biasanya tidak diperkenankan merokok selama jamuan berlangsung, jika ini dikehendaki maka jangan heran kalau di atas meja makan tidak disediakan asbak rokok. Undangan baru akan diperkenankan merokok poda waktu acara kesenian atau pertunjukan berlangsung atau setelah selesai acara jamuan.

  1. Kartu Undangan
Pada waktu menerima undangan sebaiknya diperhatikan :
·        Tanggal acara
·        Jam acara
·        Jumlah yang diundang
·        Denah tempat duduk
·        Kode pakaian
·        RSVP

This Is The Oldest Page