Sabtu, 09 Januari 2016

Landasan Pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah


Untuk meningkatkan kesehatan setiap insan manusia Indonesia perlu adanya usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang kesehatan diharapkan akan dapat meningkatkan kesehatan setiap orang. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas pemerintah sudah menetapkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN, 2004: 33) :
“Peningkatan mutu sumber daya alam dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan rehabilitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai usia lanjut”

Landasan Pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah

Dari kutipan di atas dijelaskan bahwa meningkatnya mutu sumber daya manusia harus dilakukan secara berkelanjutan yang didukung oleh masyarakat dan sarana dan prasarana medis yang memadai. Tanpa adanya dukungan masyarakat serta sarana prasarana medis yang memadai, peningkatan mutu lembaga dan pelayanan tidak akan tercapai.
Sebagai wujud dan kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap peningkatan kualitas manusia Indonesia dalam bidang kesehatan telah dilakukan berbagai upaya kualitas antara lain upaya penddikan dan upaya pelayanan kesehatan di sekolah. Karena kesehatan adalah modal dasar hidup wajar dan produktif. Oleh karena itu sehat adalah harapan setiap orang, dan setiap warga.
Negara berhak untuk hidup sehat yang dijamin undang-undang yang berlaku. Namun pembangunan kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah saja tetapi bersama-sama dengan masyarakat baik pemeliharaan maupun mempertinggi derajat kesehatan rakyat. (Dainur, 1995: 1)  menyatakan :
“Tujuan pembangunan kesehatan adalah memenuhi hak setiap insan untuk memiliki dan menikmati hidup sehat agar setiap orang dimana dan kapan saja dapat memiliki kesehatan, maka hidup sehat harus menjadi kemampuan yang melekat dalam diri setiap orang. Pembangunan kesehatan ini adalah tugas kita semua. Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan rakyat”

Banyak orang beranggapan bahwa sehat itu berarti tidak sakit dan sebaliknya bila sakit berarti tidak sehat. Pendapat itu ada benarnya, akan tetapi sehat bukanlah semata-mata tidak sakit. Seseorang yang kelihatannya tidak sakit, boleh jadi juga tidak sehat. Untuk itu, seseorang yang dikatakan sehat adalah tidak adanya keluhan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga merasa sejahtera dan sosial serta produktif secara sosial dan ekonomi. Pernyataan di atas sesuai dengan pendapat (Indra, 2003: 4) “sehat bukanlah semata keadaan tidak sakit, melainkan suatu keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi”.
Agar seseorang tetah hidup sehat hendaklah dimulai dari pemeliharaan, pemulihan serta dapat mempertahankan kesehatan sendiri. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai akan menurunkan derajat kesehatan seseorang. Begitu juga tentang lingkungan kehidupan yang sehat akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di sekitarnya.
Sekolah adalah merupakan lingkungan kehidupan. Lingkungan kehidupan sekolah yang mencerminkan hidup sehat, menjamin adanya proses belajar mengajar serta menciptakan kondisi yang mendukung tercapainya kemampuan hidup sehat, khususnya peserta didik. Semua ini akan terlaksana bila sekolah dan lingkungannya dibina dan dikembangkan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Usaha Kesehatan Sekolah merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan peserta didik yang optimal. Usaha pembinaan dan pengembangan tersebut, bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi juga tanggung jawab peserta didik dan masyarakat. (Dep Kes, 1995: 3) menyatakan :
“Usaha kesehatan sekolah adalah bagian dari usaha kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di sekolah. Tujuan usaha kesehatan sekolah adalah mencapai kesehatan anak didik yang sebaik-baikinya hingga dapat tumbuh secara harmonis, efisien dan oktimal dalam mencapai manusia Indonesia sehat jasmani, rohani dan mental spritual”

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, pihak sekolah dan masyarakat sekitarnya perlu melakukan berbagai usaha. Salah satu diantaranya adalah pelaksanaan program UKS dan penyusunan rencana kegiatan UKS. Dalam penyusunan rencana kegiatan UKS perlu dicantumkan jenis kegiatan, waktu kegiatan dan dana kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain : Kegiatan yang sudah baku, rutin dan kegiatan tambahan. Jenis kegiatan hendaknya mengacu pada program pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, peningkatan mutu ketenagaan, pengadaan sarana dan prasarana, dan pemeliharaan lingkungan sekolah sehat. Pernyataan di atas sesuai dengan kutipan (Dep Kes, 1995: 11) “Kegiatan mengacu pada program UKS yaitu : a) Program pelayanan kesehatan, b) Program peningkatan mutu ketenagaan, c) Program pengadaan sarana dan prasarana, d) Program pemeliharaan lingkungan sekolah sehat”.
Dari kutipan di atas, untuk menciptakan lingkungan sekolah sehat demi tercapainya tujuan UKS, pihak sekolah harus melaksanakan program UKS secara benar dan berkesinambungan.